Sang Dewi Malam

Sang Dewi Malam
Perasaan Apa ini?


__ADS_3

"Pesan dari siapa Al? "


Aldrick yang terkejut langsung menoleh kepada bunda. Dia lupa kalau ada orang di sampingnya.Kening bunda berlipat-lipat,penasaran siapa yang mengirim pesan pada putranya sampai bisa tertawa.


"Eh,, teman Al bun."Aldrick menggaruk ujung hidungnya yang tidak gatal.Bingung dengan jawaban yang harus dia berikan untuk pertanyaan bunda.


Kening bunda semakin berkerut lagi mendengar jawaban Aldrick. Aldrick pun yang melihat respon bunda semakin salah tingkah di buatnya. Padahal bunda belum berbicara apapun.


"Teman yang mana Al,apa bunda sudah kenal dengannya?"


Aldrick nyengir mendengar pertanyaan bunda.


"Apa ada yang bunda belum tau? Tanya bunda lagi.


Aldrick sepertinya memang tak bisa menyembunyikan apapun dari bunda Helsa. Bunda akan terus bertanya jika dia tidak mau menjawab.


"Ehmmzz... Teman bund.Kami juga baru kenal beberapa minggu ini... bla.. bla.. bla.. "Mengalir cerita dari mulut Aldrick bagaimana dia bisa kenal dengan Sefia. Tak ada satupun yang terlewat atau di tutupi oleh Aldrick. Bunda merupakan teman curhat yang tepat.


Aldrick juga menceritakan kalau sebelumnya begitu tak suka saat melihat cara berpakaian Sefia yang terbuka, namun pandangannya langsung berbeda ketika melihat kebaikan-kebaikan Sefia.


Bunda hanya diam memdengarkan dengan seksama cerita Aldrick, kadang juga menganggukkan kepala.


"Tapi bun,aku juga bingung dengan perasaanku padanya.Kami juga baru kenal. Belum tau bagaimana satu sama lain. Tapi aku juga sudah nyaman sama dia. Pengennya deket-deket trus sama dia."


Reflek bunda memukul bahu Aldrick mendengar penjelasan Aldrick.


"Awas kamu jangan sampai main cium aja anak gadis orang!" memberi peringatan pada Aldrick.


Aldrick tersedak ludahnya sendiri mendengar pernyataan yang begitu menohok dari bunda

__ADS_1


"Apaan sih bund!" Sambil memalingkan wajahnya dari bunda.Menyembunyikan pipinya yang bersemu merah mendengar kata-kata bunda yang tanpa di saring. Takut bunda memperhatikan eskrpresinya. Bunda bukanlah orang yang tidak peka.


"Aldrick.!" Sedikit berteriak.


"Jangan macam- macam kamu sama anak gadis orang. ingat Al, kamu punya adik perempuan!" Bunda menekankan setiap kata-katanya pada Aldrick.


"iya bund.. iya.. aku nggak macam-macam kok, paling hanya sebatas ciuman" cengir Aldrick.


Kembali bunda menghujani tubuh Aldrick dengan bantal.


"Dasar kamu, punya rem sedikit dong Al.Jangan main sosor aja itu anak gadis orang. Sekarang cuma ciuman tapi bisa jadi nanti lebih dari ciuman saat kalian hanya berdua.Bunda nggak mau ya kamu merusak anak orang!" Panjang lebar bunda memberi ceramah pada Aldrick.


"Nggak bund.. nggak.. Aldrick masih punya batasan kok. Aldrick selalu mengingat pesan-pesan bunda di sini." Sambil menunjuk dada sebelah kiri.


"Entah perasaan apa yang sedang aku rasakan ini. Aku bahkan selalu ingin melindunginya, tak bisa melihatnya menangis atau bersedih.Aku ingin menghapus setiap air matanya yang jatuh,menggantinya dengan senyum kebahagiaan." Aldrik menyandarkan punggungnya di sofa.Kepalanya menatap langit-langit ruangannya. Menerawang jauh memikirkan seorang gadis yang kini mengisi hatinya.


Bunda memperhatikan raut wajah Aldrick dengan seksama. Terpancar keseriusan dari pancaran matanya. Karena juga baru pertama kali bunda tau kalau Aldrick dekat dengan gadis. Karena Aldrick membenci gadis yang mendekatinya, karena harta dan juga dialah penerus perusahaan keluarganya nanti. Sebab dia lah satu-satunya anak laki-laki di keluarga wijaya.


Setelah bercerita,Aldring merngurung tubuh bunda dengan kedua tangannya.Mencium pipi bunda berulang kali.Rasa bahagia di hatinya membuncah.


"Al,lepasin al!" memukul mukul lengan Aldrick.Pelukan Aldrick membuatnya sesak.


"Eh.. maaf bund maaf.."Aldrick akhirnya tersadar dan melepaskan pelukannya pada bunda.


"Dasar kamu, kayak anak kecil aja.gimana kalau bawahan kamu tau dengan kelakuan kamu yang seperti ini?"gerutu bunda sambil membenarkan bajunya yang kusut karena kelakuan Aldrick. Namun dalam hati bunda pun ikut bahagia melihat Aldrick menemukan kebahagiaannya.


Namun bunda juga berpesan."Al, kalau kamu ingin melindungi gadis itu,sebaiknya jangan terlalu menunjukkan kedekatan kalian di depan publik. Karena kamu masih berstatus tunangan Jessy.Jangan sampai orang menganggapnya merebutmu dari Jessy."pesan bunda.


Aldrick mengangguk mengerti.Seingatnya,diapun tak pernah keluar bersama sefia.

__ADS_1


Hingga menjelang makan siang bunda masih berada di ruang kerja Aldrick. Bunda berencana makan siang berdua dengan Aldrick.Karena ayah sedang ada pertemuan sekaligus makan siang deng rekan kerja yang akan bekerja sama dengan perusahaannya.


"Aku akan menjaganya bund. Hanya saja aku masih perlu memastikan perasaanku juga kan?" Kata Aldrick.


Di sisi lain seseorang yang sedang jadi bahan perbincangan Aldrick dan bunda Helsa terlihat jenuh.Dia bahkan tak bisa keluar dari apartement.


Saat baru saja dia membuka pintu apartementnya ponselnya berdering, terlihat nama Aldrick yang menghubunginya.


"Masuk" Perintah Aldrick dari sebrang sana.Mungkin kalau terlihat,mata Aldrick pasti sedang melotot. Jangan tanya dari mana Aldrick tau jika Sefia akan keluar rumah. Tentu saja dari ponselnya yang sudah tersambung dari CCTV yang berada di dalam dan luar unit apartemennya. Beberapa kali Sefia mencoba keluar. Namun tetap sama, dia memperhatikan sekeliling depan apartemennya. Akhirnya dia tersadar saat menatap CCTV atas pintu apartemen Aldrick. Sefia menghela nafas dengan kasar.


Kembali masuk ke apartemenya dan berteriak "Aku bosan! "Sambil melempar-lemparkan bantal sofanya.


Menjelang makan siang ada orang yang mengetuk pintu apartemen Sefia.Sebel membuka pintu,Sefia melihat dari lubang yang ada di pintu itu siapa yang datang. Dan segera membuka pintu ketika dilihatnya seseorang mengantarkan makanan dari restoran terkenal.


Sudah bisa di tebak siapa yang memesannya. Tentu saja Aldrick. Makanan yang di pesan pun tak tanggung-tanggung,begitu beraneka menu hingga cukup untuk makan tiga orang.


"nggak kurang banyak ini mas? " Mengirimkan foto makanan yang sudah di jejer di meja makan.


Namun hanya emoji ketawa balasan dari Aldrick.


Tak kehabisan akal Sefia segera menghubungi Yuni agar datang ke apartemennya. Dan beruntungnya yuni juga masih belum berangkat,karena mendapat sift sore.


Jadi Sefia meminta yuni untuk membawa baju ganti agar bisa sekalian nanti langsung pergi bekerja.


"iya kak.. iya"jawab Yuni.


Saat Yuni sudah sampai di Apartement,Sefia mengambil foto mereka berdua.


"Aku sudah dapat teman wekk😜😜" Foto terkirim dan sudah terbaca oleh Aldrick.

__ADS_1


Aldrick hanya tertawa membaca pesan Sefia.


__ADS_2