
Dikarenakan kondisi Cakra yang masih dalam pengaruh kutukan cakra masih belum bisa melakukan ritual malam pengantin bersama istrinya....
Dia tidak mau jika nanti istrinya sampai hamil ... Dengan kondisi suaminya yang sekarang ,jadi Cakra akan lebih fokus untuk mengajari Ria..
Ria yang sudah rapi kini menatap Cakra yang tengah tidur lelap... Dengan mata yang terpejam namun mulutnya terus bergerak...
Ria tak mau ambil pusing... Dia lebih memilih membiarkan Cakra dalam diam.
Ria berkeliling ruangan dan mengamati.... Karena posisi rumah yang dibeli sudah komplit dengan isinya... Jadi Ria hanya butuh belanja kebutuhan sehari- hari...
"mumpung masih pagi aku mau ke pasar untuk membeli makanan serta minuman... Tapi sebelumnya aku akan menemui Cakra dulu..."
Aneh sebenarnya saat melihat suaminya menjadi bayi.... Ria dengan hati hati dia berjalan mendekati Cakra ...
" mas Cakra.saya pergi dulu ya...?.. Mau belanja kebutuhan sehari- hari..... " sambil berbisik ditelinga Cakra.. Kemudian ia pun mencium pipi Cakra yang gembil... Cakra tersenyum kecil dengan mata yang masih tertutup.
Merasa mendapat persetujuan... Ria bergegas menuju mobilnya.... Dia mengeluarkan mobilnya dari garasi rumah... Sesampainya di gerbang. Rara kembali turun dari mobil untuk membuka gerbang....
"Haduh susah juga ya... Kalo' harus naik turun mobil... Enak juga ya.... Kalau seperti dirumH Cakra... Semuanya dilayani. "gerutu Ria dalam hati...
Setelah selesai menutup gerbang... Ria langsung meluncur ke mall terdekat...
Ria belanja kebutuhan sehari- hari...
"buuught"
".......aaawww" Ria meringis menahan sakit
Seorang lelaki yang tiba-tiba saja menabrak Ria yang sedang mengambil buah- buahan sambil jongkok... Orang itu tidak memperhatikan posisi Ria.
"maafkan saya mbak.... Mbaknya gak papa? Kalau ada yang terluka kita bawa ke klinik saja... Dan saya akan bertanggung jawab."
"Iya pak... Ndak papa ... Gak ada yang terluka kok... saya hanya kaget saja... Hinga terjatuh buah yang saya ambil. "
"perkenalkan nama saya .... Hamid... Mbak namanya siapa? "
"salam kenal nama saya Ria... "
"mbk.. Tinggal dimana...? Kok sendirian...?"
" Saya tinggal di komplek dekat sini saja..... O ya mas kebetulan saya sedang terburu- buru harus segera pulang..... Saya mohon diri... Mari mas.."
__ADS_1
"iya mbk... Silahkan sekali lagi saya minta maaf atas kesalahan saya tadi."
"iya mas sudah saya maafkan sekali lagi saya permisi duluan ya mas" sambil berlalu meninggalkan Hamid sendiri.
"Gadis itu sangat cantik... Dan sepertinya hatinya baik... rasanya ingin selalu didekatnya."
Ucap hamid dalam hati.
Ria pun langsung pulang dengan tergesa... Ada beberapa barang yang belum sempat terbeli...
Sesampainya di depan gerbang rumahnya dia dikejutkan dengan kedatangan seorang petugas keamanan yang membukakan gerbang.
Sesampainya di dalam Garasi dia dikejutkan dengan pelayan yang membukakan pintu mobil... Ria akhirnya turun dari mobilnya...
"Kamu ini siapa kok tiba- tiba ada di rumah saya?"...
"maafkan Saya .... Saya adalah pelayan yang ditugaskan oleh baginda Raja Cakra untuk melayani yang mulia Ratu di dunia... Kami semua nya berjumlah 20... Dan telah berada di posisinya masing- masing. "
" Jadi kalian semua adalah suruhan suamiku? "
"Siap yang mulia Ratu..... Iya.. "
" Silahkan Yang Mulia ... ?" sambil membukakan pintu...
Lantas Ria memasuki Kamar utama lantas dia merebahkan diri... Disamping cakra...
Baru saka dia memejamkan mata Ria yeringat belanjaanya yang ada di dalam mobil... Yang belum diturunkan ... Dia lantas bangun dan keluar kamar kemudian menyuruh pelayan yang ada didepanya, untuk mengambil barang belanjaanya kemudian, ia juga menyuruhnya untuk menyusun dan menyimpan barang belanjaanya itu...
Ria juga menyuruh koki untuk membuatkan makanan... karena sekarang ia sangat lapar..
Koki yang ditugaskan dirumah Ria ... Adalah Koki istana Cakra dan tentunya masakanya sangat nikmat...
Selang beberapa waktu sang koki memasak.... Dan tidak butuh waktu lama sebuah hidangan telah tersaji..
Kemudian penjaga kamar Ria pun memberi taukan hal itu pada Ria..
Ria yang mengerti dia lekas bangun dan menyuruh pelayan itu membawakan ke dalam kamar nya...
Tidak butuh waktu lama pelYan itu menyajikan makanan di meja yang ada di kamar Ria..
Ria mengucapkan terimakasih sebelum pelayan itu pergi meninggalkan kamar.
__ADS_1
" wah ini enak sekali Rasanya... " gumam Ria saat menyuapkan sesendok makanan itu dalam mulutnya..
15 menit kemudian dia sudah selesai dari makanya... Lantas ia pun membaringkan tubuhnya di samping Cakra..
Kemudian tiba- tiba dia merasa kalau badanya nyeri... Akibat dari seseorang yang menabraknya tadi.
Ria hanya bisa menitikkan air mata di tidak tau harus mengadu pada siapa karena kondisi suaminya yang tidak lain adalah seorang bayi... Jadi.. Dia hanya mengelus pipi Cakra lalu menciumnya karena terlalu mungil... Bayi itu di mata Ria..
Ria melamun... Dan merenungi nasib keluarganya lalu yang bisa tinggal di hutan.... Dia juga memikirkan tentang nasib tetangganya yang tak seberuntung Ria.
"Jadi bagaimana dengan nasib wagirah dan pak jumirin ya... " gumamnya dalam hati.
"Tapi semenjak aku menyusui Cakra kini badanku terasa lebih cepat lelah... Aku bahkan tak sekuat dulu.. . Apa lagi setelah aku diberikan ilmu... Aku jadi seperti wanita yang lemah...
Padahal dulu aku sangatlah kuat.. Bahkan aku hanya makan pisang saja aku bisa pergi berburu dan menginap.
Aku juga pandai memanjat pohon... Bahkan memanah akupun jago.
Kini aku tak tau aku masih mampu atau tidak..
"Kenapa orang yang ada di desaku tak ada yang pandai menulis?... Dan kenapa mereka semua bisa ada di tengah hutan? Kenapa mereka memilih ringgal didalam.. ? Akan kah aku bisa kesana dan memberitahukan hal ini pada mereka semua .. ? Agar mereka bisa hidup dengan layak.. Seperti manusia yang ku temui disini.. Tapi ... Bagaimana caranya?" Ria terus saja bertanya pada dirinyas sendiri.
Kehidupan Ria kini sangat nyaman.. hari- hari berlalu... begitu saja seperti biasa Ria masih mau menyusui Cakra... Bahkan tanpa diminta... Ria akan dengan sendirinya langsung menyusuinya..
Malam jum at Ria sedang melKukan aktifitasnya menyusui Cakra. Ria memejamkan mata.. Dan hal aneh terjadi pada dirinya tiba- tiba saja mulut itu menjadi besar dan menyesap dengan liar.. Dan Ria masih belum menyadarinya... saat tangan besar yang tiba- tiba memeluk tubuh langsing Ria... Sontak membuat Ria membulatkan matanya... Dan segera menarik Asinya dari mulut itu...
"Cakra ... " ucapnya terkejut.
"hummm" jawab Cakra sambil mengerucutkan mulutnya karena Asi yang di hisapnya di tarik sama yang empunya.
"kenapa kamu bisa berubah menjadi besar.?.. "
"Iya Ria ini adalah malam Jum'at... Dan sekarang adalah bulan purnama itu.. Aku sudah terbebas dari kutukan itu dan aku kini menjadi diriku yang sesungguhnya... " ucapnya lagi sambil mengangkat satu alisnya.
Ria kini langsung buru- buru mengangkat tubuhnya untuk menjaga jarak pada Cakra... Ia segera duduk di pinggir ranjang ... Cakra pun segera mendekati Istrinya itu..
"Kenapa istriku... ?? Kenapa kau menghindariku?... Akankah kau takut denganku?.. Istriku... aku tidak akan menyakitimu dan aku sangat mencintaimu.... Terimakasih atas apa yang kau lakukan pada ku hingga aku terbebas dari kutukan itu... Tapi kutukan ini tidak akan terlepas begitu saja... Istriku.. ! aku harus menjalankan ritual itu di malam ini.."
"Ritual apa? haruskah aku membantumu lagi?"
"tentu istriku... Ritual ini tidak akan dapat terlaksana tanpa kamu "
__ADS_1
"Ya sudah aku bersedia membantumu. Katakanlah ritual apakah itu..??"