SANG PEMILIK TUYUL

SANG PEMILIK TUYUL
Hendra 3


__ADS_3

Masih tentang latar belakang Hendra....


Selamat membaca dan mohon maaf jika banyak kesalahan dalam penulisan yang dikarenakan ketidak sengajaan.


Fikra anak dari Dajali ia memiliki 12 istri. Diumurnya yang ke 25th ia sudah menikahi 12 orang perempuan . Fikra diusianya yang ke 17 th ia sudah menikahi 2 orang wanita.


Waktu itu, kedua orang tua wanita yang dinikahi Fikra mereka memiliki hutang yang cukup besar. Pada Fikra. Dan mereka tak bisa lagi membayarnya. Mereka merasa malu atas segala kebaikan Fikra. Hingga lebih memilih untuk menyerahkan anak gadisnya.


Fikra selepas sepeninggal orang tuanya dia sudah menyewa jasa orang untuk memenuhi segala kebutuhan. Dan untuk menjaga dirinya dimana saja.


Dan Fikra juga sangat baik pada pembantu dan bodyguardnya. Pernah suatu hari Fakri kecil berjumpa dengan seorang pria yang bertubuh kekar sedang tertunduk lesu. Lantas Fikra pun menghampiri dan menanyakanya dengan memberikan sepotong kue yang ia bawa. Pria itu lantas bercerita dan mengatakan ada keluarganya yang terkena penyakit. Ia membutuhkan banyak uang. Fikra kecil lantas memberinya sekantung emas. Pria itu langsung mengucapkan terima kasih dan ia bersedia menjadi bodyguardnya .


Itulah kenapa Fikra sangat disegani anggotanya. Lantaran Fikra memang sangat loyal terhadap siapapun. Sedangkan ia menagih pada orang yang berhutang padanya pun 2 sampai 7 hari setelah jatuh tempo atau setelah kesepakatan itu terjadi. Itu pun Fikra masih memberikan tenggang waktu sampai 3 kali kepada nasabah yang tak mampu membayar.


Orang jaman dulu yang dimana ilmu agamanya kurang. Mereka lebih senang melakukan maksiat. Sudah miskin tapi mereka masih hobby judi dan mabuk. Hingga itu mengakibatkan mereka berhutang dan tak mampu mengembalikan.


Akhirnya mereka dengan suka rela menyerahkan anak gadis mereka untuk Fikra. Dan anak- anak jaman dulu juga cenderung patuh terhadap orang tuanya. Mereka rela menikah dan mengabdi pada Fikra.


Fikra yang memiliki aset lumayan besar, ia memberikan rumah untuk setiap istrinya. Istri- istri Fikra tinggal saling berdekatan. Fikra juga memberikan hak mereka secara adil.


Namun sayangnya ,setelah Fikra berusia 40th, ia sudah tak mampu lagi terlalu sering menafkahi ke 12 istrinya secara batin. Hingga suatu hari ia mengumpulkan istri mereka dirumah Fikra yang berada ditengah.


"istri- istriku ! kalian semua sudah mengerti dengan kelemahanku. Aku tak mampu lagi memberikan nafkah batin pada kalian semua. Jadi untuk memenuhi hasrat kalian yang tak tersalurkan. Aku akan memberikan pilihan untuk kalian. "


" Pilihan apa itu mas?" tanya salah seorang dari mereka.


"Jadi begini, kalian semua menjadi istriku lantaran orang tua kalian yang sudah tak mampu lagi membayar hutangnya padaku. Bahkan sampai sekarang masih banyak orang tua yang mau menyerahkan anak gadis mereka padaku dengan dalih membayar hutang. Tapi aku menolaknya, buatku cukup kalianlah yang menjadi istriku."


"iya mas kami tau orang tua kamilah yang salah." ucap salah seorang.


" sepeninggalku kelak aku mau semua asetku terbagi rata untuk kalian semua. Untuk masa depan anak- anak kita. Sayangnya asetku semua belum cukup untuk kalian dikarenakan, orang tua kalian yang tak membayar dan aku juga telah rela menikahi kalian hingga memberikan penghidupan yang layak untuk semuanya. Hingga aku kini sudah tak mampu lagi memberikan nafkah batin. "

__ADS_1


" jadi mas apa yang mas maksut dan mas inginkan"


"aku memiliki 2 pilihan. Yang pertama adalah bertahan tanpa menerima nafkah batin. Jika yang tak mampu bertahan maka aku ijinkan kalian melakukanya dengan orang lain tapi dengan syarat jarus dirumah kalian ini dan jangan melakukanya di luar. Dan tentunya orang itupun harus membayarku lantaran aku menikahi kalian juga tak gratis. Jadi siapapun lelakinya wajib membayar ku.


Yang ke dua adalah berpisah dan pergi meninggalkanku, kalian bebas menentukan jalan hidup kalian bersama anak- anak yang kalian lahirkan. Dalam pilihan yang ke 2 ini kalian tak mendapat sepeserpun dariku dan tak mendapat warisan dari semua asetku. Karena dipilihan ini berarti kalian sudah keluar dari tanggung jawabku. Tapi kalian bebas bisa memilih lelaki yang pantas untuk dijadikan suami.


Tapi ingat selama menjadi istriku jangan sampai aku mendengar kalian melakukan hubungan diluar sepengetahuanku. Jika sampai ada laporan dari anak buahku hari itu juga aku akan mengusir kalian dengan tak hormat. Lantaran tindakan seperti itu adalah keji bagiku."


Mereka lantas terdiam mendengar ucapan Fikra.


"itu saja cukup. Kalian kembalilah ke rumah kalian masing- masing!"


"Baik mas" jawab mereka serempak.


Mereka lanjut berjalan kembali ke rumah masing- masing. Tapi di perjalanan mereka juga saling tukar pikiran dan pendapat.


"Gimana menurut kamu Las?"


"Haduh kamu ini Sur tanya kok sama Lasmi, coba kau tanya sama Ijah !"


"Iya Surtini kamu tau kan Lasmi ini anaknya sudah 10. Tanya aja sama Ijah yang belum punya anak."


" kenapa kalian sewot, terserah aku mau bertanya pada siapa saja, gak usah bawa- bawa Ijah ! Kalau kalian sendiri gimana?"


"Yang sabar Sur, gak usah marah ! Kalau aku sendiri jelas aku memilih pilihan 1 walaupun aku sendiri tak mampu dan tak sanggup menahan hasratku. Hehehe... .. Jadi aku akan mengambil pilihan tetap tinggal dan menerima pelayanan dari orang lain yang telah membayar pada suami kita. Meski anakku sudah 5 tapi hasrat ini entah kenapa tak dapat ku bendung saat di usiaku sekarang. Tapi aku bertahan untuk masa depan anak- anakku. "


"Kalau aku sendiri aku akan seperti Sitam. Pilihanku sama seperti dia. Untuk masa depan ke 8 anakku. Lagian aku tak menjual diri. Tapi suami kita nantinya yang akan mengaturnya untuk kita. Mas Fikra sendiri aku tau setahun terakhir ini dia begitu lemas dan aku tak pernah puas olehnya. "


Lasmi yang mendengar obrolan mereka langsung ikut berkomentar.


" Wah kalian Sitam dan Suprih kompaak sekali. Kalau aku jelas akan memilih pilihan yang ke 1. Anakku 10 jelas membutuhkan warisan bapaknya. Tapi aku tak membutuhkan nafkah batin lagi. Yang diberikan mas Fikra buatku sudah cukup. Aku hanya mau membesarkan anak- anakku tanpa memikirkan nafkah batin. Dan aku pun tetap akan melayani kebutuhan suamiku sesuai jadwal kita. "

__ADS_1


"Kalau kamu sendiri gimana Ijah? Tanya Lasmi pada Ijah yang berjalan disampingnya.


" Aku sepertinya memilih pilihan yang ke 2 mbak. Mbak kan tau aku masih muda dan aku juga belum punya anak sama mas Fikra. Masalah warisan atau apapun aku rela tak mendapatkanya. Aku pingin pumya anak dan suami yang hidup normal dalam 1 rumah."


"Tapi Jah menurut mbak kamu pikir dulu dengan keputusanmu. Kamu masuk kesini lantaran bapakmu yang memaksa mas Fikra untuk mengawinimu. Bapakmu sendiri sekarang sudah tak punya rumah lagi lantaran kalah judi. Kalau kau pergi dari sini, kau mau tinggal dimana dan sama siapa. Tanpa apapun yang kau punya , kau malah akan dijual lagi sama bapakmu jika suatu saat ia melihatmu diluar dan sudah bukan istri mas Fikra. Selama kau disini mas Fikra dan anak buahnya lah yang menjaga kita dari orang tua kita sendiri." Komentar Lasmi pada Ijah.


"Betul semua yang di ucapkan Mbak Lasmi Jah" ucap Surtini.


Akhirnya mereka memikirkan pilihan yang hendak mereka ambil. Mereka berfikir di rumah masing- masing.


Waktu terus berjalan dengan pilihan masing- masing. Tapi dari 12 istri Fikra ada seorang yang memilih keluar . Ia bernama Suli , Suli keluar tanpa sepeser uang, ia juga belum mempunyai anak. Nasibnya sama seperti Ijah namun Ijah memilih untuk tetap tinggal.


Suli merasa dirinya yang masih muda dan cantik hingga ia merasa yakin bahwa diluar sana banyak lelaki yang mau dengannya. Tapi sayangnya tak sesuai dengan yang ia pikirkan. Orang tuanya yang telah lama meninggal dan tak meninggalkan apapun untuknya. Bahkan rumah masa kecil yang telah dijual orang tuanya. Membuat hidup Suli menjadi berat. Ia harus rela kerja keras untuk mengisi perutnya. Bahkan baru 7 hari dia hidup dijalan , kecantikan yang ia banggakan telah memudar. Diganti dengan wajah yang kusamdan dekil. Suli menyesali keputusanya tapi ia jug tak dapat kembali lagi.


Dari semuanya hanya Lasmi seorang yang tak melayani laki- laki lain selain suaminya itu. Sepuluh orang anak yang ia punya kini tinggal 2 anak . Anak Lasmi terkena wabah penyakit hingga membuat mereka mati di usia yang masih kecil- kecil.


Lasmi tegar akan nasibnya..


Setelah 10 th kemudian ,Fikra membagi semua aset yang ia punya ke pada istri- istrinya itu. Semua mendapat bagian yang sama banyak. Tak lama dari pembagian aset itu Fikra pun meninggal.


Semua anak Fikar tumbuh bersama. Hingga mereka besar. Tapi kebanyakan dari mereka menjadi orang yang salah jalan, ada yang menjadi penjudi pemabuk dan bahkan tukang cabul juga ada. Sedangkan anak perempuanya rata rata menjadi penjual diri.


Hanya ke2 anak lasmi yang tumbuh menjadi pribadi yang baik hanya mereka memiliki nasib yang tak baik. Anak pertama Lasmi seorang laki- laki ia hanya memiliki 1 orang anak di usia perkawinannya sudah 15 th. Sedangkan anak ke2 Lasmi perempuan yang gagal menikah hingga 10x dan akhirnya menikah dengan duda tua kaya yang tak dapat memiliki anak. Anak perempuan Lasmi juga mandul.


Lasmi hanya memiliki seorang cucu dari anak pertamanya yang diberi nama Hendra.


"Hendra orang yang sama yang menabrakku?tanya Ria intens. "


"Iya , Hendra itulah."


"Terus kelanjutanya gimana?" tanya nya lagi.

__ADS_1


__ADS_2