
Waktu terus berlalu hingga Welas pun tumbuh menjadi seorang anak yang aktif, dia senang akan hal baru dan dia juga selalu belajar. Selama ini Welas memakai pakaian almarhum Plenik.
Welas adalah nama pemberian Ningsih yang artinya kasihan. Ningsih teramat menyayangi Welas tapi dia juga merasa kasihan terhadap putrinya itu. Lantaran ia tak mengenal sosok ayah kandungnya. Dan Ningsih pun sengaja membuat rambut Welas menjadi hitam agar ia bisa menjaga perasaan suaminya.
Welas juga merupakan anak yang pertama lahir dilembah ini. Ia pandai memanah dan Welas menjadi anak yang gesit. Jaka selalu melatihnya setiap hari. Jaka menganggap Welas seperti putri kandungnya. Ia tak pernah merasa curiga sedikitpun terhadap Welas. Ningsih selalu membuatkan ramuan yang terbuat dari beberapa tanaman. Ramuan itu digunakan Ningsih untuk mencuci rambut Welas setiap 2hari sekali.
" Welas nak pakai ramuan ini agar rambutmu menjadi lebih indah!"
Welas percaya akan ucapan ibunya itu. Padahal selain berguna untuk membersihkan rambut ramuan itu berfungsi sebagai cat alami.
"Kasian kamu nak, kamu harus melakukan kebohongan tanpa kau sadari. Demi menjaga hati orang agar tak tersakiti. " gumam Ningsih saat menatap anaknya yang berlalu sambil membawa ramuan buatannya.
Selama ini Ningsih menyadari bahwa suaminya memiliki permasalahan dalam urusan ranjang. Sayangnya Jaka tak menyadarinya. cairan yang Jaka keluarkan terlalu lemah. Ini menyebabkan benihnya tak pernah tumbuh dalam perut Ningsih.
Dan dalam setiap permainan Ningsih terkadang lebih membayangkan sosok Alex. Entah berpa kali Ningsih hampir keceploson memanggil Alex. Alex yang hanya sekali tapi sangat membekas di hati Ningsih.
Saat Welas berusia 10 th ,Wagirah sudah memiliki 3 anak perempuan yang usianya sangatlah berdekatan. Sedangkan Jumirin masih tetap dengan statusnya menjadi seorang duda. Jumirin sangat trauma sepeninggal istri dan anaknya. Wagirah sendiri telah menjadi janda lantaran suaminya meninggal tak lama dari Wagirah melahirkan putri ke tiganya.
Meskipun status mereka Janda dan duda tapi keduanya saling menghormati, bahkan mereka mampu menahan hasrat biologisnya.
Walaupun Jumirin menganggap ke tiga anak Wagirah adalah anaknya. Jumirin membantu meengurus dan membesarkan anak- anak Wagirah.
__ADS_1
Tapi kalau untuk memperistrikan Wagirah, Jumirin tak mampu . Bayangan saat Plenik meninggal selalu menghantuinya. Yang Jumirin takutkan adalah jika ia menikahi Wagirah dan melakukan penyatuan. Sehingga harus menyaksikan Wagirah hamil. Saat itulah ia tak mampu untuk menghadapi kenyataan dan kemungkinan terpahit.
Sedangkan Wagirah sendiri sepeninggal suaminya , ia lebih banyak menghabiskan waktunya dirumah. Untuk mengurus ketiga putrinya yang masih kecil.
Wagirah mengasah kemampuanya membuat sebuah baju. Wagirah memang memiliki keahlian yang ia warisi dari nenek moyang nya. Yaitu menciptakan sebuah baju.
Bahkan Wagirah Juga mampu membuat baju dari kulit binatang, maupun dari kulit pohon. Karya yang paling indah yang ia buat saat membuat sebuah baju dari ulat sutra. Baju itu ia buat dengan proses yang lama, hampir setahun pengerjaannya.
Lantaran Wagirah harus membuat beberapa alatnya terlebih dahulu. Wagirah mengutarakan akan maksud dan niatnya pada Jumirin . Jumirin memahami tujuan Wagirah, ia langsung menuangkan nya dalam sebuah gambar. Yang ia gambar pada sebuah kulit kayu.
Wagirah yang melihat hasil karya Jumirin, ia sangat senang. Karena Jumirin mengerti akan maksudnya .
Dalam waktu kurang lebih 3 bulan Jumirin berhasil membuat alat pemintal benang.
Dan tak sampai satu tahun Wagirah dapat menghasilkan selembar kain sutra. Butuh waktu lama memang lantaran ia juga harus mencari ulat sutranya.
Tapi semenjak ia menanam sendiri tanaman yang disukai ulat sutra. Ia pun dapat membuat kain nya lebih cepat.
Setiap 1 bulan akan ada pertemuan 2 kali bagi mereka. mereka akan berkumpul di satu titik yang agak luas. Mereka akan membawa hasil usahanya.
Ningsih dengan tanaman herbalnya, ia mencari beberapa tanaman yang dapat berfungsi sebagai obat maupun bahan kecantikan. Sebelumnya ia mencari dalam hutan dan ada juga yang sengaja ia bawa dari rumahnya. Kemudian ia kembangkan di halaman rumahnya maupun di belakang rumahnya. Sedangkan Jaka ia memelihara beberapa unggas hasil dari buruanya dan menanam padi.
__ADS_1
Jumirin membuat berbagai karya dari kayu dan batu. Terkadang ia juga mampu membuat gerabah yang terbuat dari tanah liat. Kadang ia membawa ulekan yang terbuat dari kayu dan batu. Jaenah dan suaminya adalah pencari madu serta sarang walet jadi ia lebih sering di dalam hutan .
Suyanti sendiri dia membawa daging. Awal mulanya suami Yanti mencari hewan ternak di hutan ,lantas mengembang biakan di rumahnya. Kulitnya terkadang akan ditukar dengan baju yang dibikin oleh Wagirah.
Begitulah mereka menikmati hidup di lembah. Saling tukar barang dengan yang di butuhkan.
Ningsih dengan anak semata wayangnya, Wagirah dengan 3 putri kecilnya . Jumirin tetap dalam kesendiriannya. Suyanti dengan ke 8 anak lelakinya. Sedangkan Jaenah sendiri memiliki 6orang anak 4 anak lelaki dan 2 orang perempuan .
Mereka hidup sangat bahagia. Tanpa teror dari warga asing, dan mereka bekerja pun hanya untuk mengisi waktu luang. Lembah ini sangat subur hingga tanaman yang mereka tanam dapat tumbuh dengan baik.
Suami Wagirah meninggal karena kecelakaan kerja. Ia mengalami kecelakaan saat mencoba mengambil emas yang ada di dalam goa. Tapi mendadak bumi bergetar dan meruntuhkan atap goa itu. Suami Wagirah pun tertimbun dalam goa, hingga ia tak dapat menyelamatkan diri.
Semua penduduk lembah mencoba mencari keberadaannya yang mendadak hilang. Tapi pencarian selama 1 bulan itu tak membuahkan hasil. Suami Wagirah tak ditemukan hingga kini. Keberadaanya bagai tertelan bumi.
Wagirah yang dipamiti oleh suaminya untuk pergi ke hutan ,ia tak tau kalau suaminya masuk ke dalam goa . Sebenarnya Wagirah ingin memberikan kejutan pada istrinya. Ia ingin memberikan sebuah cincin yang terbuat dari emas. Tapi kejutan yang di rencanakan hanya tinggal mimpi.
Wagirah malah mendapatkan kejutan yang tak terlupakan selama hidupnya. Ia kehilangan suaminya untuk selamanya.
Wagirah yang memang masih muda ,memiliki gairah tinggi terhadap kebutuhan biologisnya. Terkadang ia pergi ke rumah Jumirin dengan membawakan makanan. Pernah suatu ketika ia ke rumah Jumirin hanya memakai kain yang sangat pendek dan tipis. Ia pun mengucapkan maksudnya. Tapi Jumirin yang sudah tak bisa lagi melakukan apa yang diinginkan Wagirah , ia menolaknya secara halus. Jumirin juga memberikan alasannya yang dapat diterima oleh Wagirah.
Wagirah meminta maaf dan memahami kondisi Jumirin.
__ADS_1
" maaf kan aku Wagirah..... Sungguh sebenarnya aku sangat menginginkanya tapiaku tak mampu . Bayangan Plenik masih menghantuiku. Aku sangat menyesal lantaran tak dapat melakukan apapun untuk istriku hingga ia harus tewas. "