
Ini adalah malam purnama yang kutunggu... Kini aku akan segera terlepas dari kutukan itu... Tapi masih ada satu lagi yang harus aku lalui jika ingin terlepas seutuhnya...
Akhirnya aku beranikan meminta bantuan pada istriku karena hanya dengan jiwa yang ikhlas lah kutukan ini benar- benar sirna.
Alhamdulillah Istrikupun .. Mengerti akan maksudku... Dan ia akan membantuku... Hanya dengan siraman 7x dari tangan seseorang yang bener- bener ikhlas lah... Yang ku harapkan ...
Setelah mendengar ia telah menyanggupi permintaanku ... Tanpa menunggu lama aku langsung memeluknya dan membawanya kesebuah air terjun suci... Tempat ini memang indah... Airnya sangat jernih ... hingga kita bisa melihat dasarnya. Airnya yang tak begitu dingin meski posisinya di atas bukit. Airnya juga tak pernah berkurang meski musim kemarau panjang dan tak pernah keruh meski musim hujan. Apapun musimnya air terjun suci tetap seperti ini.
Dihiasi berbagai bunga pada dinding tebing batu air terjun suci ini. Kalau secara logika manusia pasti yak kan masuk. Lantaran bunga- bunga yang tumbuh pada dindingnya sangat indah dan subur.
Dinamakan air terjun suci, karena tempat ini adalah tempat yang biasa dipergunakan untuk mandi para bidadari... Tidak ada seorang manusia yang pernah datang kesini... Karena air terjun suci ini hanya tercipta untuk kami.
Ada batu yang cukup besar dipinggir air terjun ,batu itu rata dan besar... Seperti ranjang. Kududukan istriku di atas batu... Kemudian aku juga menginstruksikan kepadanya agar melakukan yang ku suruh secara iķhlas... aku mulai berendam dan tak menunggu lama istriku pun menghampiriku dia menyiramiku dengan kedua tanganya...
Begitu segar seolah- olah beban berat dan sesuatu yang merekat pada tubuhku mulai larut. Aku seperti mengeluarkan cahaya... Dan begitu ringan rasanya.
Setelah selesai menyiramiku dia langsung berjalan menjauhiku... Aku masih terus berdoa menyebut asmaNya yang Maha Agung. Aku memohon ampunan sepenuhnya.... mulutku tak berhenti berdzikir hingga ku tau sudah mendekati subuh.. Aku memilih untuk menghentikan kegiatanku. Lantas aku bergegas keluar dari air dan mengganti pakaianku...
Tak terasa subuh sudah datang akupun melanjutkan sholat subuh di samping istriku yang tengah terlelap.
Setelah aku selesai sholat subuh... Aku kembali berdoa... Dan setelahnya aku mengangkat tubuh ramping istriku. Kupindahkan ia dikamarku.. Tampak sangat kelelahan dari wajahnya... Kucium keningnya dan aku lanjut membersihkan diriku di kamar mandi.
Baru sekitar 5 menit aku didalam ternyata ada seseorang yang berteriak di depan pintu. Kemudian menggedor gedor pintu kamar mandi dengan keras.
__ADS_1
Akupun lantas membukanya ... Ketika kulihat wajahnya yang begitu cemas, aku tersenyum walau ku tau dia tak memperdulikan ku tapi istriku memang lucu...
Dia langsung masuk begitu saja... Tanpa menutup pintu terlebih dahulu... Aku perhatikan tingkah lucunya dari ambang pintu...
Dan saat dia berdiri serta menoleh ingin berendam. Dia tersadar jika aku masih memperhatikanya dari tadi bahkan dia tanpa sehelai benangpun ... Kulitnya yang halus dan putih seperti bersinar... Tubuh rampingnya... Rambut yang panjang dan hitam pekat serta bibirnya yang selalu merona...
Aku melihat pemandangan yang bsegitu indah.. Inilah ciptaanmu Ya Allah... Sungguh sempurna.
Tiba- tiba dia langsung beralih dan masuk kedalam bak yang khusus untuk berendam ... Dia memunggungiku... Dan tak ada pergerakan selanjutnya...
"emmm .... Aku tau yang dialami istriku.. Aku putuskan untuk mendekatinya... Benar saja dia sedang merasakan malu yang luar biasa kepada diriku. Ya kepada aku suaminya... Sungguh lucu bukan. ?"
Istriku menutup wajahnya dengan kedua tanganya dan menunduk. Dia tak menyadari kalau aku sudah disampingya . Hingga aku mulai mengelus kepalanya dengan lembut. Saat itulah ia tersadar.
dia mengankat wajahnya dan memperhatikanku... akupun menjelaskan posisi kami... Bahwa kami sudah sah menjadi suami istri dan tak perlu lagi malu pada pasanganya...
Dan kurasa cukup lama aku membuka handukku dan masuk kedalam bak hingga posisinya berhadapan.
Kuraih tanganya lantas memandikanya... Karena kutau kini tubuhnya sudah sangat dingin... Karena ia terlalu lama dalam air. Aku memandikanya penuh kasih sayang... Lantas ketika sudah selesai.. Aku mengangkatnya dan menggendongnya.
Dengan pelan ku rebahkan tubuhnya yang dingin di atas kasur... kututupi tubuh polosnya dengan selimut hangat . Aku juga merebahkan tubuhku disampingnya... Aku masuk kedalam selimut yang sama... Kudekap erat tubuhnya agar dia tidak menggigil. Kusalurkan hawa panasku ke tubuhnya.
Setelah beberapa menit... suhu badanya sudah kembali normal. Dan wajahnya kembali menghangat sudah tak sepucat tadi.
__ADS_1
Dia membalas pelukanku... Dan dia juga mengeratkan pelukanya seolah tidak mengijinkanku meninggalkanya..
" Sayang aku tak kan kemana- mana. Aku akan disini menemanimu."
"Ya... Aku tau kau adalah orang yang sama saat abah dan nenekku tiada.... Kau hadir waktu itu... Cakra ... Aku tak mau kehilangan orang yang kusayangi lagi... Aku sudah cukup menjadi sebatang kara di bumi ini." ucapnya ....
"ya... Aku mengerti perasaanmu . ini sudah menjadi takdir kita hingga kita bisa dipertemukan. Aku akan selalu berusaha melindungimu... Dan menyayangimu istriku."
Tiba- tiba kurasakan gejolak yang aneh padaku ... Sedari tadi aku memeluknya dan baru ini perasaan itu datang. Entah kapan aku memulainya... Tapi bibir ini kembali mengulumnya... Dia seolah pasrah dan menikmati perlakuanku padanya... Dia juga membalas perlakuanku... Tubuh kami begitu dekat bahkan tak berjarak.... semua terjadi secara alami saat kami mendekati puncaknya. Lantas kuhentikan permainan. Aku tau dia pasti menginginkan lebih... Dan dia juga kecewa.. Tapi ini untuk kebaikan kami.
"Sayang.... Maaf..ini belum saatnya... Kita akan melaksanakan resepsi pernikahan terlebih dahulu... Resepsi itu akan diadakan di istana Ayahanda.. Dan karena aku adalah seorang Raja jadi istriku belum bisa hamil sebelum acara itu terjadi. Aku tak mau mendengar istriku menjadi gunjingan kerajaan lain.
Secara agama kita sudah sah dalam pernikahan ini tapi ... Bagi warga dan para sahabat yang tidak mengetahui hal itu maka mereka akan menggunjing kita kalau dalam resepsi nanti kau hamil... Dan aku tak mau istriku mendapat kan fitnah dari mereka."
"Kapan acara resepsi itu diadakan ? Aku sudah tidak sabar... Aku ingin memeluk bunda ratu. Ya.... Aku ingin segera kesana... " ucapnya terlihat sangat bahagia..
"Besok kita akan kesana y.... ?"
"he emmm"
"istriku apakah kau mau mendengar kisah dan sejarah abah dan ambu?"
"iya.. Aku harap kau mau menceritakan semuanya... Karena banyak sekali hal yang tidak aku ketahui.. "
__ADS_1
"Baiklah aku akan menceritakan asal muasal abah dan ambu bisa sampai ketempat yang sangat pedalaman didalam hutan ... "
"Cepatlah cerita aku sudah tak sabar lagi..!.."