SANG PEMILIK TUYUL

SANG PEMILIK TUYUL
Kembali pada Cakra dan Ria.


__ADS_3

"Terus.... ! Kok tiba- tiba berenti?" tanyanya yang masih penasaran padaku.


"Istriku sayang... Hari ini aku sudah terlalu banyak bercerita jadi kita lanjutkan lain hari. "


"Tapi ceritamu belum selesai Cakra suamiku"


"Iya aku tau, kita sekarang kembali dulu ke duniamu dan besok kita akan menemui keluargaku, sepertinya kita tak dapat menemui mereka sekarang. Waktunya sudah terlalu mepet."


"Baiklah.....😪"


"tenanglah aku akan menceritakan semuanya padamu nanti ."


"Ingat Kamu berjanji padaku😌"


" iya.... Aku janji sekarang pejamkan matamu istriku! "


"heummm" matanya pun lantas terpejam


Cakra mendekap tubuh Ria dan tiba- tiba ia sudah berada di rumahnya.


"Sekarang bukalah istriku! "


"Kita ada di dalam kamarku? "


"iya Sayang kita akan mempersiapkan diri dari sini. Aku akan menikahimu secara resmi menurut tradisi masyarakat di sini dan di alamku."


"Jadi apa yang harus aku lakukan?"


"Kita akan mengurus pernikahan kita di KUA dan melalui perangkat desa yang ada di sini."


"Jadi kita akan memulainya dari mana?"


"Kita akan memulainya dari mandi pagi dan sarapan. Pergilah mandi dan bersiaplah! Aku akan melakukan kewajibanku sebentar, mumpung matahari belum terbit."


"Baiklah suamiku"


Lantas Ria pun segera melakukan apa yang diperintahkan oleh cakra. Ia maduk ke dalam kamar mandi dengan mencampurkan air panas dan dingin. Ria mandi dengan nyaman. Kali ini tak butuh waktu lama buat Ria menyelesaikan ritualnya.


Selesai mandi Ria pun mengenakan pakaian yang sesuai dengan hijabnya. Begitu modis dan anggun .


Ia mengamati keberadaan Cakra, ia melihat Cakra yang begitu tenang duduk bersila di sebuah ruangan. Cakra menengadahkan kedua tanganya sambil memohon dan menitikkan air matanya.


timbullah pertanyaan dalam hati Ria.


" Kenapa dia? Apa yang dilakukanya? "


Dia berdiri dan masih mengamati Cakra..

__ADS_1


Taklama Cakra telah selesai dengan ritualnya ia lantas melipat sajadah yang ia gunakan.


"Kau sudah selesai?"


Pertanyaan yang menyadarkan Ria dari lamunannya.


"e...eh iya siap. Apa yang kau lakukan tadi?"


"Aku sedang menghadap Sang Penguasa Alam. Dia lah pemilik jiwa kau dan aku. Dan atas Nya lah aku dapat bertemu dengan mu. Aku terharu hingga aku menitikkan air mata. Aku tau atas Kuasanya lah aku bisa terbebas dari kutukan itu. Kini aku tak lagi menjadi tuyul. "


" Tapi baru kali ini aku melihat penyembah Pengusa Alam . Siapakah Penguasa Alam itu? Aku tak per ah tau."


"Penguasa Alam Semesta adalah ALLAH dialah Tuhanmu dan Tuhanku. Kita diwajibkan menyembah dan beribadah padaNYa. "


"Cakra suamiku tolong ajari aku mengenalnya lebih dekat!"


"Iya sayang.... Tenanglah aku akan mengajarimu nanti jika semua sudah siap. Kini waktunya kita sarapan dan melakukan rencana tadi."


"iya .. Ayoklah perutku sudah lapar. "


lantas mereka bergandengan dan menuju ke meja makan. Semua hidangan sudah tersaji di atasnya.


"Cakra ... Apa ini tak berlebihan? Kita hanya 2 orang tapi hidangan ini dapat dimakan 20 orang lebih."


"Tidak istriku... Mereka hanya menyajikan yang kusuruh tadi. Karena aku tak tau makanan kesukaanmu . Lantas aku menyuruh mereka untuk membuat semua hidangan yang terlezat di bumi ini. terutama bumi negri ini lantaran istriku berasal dari negri ini. "


"oo...oh kau sangat baik suamiku, aku jadi terharu. Baiklah aku akan mencicipi semua hidangan ini dan aku akan memberikan penilaianku atas hidangan yang kucicipi.."


Ria perlahan mengambil hidangan yang ada dihadapanya dan mulai mencicipi.


"Ini adalah ikan bakar yang sering dimasak ambu... Tapi ikan ini sangat enak aku suka. Ini Juga ayam bakar yang pernah ambu buat untukku , tapi ini lebih nikmat. Ini adalah sayuran yang direbus dan diberi bumbu kacang, ambu juga pernah membuatnya. Aku juga suka rasanya mirip dengan buatan Ambu. Ini seperti daging rasanya tapi dibulat- bulat dan diberi kuah, Sayang apa nama makanan ini?"


"Itu bakso sayang.. Bagaimana menurutmu rasanya?"


"Ini enak aku juga suka. Pasti yang ini Sate, ya rasanya hampir mirip tapi lebih enak ini. Kalau ini seperti sate tapi kenapa rasanya seperti ada kelapanya?"


"itu namanya sate lilit sayang."


Semua hidangan di atas meja dicobanya satu persatu.


"Jadi.. Mana hidangan kesukaanmu?"


"Aku menyukai semuanya, aku tak dapat memilihnya Cakra. "


" Baiklah lah sayang.... Jadi kau akan menghabiskan semuanya?"


"Tidak sayang itu tidaklah mungkin, karena sekarang perutku sudah sangat kenyang hanya dengan mencicipi semua hidangan ini. Sayang kau tak makan?"

__ADS_1


"Aku sudah cukup kenyang. "


"Jadi siapa yang akan menghabiskan makanan semua ini? Suamiku bagaimana kalau kita suruh para pelayan itu intuk menghabiskan ini semua. "


"iya boleh ... "


"Suamiku katakan juga pada mereka agar tak memasak begitu banyak. Karena perutku kecil dan kita hanya berdua. Katakan pada mereka agar membuat yang agak banyak untuk mereka sendiri. "


"iya istriku... Tapi satu hal yang harus kamu ingat mereka semua adalah pelayanmu dan sudah pasti kau juga dapat menyuruh mereka tanpa melalui aku. Mereka semua akan mematuhi semua perintahmu."


"Iya suamiku.. Kalau begitu ayoklah kita berangkat mumpung masih pagi."


"Iya baiklah"


Mereka berdua lantas berjalan meninggalkan ruang makan. Dan saat menjumpai koki, Ria lantas menyuruhnya untuk menghabiskan makanan yang ada di meja makan bersama semua pelayaan. Sangkoki menganggukkan perintah Ria seolah ia menyetujuinya.


Ria dan Cakra lantas memasuki sebuah mobil ýang Ria miliki.


"Ria istriku biarkan sopir yang membawa mobilmu, kita akan duduk di belakang sambil menikmati pemandangan kota ini. "


"Baiklah Suamiku.... Tapi kita akan pergi kemana dulu sekarang?"


"Kita akan duduk di taman kota dan menikmati pemandangn . "


" Tapi sekarang masih pagi ... Dan katamu kita akan mengurus pernikahan kita?"


"Aku sudah menyuruh seseorang untuk mengurus semuanya... Jadi kita hanya menunggu hasilnya di taman saja. "


"Begitu y.... Semuanya jadi terasa begitu mudah."


"iya.. Istriku... Jika ada yang mudah kenapa kita harus mengambil pilihan sulit." Jawabnya sambil terkekeh.


Mereka pun duduk di sebuah taman menikmati pagi.


"Suamiku, aku mau beli makanan kecil dulu di toko itu, kau tunggu disini sebentar! Aku akan segera kembali. "


" ok baiklah... tapi jangan lama- lama dan segeralah kembali."


Ria lantas berlari ke arah mini market yang tak jauh dari taman. Ia segera memilih makanan ringan dan beberapa minuman yang terdiri dari air putih dan ada juga yang terbuat dari susu.


Saat semua sudah cukup, lantas ia menuju ke meja kasir untuk membayarnya. Tapi lagi- lagi ia bertabrakan dengan seorang pria. Hingga mengakibatkan barang belanjaan Ria terjatuh.


"maaf mbak saya tak sengaja lantaran terlalu terburu- buru?"


"Iya mas tak apa- apa ,saya juga salah terlalu terburu- buru hingga tak melihat mas tadi."


Saat pria dan Ria sudah selesai mengumpulkan barang belanjaan Ria yang terhambur. Mereka lantas saling tatap.

__ADS_1


"Kamu !"


" Kamu !"


__ADS_2