SANG PEMILIK TUYUL

SANG PEMILIK TUYUL
Kado Tak Terlupakan


__ADS_3

Pimpinan orang asing itu memiliki postur tubuh yang tinggi besar... Hidung mancung... Berkulit putih.. Berambut pirang.


Namanya alexander.... Alex nama panggilanya...


Ketika ia datang ke desa Sumber Makmur... Kampung itu sudah hancur lebur.... Bahkan seperti tak berpenghuni... Darah dimana- mana bahkan ada seorang mayat yang tanpa kepala. Alex sangat menyayangkan kejadian ini..


Sebenarnya ia datang hanya ingin melihat kecantikan Ningsih yang dielu- elukan penduduk pribumi...


Saat mereka mengucapkan hal itu Alex sedang duduk bersama Bruno. Alex tidak sekasar Bruno. Alex segera mempersilahkan tamunya itu untuk duduk ia juga mengambilkan beberapa makanan kecil khas negaranya.


Dan saat ke dua orang itu bercerita mengenai desa Sumber Makmur... Alex sedang berada didalam untuk mengambilkan makanan ringan.


2 orang penduduk pribumi itu mengatakan bahwa Desa Sumber Makmur tak mau lagi membayar upeti setiap bulanya. Mereka juga memfitnah orang tua Ningsih dan Jaka akan melakukan makar atau pemberontakan.


Dan mereka juga mengatakan acara pemberontakan akan diadakan setelah pesta kawin Ningsih dan Jaka.


Begitu mendengar aduan dari penduduk pribumi. Bruno pun menjadi emosi... Seperti tersambar petir berita itu seketika membuat nya marah... Dia pun langsung memanggil anak buah Alex sebanyak 50 orang dan dipersenjatai... Bruno adalah sahabat Alex, yang kebetulan sedang berkunjung dirumah Alex. Desa Sumber Makmur masih daerah kekuasaan Alex. Sebenarnya Bruno tidak berkuasa apapun terhadap wilayah kekuasaan Alex. Bruno memiliki sifat yang gampang emosi. Jadi diapun gampang di hasut atau gampang di adu domba. Bruno membawa anak buah Alex tanpa menunggu persetujuanya.


Bagi Bruno pemberontak adalah hal yang sangat bahaya... Karena dapat menyebabkan dirinya terusir dari daerah jajahanya. Bruno mengatur strategi agar rencana penyeranganya tak di ketahui Alex. Bruno menyusun rencananya bersama ke 2 penduduk pribumi yang memberi kabar itu.


Keduanya lantas diberi 2 kantong emas. Karena kedua orang ini di anggap telah berjasa kepada orang asing.


Mereka mengadakan penyerangan sehari setelah diadakanya pesta... Karena waktu posisi itulah warga masih dalam keadaan lelah hingga sama sekali tak bisa melawan .


"Kita akan memberikan Kado yang tak terlupakan bagi para pengantin." ucap Bruno sinis.


"Benar sekali Tuan" jawab kedua penduduk pribumi serempak.


Alex yang tiba dengan makanan kecil di tanganya pun bertanya..


"Ada hal apa... Sepertinya kalian serius sekal? "


"Tidak ada Mr.. Kami hanya mengatakan bahwa wanita yang bernama Ningsih itu sangat cantik. bahkan lebih cantik dari nona- nona itu Mr. "Ucap salah satu pemuda sambil tangannya menunjuk seorang wanita asing yang tengah duduk dibawah pohon. "


"Alex sahabatku ... Aku akan kesana untuk memastikan ucapanya.. Dan aku akan membawa pasukanmu untu berjaga dan melindungiku" Ucap Bruno pada Alex.

__ADS_1


"Baiklah kawan bawalah yang kau butuhkan dan aku juga akan kesana setelah hari menjelang sore. kau pergilah dulu bersama anak buahku. "Dan tunggulah aku dirumah Ningsih. " ucap Alex...


Hari yang direncanakan pun telah datang.. Bruno pun pamit kepada Alex... Dia akan segera berangkat. Alex yang tengah sibuk di ruanganya segera memgijinkan...


"Aku harus epat selesai agar aku bisa ke tempat Ningsih... Aku hanya penasaran akan kecantikannya."


Waktu sudah menunjukkan pukul 2 siang. Alex pun menghentikan pekerjaannya. Ia segera memanggil pasukannya untuk ikut serta bersamanya.


Tapi saat ia memanggil pasukanya.. Tak ada seorang pun yang datang menghadapnya... Akhirnya Inem pembantunya yang juga penduduk pribumi, mengatakan kalau Tuan Bruno membawa mereka semua dan mereka juga bersenjata lengkap.


Karena merasa ada yang tidak dengan Bruno sahabatnya itu... Akhirnya Alex segera mengambil kuda kesayanganya yang sanggup berlari dengan kencang.


Alex mengendarai kuda begitu kencang perjalanan dari kota sampai desa ia tempuh dengan 4 jam perjalanan.


Sesampainya di desa ia dikejutkan dengan pemandangan yang tragis... Darah dimana- mana. Mayat tergeletak begitu saja.. Kampung ini seperti kampung mati. Alex mencari keberadaan Rumah Ningsih...


Sesampainya ia di Rumah Ningsih... Pemandangan yang nyaris sama... Tapi disini masih ada pemuda yang terikat. Dan perempuan yang terduduk dengan tatapan kosong dan wajah syok yang begitu dahsyat. Tetapi ketika Alex melihat Ningsìh. Tak di pungkiri ia memang mengagumi kecantikan wanita pribumi ini. Matanya sesaat tak berkedip melihat Ningsih. Ia pun ter sadar saat Bruno menepuk pundaknya sambil berkata kata.


" Hy kawan kau terlambat... Tapi tenang aku masih menyisahkan Ningsihmu."


"Alex.. Alex.... Jangan terlalu naif ! Asal kau tau mereka semua akan memberontak pada kita. Jadi mereka semua pantas mati. " ucap Bruno sambil menggebu.


"Tapi kau belum memeriksa kabar itu? Dan sudah sepatutnya kau memeriksanya terlebih dahulu agar keputusanmu tidak salah." Alex menasehati.


Bruno yang tak suka diceramahi.. Ia lantas memgancam Alex.


" Alex ... Sebenarnya kau harus melakukan yang kusuruh!


Kau harus meniduri wanita ini..! Kalau kau tak mau maka jangan salahkan aku jika semua orang suruhanku ini yang melakukanya ! " ucap Bruno sambil berbisik ditelinga Alex dan kata- kata itu ia ucapkan dengan penuh penekanan serta ancaman.


"Sudah Bruno !! Hentikan semua ini !! Sudah cukup !"


Hardik Alex pada temannya.


Sayangnya Bruno ia tak mengindahkan ucapan Alex. Ia segera menyuruh penduduk pribumi yang menjadi anggotanya sebanyak 5 orang untuk menghadap.

__ADS_1


Sambil mengedipkan satu matanya pada Alex. Seraya mengintimindasi Alex dengan tatapanya.


"Ok Bruno ! Aku kalah . Sudahlah aku akan menuruti permainanmu. Tapi kau juga harus pergi setelahnya !"


Alex yang menatap kondisi Ningsih yang sedang syok sangat memprihatinkan. Tapi ia pun tau tubuh Ningsih tak kan mampu menerima 5 orang sekaligus. Ia sangat kasihan pada Ningsih. Jika ancaman Bruno terlaksana sudah dipastikan Ningsih akan mengalami stres yang begitu dalam bahkan kemungkinan lain ia akan menjadi gila bahkan bisa sampai meninggal.


Segera Alex menghampiri tubuh Ningsih yang sedari tadi terduduk di depan pintu dengan tatapan kosong menyaksikan pembantaian keluarganya didepan mata. Alex menggendongnya dan mengangkatnya serta merebahkan tubuh Ningsih kedalam Kamar. Kamar yang masih penuh dengan hiasan pengantin. Tak ada perlawanan sama sekali dari Ningsih.


Alex pun segera menutup pintu kamarnya, ia berusaha mengelabuhi Bruno. Tapi Bruno bukanlah orang yang bodoh hingga mau ditipu dengan mudahnya. Bruno langsung menahan pintu yang hendak tertutup itu. Ia lantas menyuruh anggotanya untuk menahan pintu itu agar tetap terbuka. Bruno ingin melihat adegan panas itu secara langsung.


Alex tak dapat berkutik. Ancaman Bruno memang tak pernah main- main. Alex segera melakukan permintaan Bruno...


Walaupun sebenarnya sedari awal dia menatap Ningsih, Alex ingin memilikinya walaupun itu hanya dalam hatinya. Sehingga dia pun tak tega jika harus melihat Ningsih disetubuhi 5 lelaki yang bringas itu.


Alex pun melakukan penyatuan terhadap Ningsih. Dan Alex pun terkejut saat peristiwa itu terjadi ternyata Ningsih masih tersegel. Dan Alex lah orang pertama yang membuka segel itu dengan disaksikan Jaka yang berderai air mata. Melihat istrinya yang sama sekali belum disentuhnya, kini harus digagahi orang asing didepan matanya.


Saat peristiwa itu terjadi, Alex dan Ningsih memanglah baru kali ini melakukan penyatuan selama hidupnya. Alex adalah orang asing yang memang tidak aneh- aneh begitu juga dengan Ningsih...


Ningsih yang baru kali ini mendapat sengatan listrik. Tanpa sadar ia juga menikmati penyatuan itu. Keduanya menikmatinya dengan kondisi terpaksa. Alex juga memperlakukan Ningsih dengan hati- hati. Tak butuh waktu lama untuk keduanya. Dan setelah selesai. Alex menutup tubuh Ningsih dengan kain dan berbisik ditelinganya.


" Maafkan saya Ningsih? Saya terpaksa melakukan ini padamu. Saya tak mau melihatmu disentuh anak buah Bruno yang gila itu! Saya akan kembali kesini esok hari untuk bertanggung jawab padamu. Saya akan membawamu kenegriku dan meninggalkan negri yang tak sehat ini. Tapi Saya tak dapat membawamu sekarang karena mereka semua ada bersamaku. Dan aku tak dapat menjamin keamananmu jika ku bawa sekarang. "Bisik Alex ditelinga Ningsih sambil mencium pipinya dengan lembut.


Bruno yang puas lantas menyuruh anggotanya untuk kembali ke kota. 50 orang yang ia bawa dari kota kini tinggal 37 orang. Sisanya meregang nyawa di tempat lantaran mendapat perlawanan.


Rumah Ningsih saat itu dikepung oleh 10 pasukan Bruno. 40 orang sisanya yang meratakan tempat kejadian.. Dan mereka juga memperkosa gadis - gadis sebelum membunuhnya.


" Kalian semua, anggotaku kita akan pulang sekarang. dan besok kita akan kembali lagi kesini untuk mengambil jarahan dari desa ini! " perintah Bruno pada sisa anggotanya yang masih hidup.


Dia pulang dengan perasaan senang. Karena tak ada lagi masyarakat yang melakukan Makar.


Alex pun pergi dengan pikiran yang penuh pertanyaan dan penyesalan.


Dari desa itu kini sangat sepi dan berantakan hanya tersisa Jaka dan Ningsih.... Ketika semua telah pergi. Tangis Ningsih pun pecah dan menjadi - jadi. Dia lantas meraung dengan semua yang telah menimpa nya.


Dia juga tersadar ada sesosok manusia yang terus memperhatikanya. Saat ia melihat manusia itu adalah Jaka yang kini telah resmi menjadi suaminya.

__ADS_1


__ADS_2