
"Jadi begitu ceritanya, memang kurang ajar sekali dia itu. Sok kecantikan! Bagaimana kalau kita kasih pelajaran terhadap mereka? Pelajaran yang akan terkenang untuk selamanya. Aku juga sangt muak dengan penduduk kampung yang menggunjingku saat lamaranku ditolak. "
"wah, aku sangat setuju pak. Dan sepertinya aku bertemu dengan orang yang tepat."
Begitulah fitnah yang diucapkan Dajali hingga membuat Bapak angkatnya menjadi semakin geram.
"Besok kita akan bertemu dengan salah seorang preman yang dulu pernah ku tolong kini dia sudah seperti keluarga ku. Dia juga memiliki dendam terhadap orang yang bernama Jaka, yang kini tinggal di kampung itu. "
"Baik pak ,tapi sepertimya saya memperoleh informasi bahwa Jaka dan Ningsih akan melaksanakan pernikahan dalam waktu dekat ini. "
"Oh jadi begitu. Itu sungguh berita bagus nak, kita akan memberikan kado yang spesial untuk mereka. Sekarang kau pergilah ke kamar itu dan istirahlah didalam kita bicarakan lagi besok!"
"Baik pak terima kasih banyak."
"ya tapi tidak usah berterima kasih lagi. Aku senang dengan kehadiranmu. Aku sudah menganggapmu anak sedari tadi. "
"iya pak ' ter... Eh malam "
Bapak angkat dajjal melihat Dajali sambil tersenyum dan menggelengkan kepala, lantas ia juga mejuju ke kamarnya dan segera tertidur.
Keesokan harinya Dajali bersama bapak angkatnya menuju kerumah preman yang di tolongnya dulu. Preman itu memiliki sebuah markas yang didalamnya banyak prempuan yang menjual diri.
"Eh bapak masuk 0ak silahkan , ada yang bisa saya bantu. Kebetulan hari ini ada barang bagus, bapak mau?" sapa Preman itu pada Bapak angkat Dajali.
"Ah kamu ini selalu mengerti yang ku mau, tapi aku kesini ingin membicarakan hal yang serius ,tapi sebelumnya perkenalkan dulu ia ini Dajali anak angkatku."
Dajali pun bersalaman dengan Preman itu. Mereka langsung mengobrol panjang lebar membahas semuanya, mereka juga bersiasat.
"Begini pak, bapak kan tau kuasaku di kota ini. Tapi kalau kita turun tangan sendiri kemungkinan kita bertiga akan mati seperti teman- temanku. "
"Jadi apa yang akan kita lakukan , kita tak punya anggota maupun anak buah?"
Dajali hanya menyimak obrolan mereka.
__ADS_1
"Aku tau siapa orang yang tepat membantu kita,"
"Siapa itu?"
"Bruno"
"Bruno orang asing itu? Tapi bukankah ini dan kampung Ningsih bukan termasuk daerah kekuasaanya?"
"Aku bisa mengaturnya. Dan itu akan menjadi urusanku. Lusa adalah jadwal dimana ia akan datang menemui Alex dan ia juga pasti singgah kesini. "
"Baiklah aku percayakan semua padamu.."
"Kalau begitu Bapak dan Dajali tak usah pulang tinggalah disini untuk menyusun semuanya! Agar kita dapat membalaskan dendam kita. "
"Bapak istirahatlah dikamar no 1, ada seseorang yang akan memuaskanmu selama Bapak ada disini!"
" Baiklah aku akan segera masuk, aku tak ingin orang itu menungguku terlalu lama, tapi bagaimana dengan Dajali?"
"Baiklah kau memang terbaik" sambil berjalan meninggalkan ruangan menuju ke kamar 01.
"Dajali apakah kau pernah berhubungan dengan seorang perempuan?" tanyanya langsung tanpa ada penghalang dalam kata -katanya.
"Maksudnya?"
"Kau masih perjaka?"
"iya masih.... "
"Kau tak penasaran rasanya seorang perempuan?"
"sebagai lelaki yang normal, mengingat umurku juga bukan anak- anak lagi jadi sudah tentu aku penasaran . "
"Baguslah kalau begitu kamu akan dilayani seseorang yang sudah handal dan menjadi primadona disini. Sekaligus orang itu adalah langganan Bruno. Masuklah kau ke kamar no 10 ! Dia sudah akan langsung mengerti akan tugasnya. Dan ingat kau adalah orang yang pertama kali tak membayar pada nya. Sebagai gantinya dengan kau menyerahkan perjakamu."
__ADS_1
"aku akan mengingatnya. " Dajali langsung menuju kekamar yang disebutkan tadi.
Perempuan yang cantik seperti seumuran sudah menunggunya di atas ranjang. Mereka bergulat hingga berapa kali, mereka hanya beristirahat untuk mengisi perut mereka. .
Hingga hari yang ditunggu pun datang, hari dimana Bruno akan ke markas preman dan menikmati perempuan di kamar no 10.
Bruno selalu memberikan 2kantong emas kepada kepala preman , jika ia sudah selesai menikmati perempuan itu.
Setelah diketahui preman bahwa Bruno masih menginap di rumah Alex, maka ia pun akan membicarakan hal itu di kediaman Alex.
Siang hari nya preman bersama Bapak angkat Dajali menuju kerumah Alex. Dan meninggalkan Dajali di markas untuk bersenang- senang. Di kediaman Alex ia langsung bertemu dengan Alex dan Bruno mereka juga disambut dengan beberapa suguhan minuman serta makanan khas negara mereka.
Preman dan Bapak angkat Dajali menghasut Bruno hingga ia terpancing , dan peristiwa itu terjadi. Dalam peristiwa berdarah itu Dajali ikut menyaksikan, tapi saat mereka kembali ke markas Alex. Dajali tak ikut serta dia lebih memilih bersenang- senang dikamar 10.
Perempuan yang bersama Dajali adalah perempuan yang sama yang meletakkan dirinya dulu ketika masih bayi. Perempuan itu adalah ibu kandung Dajali. Karena ia bersekutu dengan Raja iblis ia tak mengalami penuaan. Tapi keduanya tak menyadari hal itu.
Hingga perempuan itu merasakan keanehan pada dirinya, dan ternyata dia hamil. Ini adalah kali ke 2 dia hamil setelah ia mengandung Dajali lalu.
Akhirnya Dajali dan perempuan itu pun memulai hidup baru di kediaman Bapak angkatnya. Setelah Dajali tau kalau Bapak angkat serta preman itu tak kunjung pulang.
Markas preman itu kini dikuasai Dajali. Dajali mendapat seorang anak lelaki dari perempuan yang aslinya adalah ibu kandung Dajali tapi kini menjadi istri.
Sedangkan anak mereka sama sekali tak pernah di ajak ke markas. Saat mereka berdua sedang pergi ke markas tiba- tiba saja ada kebakaran hebat di markas. Kebakaran yang menyebabkan keduanya mati terpanggang di dalam sebuah kamar. Mereka tak sanggup untuk melarikan diri dikarenakan mereka tengah asik memadu kasih disebuah kamar.
Anak Dajali bernama Firka . Firka ditinggal orang tuanya saat usianya masih 10 th. Tapi Firka sendiri tak merasa ditinggal orang tuanya, itu karena Kedua orang tuanya tak diterima bumi, sosoknya menjadi gaib dan dia akan selalu menjaga anak dan keturunannya.
Fikra tumbuh menjadi sosok yang berpawakan tinggi besar dan berparas tampan. Fikra yang tinggal sebatang kara tak menjadikanya anak yang miskin atau menjadi anak jalanan. Dia bahkan mampu mengolah peninggalan orang tuanya yang berupa emas yang sangat banyak. Orang tuanya menumpuk emas mereka di rumah.
Dan Fikra sendiri telah di latih mengenai penggunaan emas, apa itu emas dan betapa pentingnya emas itu.
Hingga Fikra tumbuh menjadi orang yang sukses, dia meminjam- minjamkan emas kepada orang miskin dan tak mampu, dan Fikra memberikan bunga yang tinggi. Hingga orang itu tak mampu lagi membayarnya hingga rumah dan tanah mereka yang menjadi jaminan pun diambil Fikra.
Fikra memiliki 12 istri.
__ADS_1