SANG PEMILIK TUYUL

SANG PEMILIK TUYUL
Restu Orang Tua Cakra


__ADS_3

Cakra membawaku ke hadapan orang tuanya....


"Pejamkan matamu kita akan menghadap orang tuaku"


"baiklàh.... "


"sekarang bukalah matamu !...... Kita sudah sampai"


Ternyata benar yang diucapkannya . Entah sekarang aku berada dimana? Istànanya agak berbeda dengàn istana Cakra.


Begitu nyaman banyak kubah kubah biru di ista ini....


pengawal istana mempersilakan kami untuk masuk... Dan dayang- dayang istana mengiringi kami...


" Assalammualaikum Ayahanda"


"Walaikumsalam Putraku... mendekatlah... ayahanda sudah mengetahui semua tentang mu dan tentang wanita itu... "


" maafkan putramu ini ayahanda... Agar putramu ini tidak semakin membuat kerusakan hingga membuat Gusti Allah murka... Maka ijinkanlah hamba untuk meminang wanita ini.... Dan hamba memohon restu pada ayahanda dan ibunda?"


"Kami merestuinya anakku... Semua demi kebaikan mu dan semakin cepat maka semakin baik melihat kondisimu yang sekarang "


" Ananda sudah merundingkanya dengan wanita ini dan ia bersedia untuk kunikahi... "


" kalau begitu kami selaku orang tuamu pun ikut bahagia... Dan kami akan membantu mengurus acara pernikahanmu...tapi sebelumnya apakah agama wanita ini nak....??"


"dia islam tapi dia tidak pernah menunaikan kewajiban sebagai seorang muslim ayahanda.... Tapi insyaAllah ananda akan mengajarinya.... dengan perlahan. "


"Baiklah .... Ayahanda setuju dengan mu... Bimbinglah dia menjadi pribadi yang baik."


"Siap ayahanda... "


" kalau begitu pergilah kamu ke taman istana!! ..... Ajak calon istrimu kesana!!!... Tunggulah sebentar ...!! Agar ayahanda bisa mempersiapkan acara pernikahanmu.... Dan untuk sekarang kita hanya mengadakan pernikahan secara agama... Dan kita akan mengadakan resepsi serta perjamuan setelah kau bebas dari kutukan itu... Tepatnya bulan purnama nanti... 10 hari lagi ".


"baik ayahanda putramu mohon undur diri....


wassalammualaikum"


"Walaikum salam"

__ADS_1


Cakra bergegas melangkah berbalik meninggalkan singgasana Ayahnya.. Dia pun mengajak Ria ke taman yang penuh dengan bunga -bunga yang cantik.


"ini sungguh cantik.... "ucap Ria sambil tersenyum dan mata yang berbinar.


"kau menyukainya calon istriku" tanya cakra pada Ria


"ya... Ini benar- benar membuatku takjub".


"Ria.. Sebentar lagi kau akan jadi Istriku... Dan menjadi milikku sepenuhnya... Katakan lah wahai Calon istriku...Apa yang sekiranya membuatmu menjadi wanita yang paling berharga? Yang setidaknya itu bisa mengangkat derajatmu. "


"aku tidak mengerti akan ucapanmu.... Karena sejauh ini, semenjak kita ketemu... kau sudah memberikanku semuanya... Bahkan yang belum pernah aku rasakan dan dapatkan sebelumnya.... Kau bahkan membuatku menjadi wanita yang berpendidikan. Didunia ini semua sudah kudapatkan hanya saja masih ada rongga kosong dalam hatiku.. Mau kah kau membantuku mengisinya? "


"InsyaAllah jika tidak melenceng dari tuntunan agama Allah... Aku bersedia. Katakanlah wahai calon istriku! "


" Aku mengerti semuanya.... Bahkan aku tanpa belajar terlebih dahulu aku sudah bisa membaca ... Menulis... Menghitung... Bahkan aku juga tidak usah bersusah payah kerja untuk mendapatkan uang... Karena uang darimu sudah cukup banyak bahkan bisa lebih. Tapi ilmu agama yang tidak dapat kuperoleh secara instan ... Aku ingin mengenal sang Pemilik Alam... Berikan aku sesuatu yang dapat memperdalam ilmu agamaku... Jika itu dapat mengisi kekosongan hatì ini."


"Aku paham akan maksudmu ... Dan memang itu yang kamu butuhkan... Aku akan memberikan seperangkat alat sholat agar kamu bisa lebih dekat dengan Tuhanmu...."


"Baiklah... Jika memang itu yang terbaik buatku... Aku sangat berterimakasih.... Dan aku akan mematuhi serta mendengarkanmu sebagai seorang istri dan murid"


"Sekarang tenangkan hatimu kita akan menikah sebentar lagi.... Dan sebagai seorang suami aku akan selalu berusaha membawamu dalam kebaikan dan aku akan selalu mencintaimu.... Dan aku juga berjanji akan selalu setia padamu."


" Assalammualaikum..?. Pangeran cakra....maafkan saya mengganggu pangeran... Saya diperintahkan baginda Raja untuk memberi tau pangeran.. Bahwa semua sudah siap... Dan baginda Raja menunggu kedatangan Pangeran di Aula... Acara segera akan dimulai...."


"walaikum salam.... Baiklah kami akan kesana sekarang.


Cakra lantas menggandeng Ria... Mereka berjalan bersama dengan diiringi dayang istana...


Setibanya di aula istana Raja .... Semua sudah bersiap menunggu kehadiran cakra dan Ria... Acara yang sakral pun dimulai...


" Saya terima nikah dan kawinya Titik Komaria binti Teguh dengan mas kawin seperangkat alat sholat tunai...." ucap cakra dengan lantang dan dengan sekali hembusan nafas.


"sah.... Sah .... Sah..." saksi serempak mengucapkan


lantas orang tua cakra memeluk anaknya yang sudah sah menjadi suami dari seorang manusia.


Cakra dan Ria bersimpuh di kaki kedua orang tua cakra... Ria juga merasa keluarganya kembali utuh.... Dia sangat senang.


tamu serta saksi di pernikahan ini adalah kerabat dari cakra semua.... Karena belum diadakan resepsi jadi acaranya hanya sederhana dan hanya kerabat dekat yang menghadiri.

__ADS_1


" Sepertinya kau harus cepat kembali anakku !!.... Waktumu sudah tidak banyak lagi...


"Baik ayahanda.... "


Ria dan Cakra tidak sempat mengikuti acara makan malam... Untuk keduanya... Mereka berdua lekas kembali ke istana Cakra...


Sesampainya di istana Cakra .... mereka langsung menuju kamar utama.


"Istriku... Mulai sekarang kamu telah sah menjadi istriku... Dan rumah ini kini menjadi rumahmu juga."


Ria menjawab dengan senyuman...


"Cakra kenapa kita harus cepat- cepat kembali... Padahal aku masih ingin disana... Aku seperti memiliki keluarga yang utuh.... Aku bahagia"


"iya.... Aku tau kau pasti akan menanyakan hal ini padaku.... Istriku masih kah kau ingat tentang ceritaku mengenai kutukan itu....?"


"iya... Aku mengingatnya... Tapi memangnya apa hubunganya dengan ini semua.... ?" tanya Ria...


"akibat dari kutukan itu... Jika hari sudah mulai pagi aku akan berubah menjadi bayi seperti tuyul... Dan pada malam hari wujudku akan kembali seperti ini setelah minum Asi... Tapi jika aku tidak mendapatkan Asi maka wujudku tetap menjadi bayi dan tidak mampu berubah wujud. "


"ooo jadi begitu alasanya tapi bukankah kita masih di alammu ?.... "


" iya sayang tapi asal kamu tau hari sudah mau pagi di alam manusia... "menjelaskan dengan suara yang lembut.


Tiba- tiba... Tendangan kaki mungil itu menyadarkan Ria dari tidurnya...


"apa..!. Aku sudah kembali di kamarku? " suara adzan subuh menyadarkan Ria...


"iya.... Ini sudah pagi... Suara itu selalu ada di jam segini..."


Ria lantas menoleh ke arah bayi kecil itu..... Bayi itu seolah mengerti ditatap oleh Ria... Dia membuka mulut kecilnya dan Ria menyusuinya seolah sudah mengerti akan maksud bayi cakra.


Aktifitas menyusui berlangsung selama 1 jam... Dan ketika Cakra sudah puas dia melepaskan Asi dari mulutnya... Dia pun tertidur..


Tapi sebenarnya yang dilakukan Cakra saat tidur dia sedang sholat subuh dan selalu bertasbih menyebut asma Allah...


Ria langsung melakukan aktifitas di kamar mandi barunya... Ia berendam dengan air hangat.


"Ini sangat nyaman sekali.... .. "Dia berlama- lama berendam... Setelah merasa cukup puas berendam .. Ria memutuskan memakai baju setelah berendam. Dia memilih baju lengan panjang dan celana panjang yang tidak ketat

__ADS_1


__ADS_2