Sang Dewi Malam

Sang Dewi Malam
Kembali ke kota


__ADS_3

Ketika mentari mulai menampakkan sinarnya, dengan sisa embun yang ada di dedaunan. Aldrick yang sudah selesai berkemas akan segera berangkat pagi ini.


Segera memacu mobilnya meninggalkan pelataran rumah Sefia. Setelah berpamitan pada Sefia dan Sena.


Sebelum berangkat tadi dia juga bertanya pada Sefia.


"Kapan kamu kembali ke kota?"


"Masih belum pasti dech kayaknya, aku juga ga tega kalau ninggalin Sena sendiri di rumah.Aku ngobrol dulu sama dia"


"Ok, entar kalau udah deal balik kapannya, hubungi aku ya kalau mau balik, entar aku jemput!"


"Ga usah,aku baliknya sendiri aja. entar malah ngrepotin"


"gakk.. gakk..gak repot kok. Justru aku malah senang" Sergah Aldrick buru-buru. Mukanya langsung memerah karena malu, ketika sadar dengan ucapannya yang ngotot ingin menjemput Sefia.


"Aku jemput ya,, ya?" Entah itu sebuah permohonan atau sebuah paksaan. Sefia jadi tak enak kalau mau menolak.


"Oke deh,, nanti aku hubungi kalau mau balik ke sana.Tapi beneran ga ngrepotin kamu kan mas" tetap merasa sungkan.


"Gak usah ga enakan deh ya! kita ini udah jadi teman kan?"mulai kesal juga si Aldrick.


"Iya mas" Akhirnya menurut saja daripada lebih panjang lagi perdebatan mereka nanti.


Di dalam mobil


"yes.. yes.. "Rasa bahagia Aldrick dengan jawaban Sefia sudah membuatnya merasa senang.


Aldrick langsung menuju ke kantornya.Karena dia ada rapat penting pagi ini. Rapat tentang laporan akhir bulanan di kantornya. Semua jadwalnya yang sebelumnya sudah dijadwalkan berantakan dan harus dijadwalkan ulang.


Karena kemarin dia juga sudah menghubungi Reno asistennya, mengabarkan bahwa hari ini dia akan datang ke kantor. Reno bisa sedikit bernafas lega, karena dengan kedatangan Aldrick sedikit mengurangi pekerjaan yang beberapa hari di tinggalkan sang empunya, tanpa kabar dan tanpa tau di mana dia juga.


Masuk keruangan yang sudah lama dia tinggalkan. Mendaratkan pantatnya di kursi kebesarannya yang terasa dingin karena lama tak di duduki. Ketukan pintu terdengar dari luar.


Tok.. tok.. tok.


Segera kepala sekertarisnya mengembul dari balik pintu setelah dia menyuruhnya masuk. Membungkukkan badan setelah sampai di depan meja kerja Aldrick. Membacakan jadwal Aldrick untuk hari ini.

__ADS_1


Namun segera terhenti ketika mendengar ada kegaduha di luar


"Minggir.. Jangan halangi jalanku. Aku akan menyuruh Aldrick untuk memecatmu karena sudah kurang ajar dengan tunangannya" salak wanita di luar ruangan itu.


Aldrick yang mendengar suara siapa yang sedang marah-marah di luar ruangannya hanya memutar bola matanya.Pagi-pagi udah bikin moodnya turun ke dasar jurang aja.Menggerutu dalam hati.


"Ma'af pak, saya sudah melarang nona masuk karena bapak akan ada rapat pagi ini. Tapi nona tetap memaksa untuk masuk dan akan menunggu sampai rapat selesai." penjelasan panjang salah satu pegawainya yang merasa bersalah sambil menundukkan kepala.


Aldrick hanya mengibaskan tangannya, menyuruhnya untuk keluar.Membiarkan Jessy masuk ke dalam ruangannya.


Ya.. wanita yang marah-marah tadi adalah Jessy.


"Ada apa? "Tanpa mau berbasa basi dengan Jessy.


Namun bukannya menjawab Jessy malah berjalan ke arahnya dengan merentangkan tangnnya. Yang Langsung ditepis oleh Aldrick. Karena dia tidak mau disentuh wanita, kecuali bersentuhan dengan Sefia.


"Kamu kenapa sayang?" Menekan rasa sebal yang muncul karena penolakan Aldrick. "Bukankah kita sudah lama tidak bertemu, aku rindu kamu"


"Aku ada rapat pagi ini" Berlalu pergi meninggalkan Jessy tanpa mau melihat wajah Jessy.


Sudah beberapa lama dia menunggu tapi Aldrick tak juga kembali ke dalam ruangannya. Dia yang sudah bosan berjalan keluar dengan membanting pintu dengan keras. Hingga sekertaris Aldrick terlonjak kaget.


"Dasar nenek lampir" gumam-gumam pelan,takut terdengar Jessy.


Karna kalau sampai terdengar bisa panjang urusannnya. Jessy bisa marah-marah padanya.


Keluar kantor Aldrick menyisakan rasa kesal dalam hatinya karena rencananya akan mengajak Aldrick keluar hari ini gagal total. Merogoh tas yang tadi dilemparkannya ke kursi penumpang disebelahnya mengemudi. Mengambil ponselnya,untuk menghubungi seseorang.


"Apakah kamu sibuk hari ini? "


".........."


"Bisakah hari ini kita bertemu, aku kangen kamu" setengah menggoda.


"......."


"Baiklah aku akam menyusulmu ke sana. Tunggu aku sayang" Segera mengakhiri sambungan telfonnya. Menambah kecepatan mobilnya agar segera sampai.

__ADS_1


Di sebuah bangunan apartemen. Jessy segera masuk ke dalam lift bergegas ingin bertemu seseorang yang dihubunginya tadi.


Ketika sampai di Unit yang akan ditujunya dia segera menekan paswordnya. Dia yang sudah sering datang ke sini,jadi sudah sangat hafal.


Setengah berlari tidak sabaran menaiki tangga menuju kamar utama yang ada di apartement itu. Buru-buru membula pintu.


"Wah.. Sepertinya ada yang sudah tidak sabar ingin aku puaskan" Seorang Pria berbicara ketika Jessy mendorong pintu kamar itu untuk membukanya.


Jessy berjalan mendekati pria itu mengalungkan tangannya di leher pria itu. Sedikit memiringkan kepalanya,dan kemudian segera ******* dengan penuh nafsu bibir pria yang kini memeluk pinggangnya.


"Aku rindu dengan keperkasaanmu sayang" setelah bibir mereka terlepas satu sama lain. Kembali menempelkan bibir mereka berdua. ********** lebih dalam dan lebih dalam lagi. Hingga nafas mereka tersengal sengal.


Tangan pria itu pun juga tak tinggal diam. Meraba bagian tubuh Jessy yang masih berpakaian lengkap. Meremas bagian belakang tubuh Jessy.


Keduanya menuju ranjang tanpa melepas tautan bibirnya. Menjatuhkan tubuh mereka di ranjang.Dengan penuh nafsu mereka saling *******. Kedua tangan mereka pun saling melepaskan pakaian pasangannya. Hingga tak ada satupun benang yang menempel di tubuh mereka.


Setelah Ciuman panas itu terhenti. Pria itu melanjutkan dengan kecupan-kecupan ringan pada bagian tubuh Jessy.


Berhenti pada benda yang menjadi favoritnya pada tubuh Jessy yang sudah mengeras.


Sebelah tangannya *******-***** dengan lembut pada satu bagian lainnya.


Dan memainkan salah satunya bagian lainnya dengan bibirnya. Hingga sebuah ******* lolos dari bibir Jessy.


"Aahhhh.. Sayang" Nafas Jessy yang sudah naik turun.Tangannya meremas rambut pria yang sedang sangat asyik dengan kegitannya.


Membuat Jessy seperti ingin terbang.


Satu tangan lainnya turun mencari,membelai bagian bawah tubuh Jessy yang telah basah


Jessy yang seperti mendapat sengatan,sedikit mengangkat punggungnya. Antara rasa geli dan nikmat bercampur menjadi satu.Dengan bibir yang masih tetap bermain di atas sana. Sesekali mereka berciuman .


"aaahhh.. aaahhhh.Aku sudah tidak tahan lagi sayang"


Tubuh Jessy yang mendapat serangan memabukkan itu menggelinjang. Tangannya manggapai-gapai. mencari pegangan,dan berakhir pada punggung prianya menancapkan kuku-kunya yang cantik di sana ketika sebuah gelombang yang begitu dahsyat menghanyutkannya. Membuat tubuhnya bergetar hebat dengan semburan hangat di bawah sana.


Kini dia sudah mencapai puncaknya. Tubuhnya mejadi lemas setelahnya.

__ADS_1


__ADS_2