
Ini adalah hari pertamaku dan Cakra berjalan- jalan. Rencana awalnya ingin mengurus pernikahan kami, pernikahan secara negara katanya Cakra.
Agar aku aman dari tuduhan miring masyarakat disini. Aku dan Cakra mematuhi segala peraturan yang telah diterapkan disini.
Tapi Cakra malah mengajakku ke sebuah taman. Cakra telah menugaskan bawahanya untuk mengatur semua yang diperlukan. Jadi kami hanya menunggu hasilnya saja. Walaupun pagi tadi aku sudah cukup kenyang , tapi tak ada salahnya jika aku membeli beberapa makanan ringan untuk menemani kami.
Akupun meminta ijin padanya untuk membeli makanan ringan ditoko yang tak jauh dari tempat kami.
Saat semua yang kubutuhkan sudah selesai, akupun terburu untuk membayar di kasir. Tapi seseorang yang tengah terburu juga menabrakku, hingga semua yang ku beli terhambur keluar dari keranjang belanjaanku.
Dia seperti menyesal dan meminta maaf padaku , aku akui aku juga salah jadi akupun meminta maaf juga. Setelah selesai mengumpulkan barang belanjaanku , kami saling tatap. Ternyata ini adalah kedua kalinya aku bertabrakan padanya . Jadi aku tak menghiraukanya lantas aku segera membayar semua barang belanjaanku ,dan segera berlari ke tempat dimana Cakra menungguku.
Walaupun ku tau tatapan orang itu terus memperhatikan aku. Dia juga sempat memanggilku.
"Mbak ... kan yang waktu itu... ? itulah kata- katanya tadi. Tapi aku tak menanggapinya lantas berlalu.
"eh mbak ... ! Siapa namanya ... Aku pingin kenalan."
Begitulah teriakannya saat aku pergi meninggalkan toko.
Aku juga tau dia masih memperhatikan langkahku. Hingga aku duduk di samping Cakra ia pun mulai masuk kembali ke dalam toko.
"Kenapa kau nampak tergesa?"
"ti.. Tidak kenapa- kenapa , aku hanya takut kau menungguku terlalu lama. Ini makan dan ambillah suamiku."
"iya sayang... Letakkan lah nanti aku akan memakanya."
"Cakra apakah semua orang dapat melihatmu?"
"Iya sayang, semuanya dapat melihatku karena aku dalam bentuk wujud. Kalau aku tak terlihat aku takut semua orang akan menganggapmu gila." jawabnya sambil terkekeh.
" Kapan aku bisa bertemu dengan kedua orang tuamu?"
" Nanti orang tuaku akan datang dalam acara pernikahan kita dirumahmu. Jadi siapa yang akan kau undang?"
Mendengar perkataanya aku mulai mengernyitkan dahi dan berpikir siapa orang yang akan ku hubungi. Karena keluargaku sudah tidak ada sedangkan tetanggaku dan teman masa kecilku masih berada di pedalaman. Saat aku mulai berpikir, aku mencoba membuka tasku mungkin ada jawaban didalamnya.
Saat ku buka tasku, aku melihat benda pipih itu. Aku langsung teringat dengan Lina. Ya... Aku membeli benda itu agar aku bisa menghubunginya.
Ku buka info panggilan yang ada pada benda itu. Ya cuman ada satu nama yaitu Lina. Akhirnya aku memutuskan untuk mengundangnya.
"Hallo selamat pagi....?" sapaku
"Iya hallo selamat pagi mbak Ria... Ada yang bisa Lina bantu mbak???"
"Tidak... Aku hanya mengharapkan kehadiranmu di acara pernikahanku.."
__ADS_1
"Ooo.... Mbak mau menikah ya...? Alhamdulillah insyaallah nanti Lina usahakan datang mbak. Kapan acaranya akan diadakan mbak?"
"Acaranya akan di adakan di rumahku secara sederhana saja 5 hari lagi. Kau boleh membawa teman - temanmu."
"iya mbak... Terimakasih atas undanganya, nanti Lina usahakan datang bersama teman Lina. "
"Kalau begitu sampai jumpa di hari H ya... ?"
"iya mbak... "
Tut tut tut...panggilan pun terputus.
"Sayang aku mengundang temanku."
"iya tak apa- apa,pernikahan disini kita lakukan secara sederhana saja karena mengingat kau tak memiliki keluarga dan belum memiliki banyak teman. Tapi kita akan tetap mengundang warga setempat. "
"iya ... Aku menurut katamu saja."
Tak lama dari percakapan kami ada seseorang memakai setelan jas hitam dan menenteng sebuah koper.
"Lapor tuan, hamba menghadap, semua perintah telah hamba laksanakan. semua berkas ada dalam tas ini."
"Tunggu biar aku periksa dulu semua berkas ini! Kau tunggulah disitu !"
Cakra lantas membuka tas dan memeriksa berkas nya. Aku ikut melihat dan memeriksanya. Disana ada fotoku dan foto Cakra dalam ukuran kecil. Dan aku juga melihat status kewarga negaraan. Aku di Indonesia sedangkan Cakra berasal dari Arab. Jadi asalnya dari Arab.
"Semuanya sudah dikerjakan tuan sesuai perintah. Tamu undangan juga sudah kami undang"
" Baiklah bawa tas ini dan pergilah! Siapkan semuanya secara rapi. Aku tak mau ada gangguan saat acara kami."
"Baik tuan sesuai perintah. Saya mohon diri?"
Orang itupun langsung pergi meninggalkan kami, kami masih sementara duduk di taman.
"Kau tadi bertabrakan dengan orang?"
" Bagaimana kau bisa tau sedangkan aku belum memceritakanya padamu?"
"Aku selalu mengawasimu istriku... "
"Ya... Tadi ada lelaki yang menabrakku. Dan ini sudah ke2 kalinya. "
"Lelaki itu bernama Hendra istriku. Waspadalah padanya. Dia memiliki aura yang negatif. Aku tau mengenai asal usul Hendra."
"Cakra kenapa kau bisa mengetahui semuanya?"
"Sayang sepertinya kau melupakan sesuatu."
__ADS_1
"Apa rupanya yang terlewat dari ku?" Sambil memegang dagunya dan mencoba mengingat.
" Istriku kau tau kan aku ini bukan manusia. Dan aku sudah tercipta jauh sebelum kakek dan nenekmu."
"oh.. Iyà ... Aku hampir melupakanya. Jadi suamiku adalah seorang kakek tua." sambil mengerutkan kening.
"ya.... Begitulah bagi umur manusia, tapi tidak bagi bangsaku. Aku masih berumur 30 th, jadi sudah sepantasnya aku memperistrimu bukan?" sambil nyengir.
" Bisa gitu ya... " masih mencoba berpikir.
"haha haa..... " Cakra tak sanggup lagi menahan tawanya saat melihat reaksi istrinya. Tanganya menarik tubuh istrinya agar duduk lebih dekat padanya..
" Minumlah ! Agar kau lebih tenang..."
Sambil menyodorkan minuman pada ku. Aku segera mengambil minuman itu lantas menegaknya.
"Terima kasih sayang... "
"Oh ya istriku, sekaramg di istana ayahanda sedang bersiap menyiapkan pesta resepsi untuk kita. Dan semua raja serta ratu yang ada dibumi ini diundang."
"Jadi semua tamu undangan adalah raja dan ratu? Terus bagaimana dengan masyarakat kecil?."
"ya ... Hanya raja dan ratu atau bisa dibilang pimpinannya saja. Karena untuk menyaksikan pernikahan kita. Sedangkan untuk masyarakat kecil akan di adakan pesta selama 7 hari di tempat kelahiranku dan di tanah yang ku pimpin serta daerah yang masih menjadi kekuasaanya ayahanda."
"Jadi ada berapa kah tanah kekuasaan Ayahhanda?"
"Kalau manusia menyebutnya eropa dan Asia."
"Sini Hp mu akan ku beri tahu. "
Aku lantas memberinya Hp. Dan ku lihat di membuka sebuah aplikasi.
"Jadi ini adalah dunia dan ini adalah tanah kekuasaanku sekarang. Dan Eropa dan Asia termasuk wilayahku masih dalam tanah kekuasaanya ayahanda. "
"begitu luas dan tempatmu begitu kecil....."
" iya begitulah sayang, tapi aku selalu bersyukur mendapat kepercayaan menjadi seorang pemimpin. Masyarakat disini sangat menghormatiku dan mereka semua senang dengan posisiku sekarang."
"Bagaimana kau bisa tau? Atau itu hanya perasaanmu saja?"
" Tidak sayang, aku sering melakukan perjalanan dengan menyamar menjadi masyarakat kecil. Aku mengamati semua kondisi di sini. Dan memantau mereka semua. Hingga bantuan yang kuberikan tepat sasaran. Aku melakukan perjalanan seorang diri dari wilayah barat hingga wilayah bagian timur. Nanti aku akan melakukanya bersamamu ratuku."
" Benarkah ?"
" Tentu saja"
"oh ya suamiku aku ingin mendengar kisah tentang lelaki yang tadi menabrakku. Ceritakan ya, aku penasaran dengan ceritamu tadi . "
__ADS_1
" Baiklah, sepertinya ini masih pagi dan waktu dzuhur masih lama. Aku akan menceritakan padamu."