
"Good nihgt Mr." Dengan logat bahasa yang kaku Sefia menyapa kliennya.
"Malam nona" senyum terkembang dari bibir merah pria bule itu mendengar sapaan Sefia yang kaku. Karena sepertinya dia tau Sefia tak bisa berbahasa inggris.Mark berjalan menghampiri sefia yang masih berdiri di dekat pintu yang sudah tertutup.
Menggapai tangan kanan Sefia kemudian mencium punggung tangannya. Jantung Sefia berdetak dengan cepat bahkan nyaris melompat keluar, saat mendapatkan perlakuan manis dari kliennya. Tak seperti klien lainnya yang jika sudah bertemu maka tatapan yang tertuju padanya hanya tatapan penuh nafsu.
"Selamat datang nona" ucap tuan Mark sambil menuntun Sefia duduk di sofa.Sefia mengamati ruangan suite room hotel bernuansa putih salju yang di booking tuan mark. Ruang itu terpisah dari kamar tidur. Juga terlihat sebuah pantri yang terhalang tembok pendek yang tidak menutup sepenuhnya.
Tuan Mark kembali berdiri, berjalan menuju panti, dan tak lama kemudian membawa sebotol air mineral.
"Silahkan diminum nona" meletakkan botol itu di meja.
"Kalau ada yang di inginkan,kau bisa membuatnya sendiri di sana" Kembali berucap sambil menunjuk pantri dengan dagunya.
"trima kasih tuan,sudah merepotkan. Aku bisa membuatnya sendiri nanti."Sefia terlihat sungkan karena dirinya di perlakukan layaknya tamu oleh tuan mark.
Beberapa saat keduanya terlibat obrolan ringan. Sefia yang awalnya merasa canggung pada kliennya,sedikit demi sedikit mulai terbiasa.Tuan Mark bisa mencairkan suasana.Meminta Sefia memanggilnya tanpa memberi embel-embel tuan. Dan menganggapnya sebagai teman. Selain itu tuan Mark juga masih muda, usia keduanya terpaut tak begitu jauh.
Flashback
Sedikit cerita dari tuan Mark
Terrnyata dia datang Indonesia untuk menenangkan dirinya. Dia yang akan melangsungkan pernikahan kurang dari satu minggu harus gagal. Karena Mark melihat calon istrinya berselingkuh dengan temannya. Bahkan keduanya kedapatan sedang bergumul di bawah selimut di kamar sang wanita.
Mark yang berniat mengajak calon istrinya makan malam, tanpa memberi tahu karena ingin memberi kejutan justru di buat lebih terkejut. Dia yang sudah sampai di apartemen wanitanya langsung membuka pintu karena sudah tahu passcodenya. Ada sepasang sepatu pria di dekat pintu masuk dan yang pasti bukan sepatunya.Karena dia tak pernah meninggalkan sepatunya di sana.Dia yang penasaran berjalan dengan langkah lebar menaiki tangga menuju kamar utama apartemen itu. Sampai di depan kamar apartemen dua suara yang yang begitu di kenalinya sedang tertawa.Dia berhenti, mematung di depan pintu. Kembali terdemgar suara manja wanita. Dan kemudian hanya terdengar *******-******* yang saling bersahut-sahutan menggema di seluruh ruangan kamar itu.
Wajah Mark memerah, karahan terpancar jelas dari tatapn matanya. Dengan kasar dia mendorong pintu di depannya.
"Bruuakk" melihat pintu terbuka dengan kasar. Kedua insan yang sedang memacu hasrat itu pun terkejut. Segera melepaskan penyatuan mereka.Meraih selimut untuk menutupi tubuh polos tanpa sehelai benangpun itu..Nafas Mark memburu, kemarahan itu seperti gunung berapi yang siap meledak kapanpun. Tanpa banyak bicara Mark segera melepaskan cincin pertunangannya kemudian melemparnya pada wanita itu. Calon istri Mark berteriak memanggilnya,dengan kesulitan melilitkan selimut menutupi tubuh polosnya untuk bisa segera mengejar Mark yang langsung berlalu pergi tanpa berbicara apapun. Dia langsung menemui kedua orang tuanya.Meminta mereka untuk membatalkan pesta pernikahannya dan memutuskan pertunangannya. Dia pun menceritakan semua yang ia lihat di apartemen calon istrinya pada orang Tuanya. Kedua orang tuanya pun ikut geram dengan semua kelakuan calon istrinya. Tanpa menunggu lama daddynya segera menghubungi orang kepercayaannya untuk mengurus semuanya. Daddy dan mommy Mark pun tak mau menemui calon besannya. Mereka tak menerima permintaan maaf sekaligus alasan yang akan mereka sampaikan.
__ADS_1
Bisa di pastikan juga perusahaan calon mertua Mark akan ikut hancur dengan berakhirnya hubungan anaknya.
...****************...
Sefia mengelus lembut punggung Mark saat dia bercerita. Karahan Mark seperti kembali saat bercerita. Tak bisa di bayangkan oleh Sefia betapa hancurnya hati mark saat itu. Teman yang di percaya bahkan Wanita yang di cintainya, keduanya sama-sama menghianatinya.
Setelah dirasa mark agak lebih tenang. Sefia berpamitan sebentar pada untuk membersihkan diri.Tubuhnya terasa lengket setelah melakukan perjalanan tadi.
"Pergilah Sefia,setelah itu kita akan keluar untuk makan malam "
Sefia hanya menganggukkan kepala sebelum berlalu masuk kamar mandi.Ia menghampiri kopernya, berniat mengganti bajunya di dalam saja.
Karena dia pikir Mark bukanlah lelaki yang mengedepankan nafsunya, sehingga dia bingung harus bersikap bagaimana. Dia yang terbiasa menggoda para kumbang kini jadi sedikit canggung mendapat perlakuan yang berbeda dari Mark.
Hingga tiga puluh menit Sefia baru keluar dari kamar mandi. Dia melihat Mark sudah merebahkan tubuhnya di ranjang hotel sambil menatap layar tv.
"Kau sudah selesai? "
"iya tu... Eh iya mark"
Mark menatap dari bawah ke atas penampilan Sefia.
Melihat Mark yang memperhatikannya membuat Sefia salah tingkah.
"Apa ada yang salah dengan penampilan ku" Berbicara sambil memperhatikan penampilannya sendiri. Sebuah dress berwarna pastel dengan panjang sedikit dibatas lutut dengan potongan leher tinggi.
"Noo.. Cantik" Menjawab pertanyaan Sefia dengan mengerlingkan sebelah matanya.
Tawa lepas dari bibir Sefia, mendengar jawaban dari mark.
__ADS_1
Melihat Sefia tertawa, Mark semakin intens menatapnya. Terpaku kecantikan Sefia yang semakin bertambah saat tertawa.
Mark berjalan mendekati Sefia, mengulurkan tangannya. Meminta Sefia untuk menggandengnya. Sefia yang mengerti maksud Mark pun segera meraih tangannya.
"Come on" Ucap Mark dengan begitu semangat.
Sefia terkikik sambil menutup mulutnya melihat kelakuan kocak Mark.
Keduanya berjalan keluar dari suite room hotel itu dengan Sefia yang bergelayut di lengan Mark.
Tak butuh waktu lama mereka pun sampai di restoran hotel.Mark menarik sebuah kursi untuk Sefia.
"Trima kasih"
Setelah Sefia duduk, mark pun juga mendudukkan tubuhnya tepat di depan Sefia.Dia melambaikan tangannya pada seorang pelayan. Dengan cekatan pelayan itu mendekat.
"Apa yang ingin kau makan Sefia?"Tanya Mark dengan membolak-balikkan buku menu.
"Apapun yang kamu pesan aku akan memakannya." Jawab Sefia.
Setelah memesan beberapa menu makan malam.Pelayan itu membacakan pesanan mereka memastikan tak ada yang salah dengan catatannya.
"Mohon tunggu sebentar!" ucap ramah sang pelayan sebelum berlalu pergi meninggalkan keduanya.
Makan malam di selingi dengan obrolan keduanya. Candaan dan gurauan dari Mark membuat keduanya lebih cepat akrab.
Berada di sana membuat Sefia lupa masalahnya dengan Aldrick.
Berbeda dengan seseorang di sebrang sana. Mendung masih bergelayut di wajahnya hingga pulang kerja. Lelah tubuhnya menambah suram tatapannya. Setelah di pikir-pikir memang dia tak punya hak untuk memarahi Sefia. Namun saat tau Sefia yang nota bene seorang gadis pulang begitu larut,juga sekelebat tubuh yang diyakininya adalah Sefia di sebuah hotel. Langsung membuatnya hilang akal hingga marah pada Sefia.
__ADS_1