SANG PEMILIK TUYUL

SANG PEMILIK TUYUL
Rumah impian


__ADS_3

Lantas akupun menutup pintu dan melajukan mobilku.


Dan aku menghentikan mobilku di sebuah toko elektronik... Aku putuskan untuk membeli hp.. agar aku bisa menghubungi Lina. Akhirnya mobil yang ku kendarai kuparkirkan di depan toko elektronik itu.


" Silahkan kak... dipilih" kata pelayan toko itu ramah.


" mbak saya cari hp keluaran terbaru ?" Jawabku


" Silahkan kak... mau pilih warna apa... yang keluaran terbaru hanya tinggal 3 pcs. "


" Saya ambil yang warna putih. " jawabku singkat...


" Harganya 20 jt kak tapi masih bisa ditawar "... kata pelayan itu lagi.


Karena aku tidak tau cara menawar jadi ku putuskan mengambil hp itu tanpa menawar.


" mbak ini coba dihitung semoga cukup "


Kuserahkan uang 2 ikat uang merah padanya.


" Ini cukup kak... terimakasih banyak... hp nya juga bisa langsung digunakan . Selamat kakak mendapat kuota internet gratis selama 1th.. "


" Kalau begitu saya permisi pulang dulu. "


Aku kembali melangkahkan kaki dan tiba-tiba....


Bught.... aduh... aku meringis karena ada laki-laki yang menabrakku ... akupun terjatuh gara-gara orang itu. Lelaki yang menabrakku bukanya menolongku dia malah kabur begitu saja saat menatapku.


"Dasar orang aneh... Bukanya minta maaf malah langsung pergi". Rengutku kesal.


Setibanya dalam mobil aku menghubungi Lina... Dan kami akan ketemuan langsung di lokasi rumah yang akan aku beli.


"Lina ini bagus.... Aku mau ini..." ucapku pada Lina


"Kalau begitu mari kia ke kantorku.!.. Kakak kemarin sudah ku beri tau harga rumah ini kan? "


" 50 M kan" jawabku


"iya kak... Tapi kalau kakak mau yang agak murah ada lagi kak." tawarnya padaku.


" Tidak Lina aku mau yang ini... Kamu kirim alamat kantormu 1 jam lagi aku akan menemuimu." ucapku pada Lina.


"Baik lah kak aku akan kekantor duluan dan akan kusiapkan dokumen untuk rumah ini. Sudah ku kirim lokasi kantorku pada kakak. Kalau begitu aku pamit." sambil melangkah meninggalkan ku.


"ok tunggu saja disana! Aku akan datang 1 jam lagi."


Lalu aku masuk kedalam mobilku dan menyusun rapi uang yang ada dalam tasku... Anehnya seberapa banyak aku keluarkan uang dari sana ... Isinya tidak akan berkurang.


Uang itu ku .asukkan kedalam kantongan plastik hitam tadi jumlahnya 50 kantong. Itu artinya 1 kantong berisi 1 M.


mobilku jenisnya kecil ... Hanya memiliki 4 kursi.. 2 didepan dan 2 lagi dibelakang.


2 kursi dibelakang kususun 20 kantong... Dan dibawahnya 10 kantong.


Kursi disampingku ku susun 10 kantonng itupun sampai kebawah kursi.


Yang 10 kantong lagi ku masukkan dalam bagasiku.


semuanya sudah beres ... Kini waktuku menjumpai Lina... Ternyata kantornya tidak jauh dari rumah baru yang mau ku beli.

__ADS_1


" Ada yang bisa saya bantu ? " tanya petugas keamanan padaku.


"Aku ingin menemui Lina"


"oooo..... Lina.... Iya dia ada di dalam, silahkan masuk saja."


Ku ayunkan kakiku dan masuk kedalam kantor Lina dan apa yamg ku dapati ternyata Lina sedang dimarah oleh orang yang aku pun tidak tau siapa dia.


Aku hanya diam menyaksikan Lina yang sedang ter tunduk.


"Kamu ... Lina ! Seharusnya kamu bisa mencontoh 2 orang sahabatmu itu... Dia bisa menjual rumah dalam waktu 3 bulan ini. Yah walaupun yang dijual mereka masing-masing baru satu dan haarganya 200jtan. Tapi semua itu lebih baik dari pada kamu yang sama sekali tidak ada. "


"maaf kan saya pak.....?" ucap Lina pelan.


"waktumu tinggal 1 minggu lagi... Jika masih belum ada perubahan silahkan kamu angkat kaki dari sini!" hardik lelaki itu pada Lina...


"iya ... Pak aku akan berusaha". Jawab Lina


"Sudah sana kembali ke mejamu! "


"Baik pak .... " dan Linapun membalikkan badan seraya menuju mejanya... Tapi ketika dia membalikkan tubuhmya diapun melihatku yang sedari tadi berdiri menatapnya.


" Kakak.... Kapan kakak datang " tanyanya sopan


" baru saja... " jawabku


"Mari kak ke mejaku " ajaknya


Aku pun mengekori Lina menuju meja kerjanya...


"Jadi ini adalah dokumen resmi Rumah itu setelah Kakak membayar lunas maka dokumen serte kunci dan Rumah itu menjadi milik kakak" terang Lina padaku...


" Saya akan membayar secara tunai saja." jawabku


"Silahkan kakak isi data diri kakak disini! " perintahnya...


Akupun mengisi data diriku... Semenjak aku bertemu dengan cakra aku pun bisa menulis . ...


"kakak pembayaranya mau pakai kartu apa?" tanya Lina kemudian...


"Tidak Lina... Aku membayar secara tunai... Uangku sudah ku persiapkan dan sekarang ada dalam mobilku."


"hahhhh" Lina kaget sambil mengerutkan dahinya...


" kalau begitu kakak tunggu disini ! aku akan memanggil atasanku dulu agar dia juga menyaksikan transaksi ini."


Lina berangsur pergi memanggil atasanya... Tidak butuh waktu lama atasanya langsung datang... Dihadapanku .


" selamat siang nama saya broto" sapanya sambil mengulurkan tangannya.


"saya Ria" sambil menyalaminya.


"Benarkah semua yang dibilang Lina anak buahku? "


"Iya pak semuanya benar.. dan saya akan membayar secara tunai.. "


"kalau begitu bawa semua uangnya keruangan saya dan kita akan bertransaksi disana agar lebih luas." ucap atasan Lina padaku.


"Baiklah aku akan mengambil dulu uangnya."

__ADS_1


sambil berlalu menuju mobil yang terparkir didepan kantor Lina.


Lina beserta atasanya mengikutiku dari belakang.


Akupun segera membuka pintu mobil. Lantas ku lihat keterkejutan di wajah Lina dan Atasanya.


Kemudian pak broto menyuruh 2 petugas ke amanan untuk membantuku.


pak broto menghampiriku yang sedang mengeluarkan kantongan- kantongan itu dari mobil.


"Sudah mbak biarkan anak buah saya yang membawanya masuk! "


" baiklah " jawabku.


Ketika semua uang itu sudah dibawa masuk kerungan pak broto.. Akupun mengunci mobilku dan berjalan bersama Lina menuju ruangan pak broto.


setelah sampai didalam ruangan pak broto.. Aku dipersilahkan duduk dan disuguhinya beberapa makanan kecil serta minuman.


"Tadi anak buahku sudah menghitung semuanya dan semuanya tepat 50 M"


Lina menyodorkan berkas yang ditandatangani oleh atasanua da kemudian dia menyodorkanku kertas - kertas itu. Akupun menandatanganinya. ...


" Selamat ya mbak Ria... sekarang rumahh itu menjadi milik mbk Ria sepenuhnya. Ini kunci rumahnya. " ucap Pak Broto sambil memberikan aku kunci rumah beserta sertifikat kepemilikan rumah.


Akupun pamit setelah tidak ada lagi yang dibicarakan . Aku menyalami Lina beserta atasanya.


Aku bergegas pulang kekontrakan ku... matahari kini sudah ada disamping.... Menunjukkan bahwa waktu sudah sore.


Kutancapkan gas dan melaju menyusuri jalan ... hingga aku berhenti di kontrakanku. Sebelum malam tiba aku mau segera pindah ke rumah baruku.


Kubuka pintu rumah kontrakanku dan kukemasi barang yang ada dalam lemariku... Kubawabsemuanya... Ku masukkan dalam bagasi mobil... Dan ku angkat cakra terus menggendongnya. Bayi cakra menggeliat... Tetap ku bawa dan ku masukkan ke dalam mobil... Akupun kembali lantas memeriksa barang2 yang mungkin masih tertinggal.


Setelah semua beres dan kuyakini tidak ada yang tertinggal akupun menguncinya..


Setelah itu aku berjalan menuju rumah yang ada di sebelah kontrakan ini...


"Selamat sore....?"


" iya sore...." jawab sang pemilik rumah dari dalam terus berjalan menghampiriku.


" eh neng Ria ... Mari silahkan masuk....!" sambil membukakan pintu dan menyuruhku masuk.


" di sini saja mbak..... Hari sudah mau malam... Saya hanya ingin menyerahkan kunci rumah ini ..."


"Lho ... Neng Ria mau kemana? Kok mendadak gini... Baru aja neng Ria tinggal disini... Bahkan 1 minggu aja belum ada. Gak rugi neng dengan uang sewanya? "


" ndak papa mbak... Saya juga sangat berterima kasih sama mbak... Dan saya mohon maaf jika ada perilaku saya yang kurang berkenan. "


"iya sama -sama neng.. Saya juga minta maaf jika ada sikap saya yangmembuat neng Ria tidak nyaman".


"Kalau begitu saya pamit mbak...?"


"iya neng hati -hati di jalan "


Akupun berlalu meninggalkanya dan kembali kedalam mobilku.


Kembali kulajukan mobilku... Menyusuri jalan yang kini sudah diterangi cahaya lampu jalanan. Aku singgah di Rumah makan khas magelang. Perutku terasa lapar sekali. Ku beli nasi ayam bakar 3 bungkus bersama minumanya totalnya 100rb.


30 menit kemudian aku sudah berada di halaman rumah baruku. cakra yang tidur di kursi depan ku ambil dan ku gendong untuk membawanya masuk kedalam Rumah.

__ADS_1


__ADS_2