Sang Penakluk Kaisar

Sang Penakluk Kaisar
sesuatu yang mengejutkan


__ADS_3

Ditengah perjalanan menuju istana kekaisaran xiu


Suasana dalam tandu yang digunakan xia mei dan yue begitu hening, tak ada percakapan dari keduanya.


Jika xia mei merasa moodnya anjlok karna dia harus mengawali harinya dengan bertemu putra mahkota Xiu ming. Sedangkan yue terdiam karna memikirkan apa yang dikatakan oleh xia mei tadi pagi.


Mencintai orang yang tidak mengharapkan kita?


Ia rasa itu adalah mimpi buruk bagi seorang perempuan.


hingga tanpa terasa kini tandu tersebut memasuki kawasan istana.


yue turun lebih dulu, kemudian mengulurkan tangannya untuk membantu xia mei turun.


Hari ini dia mengenakan hanfu bewarna biru dengan corak dan model yang begitu sederhana, dengan rambut yang setengahnya ia gulung keatas dan beri hiasan tusuk konde yang bewarna senada dengan hanfu miliknya, sedangkan sebagian rambutnya yang tersisa ia biarkan terurai begitu saja.


Wajah cantik tanpa riasan apapun membuat beberapa pelayan terpanah melihatnya, meski xia mei kerap datang ke istana ini namun sebelumnya dia datang dengan riasan tebal sehingga membuatnya terlihat lebih tua dari umurnya.


"hormat kami putri xia mei"


Sahut mereka serempak


xia mei menganggukkan kepalanya menanggapi.


"yang mulia putra mahkota telah menunggu anda sejak tadi, hamba diperintahkan untuk mengantar anda ketempat putra mahkota"


Ucap salah satu prajurit yang menghampiri xia mei.


xia mei menganggukkan kepalanya, kemudian berjalan dengan mengikuti langkah prajurit dihadapannya.


entah beberapa langkah dan cukup membuatnya merasa capek hingga dirinya kini tepat berada dikediaman putra mahkota Xiu ming.


Xia mei mencebikkan bibirnya kesal, berfikir


"bukankah dia yang ingin mengatakan sesuatu padaku, lalu kenapa aku yang harus menemuinya"


Batinnya dengan kekesalan yang mendalam.


Dan setiba dirinya dihadapan pintu, prajurit itu membukanya dengan pelan, kemudian meminta xia mei masuk kedalam ruangan tersebut, sedangkan yue memilih menunggu xia mei diluar dengan perasaan berdebar


Dan ketika xia masuk kedalam ruangan tersebut, matanya menangkap sosok pria yang dibalut dengan hanfu bewarna hijau tua dengan aksesoris mewah yang melengkapi penampilannya.


"terlalu berlebihan"


Xia mei ingin terkekeh melihatnya.


sedangkan putra mahkota Xiu ming, ia cukup terpaku melihat kedatangan sosok gadis cantik yang kini berdiri dihadapannya.

__ADS_1


sulit untuk mengetahui jika dia adalah xia mei, namun melihat hanfu yang digunakan gadis itu membuatnya tersadar jika gadis dihadapannya adalah xia mei, karna hanfu tersebut kerap digunakan gadis yang akan menjadi tunangannya bulan depan


"aku cukup terkejut melihat kedatanganmu tanpa riasan tebal itu"


Putra mahkota Xiu ming tampak mencibir, meski dirinya tidak bisa mengelak jika xia mei dihadapannya terlihat begitu cantik berkali kali lipat dari biasanya.


Dan rasanya dia tidak bisa menolak pesona gadis itu


"tidak perlu bertele tele, cukup katakan apa maumu"


timpal xia mei dengan ketus.


Ia mengerti tatapan pria dihadapannya yang terpesona oleh kecantikannya. namun hal tersebut tak membuat xia mei bereaksi apapun, oh ayolah dia sudah terbiasa di dunia modern dengan tatapan seperti itu.


Sedangkan putra mahkota Xiu ming yang melihat respon dari gadis dihadapannya membuatnya membulatkan matanya.


"kau"


Dia ingin mengungkapkan keterkejutannya namun, xia mei kembali menyela


"aku benar benar tidak menyangka jika dijodohkan dengan pria seperti ini"


Dia mengguman dengan kesal.


Namun putra mahkota Xiu ming masih bisa mendengarnya.


"jika tidak ada yang ingin kau katakan aku pergi"


"tunggu, ada sesuatu yang ingin aku katakan"


Ia berkata dengan cepat, menahan kekesalan yang membucah dihatinya, terlebih saat dirinya mendengar gumanan xia mei tadi. Saat ini dia harus mengesampingkan amarahnya untuk membujuk gadis itu seperti janjinya pada fangying


"sejak kapan gadis ini begitu tidak sabaran"


kesalnya dalam hati


"katakan dengan cepat"


Ucap xia mei kembali dengan kesal, berlama lama dengan putra mahkota Xiu ming serasa membuat dirinya mual


"katakan pada jendral jiang untuk berhenti melakukan penyelidikan disaat kau terjatuh dikolam"


Ucap putra mahkota Xiu ming tanpa ragu


xia mei yang mendengar hal tersebut jelas saja mengangkat ujung alisnya.


"apa kau terlibat dengan kejadian yang menimpaku saat itu?"

__ADS_1


Xia mei bertanya cepat menatap putra mahkota Xiu ming dihadapannya dengan curiga.


Ditatap seperti itu membuat putra mahkota Xiu ming tergagap.


"tentu saja tidak"


jawabnya cepat.


"lantas apa alasanmu memintaku untuk memberitahu ayahku agar menghentikan penyelidikannya?"


putra mahkota Xiu ming terdiam, membuat xia mei mengangkat ujung bibirnya.


Tiba tiba sesuatu terlintas dalam otak cerdiknya.


"baiklah aku akan meminta ayahku untuk menghentikan penyelidikannya"


mendengar hal tersebut membuat putra mahkota Xiu ming tersenyum.


Kini dia benar benar merasa diatas awan karna berhasil membujuk xia mei agar menuruti perkataannya


Namun saat xia mei membalikkan badannya, dia melanjutkan perkataannya.


"dan meminta agar penyelidikan itu dilakukan olehku, dan aku harap kau tidak terlibat putra mahkota, dan jika kau terlibat, ku pastikan kau tidak akan lepas dari genggamanku"


lanjutnya kemudian pergi dari sana, meninggalkan putra mahkota Xiu ming yang terdiam kaku.


"tunggu dulu, apa dia benar gadis bodoh itu?"


Putra mahkota Xiu ming bergumam dengan tatapannya yang memandang punggung xia mei yang mulai menjauh.


Dia merasa keanehan luar biasa, ia seolah merasa menghadapi orang yang berbeda.


Tetapan itu seolah asing baginya, biasanya xia mei memandangnya penuh cinta, dan tentu saja dia bisa melihat banyak cinta dari tatapan itu. tapi tadi? dia tidak melihat itu, seolah tatapan cinta itu telah menghilang.


Sikap xia mei yang biasanya lemah lembut dan penuh kehangatan, kini tak ada lagi. berganti dengan sikap ketus dan acuh padanya.


Membayangkan hal tersebut membuat ada perasaan tidak rela dihatinya, namun dengan cepat putra mahkota Xiu ming menepisnya.


Yue yang menyadari pintu mulai terbuka kini bergerak mendekat, dan kini dilihatnya xia mei dengan senyum indah terukir dibibirnya. Melihat hal tersebut membuat yue bertanya tanya.


"apakah putra mahkota Xiu ming berlaku baik pada Putri xia mei hingga gadis itu tersenyum manis"


Dan yakin saja jika xia mei mendengarnya dia akan memberengut kesal.


sedangkan xia mei kini larut dalam pikirannya.


Tadi, ketika berada diruangan putra mahkota ia tidak sengaja melihat sebuah kain penutup wanita yang berada di bawah ranjang

__ADS_1


Bukankah itu berarti putra mahkota bermain dengan wanita lain, entah siapapun wanita itu xia mei tidak peduli yang jelas kebahagiaan menghantam dirinya saat ini. Aneh memang, mungkin jika wanita lain dia akan mengamuk habis habisan tapi tidak untuk xia mei.


Dia bisa menggunakan cara ini untuk menghentikan pertunangan mereka, bukankah tidak ada hukuman jika yang membatalkan pertunangannya adalah pihak dari keluarga kekaisaran, dia punya dua rencana yang xia mei yakini akan berhasil membuat pertunangan mereka akan gagal.


__ADS_2