
Dan setelah berbincang Kaisar xiu memutuskan untuk bersantai bersama.
kaisar xiu, permaisuri xinxing dan putra mahkota Xiu ming turut datang meski sebenarnya putra mahkota Xiu ming enggan untuk datang.
Dia lebih memilih menghabiskan waktu dengan fangyin yang saat ini menunggunya di kediaman miliknya, dan mungkin gadis itu merajuk saat ini.
Putra mahkota xiu ming menghela nafasnya kasar, kali ini dia harus berfikir bagaimana agar gadis itu merajuk dalam waktu yang tidak lama
Namun sesaat putra mahkota Xiu ming menatap xia mei yang duduk disampingnya, gadis itu lebih cantik atau lebih tepatnya kecantikannya berkali kali lipat bertambah saat ini. dia pikir bagaimana bisa dia selama ini tidak menyadari kecantikan dari xia mei, ahh bukankah gadis itu menggunakan riasan tebal dulu, riasan yang mirip dan biasa digunakan wanita bordil, hingga tidak heran jika dia merasa muak melihatnya.
Tapi lihat sekarang, gadis itu tampak cantik tanpa riasan apapun dengan potongan hanfu sederhana namun terlihat memukai dipakainya.
Terlebih saat melihat xia mei yang kadang tersenyum disela sela pembicaraannya dengan ibunya, senyum itu merupakan senyum terindah yang pernah dilihat putra mahkota Xiu ming selama ini, dan menimbulkan getaran aneh dalam hatinya.
"paman ini mendapat berita dari ayahmu yang mengatakan jika ternyata kau pandai berkuda"
ucap kaisar xiu kemudian, ketika dirinya mengingat jika jendral jiang mengatakan jika xia mei ternyata pandai berkuda, bukan hanya sekedar pandai tapi terlihat begitu mahir menunggangi kuda.
Dan kini dia bertanya pada xia mei untuk memastikannya sendiri.
Tak hanya permaisuri xinxing yang terkejut mendengarnya, putra mahkota Xiu ming turut terkejut, atau lebih tepatnya ia tidak mempercayainya.
"ahh itu, aku hanya mencobanya"
Jawab xia mei yang merasa bingung bagaimana menjelaskannya, dia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"benarkah? Tapi ayahmu berkata jika kau terlihat begitu mahir"
Elak Kaisar xiu yang tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh xia mei baru saja.
"ayah yang terlalu melebih lebihkan paman, aku masih belajar"
Sahut xia mei kembali, ia memaksimalkan perkataannya dengan ekspresi polos diwajahnya.
"ahh paman bibi, begini apakah paman dan bibi bisa membantuku?"
Tanya xia mei yang berusaha mengalihkan pembicaraan.
Sedangkan putra mahkota Xiu ming merasa bosan dengan keadaan, dimana dirinya merasa diacuhkan saat ini, xia mei yang biasanya selalu mencuri curi pandang padanya kini tidak lagi, gadis itu bahkan tidak pernah menatapnya sejak dirinya datang.
"apakah gadis itu sedang bersandiwara?"
Batin xiu ming yang berusaha menebak perubahan sikap dari xia mei. Dia berfikir jik xia mei saat ini hanya berpura pura mengabaikan dirinya
"mari kita lihat apakah kau benar benar sudah tidak mencintaiku lagi?"
Batin putra mahkota xiu ming kembali yang tersenyum tipis
"bantuan apa?"
Kaisar xiu bertanya dengan serius.
__ADS_1
"aku ingin membuat perhiasanku sendiri, tapi bisakah paman mempertemukan ku dengan orang di kekaisaran ini yang bisa membuatnya?"
mereka yang mendengar perkataan xia mei jelas saja merasa bingung.
"kau ingin membuat perhiasanmu sendiri?"
Tanya permaisuri xinxing cepat
"mungkin lebih tepatnya aku yang menentukan model dari perhiasanku bibi, dan orang lain yang akan membuatnya tapi aku ingin orang yang terpercaya yang melakukannya, maka dari itu aku meminta bantuan bibi dan paman"
Jelas xia mei kemudian
Lantas dia kembali memasukkan buah pir kedalam mulutnya.
kaisar dan permaisuri mengangguk mengerti.
"tentu paman mempunyai kenalan pembuat perhiasan, dilain waktu paman akan mengenalkannya padamu"
timpal kaisar xiu kemudian
"bibi baru tau jika kau begitu tertarik pada perhiasan, karna yang selama ini bibi tau kau begitu tertarik dengan menyulam"
sahut permaisuri dengan heran, seingatnya xia mei tidak pernah mengatakan apapun terkait perhiasan, dan dulu mereka berdua memiliki hobby yang sama yaitu menyulam hingga tidak heran jika xia mei kerap keistana dan mengunjungi permaisuri xinxing untuk melakukan hobby mereka bersama.
"hahaha, aku juga tidak tau apa yang terjadi pada diriku bibi, ibu dan ayahpun berkata jika ada banyak yang berubah pada diriku semenjak bangun"
Jelas xia mei yang merasa canggung dengan keadaan. Lantas kembali memasukkan buah pir kedalam mulutnya
"kau seperti orang berbeda"
Uhukkk uhhukkk
Xia mei tersedak ketika mendengar perkataan putra mahkota Xiu ming.
Permaisuri xinxing dengan panik menepuk nepuk punggung xia mei kemudian memberikannya secangkir air yang langsung diminum oleh xia mei hingga tandas.
"bagaimana mungkin dia orang berbeda, kau ini"
Sentak permaisuri xinxing pada putranya, membuat putra mahkota Xiu ming merotasi malas.
"xiaer, kau pasti telah mendengar berita tentang festival besar yang akan diadakan tidak lama lagi bukan? Paman harap kau juga bisa ikut"
Pinta kaisar xiu
Namun belum sempat xia mei menjawab, putra mahkota Xiu ming lebih dulu membuka mulutnya.
"apa pentingnya dia ikut atau tidak ayahanda kaisar, ujung ujungnya dia hanya akan ikut dari pertandingan menyulam dan bahkan diapun akan kalah dibidang itu"
Sinis putra mahkota Xiu ming, dirinya masih ingat bagaimana beberapa tahun yang lalu, dimana setiap tahunnya xia mei hanya ikut pertandingan menyulam itupun dia kalah. Benar benar memuakkan menurutnya.
Sedangkan xia mei yang mendengar itu mendengus tidak terima
__ADS_1
Dia kalah? Yang benar saja, seorang Alana Liora Davision tidak mengenal apa itu kekalahan.
"kenapa kau bisa menyimpulkan jika aku akan kalah tahun ini? Apakah kau seorang cenawang?"
Ketus xia mei yang memandang putra mahkota Xiu ming, mengacuhkan tatapan permaisuri xinxing dan Kaisar xiu yang menatapnya dengan tatapan tidak percaya.
ini pertama kalinya mereka melihat xia mei bersikap seperti itu pada putranya, benar benar terlalu mengejutkan.
Putra mahkota Xiu ming juga terkejut melihat respon dari xia mei, namun dia dengan cepat menanggapi.
"bukankah setiap tahun kau selalu seperti ini"
Sinis nya, Membuat xia mei mengepalkan tangannya.
"tapi saat ini yang berada dihadapanmu bukanlah xia mei, melainkan Alana Liora Davision"
Batin xia mei yang tidak terima dipandang remeh oleh putra mahkota Xiu ming
"lalu bagaimana jika tahun ini aku akan menang? Dan aku tidak akan mengambil kelas menyulam tapi mengambil pertandingan beladiri memanah dan berburu"
putra mahkota Xiu ming yang mendengar itu tertawa terbahak bahak, lantas memandang xia mei dengan remeh. Dia pikir gadis itu terlalu gegabah.
"kau yakin?"
Tanyanya dengan menantang
xia mei lantas menganggukkan kepalanya, kemudian berkata
"bagaimana jika kita taruhan"
Putra mahkota Xiu ming mengangkat ujung alisnya
"jika aku menang berikan pedangmu itu padaku"
Lantas semua orang kini mengalihkan tatapan mereka pada pedang milik xiu ming yang kini terletak tidak jauh dari posisi mereka.
Permaisuri xinxing dan kaisar xiu jelas tau jika pedang tersebut merupakan pedang kesayangan putranya, dimana kaisar xiu yang mendapatnya di pelelangan dan harus menghabiskan beberapa juta koin emas. Pedang tersebut bukan pedang biasa, pedang itu hanya ada satu didunia ini dan pedang tersebut memiliki elemen api yang begitu kuat sesuai dengan elemen yang dimiliki oleh putra mahkota Xiu ming.
Namun tanpa ragu putra mahkota Xiu ming menyetujuinya, berfikir jika xia mei jelas saja tidak mampu menang dari pertandingan yang dia sebutkan tadi.
Terlalu mustahil menurutnya.
"lalu jika kau kalah?"
"aku akan menjadi pelayanmu selama satu bulan"
jawab xia mei dengan cepat.
"xiaer"
Permaisuri xinxing dan kaisar xiu berteriak dengan panik, dia tau betul jika sampai xia mei kalah maka putranya akan mengambil kesempatan untuk menyulitkan calon menantu mereka.
__ADS_1
"baiklah aku setuju"
sahut putra mahkota Xiu ming dengan senyum aneh dibibirnya.