Sang Dewi Malam

Sang Dewi Malam
Galau


__ADS_3

Aldrick pulang ke apartement setelah makan malam bersama keluarga wijaya. Karena bunda memaksa agar dia tinggal sampai makan malam.Hingga begitu antusias menyiapkan segala macam masakan,karena merasa bahagia keluarganya berkumpul.


Setelah membersihkan diri. Aldrick merebahkan tubuhnya di kamarnya. Memikirkan syarat yang diajukan bunda Helsa.Sama berat rasanya pertunangan dan juga syarat yang bunda ajukan.


Namun pikirannya berkelana pada satu wajah yang juga membuatnya bingung mengapa bisa muncul wajah gadis yang beberapa kali bertemu tanpa disengaja. Padahal dia sendiri tidak terlalu menyukai gadis itu, yang menurutnya terlalu bebas dalam pergaulannya. Tapi Aldrick tidak menyangka bahwa Sefia mau bergaul bersama anak-anak yang dilihatnya pagi tadi tanpa rasa canggung sedikitpun. Berbeda dari para gadis-gadis lain yang biasanya menganngap sebelah mata pada Para pemulung.


"Jika kau sudah mempunyai pilihan gadis lain yang kamu cintai,bunda akan selalu mendukungmu,bunda tidak pernah memilih dari keluarga mana gadis yang akan menjadi pasanganmu kelak.Tapi kuharap dia perempuan baik-baik yang tidak terpengaruh pergaulan bebas.Ajaklah dia untuk segera bertemu denganku,maka bunda akan membantumu bicara pada ayahmu agar membatalkan pertunanganmu dengan Jessy."ucapan bunda tadi siang masih jelas berputar-putar di ingatannya.Membuat kepalanya jadi pusing berkali-kali lipat.


Bagaimana tidak pusing! Dekat dengan wanita saja dia tidak pernah, apalagi jatuh cinta.


...****************...


Diwaktu yang sama Sefia sedang melakukan panggilan dengan adiknya.Adiknya mengatakan bila sebentar lagi akan ujian untuk kelulusan. Mereka berdua memikirkan bagaimana kelak sang ibu,jika Sena akan meneruakan keperguruan tinggi. Dia tidak mungkin tega meninggalkan ibunya yang sakit dirumah sendirian.Hingga terjadi perdebatan antara adik dan kakak.


"Kak, bagaimama dengan ibu jika nanti aku kuliah."tanya Sena pada Kakaknya yang juga sama bingungnya.


"Entahlah..aku juga bingung"


"Bagaimana kalau ibu tinggal dengan kakak saja."


Duuuaarrr.. bagaikan dihantam batu kepalanya,Seketika terasa berdenyut.Bukannya ia menolak untuk merawar ibu. Tapi dia takut ibunya tau seperti apa kehidupannya jika ibu tinggal bersamanya. Ibu pasti bertanya jika dia pulang menjelang pagi hari.Memikirkan akan menjawab apa jika ibunya bertanya saja sudah membuatnya takut.


Ibu pernah berpesan:"Jadilah gadis yang bisa menjaga kehormatan,karena itulah satu-satunya harta yang kelak akan kamu berikan pada orang yang akan menikahimu nanti"


Hingga akhirnya dia mendapatkan sebuah ide.


"Ibu bisa tinggal bersamamu,aku akan mencari seorang suster yang akan membantumu merawat ibu "solusi yang akhirnya terpikirkan."Jika ibu tinggal bersamaku ,aku tidak bisa memperhatikan ibu karena sibuk dengan pekerjaan dan kadang lembur hingga pulang malam."segera dia mencari alasan supaya Sena percaya .

__ADS_1


Obrolan itu berakhir dengan kesepakatan ibu akan tetap tinggal bersama Sena.


Malam yang semakin larut. Sefia masih tetap terjaga. Sefia merasa berdosa karna telah berbohong pada ibunya. Bagaimanapun dia telah melakukan kesalahan. Sefia seperti menghianati kepercayaan yang diberikan ibu padanya. Tapi diapun tidak bisa berbuat apa-apa. Semua takdir yang harus dijalani juga bukan kemauannya. Hinga Akhirnya dia terlelap, dengan menyimpan perasaan gundah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ ...


Pagi itu cahaya mentari sudah memasuki seriap sudut ruangan. Semua orang juga sudah sibuk beraktifitas masing-masing. Sefia keluar dari unit apartemennya.Dia berencana mengunjungi sebuah panti asuhan. Tempat dimana Sefia memberikan sedikit uangnya untuk membantu di sana.Menutup pintu apartemennya di berjalan di lorong menuju lift.


Tidak sengaja, Aldrik yang juga akan segera berangkat ke kantor berada satu lift dengannya.Dia bergegas berangkat ke kantor pagi,karena akan ada rapat pagi ini.


Sefia tersenyum kepada Aldrik saat tatapan mereka bertemu.


"Mimpi apa gadis itu tadi malam"berbicara dalam hati.Aldrick memicingkan matanya, menatap dengan heran gadis yang berdiri di depannya.Karena penampilan Sefia berbeda dari biasanya,juga dua kantong besar yang sepertinya berisi jajanan anak-anak.Hari ini Dia memakai celana panjang dan sweater yang longgar dan lebih sopan.Penampilan yang berbeda dari biasanya yang selalu berpakaian kelewat ****. Tanpa sadar dia terus memperhatikan Sefia yang dari tadi sibuk dengan HP nya.


Aldrick segera bergegas menuju mobilnya. Keluar dari tempat parkir menuju jalanan, Melewati Sefia yang sepertinya sedang menunggu taksi yang sudah dipesannya disebuah aplikasi.Diam-diam Aldrick melihat gadis yang masih berdiri disana dari spion mobilnya.Sampai mobilnya menghilang dibelokan. Meninggalkan rasa yang entah harus diartikan seperti apa.


...----------------...


"Baik nona!"


Hatinya menghangat ketika memikirkan anak-anak yang akan ditemuinya.


"mereka pasti suka"gumamnya sambil melirik kantong di sebelahnya. Aneka snack dan juga susu yang kemarin sore dibelinya di minimarket tempat Yuni bekerja.


"Mbak Sefia mau kepanti ya?"tanya Yuni. Karena dia tau kebiasaan Sefia ini.


"iya yun.,aku bosan seharian di dalam saja"balas Sefia

__ADS_1


"Wah sayang aku hari ini kerja. Sebenarnya aku juga kangen sama anak-anak".Manyun Yuni sambil berbicara, karena tak bisa ikut ke panti. Yuni biasanya juga ikut Sefia ke panti jika keduanya mendapat jatah libur di hari yang sama.


"Lain kali kalau kita liburnya barengan pasti kamu bisa ikut."Hibur Sefia yang melihat Yuni cemberut. Sefia sudah menganggap Yuni seperti adiknya sendiri, sama seperti Sena. Begitupun Yuni, gadis itu juga menganggap Sefia kakaknya. Mereka mempunyai hubungan yang begitu dekat,karena sama-sama jauh dari keluarga dan kesepian di tempat perantauannya.


Taksi yang ditumpangi Sefia pun sampai di tempat yang dituju. Dengan di bantu sopir dia menurunkan barang-barang yang dibawanya.


Beberapa anak yang melihat kedatangannya berteriak dengan antusias memanggil teman-temannya.


"Kak Sefia datang, kak Sefia datang"Teriak mereka.


Mereka berlari mengerumuni Sefia, bersalaman dengan takdim.


"Ayo bantu kakan bawa semua masuk"menunjuk beberapa barang yang sudah diturunkan dari taksi.


Sefia mengulurkan selembar uang kepada sopir taksi "Ambil aja kembaliannya pak "


"Terima kasih nona" .


"Sama-sama pak".


Tersenyum pada Sefia kemudian sopir itu berlalu pergi, dengan segala do'a-do'a baik untuk Sefia. Dia yang baru memulai pekerjaannya pagi ini.Bertemu dengan Sefia yang menjadi penumpang pertamanya.Merupakan sebuah anugrah yang dikirimkan tuhan untuknya.Memberikan tips yang begitu lumayan banyak.


Sefia juga memberikan sopir itu kue,seperti yang akan di bawa ke panti tadi.


"Ini buat bapak"sambil mengulurkan kantong yang telah disendirikan oleh penjaga toko kue itu atas permintaannya.


"Wah, tidak perlu repot-repot mbak."

__ADS_1


"Ambil aja pak, anggap aja rejeki buat bapak."


"Terima kasih nona".diapun menerima kantong yang di ulurkan Sefia. Dalam hati dia memikirkan anak-anaknya dirumah pasti akan sangat suka dengan kue yang akan di bawanya pulang nanti. Dia yang bekerja sebagai sopir taksi untuk membiayai ibunya yang sakit.Bahkan tak jarang uang yang didapatnya hanya cukup untuk makan dan membeli obat untuk ibunya.


__ADS_2