
"apa kau yakin telah memeriksa putriku dengan baik ha"
Teriak jendral jiang dengan menggebu gebu, dia mencengkram hanfu milik sang tabib dan memandangnya dengan penuh kemarahan. Dia pikir bagaimana bisa tabib tersebut mengatakan tidak ada sesuatu yang salah pada putrinya, sedangkan putrinya kini terlihat begitu pucat dengan keringat dingin yang muncul di pelipisnya.
Melihat putrinya yang kini pucat bagaikan kapas membuat rasa takut menghantam dirinya
Tubuh sng tabib terlihat bergetar takut, lagi pula siapa yang tidak takut dengan kemarahan jendral perang jiang, dimana sudah banyak orang yang mati ditangan pria itu. Bahkan sang kaisar begitu menghormati pria itu
Lantas dengan mengumpulkan seluruh keberaniannya dia berkata.
"saya yakin jendral, saya tidak menemukan sesuatu yang menjanggal di tubuh putri xia mei"
Xia mei yang melihat pertengkaran itu menghela nafasnya pelan.
"ayah sudahlah, aku tak apa hanya saja tadi aku bermimpi buruk"
Kilah xia mei, karna sebenarnya dia juga tidak tau apa yang terjadi pada dirinya, rasa sesak yang tadi dia rasa perlahan mulai mered, Dia bahkan bingung dengan tubuhnya sendiri.
Jendral jiang melepaskan cengkramannya, kemudian mendekati putrinya yang saat ini tengah duduk didalam tandu.
"kau yakin?"
Tanya jendral jiang memastikan
Lantas xia mei mengangguk kepalanya dengan lemah.
Setelah kembali memeriksa putrinya dan yakin jika tidak ada sesuatu yang buruk kini mereka kembali melanjutkan perjalanan.
Xia mei tampak memejamkan matanya namun sebenarnya dia tidak tertidur. Dengan pikiran yang begitu kacau, ada keresahan di hatinya yang sendiri tidak tau apa, rasa yang seolah ingin mendesak air matanya untuk keluar.
Seketika dia teringat akan jiao hewan sejenis hamster itu, bukankah terkadang hewan ilahi bisa diajak komunikasi melalui batin, maka dia ingin mencobanya.
"jiao, apakah kau bisa mendengarku?"
batin xia mei, hening beberapa saat hingga suara yang dia tunggu tunggu terdengar.
"ada apa gadis lemah?"
Suara itu terdengar begitu jelas ditelinganya
"Ada sesuatu yang aneh dengan diriku, aku kerasa resah untuk sesuatu hal yang tidak aku ketahui, bahkan rasanya aku ingin menangis tanpa sebab, apakah kau tau apa yang terjadi denganku?"
Keluh gadis itu, seolah dia tidak peduli dengan ejekan jiao yang mengatakan jika dirinya lemah.
"mungkin itu ada kaitannya dengan pria sombong itu"
__ADS_1
Jawab jiao dengan santai, karna menurut yang dia ketahui, konon yang menjadi gadis yang ditakdirkan menjadi pasangan raja ras demon akan terikat, bahkan mereka bisa merasakan perasaan antara satu dengan yang lainnya.
xia mei tampak memikirkannya
"mungkinkah pria itu selingkuh sehingga membuatku resah?"
Entah kenapa pikiran xia mei menuju kesana, rasa kesal kini menyergap hatinya.
Jiao tampak terkekeh di seberang sana, membuat xia mei semakin kesal saja dibuatnya.
"itu bisa saja, lagi pula untuk apa pria sombong itu mempertahankan gadis sepertimu, sedangkan ada banyak gadis hebat diluar sana, kau tau dia adalah seorang raja dan dia pantas mendapatkan gadis yang hebat untuk mendampinginya"
Ejek jiao kemudian, sebenarnya dia yakin itu tidak mungkin terjadi, mengingat bagaimana setianya seorang hangli yang rela menolak banyak gadis demi sosok yang akan menjadi takdirnya kelak bahkan tak ragu menentang kedua orang tuanya hanya untuk setia pada gadis itu, tapi dia mengatakannya hanya untuk membuat gadis itu kesal, tanpa berfikir apa akibat dari perbuatannya kelak.
Dan amarah xia mei meletup letup ketika mendengar perkataan Jiao.
"jika itu benar maka awas saja kau hangli sialan"
Batin xia mei yang mengeram penuh kemarahan.
Sedangkan dikekaisaran yang berbeda, kekaisaran Ang
Tampak seorang pria yang berdiri dengan gagahnya menghadap kearah luar jendela, Pikirannya melanglang jauh entah kemana.
"Apakah kau akan datang? Yah ku harap kau datang gadis"
Hingga terdengar suara langkah kaki yang membuat pria itu mengalihkan perhatiannya.
"Hormat hamba yang mulia putra mahkota"
Pengawal tersebut membungkukkan badannya.
"Apa kabar yang kau bawa kali ini?"
Pria yang di panggil putra mahkota itu bertanya dengan datar, dengan langkah pelan dia kemudian duduk dikursi miliknya.
"Menurut informasi yang hamba dapatkan, seluruh putri dari kekaisaran xiu akan datang, dan saat ini mereka sedang berada ditengah perjalan dan kemungkinan akan datang di hari esok"
Jelas pengawal tersebut.
Putra mahkota angbei tampak terdiam beberapa waktu, sedikit tersungging senyum tipis di bibirnya, hingga kemudian dia memberi isyarat agar pengawal tersebut pergi meninggalkannya.
"Sampai bertemu di hari esok gadis pemarah"
Gumam pria tersebut.
__ADS_1
Dan beberapa jam telah berlalu, kini xia mei sudah dilanda rasa bosan berada didalam tandu yang terlalu menyesakkan untuknya.
"Andai saja aku bisa membawa mobil baruku mungkin hidup tidak terlalu membosankan"
Gumam xia mei kemudian, Namun nyonya meilan tak sengaja mendengarnya meskipun sedikit tidak jelas.
"Kau mengatakan sesuatu xiaer?"
Tanya wanita paruh baya tersebut
Xia mei menggelengkan kepalanya sembari tersenyum tipis.
"Mungkin sebentar kita akan istirahat lebih dulu, dan akan membangun tenda untuk beristirahat dan lanjut di hari esok"
Jelas nyonya meilan kemudian
Xia mei menganggukkan kepalanya mengerti, karna sejujurnya dia juga cukup bosan karna berada di dalam tandu lebih lama lagi. Dan benar saja beberapa saat kemudian tandu yang dia naiki berhenti dan perlahan diturunkan.
Dan tampak jendral Jiang membuka tirai tandu tersebut kemudian berkata.
"Tunggulah sebentar, kami akan menyiapkan tenda lebih dulu"
Ucap jendral Jiang pada istrinya nyonya meilan. Kedua wanita itu tidak memiliki pilihan lain selain menunggu tenda selesai dibangun.
Hingga xia mei mendengar sesuatu dan itu membuatnya terkejut, meski tidak terlalu jelas terdengar namun karna dia begitu sensitif dengan suara hingga dia bisa mendengarnya dengan jelas.
"Jiao kau mendengarnya?"
"tentu saja, ku rasa kau harus segera menemukan sumber suara itu"
Ucap jiao dengan antusias.
"Apa kau punya alasan yang kuat sehingga bisa membuatku untuk mengikuti apa yang kau katakan"
timpal xia mei santai, sekalipun dia penasaran tapi dia menghemat tenaganya dihari esok.
"jika kau mengikuti apa yang aku katakan, ku pastikan kau tidak akan menyesalinya"
"Apakah kau yakin?"
Xia mei kembali bertanya untuk memastikan, Dia tidak ingin tenaganya terbuang secara percuma.
"tentu saja aku yakin"
Jawab jiao kembali.
__ADS_1
"Jika yang aku temukan tidak menarik, siapkan saja dirimu untuk kehilangan bulu bulu ditubuhmu"
Ancam xia mei, namun dia tampak tertarik karna jiao seolah begitu meyakinkan dirinya. Tapi kini dia tidak bisa bergerak dengan gegabah karna dia sudah dipastikan kedua orang tuanya tidak akan mengizinkannya. Jadi dia hanya mempunyai satu pilihan selain menunggu orang orang lain untuk istirahat, karna hanya itu waktu yang pas.