
Hari ini sudah menginjak hari ke 7 kmatian ibu,juga kali terakhir acara do'a bersama para tetangga.
Kemarin mami juga beberapa orang kepercayaannya melayat,ikut berbela sungkawa pada Sefia.
Aldrick mengernyitkan keningnya ketika bertemu mami. "Sepertinya aku tidak asing dengan orang ini" batinnya. Sambil mengetuk-ngetuk dagunya, mencoba mengingat siapa orang yang baru saja datang. Namun karena terlalu banyak orang yang sering ditemuinya untuk urusan pekerjaan dan yang lainnya, sehingga dia tidak ingat siapa orang itu.
"Bagaimana kabarmu sayang"
"Aku baik-baik saja mam. Mami sendiri sehat kan? " tanya balik Sefia.
Aldrick sedikit bingung dengan interaksi antara Sefia dan Atasan tempat kerjanya. Karena Sefia memanggilnya dengan sebutan mami.
Namun segala pemikirannya segera ditepis,mengingat Sefia gadis yang sangat baik. Aldrick yang terkejut mendengarkan sapaan dari mami Sefia jadi tersadar dari lamunannya.
"Selamat siang Tuan Aldrick!" Mami pun juga sama terkejutnya dengan Aldrick,kenapa bisa seorang pengusaha muda dan sukses seperti Aldrick Rahmanda Wijaya bisa sampai di sini. Bahkan terlihat begitu akrab dengan Sefia juga dengan Sena adik Sefia.
"Selamat siang" mengulurkan tangan membalas jabatan sang mami.
Sedia yang melihat raut wajah bingung pada sang mami akhirnya menjelaskan kenapa Aldrick bisa sampai disini.
Mami pun mengangguk-anggukkan kepala. Mengengar penuturan dari Sefia. Dalam hati mami juga Sedikit kawatir dengan kedekatan mereka. Karena takut jika Aldrick jatuh hati pada Sefia.Takut kehilangan Sefia yang merupakan ladang uang baginy, tentu saja akan rugi besar jika Sefia bersama dengan Aldrick. Karena dari segi apapun Aldrick sangat mampu untuk membiayai hidup Sefia dan Adiknya. Dia pasti akan melarang Sefia bekerja. Apalagi gengan pekerjaannya itu.
Dia akan mencari tau dulu bagaimana hubungan keduanya.
__ADS_1
Sore Hari
Mami kembali ke kota dengan segala pikirannya.
"Cari tau tentang hubungan Sefia dengan Aldrick Wijaya."
Perintahnya pada orang kepercayaannya.
"Baik bos".
Sebelum kembali tadi mami juga berharap Sefia bisa segera kembali ke kota setelah semua urusannya selesai.
Sefia hanya menjawab "iya mam" kare dia masih harus membicarakannya dengan Sena. yang mungkin akan sendirian di sini jika Aefia kembali ke kota.
Malam pun berlalu.
Aldrik yang ingin berbicara dengan Sefia karena besok pagi-pagi sekali dia berencana akan kembali ke kota.
"Aku ingin berbicara sebentar" Sambil menggapai tangan Sefia,menuntunnya untuk berjalan ke ruang tengah, duduk di atas karpet.
Sefia tertegun memandang tangan mereka yang saling bertaut. Debaran jantungnya begitu mengganggu pikirannya. Padahal cuma gandengan tangan lohh.
Dia bahkan sering mendapatkan perlakuan yang lebih intim dari dari banyak lelaki yang nota bene adalah kliennya
__ADS_1
Namun rasanya sungguh berbeda dengan sentuhan Aldrick.
"Apa yang ingin kamu bicarakan mas? "Mengawali pembicaraan mereka.
"Besok pagi aku akan kembali ke kota"
Melamun setelah memberi jawaban Sefia. Membayangkan esok pekerjaannya pasti akan menumpuk di meja kerjanya. Meminta untuk segera diselesaikan.
"Terima kasih ya mas"Bersamaan dengan keluarnya bulir bening dari sudut matanya."Aku sudah begitu banyak merepotkanmu. Padahal kita sendiri juga baru kenal. Entah apa yang terjadi jika tidak ada kamu di sini." Masih dengan sesenggukan dia berbicara.
Adrick segera mendekapnya merengkuhnya dalam dekapan. Membelai lembut rambut panjang Sefia.
"Sudahlah,hanya itu yang bisa kulakukan untukmu. Kuharap kamu bisa kembali ceria seperti biasa. Jika kamu membutuhkan sesuatu, kamu bisa menghubungiku nanti.
Sefia menganggukkan kepala dengan sisa isak tangis dalam dekapan Aldrick. Hanya dua kata terima kasih yang masih keluar dari bibirnya. Dia sepertinya masih nyaman berada dalam dekapan Aldrick. Dia seperti mendapat sandaran hidupnya.
Pertama kalinya dia melepas tangisnya di depan orang lain. Dia yang terbiasa menyembunyikan kesedihannya dari orang lain. menangis dalam diamnya.
Malam ini dia menumpahkan air matanya, mencurahkan segala kesedihannya dan beban hidupnya.Menjadi tulang punggung keluarga, membuatnya tidak pernah mengeluh.Dia juga tidak punya teman dekat untuk berbagi kebahagiaan juga keseedihan.
Terimah kasih,, terima kasih. Hanya itu yang masih terucap.Sampai matanya terpejam dengan tubunya yang masih berada dalam dekapan Aldrick. Aldrick mendaratkan kecupan lembut pada pucuk kepalanya.
Aldrik seolah merakan enggan jauh dari Sefia, jantungnya berdebar setiap berdekatan dengan Sefia.
__ADS_1
Berbeda dengan sefia yang sudah menganggap Aldrick sebagai temannya.Sefia berharap orang sebaik Aldrick bisa mendapatkan jodoh yang baik juga kelak.
Karena Sefia tak pernah berharap lebih pada hubungannya dengan Aldrick.Karena dia sadar dia bukan perempuan baik-baik mengingat pekerjaannya yang seorang Wanita malam. Aldrick pemuda tampan dan juga kaya tentu banyak wanita yang tergila-gila padanya.