
Sedangkan xia mei, gadis cantik itu kini berjalan menuju perpustakaan yang ada dikediamannya.
Setelah makan bersama dan membersihkan diri xia mei merasa perlu membaca beberapa buku tentang dunia baru ini.
Sebagai gadis yang mandiri sejak kecil karna ditakdirkan hidup di keluarga pebisnis. Ia menyukai sebuah tantangan. Dan itu menjadikannya menjadi sosok yang tidak kenal takut dalam menghadapi sesuatu.
Secara perlahan tangan indah miliknya mendorong pintu kayu yang ada dihadapannya
kreekkkk
Mendengar suara pintu yang terbuka membuat pelayan yang bertugas menjaga ruangan tersebut kini perlahan menghampiri pintu guna mengecek siapa yang datang.
"selamat datang putri"
dan seketika ia membungkukkan badannya ketika menyadari sosok gadis yang masuk dalam ruangan tersebut, yakni putri tunggal dari pemilik kediaman ini.
Ditengah rasa penasaran pelayan itu akan kedatangan putri xia mei karna ini pertama kalinya dia datang keperpustakaan. Karna setaunya putri xia kei tidak tertarik untuk membaca buku, ataupun hal lainnya.
"ada yang bisa saya bantu putri?"
pelayan tersebut kemudian bertanya dengan sopan.
"ahh tidak, aku hanya sedang bosan dan memutuskan untuk membaca beberapa buku"
Jawab xia mei santai
"kau bisa melanjutkan pekerjaanmu"
Lanjut xia mei yang kemudian berjalan melihat beberapa buku yang tersusun dalam rak kayu yang masih kokoh tersebut.
pelayan itu hanya menganggukkan kepalanya mengerti kemudian kembali melanjutkan pekerjaannya.
Xia mei terlihat menatap satu persatu buku yang ada disana, cukup lama hingga dia tertarik dengan buku yang ada diujung rak buku tersebut, bewarna biru dan cukup tebal
dengan perlahan ia meraihnya, setelah merasa pas ia kemudian berjalan mencari kursi yang untuk ia duduki
Yue yang senantiasa mengikuti xia mei memilih duduk disamping gadis itu, ia tidak tertarik membaca ia hanya menunggu Junjungannya itu selesai.
Tangan indah itu perlahan membuka satu lembar pertama yang ada dibuku tersebut.
yang memperlihatkan sebuah gambar peta.
"mungkinkah ini adalah peta yang menunjukkan setiap letak yang ada didunia ini"
Ia bergumam kemudian membaca rentetan tulisan yang ada disana dengan teliti.
__ADS_1
Hingga beberapa waktu membuat dirinya mengerti.
Dunia dimana saat ini dirinya berada tak jauh berbeda dengan dunia modern. Jika di dunia modern yang memiliki kuasa dan kekayaan akan di sanjung dan disegani, maka didunia ini yang memiliki kemampuan sesuai dengan tingkat kultivasi tertinggi akan begitu disegani, yang artinya didunia ini akan dikuasai oleh orang hebat atau para kultivator yang tinggi dan orang lemah akan ditindas.
Jelas hal tersebut membuat xia mei berfikir.
Apakah dia bisa menjadi kultivator hebat nantinya. Tapi ini membuat dirinya tertarik
Xia mei kemudian membuka lembar kedua.
Hutan kematian?
Bukankah itu menarik pikirnya?
ia mulai membaca lembaran tersebut dengan teliti seolah itu adalah topik menarik yang sayang jika ia lewatkan.
hutan kematian terletak dibagian utara, dan sangat las posisinya tak jauh dari wilayah kekaisaran jiang. hutan kematian sendiri terdiri dari tujuh lapisan.
perlahan tangan xia mei mulai membuka lembar selanjutnya.
Magical Beasts (Hewan Ajaib) atau didunia ini kerap disebut sebagai hewan ilahi
mata xia mei membaca itu dengan mata berbinar, gadis itu kembali serius membaca rentetan setiap kata yang ada disana
Magical Beast ini biasanya memiliki Core (inti) di dalam tubuh mereka, yang berisi esensi dan / atau basis kultivasi. Para cultivator sangat menghargai Core ini dan mereka akan memburu para Beast untuk mendapatkannya Core tersebut. Core umumnya dikonsumsi oleh seorang cultivator untuk meningkatkan basis kultivasi mereka atau digunakan dalam membuat benda magis.
'''bagaimana jika aku memiliki hewan spritual bukankah itu sangat menyenangkan''
gumam gadis itu dengan begitu senangnya, membayangkan jika dihari berikutnya ia memiliki hewan ilahi tentu membuatnya ingin berjingkrak jingkrak saat itu juga.
bukankah hewan lebih dapat dipercaya dari pada manusia?
dan itu kembali mengingatkannya pada masa lalu, dimana seorang ia sudah dianggap sebagai kakak sendiri malah merencanakan sebuah kematian yang mengerikan untuknya. dan membayangkan hal itu kembali membuat amarah didalam hati xia mei kembali berkobar
tangan xia mei kembali bergerak membuka lembar berikutnya.
Spiritual Plants / Herbs – juga disebut Rumput Roh atau didunia ini disebut dengan tanaman roh. Tanaman ajaib yang telah menyerap energi spiritual dari alam dan sangat dicari oleh para cultivator dan alkemis. Biasanya dimakan untuk menyerap energi spiritual yang dikandungnya atau disempurnakan menjadi obat-obatan roh.
''bukankah ini benar benar menabjubkan''
xia mei tampak berseru senang, kini ia menginginkan sesuatu dimana ia harus mendapatkan tanaman roh untuk membuat pil kembali.
dengan tidak sabar xia membuka lembar buku tersebut kembali
Interspatial Ring cincin ajaib atau didunia in disebut dengan cincin2ruang dimensi, cincindengan dimensi saku di dalamnya. Dengan hanya menggunakan pikiran, pemiliknya dapat menyimpan barang-barang di dalam cincin ajaib ini dan mengambil barang-barang tersebut sesuka hati. Interspatial Ring juga memiliki batasan, tergantung novelnya, misalnya, ukuran ruang penyimpanan mungkin terbatas atau cincin mungkin hanya mampu menyimpan jenis barang tertentu.
__ADS_1
''jika memiliki ini, bukankah kita bisa memiliki apapun yang kita inginkan''
guman xia mei
dan kini tangannya secara perlahan menutup buku tersebut karna merasa ia telah menghabiskan waktu yang cukup lama untuk membacanya
"yue, bisakah aku membawa buku ini, aku belum selesai membacanya"
Dia bertanya pada yue yang terlihat menguap disampingnya.
"tentu saja putri, anda bisa mengembalikannya ketika selesai membacanya"
Jawab yue kemudian.
Xia mei menganggukkan kepalanya mengerti, setelah memberitahu pelayan yang menjaga tersebut jika dirinya membawa satu buku untuk dia baca ia kemudian pergi sana.
Ditengah perjalan pikiran xia mei kembali berkelana tentang buku yang ia baca tadi.
"yue, apakah kau pernah kehutan kematian? Atau mendengar tentang hutan kematian?"
xia bertanya dengan penasaran tanpa menghentikan langkahnya.
"tentu saja saya tidak pernah kesana putri, disana sangat berbahaya ada banyak hewan buas yang bisa memangsa manusia, dan konon banyak kultivator yang pernah datang kesana tapi tidak kembali lagi"
jelas yue kemudian.
Namun didetik kemudian dia terdiam ketika menyadari sesuatu.
"anda tidak berfikir untuk kesana bukan?"
Yue bertanya dengan was was
"saya mohon putri, jangan berfikir untuk kesana, karna jendral jiang dan nyonya meilan pasti tidak mengizinkan anda"
Lanjut yue dengan panik
mendengar itu membuat xia mei terkekeh.
"bukankah kau mengatakan jika disana berbahaya, lalu untuk apa aku kesana"
Dia berkata dengan santai.
"kecuali jika aku penasaran, tentu tidak ada yang bisa menghentikanku bukan"
Lanjut xia mei dalam hatinya.
__ADS_1