
"Jadi begini istriku, sesungguhnya manusia dan jin diciptakan hanya untuk beribadah kepada ALLAH SWT. "
"Suamiku apa itu ibadah? Dan apa hubunganya dengan cerita tentang Hendra?"
" Sayang, Allah Swt. Menciptakan manusia dari tanah dan mengangkatnya ke derajat tertinggi di antara kami. manusia adalah mahluk yang paling sempurna ciptaanNya.
Sifat iri dengki sombong hasut yang dimiliki iblis itulah yang membawanya untuk menggoda manusia bahkan bangsa kami agar lalai dan tak mengingat Sang Pencipta hingga menjadi mahluk terendah derajatnya.
" Jadi iblis lah yang bertanggung jawab atas semua yang terjadi?"
"Istriku kamu kan masih ingat apa yang kuceritakan tadi. Jadi iblis sengaja mencari pemuja dari manusia agar mereka mau menduakan Tuhannya. Iblis akan mencari pengikut sebanyak- banyaknya dari kalangan manusia maupun dari bangsa kami.
Iblis mereka kekal dan abadi tinggal di nerakanya Allah Swt. Jadi mereka pun mencari pasukan agar bisa menemainya di neraka."
" Apa itu neraka?"
"Neraka adalah tempat hukuman bagi para pendosa. Tak kan ada dosa atau kesalahan sekecil apapun yang terlewat dari hukuman. "
"Baguslah kalau begitu. Jadi mereka atau siapapun yang melakukan kesalahan pasti mendapat hukumanya. Meski mereka telah mati?"
"ya itu benar sekaliii istriku.
Sedangkan Hendra sendiri masih keturunan dari iblis itu. Dan sudah pasti jiwa dan cara berpikirnya seperti iblis. Nanti suatu saat kau akan paham maksudku. Sekarang aku hanya ingin kau mempersiapkan dirimu untuk pernikahan kita di duniamu. Nanti setelah acara kita semua sudah selesai aku akan mengajarimu tentang islam. "
"ya suamiku aku mau dan aku juga akan menuruti semua perintahmu."
"Baguslah kalau begitu aku sangat mencintaimu"
"Cakra suamiku sepertinya hari sudah siang sebaiknya kita segera pulang."
"kau benar istriku" Cakra lantas berdiri dan menggandeng istrinya berjalan menuju mobil. Sesampainya di dalam mobil.
"sayang makanan kita belum dikemas ?"
"Sudah biarlah, kau lihat 2 anak kecil yang membawa karung itu? "
"yang mana?"
"itu yang duduk di bawah pohon itu" tangan nya sambil menunjuk ke arah mereka.
__ADS_1
"oh ya kenapa rupanya?"
"kedua anak itu dari tadi memperhatikan kita , jadi biarkan makanan dan minuman itu untuk mereka."
"terus kenapa mereka masih diam disana?"
"mereka masih menunggu mobil kita untuk pergi."
"Pak jaln sekarang tapi jalan dengan pelan ya! " perintah Ria pada sopir.
"Baik Ratu..."
Mobilpun lantas berjalan dengan pelan . Dan benar saja kedua anak itu lantas mendekat dan mengambil makanan dan minuman yang sengaja ditinggal tadi. Tampak begitu bahagia dari raut wajah mereka.
" Sekali lagi kau benar atas ucapanmu. "
" Ya aku tau keberadaan mereka dan aku juga tau tentang mereka. "
"Suamiku sepertinya kau tau semuanya... "
"Tidak semuanya hanya sebagian besar saja aku tau, tapi ada juga yang tak ku ketahui."
"Suamiku aku mau mendengar kisah dua anak tadi! Sambil menikmati perjalanan kita ini."
"Iya aku mengerti. Jadi ceritakanlah! " sambil tanganya menggoyang tangan Cakra agar cepat diceritakan.
"Dua anak itu namanya Tina Dan Tono. Kedua orang tua mereka sudah meninggal dunia. "
"Kenapa mereka meninggal ? Lantas ia tinggal sama neneknya?"
"Sabar istriku dengarkanlah ceritaku saja. Cup " sambil mengecup istrinya yang sedang antusias.
"Baiklah dan maaf"
Tina dan Tono tinggal sendiri dikawasan pemukiman kumuh. Semenjak orang tuanya meninggal ,Tono yang saat itu berusia 10 th ia tak lagi melanjutkan sekolahnya. Tini sendiri masih berusia 5 th waktu itu.
Tepatnya setahun yang lalu kedua orang tua Tina dan Tono meninggal ulah orang yang tak bertanggung jawab. Sebelumya mereka tinggal di sebuah perumahan sederhana. Tapi sudah cukup untuk menghidupi Tina dan Tono secara layak. Mereka menjadi korban keserakahan manusia yang tak memikirkan hari pembalasan. Mereka terkena mafia tanah hingga rumah yang nyaman itu harus di ganti alih. Mereka harus merelakan semuanya. Hingga memutuskan untuk membuat rumah di kawasan pemukiman kumuh.
Bapak Tono di PHK dan tabunganya pun habis untuk membuat gubuk baru. Orang tua Tono berganti profesi menjadi pencari rosok dan barang bekas.
__ADS_1
Di gubuk barunya Ibu Tono membuka usaha rumahan dengan berjualan jajan anak- anak. Mereka tetap semangat agar mereka bisa bangkit lagi. Rumah dengan ukuran 4x5 yang berdinding triplek dan bersekatkan kardus. Terasa begitu nyaman saat mereka masih bisa berusaha bersama.
Tanah dengan ukuran 2 m yang berada dibelakang rumah juga disulap menjadi kebun. Ada beberapa tanaman yang ditanam ibu Tono. Agar bisa menghemat pengeluaran makan.
Tono juga masih bisa melanjutkan sekolahnya. Tapi sayangnya petaka kembali datang. Saat hari minggu, Orang tua Tono pergi berbelanja disebuah pasar untuk mengisi beberapa jajanan yang telah habis.
Tini sengaja ditinggal bersama Tono dirumah. Saat ke pasar ,Orang tua Tono hanya berjalan kaki dan tak lupa membawa gerobaknya ,agar mereka juga bisa mengisi gerobak dengan barang rosok.
Setelah mereka sudah diperjalanan pulang, mereka sengaja ditabrak oleh seseorang yang tak lain adalah kakak bapak Tono. Mereka berdua sengaja dijadikan tumbal pesugihan. Kakak dari bapak Tono memang orang yang termasuk berkecukupan . Tapi sayangnya itu semua diperoleh dari hasil yang tak halal.
Semenjak menikah dan mempunyai anak ,Bapak Tono tak pernah memperkenalkan mereka pada kakanya itu.
Peristiwa itu terjadi begitu saja, keduanya mati ditempat dengan banyak darah. Dan sang pembunuhpun lari meninggalkan keduanya.
Peristiwa itu terjadi sangat memukul hati Tono dan Tini. Untuk menjaga adiknya yang baru berusia 5 th. Ia harus rela putus sekolah. Dan ia juga bekerja mengumpulkan barang bekas agar bisa makan.
Suatu hari saat persediaan makan mulai habis.
"Kak Tini laper?"
"Sabar ya dik, coba kakak liat masih ada yang bisa di makan atau tidak." Tono mencoba mencari sesuatu yang bisa dimakan didalam rumahnya.
Tapi Tono tak menemukanya. Lantas ia berjalan kehalaman belakang.
"Dik kemarilah! Kita makan sama ubi dulu ya? Semua bahan makanan sudah habis didalam."
"iya lah kak yang penting perutku tak lapar lagi. "
"Kalau begitu kau ambil dulu cangkul kecil yang biasa digunakan ibu untuk bertanam!"
"Baik kak" Tini kecil masuk kedalam dan mengambilnya lantas memberikan pada kakaknya.
Tono pun menggali ubi jalar yang ditanam ibunya itu. Dan mendapatkan 5 buah dengan ukuran yang masih kecil lantaran memang belum waktunya di panen. Ia merebus dan memberikan pada adiknya.
"Dik habiskan ya ! Nanti ikut kakak mencari barang bekas agar kita bisa membeli makanan."
"Iya kak" jawaban polos Tini sambil mengunyah ubi jalar.
Mulai dari situ akhirnya mereka menjadi pemulung dan mereka tak mau meminta- minta pada orang untuk mendapat belas kasihan.
__ADS_1
Tono dan Tini akan menolak semua pemberian orang lain. Mereka berusaha mencari rejeki dari keringat mereka sendiri.
Mangkanya mereka tadi hanya bersembunyi dibalik pohon untuk terus memperhatikan kita. Mereka tak mau mendekat untuk meminta- minta.