SANG PEMILIK TUYUL

SANG PEMILIK TUYUL
Tak sadar


__ADS_3

Tiba-tiba... Tetanggaku samping Rumah adik dari pemilik rumah yang ku tempati datang.....


"Ciee..... Mobil baru... Nih.... "godanya


Aku hanya menanggapi dengan senyuman.


"Wah mbak Ria ternyata banyak duit y..... Ini mobil mahal lho mbk."sambil tanganya mengelus body mobil.


"Ini ada makanan terimalah" sambil menyodorkan 2 kardus makanan untuknya... Sengaja agar dia cepat pulang karena aku mau istirahat.


"eh iya Ria terimakasih banyak.... O ya.. Nanti kalau ada apa-apa kasih tau saja saya... Saya siap membantu. Kalau begitu saya permisi pulang dulu. Karena sebentar lagi suamiku pulang." matanya sambil menatap ke kardus makanan yang kuberikan tadi. Nampak jelas dia sudah tidak sabar ingin mencicipinya....


"Wah ini pasti dari Rumah makan mahal... Aku ingin segera mencicipinya." katanya yang seperti berbisik... Tapi telingaku masih mampu mendengar dengan sempurna.


"Kenapa mbak ? "tanyaku pura-pura....


"Ehhhh tidak neng tidak apa-apa... Y udah ya neng saya pulang dulu... ? Neng istirahat aja ....! Kasian karena terlihat sangat lelah... Mari neng?." sambil berlalu meninggalkan halaman rumahku..


Belum sempat kujawab dia sudah berlalu... Akupun mengunci mobilku dan membawa 2 kardus makananku. 1kardus makanan itu terdiri dari 10macam makanan yang terdiri dari hidangan pembuka sampai hidangan penutup.... Rasanya sangat nikmat.


Tidak lupa akupun mengunci rumah dari dalam agar tidak ada yang menggangguku. Lantas aku mandi dan mengganti bajuku.... Karena aku didalam makanya aku memilih baju yang sedikit terbuka... Agar lebih leluasa... Dan lebih santai..


Rambutku yang panjang kugerai.... Aku tidak butuh lipstik untuk membuat bibirku merah. Karena bibirku memang selalu merah merona sejak dari dulu... Aku memakai sejenis Daster kimono yang tidak berlengan. Panjangnya hanya sebatas lututku... Setelah semua ritual mandi dan memakai baju selesai akhirnya aku memutuskan untuk makan lagi.


Kubuka kardus pertama dan ku lahap habis semuanya..... Dan ku sisakan 1 kardus untuk berjaga-jaga siapa tau nanti lapar lagi.


Kubersihkan sisa makan dan membuangnya ketempat sampah... Kucuci tanganku dan menggosok gigi lagi.... Waktu sudah hampir malam.


"ALLAH HU AKBAR ALLAH HU AKBAR"


Aku mendengar suara itu... dan suara itu akan terdengar sebanyak 5x dalam sehari.

__ADS_1


Sebelumnya aku tidak pernah mendengar suara itu... Selama di kampungku...


Rasa capekku mengalahkan rasa penasaranku. Akupun memilih merebahkan tubuh disamping Kelana. Baru saja mata ini terpejam sekitar 5 menit. Tiba-tiba suara tangis Kelana mengagetkanku. Dan akupun buru-buru memberikan haknya. Mulut mungilnya begitu menggemaskan . Dia seolah olah tak minum selama 7 hari. Padahal kalau dipikir airnya pasti tak ada. Entahlah apa yang ia minum.


Ketika dia sedang menikmati, aku langsung merasa ngantuk yang teramat berat hingga aku tertidur.


Saat aku tertidur aku bisa melihat kalau aku bisa keluar dari tubuhku. Kupandangi diri ini yang tertidur disamping Kelana. Dan aku merasakan ada yang menarik tangan ini dari belakang.


Dengan terpaksa aku mengikuti langkah orang yang menarikku. Dia membawaku sampai di sebuah jembatan. jembatan itu ada pemisah ditengahnya yang berupa asap putih.


Akupun menerobos asap itu.. Dan apa yang nampah disebelahnya membuatku terpana.


Sebuah istana yang megah. Dengan perabotan yang elegant dan mewah... Istana yang didominasi warna perak dan emas.


Menambah kesan mahal . ... Saat aku hendak masuk semuĂ  penjaga menunduk hormat padaaku. Aku seperti Ratu... Bahkaan bajuku berubah seperti ratu....sangat megah . Rambutku pun terlihat cantik.... gaun yang penuh dengan batu-batuan yang gemerlap menambah kesan mewah.


"Salam Hormat saya Baginda Raja"


"Salam Hormat saya baginda Ratu"


"Cepat jalannya...!!! Aku tidak punya waktu banyak."


Tanganku masih dalam genggamanya ... Ia berjalan tepat didepanku sambil menarik tanganku agar aku berjalan mengikutinya. Sampai saat ini aku masih belum tau siapa orang yang dari tadi menarikku .


Dan kami pun masuk ke sebuah kamar yang ukuranya sangat luas. Ada tempat tidur yang besar didalamnya. Mungkin cukup buat 10 orang. Ada kamar mandi didalamnya ... Cukup luas juga... Ada tempat buat berendam yang penuh dengan bunga mawar merah. Hanya dibatasi dengan kaca putih sehingga begitu masuk ke kamar kita akan langsung tau isi kamar mandinya.


Ku lihat ada sebuah ruangan lain dikamar itu terlihat ada sebuah pintu yang memisahkanya.


Ada meja rias yang full dengan isinya... Segala macam minyak wangi ada di sana.


"Duduklah....!" aku didudukkan di atas ranjang yang sangat empuk. Dia pun menyuruh pelayan untuk menghidangkan makanan dan minuman ke kamar. Sebentar saja pelayan itu datang membawa semua hidangan ke kamar.

__ADS_1


Kemudian orang ini menyuruh semua pelayan untuk pergi meninggalkan kamar. Dan setelah mereka keluar pintu secara otomatis tertutup.


"Benar-benar keren... "batinku takjub....


Tidak cuma itu horden yang tingginya 5 meter juga terbuka dengan sendirinya... dan memperlihatkan bintang- bintang yang bersinar indah di atas sana.


Dari pertama masuk pandanganku terus ke atas. Dan ketika aku menundukkan pandanganku ... Ku lihat ikan- ikan berenang dibawahnya... Ini sangat indah... Benar- benar menakjubkan. Ada sungai-sungai kecil yang mengalir dibawah lantai ini. Ikan dengan berbagai jenis berenang didalamnya...


Lantainya terbuat dari kaca transparan...


"Sudah cukup kamu mengagumi istanaku!" katanya sambil meraih kursi dan duduk dihadapanku.


"Kamu...."


"Iya aku .... Kelana mu" jawabnya....


"Aku butuh penjelasanmu sekarang juga" kataku singkat sambil penuh penekanan.


"Ya aku akan menjelaskan semuanya karena ini sudah waktunya kamu tau siapa aku."


Kata Kelana padaku.


Aku seolah berada di dimensi lain. Baru kemarin rasanya aku berada di hutan ,Sekarang aku berada di tempat yang sangat ramai.


Banyak orang berlalu lalang. Dan ada besi- besi yang membawa mereka kemanapun. Tapi kini aku berada di tempat yang lain lagi tak seperti desaku dan tempat ini.


Udaranya begitu sejuk dan bunga- bunganya tumbuh subur dan wangi. Disini sangat wangi, dan sejuk. Kalau didesaku aku mencium bau dedaunan dan mendengar suara hewan - hewan kumbang.


Kalau di kota aku hanya mencium asap dari besi yang mereka tumpangi. Dan tempatnya tak sesejuk desaku. Cuman makanan di sini enak- enak. Aku belum pernah memakan makanan seperti itu sebelumya.


Nenek hanya mengukus atau membakar masakan kami. Aku tak pernah melihat makanan yang bentuknya bulat dan disiram air terus ada seperti rambut keriting berwarna kuning dan putih didalamnya.

__ADS_1


Sepertinya enak, suatu saat aku akan mencicipinya. Dan aku masih punya kertas yang mereka butuhkan. Nanti aku akan menukarnya semangkuk makanan itu dengan kertas merah yang ada pada tasku.


Kulupakan sesaat ,aku ingin minta penjelasan dari Kelana.


__ADS_2