
Setelah mereka melakukan perjalanan yang begitu jauh. Selama 7 hari 7 malam akhirnya mereka dapat menemukan surga tersembunyi.
Sebuah lembah yang indah, ada anakan sungai ditengah lembah , airnya sangat hernih dengan banyak ikan di dalamnya.
Tapi sebelum mereka menemukan lembah ini mereka harus melewati beberapa rintangan yang sangat mengancam nyawa. Diantaranya harus bertemu dengan babi hutan, ular dan melewati tebing yang curam, hingga jika kita meleset sedikit saja sudah pasti nyawa tak selamat karena batuan besar menanti di bawah.
" Sudah kita disini saja mas..?" Ucap Ningsih pada suaminya.
" Baiklah istriku kita akan tinggal di sini. "
" iya mas kakiku sudah sangat lelah tak sanggup lagi berjalan."
" Kita akan istirahat sebentar dan kita akan membuat tempat untuk istirahat."
" iya mas tapi perbekalan kita sudah habis kita tak bisa makan apa pun. Kita hanya bisa minum itu pun air sungai."
"Jumirin saya sama istriku akan tinggal di sini."
"Baiklah , aku akan jalan lagi tak jauh dari sini aku juga akan berhenti. " kata jumirin.
"Aku juga akan bikin gubuk tapi setelah Jumirin" Kata wagirah.
Mereka akhirnya mencari tempat yang sesuai buat mereka dan tidak terlalu berdekatan. Karena yang mereka pikirkan mereka akan bertanam dan berternak untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.
Jaka membuat sebuah Gubuk yang tak terlalu besar hanya cukup untuk berteduh dan ber istirahat malam ini. Setelah mereka selesai membuat sebuah gubuk mereka lantas mencari ikan di sungai yang tak jauh dari gubuknya.
Banyak sekali ikan di dalamnya. Jaka dengan mudah menangkap beberapa ekor ikan untuk dibakar sebagai makan malamnya.
Saat malam tiba mereka membuat api unggun untuk menghangatkan tubuhnya dan mereka juga membakar ikan yang tadi ditangkap. Sambil di temani bintang dan rembulan, Jaka menikmati malam dengan Ningsih secara romantis.
Jaka pun larut dalam tidurnya lantaran dirinya sudah terlalu lelah dengan perjalanannya. Sedangkan Ningsih dia memejamkan matanya tapi yang ia bayangkan adalah Alex, orang asing yang telah menyetubuhinya. Entah apa yang terjadi pada Ningsih saat matanya tertutup yang ia lihat wajah Alex. Padahal Jaka suaminya berada tepat disampingnya.
"Aku akan menemuimu esok hari ! Dan aku akan membawamu pergi dari sini ! Aku juga akan bertanggung jawab atas yang kulakukan padamu !"
itulah beberapa kalimat Alex yang terngiang di telinga Ningsih.
Kejadian itupun terus terngiang di pikiran Ningsih. Ningsih pun membuka matanya dan melihat sesosok Alex yang tengah tidur disampingnya. Akhirnya ia kemudian memiringkan tubuhnya menghadap Alex. Ya... Jaka yang terlihat seperti Alex dimata Ningsih.
__ADS_1
Ningsih dengan berani memeluk Jaka. Jaka terkejut mendapat perlakuan istrinya lantas membuat dirinya terbangun. Tapi ia pun segera menyambit perlakuan Ningsih. Malam ini menjadi malam pertama buat Jaka.
Dalam permainan mereka yang panas Ningsih tetap mengira bahwa dirinya tengah bermain dengan Alex. Malam ini menjadi malam yang sangat panjang buat keduanya.
Saat pagi hari tiba ,Ningsih yang tengah tidur di samping Jaka pun terbangun dan ia terkejut melihat Jakalah yang ada di sampingnya.
Ningsih lantas memundurkan dirinya dan pergi ke sungai. Di sungai yang mengalir itu, Ningsih merutuki dirinya, dan ia pun merasa menyesal seolah dirinya telah berselingkuh dari suaminya.
Ningsih segera membersihkan dirinya ,dan tak lama, Jaka sudah ada di sampingnya sambil tersenyum. Seolah senyumanya yang menggoda Ningsih karena kejadian semalam.
Ningsih tersenyum malu. Ia segera menyudahi ritualnya dan kembali ke gubuknya.
Satu bulan berlalu mereka, sangat senang terhadap lembah yang mereka tempati. Lembah yang kaya akan buah- buahan didalamnya dan sungai yang terdapat banyak ikan.
"Hueeekkk... Hueeekkk ... Huekkk..."
"Kamu kenapa Ningsih ....? mungkinkah kau sakit?" tanya Jaka yang mencemaskan kondisi istrinya.
Ningsih hanya tertegun dan memikirkan sesuatu. Untuk mendapatkan jawaban.
"Mas aku sudah telat 1 bulan sepertinya aku hamil !"
" Iya mas.. "
"Jadi sebentar lagi aku menjadi seorang ayah? "
"sepertinya begitu mas"
" Horre.... Aku sangat senang Ningsih. Terima kasih istriku, aku akan menjagamu."
Kehamilan Ningsih bersamaan dengan kehamilan Plenik istri Jumirin.
Hari - hari mereka lalui dengan indah. Tentunya rumah Jaka sudah lebih besar dari sebelumnya. Dan rumahnya telah sangat siap menerima kehadiran bayi kecil mereka.
Bulan yang ditunggu tiba, kini Plenik dan Ningsih merasakan kontraksi yang bersamaan. Jaka yang memang tau dan mengerti tentang hal pengobatan ia akhirnya yang menolong kelahiran istrinya.
Di pihak Plenik yang juga merasakan kontraksi. Sayangnya Jumirin yang tak tau apa - apa akan hal itu. Memilih berlari kerumah Jaka untuk mencari pertolongan buat istrinya. Tapi melihat Jaka yang sedang mengalami situasi seperti dirinya. Akhirnya ia memilih untuk kerumah Wagirah. Sayangnya Wagirah dan suaminya sedang tak ada di rumah. Lantas ia ke rumah Jaenah dan suyanti.
__ADS_1
Sayangnya posisi mereka semua sedang tak ada di rumahnya. Jumirin kembali ke rumahnya dengan tangan yang hampa.
Ia menitikkan air mata saat melihat istrinya yang sedang kesakitan bertaruh nyawa. Jumirin tak dapat melakukan apapun untuk istrinya. Ia hanya memberinya air putih dan terus menguatkan, agar istrinya dapat menunggu Jaka yang tengah mengatasi istrinya yang sedang kontraksi juga.
" haduuuuhh haduhhh mas.... Aku gak kuat"
"Plenik kamu harus kuat ! Demi anak kita. Bertahanlah sebentar lagi Jaka akan kemari !"
" Tapi maass.... Hoshhh... Hoshhh... Hoshhh..."
"Sabar sayang ...? Tunggu sebentar aku akan kerumah Jaka lagi?"
" iiii... Ya... Maaaa... Ss"
Jumirin berlari dengan tergesa menuju kerumah Jaka, saat di ambang pintu terdengar suara tangis bayi yang nyaring.
"Baguslah Ningsih sudah melahirkan. Jaka bisa segera menolong istriku" pikirnya dalam hati.
"eh Jumirin ... Tunggu sebentar aku menyelesaikan ini dulu setelah itu aku akan bersamamu. " ucap Jaka sambil membersihkan bayi kecil mereka. Lantas bayi kecil itu diselimuti dan di berikan pada Ningsih agar dia bisa belajar menyusu.
Setelah semuanya beres Jaka lantas ijin denga istrinya.
"Istriku... Aku tinggal sebentar ya? Aku mau membantu Plenik yang sedang kontraksi juga"
"Iya mas ... Pergilah! Plenik membutuhkanmu tolonglah ia."
Jaka segera bergegas bersama Jumirin yang menunggunya sedari tadi. Saat di perjalanan Jaka menanyakan sesuatu pada Jumirin.
" Jumirin sejak kapan istrimu Kontraksi?"
"Sejak Pagi, bersamaan dengan istrimu. Aku tadi pergi kerumah yang lainya, tapi sepertinya mereka sedang pergi berburu. Karena tak kudapati seorang pun di rumah mereka."
"Jumirin Sebaiknya kita berlari. Aku takut Plenik tak dapat bertahan lagi karena sudah terlalu lama."
Mereka berdua berlari menuju rumah Jumirin. Segera mereka menuju pintu kamar dan mendapati kondisi Plenik yang sedang tak sadarkan diri.
" Ijinkan aku memeriksa kondisi istrimu!"
__ADS_1
"iya silahkan "
Jaka pun berjalan mendekati Plenik yang seperti tertidur.