Sang Penakluk Kaisar

Sang Penakluk Kaisar
memutar balikan fakta


__ADS_3

Di kediaman jiang


Tampak nyonya meilan berjalan mondar mandir di tengah rasa panik yang menerjang dirinya.


Bagaimana tidak beberapa menit setelah xia mei pergi, pelayan miliknya datang dalam keadaan tergesa gesa, memberitahu jika xia pergi kepasar menunggangi kuda.


Bayangkan bagaimana paniknya wanita paruh baya itu, putri semata wayangnya yang tidak pernah menunggangi kuda tiba tiba pergi menunggangi kuda bahkan jarak pasar dari kediamannya cukup jauh.


Tak hanya dirinya, jendral jiang pun panik namun ia bersikap tenang agar istrinya tidak semakin panik


"kau diam saja sedari tadi, ini cukup lama tapi xia mei belum saja kembali, apakah kau tidak khawatir pada putri kita?"


jendral jiang yang dicecar pertanyaan oleh istrinya itu menghembuskan nafasnya kasar.


"tentu saja aku khawatir meilan, dia juga putriku"


Jawabnya yang kemudian menghampiri istrinya. Tangannya bergerak mengelus lembut punggung meilan.


"tapi kau"


Saat hendak bertanya kembali, terdengar ringkikan kuda yang membuat mereka mengalihkan perhatian mereka.


Itu adalah xia mei, gadis yang mereka tunggu tunggu sejak tadi. Mereka mematung ditempat, dengan menatap xia mei dengan tatapan kosong yang saat ini tengah menunggangi kuda dengan begitu lihainya. Mereka terdiam dengan pikiran masing masing.


Sedangkan gadis yang saat ini yang menjadi pusat perhatian mereka seolah tak sadar jika kedua orang tuanya tengah memandangnya.


Ngikkkk


Xia mei dengan santainya menarik tali kekang kuda tersebut, hingga membuat kuda itu dengan santainya.


Happp


Xia mei turun tanpa kendala apapun, sedangkan yue sedikit kesusahan meskipun dibantu oleh xia mei.


"kau tau, kau begitu keren tadi, hanya saja lompatanmu tidak terlalu tinggi, tapi tak masalah aku menikmatinya, terima kasih"


Bisik xia mei pada kuda tersebut.


Dan ketika dia mengalihkan pandangannya, ia nampak kikuk ketika melihat tatapan orang tuanya yang seolah menatapnya dengan intens


"hormat hamba jendral jiang, nyonya meilan"


Ucap yue yang menyadari tuan rumh tersebut, dia membungkukkan badannya.


"khmmmm"


Jendral jiang berdehem untuk mengembalikan kesadarannya.


"xiaer sejak kapan kau begitu lihai menunggangi kuda, bukankah selama ini kau tidak pernah berlatih"

__ADS_1


Tanya jendral jiang dengan penuh selidik.


"itu"


Xia mei tampak bingung bagaimana menjelaskannya


"ayolah berfikir"


Batinnya gelisah


"ahh ibu tau, aku bertemu dengan seorang gadis, dia memarahiku"


Xia mei memilih mengalihkan pembicaraan, berharap ayahnya tak lagi membahas hal tersebut.


Dan benar saja ketika nyonya meilan mendengarnya ia seketika dilanda panik. Rasa penasaran mengapa putrinya bisa menunggangi kuda menguap begitu saja.


Kini dia menghampiri putrinya dengan raut wajah panik.


"siapa yang berani memarahimu ha? Dia gadis dari kekaisaran mana?"


nyonya meilan bertanya dengan penuh amarah, ibu mana yang terima jika putri kesayangannya yang baru saja sembuh kini ditindas oleh orang lain. Tentu tidak ada bukan.


Sedangkan yue benar benar kehabisan kata katanya, entah bagaimana kali ini dia bisa mengekspresikan kata katanya kali ini.


Memarahi putri xia mei? Apakah itu tidak salah? karna sebenarnya putri xia mei lah yang memarahi gadis itu, tak hanya memarahi putri xia mei bahkan mengatai gadis itu tanpa tanggung tanggung.


Selain itu, yue memiliki keterkejutan yang lain, karna selama ini meski xia mei kerap dibuli atau ditindas oleh orang orang, xia mei tidak akan memberitahukan pada orang tuanya. Bahkan dia juga mencegah yue untuk memberitahukan kepada nyonya meilan dan jendral jiang.


"aku tidak tau mengenalnya, tapi dia sempat menyebutkan namanya, tapi aku lupa"


"sebentar, siapa yah, itu yimin yah yimin hua, katanya dia putri dari seorang mentri"


setelah mendengar nama yang menindas putrinya membuat meilan mencebikkan bibirnya.


"dia begitu sombong meski statusnya ayahnya hanya seorang mentri"


Mendengar hal tersebut membuat xia mei menganggukkan kepalanya.


"bayangkan betapa kesalnya aku ibu"


dan pembicaraan itu berlanjut hingga meilan menggiring putrinya untuk masuk kedalam, meninggalkan jendral jiang dan yue diluar sana.


dan kini yue meneguk ludahnya kasar ketika menyadari kini tatapan jendral jiang yang kini menatapnya.


"ceritakan dengan jujur"


Perintah jendral jiang dengan tegas


yue tampak diam beberap waktu, kemudian memutuskan untuk membuka mulutnya karna tidak punya pilihan lain.

__ADS_1


"itu, yang diceritakan putri xia mei adalah kebalikannya"


jendral jiang yang mendengar hal tersebut mengerutkan keningnya, ia tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh yue.


"ceritakan lebih jelas"


"yang dikatakan putri xia mei, jika ada seorang gadis yang mengatainya adalah salah, karna yang sebenarnya tadi adalah putri xia mei yang memarahi putri yimin hua, bahkan dia mengatainya"


Jelas yue


Jendral jiang jelas saja kehilangan kata katanya


Putrinya menindas orang lain? Apakah itu benar? Apakah itu adalah xia mei? Ia tau itu putrinya, tapi kelakuannya itu benar benar tak seperti xia mei yang dulu.


jangankan menindas, putrinya bahkan tidak pernah mengadukan setiap orang berani menindasnya, dan kejadian hal ini jelas membuatnya terkejut.


ia tidak tau harus bereaksi seperti apa, hingga ia memilih pergi dari sana tanpa mengucapkan sepatah katapun


Yue terdiam, ia menatap punggung jendral jiang yang mulai menghilang dari pandangannya, ia tentu saja tidak heran ketika jendral akan terkejut ketika mendengar kebenarannya, karna ia sendiripun lebih terkejut karna melihat langsung kejadian itu didepan matanya sendiri.


Hanya saja yue takut, jika perilaku xia mei akan membuat jendral jiang tidak menyayanginya.


Memikirkan hal tersebut membuat yue menghela nafasnya pelan


Ditempat yang berbeda.


tampak di sebuah kediaman yang begitu mewah dan megah.


Seorang pria tampan dengan tubuh gagahnya di balut dengan jubah bludru bewarna merah maron namun dipadukan dengan dua warna lainnya yaitu merah dan warna emas.


Pria tampan itu terlihat duduk dikursi kebesaran miliknya. Mata tajam bak elang itu terlihat menatap pria yang kini tengah membungkuk dihadapannya.


"kau telah menemukan informasi mengenai gadis itu?"


suara datar dan berat itu terdengar menusuk ditelinga pria dihadapannya.


"ya lord, hamba telah menemukan informasi mengenai gadis yang anda maksud"


Prajurit itu menjawab dengan sopan namun tegas.


pria tampan itu tampak menarikujung bibirnya membentuk senyuman tipis, yang sakin tipisnya membuat orang lain tak dapat melihatnya.


"dia adalah putri dari jendral jiang, putri jiang xia mei"


dan kini lengkungan tipis itu kembali datar, ia mengenalnya, mengenal gadis itu.


Tapi apakah benar dia adalah xia mei? entah kapan terakhir kali dia bertemu gadis itu. Mungkin beberapa tahun yang lalu, yang membuatnya tidak dapat menebak bagaimana wajah gadis itu lagi.


Tapi kabar dari gadis itu kerap masuk ditelinganya, gadis yang tidak memiliki kemampuan apapun, dan kerap ditindas oleh orang lain. Tapi yang dilihatnya kemarin ia rasa itu adalah sebuah rumor yang salah.

__ADS_1


Namun satu kalimat yang diucapkan pengawal miliknya membuat sebuah rasa tidak suka bergemuruh dihatinya.


"dan putri xia mei akan bertunangan dengan putra mahkota Xiu ming bulan depan"


__ADS_2