
Sejumlah tamu undangan sudah mulai berdatangan. Tamu undangan yang terdiri dari masyarakat sekitar yang tak cukup banyak, mungkin hanya sekitar 100 orang .
Termasuk diantaranya emak muda yang kemarin sudah saling janjian untuk datang bersama. Mereka adalah Wati, Ira, dan Ida.
"Sumpah ini keren Jeng. Bagus sekali ! Lihat itu foto keduanya. Cantik dan tampan. "
"Tapi sepertinya keduanya memiliki wajah blaster ya... ?"
" iya , perempuanya seperti blaster eropa dan prianya Blaster arab."
"iya bener banget."
"tapi sepertinya tamu undanganya tak terlalu banyak."
"stttttt..... Jangan keras- keras jeng wati tak enak kalau terdengar tuan rumah."
"Iya jeng Ida maaf keceplosan" sambil menutup mulutnya .
jam 09:30 Cakra dan orang tuanya tiba di halaman rumah ria. Mereka datang dengan berpenampilan manusia. Dan mengendarai mobil keluaran terbaru yang mahal.
Rombongan Cakra berjumlah 20 mobil yang berjalan beriringan.
"Lihat itu jeng mobil yang mereka kendarai !"
"iya saya lihat jeng Ira kenapa rupanya?"
"Itu adalah mobil keluaran terbaru dan sangat mahal."
"Sepertinya mereka bukan orang biasa ya jeng."
"iya jadi tambah penasaran pingin liat orangnya."
Saat para rombongan itu keluar dari mobil , dengan dibukakan pintu mobil oleh para pelayan.
"owalah mereka itu adalah rombongan prianya. pantas saja mereka kaya jeng, tebakan ku benar mereka bukan orang indonesia . Mereka semua dari Arab kayaknya."
"Iya jeng Ira bener, secara mereka kan raja minyak."
Mereka masih kasak kusuk di tengah tamu undangan yang mulai berdatangan. Tapi Ria masih belum memperlihatkan batang hidungnya.
Jam 10 pagi acara di mulai dengan kalimat ikrar dengan bahasa Arab. Semua berjalan lancar dengan sekali ucapan dan para saksi dan tamu undangan serempak berucap " SAH."
Saat semua sudah selesai Ria pun dituntun keluar dari dalam rumah nya dan duduk bersanding dipelaminan bersama Cakra. Yang diapit oleh orang tua Cakra yang duduk disebelah Cakra dan Paman dan Bibi Cakra yang duduk disamping Ria sebagai pengganti orang tua Ria.
Mereka semua bahagia, mereka menyantap segala hidangan yang telah diaajikan. Makanan yang tersaji pun makanan kelas atas. Para tamu undangan sangat puas dengan pelayanan yang mereka dapatkan. Lantas saat acara sudah di penghujung mereka satu persatu mengucapkan selamat kepada kedua mempelai itu.
Mereka menyalami kedua mempelai dan pamit pulang. Semua tamu undangan mengagumi kecantikan serta ketampanan mempelai.
Dan saat tamu terakhir yang naik ke atas panggung dan mnyalami Ria dan Cakra.
"Selamat ya mbak? Semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah dan warohmah."
__ADS_1
"Iya Lina terimaksih, kau tak datang sendiri?"
"Iya mbak aku datang bersama pacarku namanya mas Hendra . Aku juga tak lama lagi akan menyusul mbak Ria." sambil tersipu.
"Selamat ya mbak dan kenalkan nama saya Hendra. "
"oh iya terima kasih aku Ria."
" Mbak Ria aku langsung pamit ya mau ada urusan ."
" oh iya Lina terima kasih lho sudah datang di acaraku."
"Iya mbak tapi mbak gantian lho!"
" iya saya usahakan. "
"Mas selamat ya.. " itulah ucapan Lina dan Hendra saat menyalami Cakra.
Cakra hanya membalas dengan senyuman . Akhirnya semua acara telah berlangsung tanpa ada kendala sedikitpun.
Kedua mempelai pun turun dari panggung dan masuk ke dalam rumah.
"Cakra kami tak bisa terlalu lama disini kami harus segera kembali ke istana . Kami juga sedang mempersiapkan acara untukmu di istanaa. Kami akan menunggu kehadiran kalian di sana. " ucap ibunda Ratu.
"Iya Ibunda Cakra memahami."
"Ingat jaga selalu menantu kesayanganku ini." sambil mengelus pundak Ria.
Akhirnya semua rombongan keluarga Cakra telah kembali ke Istana.
tanpa aba aba Cakra menggendong Ria dan membawannya ke kamar. Kamar yang tadi belum di hias kini sudah penuh dengan hiasan bunga. Menyambut kedatangan keduanya.
Ria tersenyum digendongan Cakra sambil tanganya berpegangan pada tengkuk Cakra.
"Sayang akhirnya acara dapat berjalan lancar. Kini kita telah resmi menjadi suami istri. Dan masyarakat sini juga telah menyaksikanya. Sekarang apa yang kau inginlan sayang katakanlah !" ucap Cakra sambil meletakkan tubuh istrinya di atas ranjang.
"Aku hanya ingin makan . Perutku lapar sejak pagi tak makan. Aku sangat gugup tadi."
" Kau bisa sakit sayang. Sekarang aku akan menyuruh beberapa pelayan membantumu dan menyiapkan hidangan di ruang makan."
"Tidak suamiku aku ingin makan di kamar."
"ok baiklah mereka akan membawanya kemari."
Cakra lantas memanggil beberapa pelayan untuk membantu Ria melepas gaun yang ia gunakan. Dan ada juga beberapa pelayan yang menyiapkan hidangan di dalam kamar.
Ria kini memakai baju tidur yang elegan dan tetap menampakkan keanggunannya dengan rambut yang tergerai. Ria pun menuju meja yang ada di dalam kamarnya.
"Suamiku tak makkan ?"
" Tidak istriku tapi aku akan menemanimu makan. "
__ADS_1
Cakra lantas mendekat dan duduk di depan Ria. Cakra pun telah berganti baju dengn pakaian yang lebih santai.
"Suamiku aku masih teringat akan Lina tadi." ucap Ria sambil menyendokkan makanan ke dalam mulutnya.
" Ya kasihan memang Lina. sudah menjadi nasibnya mungkin."
"Kok suamiku bilang seperti itu? Memang apakah yang akan terjadi padanya?"
" Seperti yang kuceritakan sebelumnya padamu Hendra masih kerurunan Dajali dan masih keturunan iblis."
"Suamiku tak bisakah kita membantu Lina? Aku tak mau Lina menjadi korban Hendra. "
"emmmh.. Tunggu sebentar aku akan memikirkanya."
"Jangan terlalu lama suamiku !"
"Tidak sayang. Hanya ada satu cara untuk mengatasinya. "
" Dengan cara apa ? Gimana?" sambil meletakkan sendok dipiring tak jadi masuk ke mulutnya..Ria menatap Cakra dengan intens.
" Ya hanya dengan menggagalkan pernikahanya. Itu saja tak ada cara yang lain. "
"Carànya?"
"Besok aku akan menyuruh pelayanku bekerja sama dengan Kantor Lina dan Hendra. Dan Lina pun harus segera keluar dari kantor. "
" Maksudmu dia harus dipecat?"
"ya hanya dengan cara itu saja agar Lina bisa bebas dari ikatan Hendra. Karena dengan ia berada agak menjauh maka Lina akan mengerti tentang keburukan Hendra. Sedangkan jika ia masih berada disana maka akan sulit memberi tau Lina tentang keburukan Hendra. Karena Lina akan selalu dalam pengaruh Hendra jika berada di posisi terdekat."
" Tapi suamiku bagaimana dengan keluarga Lina ? Adiknya banyak , sangat kasihan jika ia tak bekerja lagi."
" Kau tenang saja besok kau akan menemukan caranya sayang..."
"Begitukah?"
"Iya sayang sekarang makan lah dan lekas beristirahat aku tak mau kau terlalu capek. Karena setelah ini kita akan melaksanakan resepsi di istana Ayahanda. Dan tentunya itu akan membuat kita sangat lelah. Aku akan menjagamu hingga acara terakhir kita dapat terlaksana. "
"Baiklah suamiku."
Ria lantas menghabiskan makanannya dan segera melaksanakan perintah Cakra.
"Kau mau kemana Suamiku?"
"Tidak sayang aku tak kemana- mana , aku hanya mau melaksanakan sholat isya kewajiban umat muslim. Kau tidurlah aku akan sedikit lama. "
"Baiklah suamiku tapi kau juga harus janji untuk mengajariku setelah semunya selesai. "
"Iya sayang lantaran mulai sekarang kau adalah tanggunganku. Cup" satu kecupan mendarat di kening Ria.
Cakra lantas meninggalkan istrinya dikamar ,dan ia menuju ke ruangan yang memang dikususkan untuk sholat. Ia sholat lantas melakukan dzikir yang begitu panjang. Ia mengucapkan rasa terima kasihnya kepada sang Kholik.
__ADS_1