
"Jadi apa yang harus kulakukan....? Agar aku bisa membantumu... ?"
ucapku pada suamiku...
Jujur aku gak tau hubungan suami istri... Atau hungan orang yang sudah menikah... yang kutau kini kita berteman dan lebih dekat.
Dan saat dia berubah menjadi seperti semula entah kenapa perasaan sayangku pada bayi kecil itu berubah menjadi tidak tau ... Ini bukan perasaan sayang... Aku... Selalu deg- degan jantung ini selalu berdegup kencang dan darah ini seperti mengalir dengan cepat di tubuhku...
Perasaan apa ini.... ? Tapi aku selalu mencoba agar aku selalu biasa saja. Entahlah... Aku mampu sampai kapan menahan perasaan ini... Terlepas dari semua itu.. Aku merasa nyaman di dekatnya... Dia memperlakukan ku seperti seorang putri.
Andai saja ada ambu disisiku aku akan menceritakan kisahku padanya ... Semuanya tanpa terlewat satu kisahpun... Tapi percuma karena aku disini sendiri dan mereka semua telah tiada.
Cakra langsung mendekapku dan membawaku untuk berteleportasi... Aku kini berada di sebuah air terjun yang indah... Airnya jernih seperti kaca... Dimalam hari yang sunyi ini aku berada di tempat yang sedikit tinggi dengan pemandangan air terjun... Ditemani bulan purnama yang bersinar secara sempurna... Kemudian Cakra mendudukkan aku pada sebuah batu.
angin malam yang berhembus kian menusuk kulit. Tapi tidak dengan hatiku yang merasa kepanasan ... Ya.. Tubuh ku merasa panas dari dalam... Karena pelukan Cakra... Mungkin kalau ini siang hari, wajahku akan sangat terlihat jelas, pipiku memerah merona..
"Istriku ini adalah malam purnama yang kutunggu... Dan aku akan terbebas dari kutukan itu dengan syarat... Kamu harus mandikan lebih tepatnya kamu harus mengguyur tubuhku saat aku berendam di air terjun ìni... Untuk membuang seluruh kutukan ini dan kau hanya perlu mengguyur kepalaku sebanyak 7x.... tapi aku sangat memohon kau mau melakukanya dengan ikhlas.... Agar aku tidak berkesan memaksamu . Maka mau kah kau lakukan itu untukku?"
"ya .. Aku bersedia.... "
Ketika malam yang semakin larut dan bulan sudah ada di puncaknya, segera Cakra berendam didalam air terjun... Lantas akupun mengambil air dengan kedua tangan yang aku buat seperti cekungan agar aku bisa mengambil air.
__ADS_1
Kusirami Cakra sebanyak 7x.. Setelah selesai melakukan itu, aku melihat sinar putih dari tubuhnya... Dan ada seperti cairan hitam yang keluar dari tubuh Cakra. Cairan itu seperti larut dan terbawa air... Kini tubuh Cakra semakin bersinar...
dadanya yang bidang ada sedikit bulu di dadanya. Cakra berendam drngan posisi duduk bersila ... Dengan air setinggi dadanya saat ia duduk.. Tangan keduanya di tangkupkan 🙏 di depan dadanya... matanya terpejam tapi mulutnya terus berkomat kamit... perlahan aku berjalan ketepi dan mengamatinya dari pinggir... semakin kutatap wJahnya yang sedang fokus itu, darahku seolah bergejolak semakin kuat...
Cakra.... Kau membuat perasaanku menjadi bergemuruh . Entah pikiran dari mana ... Tapi seolah aku ingin mendekapnya tapi kuurungkan,aku harus lebih bisa menahan perasaanku.
Lama... Kupandangi wajah cakra membuat mataku menjadi lelah... Akhirnya aku mencari posisi ternyaman untuk merebahkan diriku ... Aku memilih sebuah batu yang cukup besar dan datar... Aku gak tau ini seperti diselubungi...yah... Bahkan nyamuk yang biasanya banyak ditempat begini... Sekarang biar seekorpun aku gak bisa menemukanya. Ini sangat nyaman meski aku merebahkan tubuhku di atas batu...
Kupandangi mulut cakra yang masih bergerak... lamat- lamat mataku kian meredup dan aku sudah tidak ingat lagi...
Cukup lama rasanya aku puas mengistirahatkan tubuh dan mataku... Hingga aku terbangun dan posisiku tidak lagi di atas batu melainkan diatas ranjang yang empuk.
Mataku terus memandang ke kanan dan kekiri... Ku pandangi setiap sudut ruangan ini. Dan ternyata aku mengenali ruangan ini. Ruangan yang cukup besar... Ini adalah kamar Cakra yang pernah aku datangi lewat mimpi.
Lekas aku berdiri dan mencoba mencaritau.. Kenapa kamar mandi bisa menjadi sangat gelap. Aku mencoba membukabpintunya tapi sayangnya tak dapat ku buka karena pintu itu terkunci.
"Ada orang didalam....?" tanyaku sambil mengetuk pintu...
Kebetulan akupun merasakan ingin buang air kecil... Segera ku ketuk lagi...
" tok tok tok.... Ayok lah siapapun yang di dalam tolong buka pintunya aku sudah tidak tahan... Aku nanti bisa pipis disini.."
__ADS_1
Akhirnya pintu terbuka dan Cakra yang mengenakan handuk pun keluar... Dia menatapku sambil tersenyum manis...
Tak ku hiraukan senyumannya... Karena aku sudah tidak tahan lagi aku pun berlari kecil masuk ke dalam kamar mandi...
Aku segera melepas semuanya ...aku kini tidak memakai apapun.. yang kupikirkan aku hanya mau pipis dan langsung mandi.
Setelah selesai pipis dan kubersihkan semuanya, akupun berdiri ingin berendam... Saat aku berdiri dan membalikkan tubuhku ternyata aku melupakan sesuatu.... Pintu nya lupa kututup... Hingga aku mendapati mata seseorang yang memperhatikanku sedari tadi. Tanganya ia lipat di dada dan senyumnya yang membuatku malu setengah mati..
Aku berdiri berhadapan dalam tidak mengenakan apapun ... Aku langsung salah tingkah dan lebih memilih menceburkan diri ku... Kurendam tubuh ini lantas kututup muka ini menggunakan kedua tanganku. Aku seolah tidak mampu lagi untuk menatapnya... Aku gak tau kenapa aku bisa sebodoh ini... Saat aku menunduk kurasakan ada seseorang yang membelaiku lembut dan menenangkan hatiku . Hati yang dalam kondisi malu..
Tapi aku merasakan sebelumnya aku pernah merasakan sentuhan ini. Sentuhan yang sama saat abah tiada dan saat aku harus kehilangan Ambu. Lekas kutengadahkan kepalaku agar aku bisa melihat orang itu.
" Cakra" pekikku..... Wajahku seketika memerah..
" Sudahlah istriku kau tak perlu malu... Aku ini suamimu dan aku juga berhak atas tubuhmu... Diruangan ini hanya kau dan aku... Dan kaupun telah sah menjadi istriku... "ucapnya menenangkan sambil terus meyakinkanku agar aku tidak merasa malu kepadanya.
Matanya terus melihat ke arah mataku. Aku seperti terhipnotis , melihat mata indahnya.... Wajahku tak dapat berpaling dan aku terus menatapnya hingga ia mendaratkan ciumannya di atas bibirku, dan akupun menikmatinya... Entah perasaan malu itu sirna sudah ... Kini aku menikmati ciuman kami... Semakin aku menikmatinya nafas ini seolah memburu dan merasa sesak .
Cakra melepaskan ciumanya ... hingga aku seolah dapat bernafas dengan lega ... Tapi ... bibirnya kembali mendarat di bibirku hingga tanganku menarik tubuhnya agar lebih mendekat... kami berciuman sangat lama kami menikmati momen ini..
Aku merasa nyaman bersamanya.. Cakra membuka handuk yang melilit di pinggangnya kemudian dia ikut masuk di dalam kamar mandi.
__ADS_1
Setelah itu... Ia melepaskan lagi ciumanya... kami duduk berhadapan ... Dia menarik tanganku dan menggosoknya pelan... Ya... Dia memandikan aku... Aku seperti anak kecil di buatnya.