
Rumah dengan 3 lantai.... Memiliki garasi yang luas muat sekitar 20 minibus. Dengan pilar yang besar menambah kesan mewah . Kutapaki kaki ini memasuki rumah baruku...
"andai saja orang-orang yang kusayangi masih ada mereka pasti akan sangat senang." tiba-tiba terlintas keluragaku yang sudah lama pergi. Di lantai 1 terdapat lift. Dan kamar utama yang besar...
Aku sudah sangat lelah ... Kuletakkan nasi bungkus tadi di meja makan ... Sambil menggendong cakra aku melahap nya ...ya 2 bungkus nasi kulahap sekaligus... Karena aku sangat lapar.
Masih tersisa 1 bungkus dan ku masukkan ke dalam lemari pendingin . Lemari pendinginya memiliki 2 pintu... Meja makan menggunakan kayu hitam... Menambah elegant .... Kucuci tanganku ... Dan tiba-tiba cakra menggeliat...
kemudian aku membawanya kedalam kamar dan meletakkannya di kasur. Kamar ini lebih besar dari rumah yang ku kontrak kemarin.
Cakra mengguling-guling di atas kasur seolah dia juga senang.
"cakra aku tau yang kamu mau.... Tapi aku mau mandi dulu... "kataku padanya.
Cakra hanya menatap ku dalam diam .
Semua barangku masih ada di dalam mobil. Ketika aku hendak berdiri... Tiba- tiba saja pintu lemari yang ada dikamar ini terbuka dan memperlihatkan isinya. Semua baju ada disana. Karena penasaran lantas aku membuka semua lemari yang ada di dalam kamar . Semunya komplit... "benar- benar ajaib".
kamar ini memiliki kamar mandi yang sama sepeti yang ada di dalam mimpiku walaupun ... Tidak sama persis... .
Ku ambil handuk lantas.... Masuk kedalam kamar mandi dan berendam cukup lama ... Agar rasa penat dan lelahku sirna.
Akupun teringat akan cakra.. kuputuskan untuk menyudahi ritual mandiku..
Dari sekian banyak baju kenapa kupilih baju yang seperti jaring- jaring ... Sangat menerawang. Tapi karena dirumah ini hanya ada aku dan cakra jadi aku tak peduli.
Kudekap cakra ,ku angkat tubuh mungilnya dan kuletakkan diatas badanku.. Ku usap- usap mulut mungilnya.
Kuletakkan dia tepat didadaku. akupun membuka sedikit kain yang menutupiku... agar mulut mungilnya lebih leluasa.
Benar saja ... Begitu ku buka sedikit ... Kini dia sudah menyelusupkan wajahnya kedadaku. Dan mulutnya mendapati benjolan kecil lantas menghisapnya...
Aku menutupi tubuhnya dengan selimut. Ku biarkan dia menghisap puas...
Kuperhatikan kini tubuhku berubah. Gundukanku kini semakin berisi... Ada perubahan didalamnya ... Karena terasa penuh. Saat aku memperhatikan tubuhku kini cakra menggeliat dan memindahkan mulutnya kegundukan yang satunya.
"Dasar tuyul " omelku dalam hati.
tiba- tiba matanya menatapku sambil mulutnya menyeringai....
Rasa kantuk itu datang lagi... Dan akupun sudah ada didalam kamar yang aku kenali...
Ini kamar yang sama .... Seperti waktu lalu..
"kenapa aku disini? Dan mana cakra... Perasaan aku tadi baru menyusuinya... "
__ADS_1
Cakra yang berubah menjadi anak umur 2 th mendekatiku...
Gak tau dari mana dia datang tapi dia tiba- tiba muncul dengan wujud anak balita.
"kenapa kamu berubah jadi anak balita? "Tanyaku.
"Iya beginilah aku akibat kutukan itu... Aku akan menjadi bayi dan balita karena kau menyusuiku terlambat".
"Kenapa bisa menyalahkanku? "
"Aku kemarin menjadi dewasa karena kau memberiku asi yang banyak hingga aku kekenyangan... Dan kini aku tidak bisa menjadi besar karena aku masih lapar."
" Jadi apa yang bisa ku lakukan untukmu... Untuk menebus kesalahanku karena aku tadi lalai . Banyak sekali urusanku siang tadi.... Untuk membeli rumah ini. "
"baiklah akan ku beri tahu! " jawabnya sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Kau hanya perlu berbaring di kasur ini dan tanpa menggunakan apapun.! "
" Tidak! " ucapku cepat...
Akupun segera memundurkan tubuhku... Menjauhinya. ...
Aku agak takut dengan wujud balitanya...
Tiba-tiba saja tanpa aba- aba dia melompat dalam pelukanku dan mulai menelusuri dadaku.. Sontak jantung ini berdegup kencang dan aku gak sanggup mendorongnya.
Dia tidak banyak bicara hanya suara kecapanya yang kadang terdengar ditelingaku.
Aku hanya bisa membiarkanya..lumayan lama dia menyesapnya akupun sampai tertidur . Hingga ada perubahan yang kurasakan... Mulut kecilnya terasa seperti besar... dan saat ku buka mataku sontak aku terkejud dengan wujudnya... Dia menjadi pria yang tampan dengan tubuh yang bidang... Dia juga menggunakan tangannya agar badanya tidak menindihku .
Cakra melepaskan hisapanya... Akupun langsung membenarkan bajuku yang berantakan.
"maaf .... Dan terimakasih " ucapnya .
"Jadi bagaimana jawabanmu?" Tanyanya padaku.
"Jawaban apa? " tanyaku balik.
"maukah kau menjadi istriku... Maakan karena aku kau harus menyusuiku yang bukan muhrimmu... Mangkanya hanya dengan aku menikahimu maka aku sudah bertanggung jawab atas mu... Terimalah permintaanku agar kita tidak menambah dosa. Yang kita lakukan ini semata- mata hanya sebuah keterpaksaan dan tidak ada unsur yang lain... Maka menikahlah dengan ku agar kita mendapat ridhoNYa."
"Dan kita juga harus menikah malam ini juga... Seridaknya aku dalam wujud yang sekarang. " ucapnya lagi.
"Baiklah kalau itu untuk kebaikan". Kataku...
"apa yang kau minta dariku sebagai mahar?" tanya nya lagi.
__ADS_1
"Tidak ada", jawabku spontan.
"Tidak ... Kau harus memintanya! "
"Tapi aku sudah tidak butuh apa- apa lagi... Semuanya sudah ada ."
"Tetap kau harus memintanya ! " paksanya lagi
"Baiklah... Bagaimana kalaù aku meminta hatimu sebagai mahar dan seuntai mawar merah"
"yakin kau hanya minta seuntai saja? "... Tanya nya lagi
"Iya cukup seuntai. Saja.. Tidak mungkin kau akan memberiku sekebun" ucapku kekeh...
"mungkin saja kalau kau mau.... Dan aku sangat senang. "
"okelah kalau memAng itu mau mu ... Aku minta yang banyak... " akupun sambil tertawa.
"jadi kalau hatiku diambil untukmu maka aku tidak punya hati lagi ". Sambil menunduk.
"Dasar Tuyul... Bukan begitu maksudku... Aku mau hatimu hanya untukku... Yang ku mau kamu tidak berpaling dariku... Bahkan tidak membaginya pada seseorang... "
"kamu cemburu...?" ucapnya menggodaku.
"Aku tidak cemburu... Aku hanya tidak terbiasa membagi cinta."
"kau sekarang tau apa itu cinta?" tanyanya kemudian...
"ya aku tau semuanya ... Dan sekarang aku ingin memperdalam agamaku... Karena dari dulu aku tidak pernah dikenalkan dengan Sang Pemilik Alam.
"Baiklah .... Aku mengerti!... Aku akan mengajarimu ... Setelah kita sah menjadi suami istri... Sekarang ikutlah denganku?"
tiba- tiba tanganya menarikku... Dan lagi aku terpaksa mengikutinya...
"kau akan aku kenalkan dengan kedua orang tuaku..." jawabnya sambil terus berjalan menuju kamar ganti.
"sekarang tutuplah matamu aku akan membuatmu menjadi ratuku.!" perintahnya...
Akupun menurutinya saja...
"sekarang buka matamu! "
Perintahnya lagi... Dan aku pun tersipu saat melihat bayanganku di cermin yang ada di depanku.
padahal baru kuhitung dengan jari ini saat aku menutup mataku ... Jariku berhenti di angka 7 aku sudah dimintanya membuka mata . Dan aku pun yerkagum dengan gaun yang ku pakai saat ini...
__ADS_1
Warnanya merah bercampur putih ... Seperti bunga mawar yang berwarna merah dan putih... Rambutku pun sudah tertata rapi.