
"kau benar benar sialan, aku harap aku tidak pernah bertemu denganmu lagi"
ucap xia mei kesal yang kemudian berjalan meninggalkan hangli yang terdiam membisu ketika mengetahui fakta yang selama ini dia cari
Hangli yang mendengar hal itu jelas saja gelagapan dibuatnya, ia fikir ia cukup sial hari ini, seharusnya dia bahagia dimana dia bisa menemukan takdirnya setelah menunggu bertahun tahun lamanya, namun seolah nasib sial tetap mengikutinya hingga membuat kesalahan dimana xia mei marah kepadanya.
dia dengan cepat mengikuti langkah xia mei dengan perasaan yang berkecamuk dan dihantam rasa bersalah yang teramat besar
"jangan katakan seperti itu, aku mohon maafkan aku"
Pinta hangli dengan memelas, ini pertama kalinya dia memohon pada orang lain. Dan mungkin jika orang lain yang melihatnya merek akan tercegang tak percaya. Melihat raja angkuh dan tak tersentuh itu memohon pada seorang wanita
Xia mei tidak peduli, terus melanjutkan langkahnya membiarkan pria itu mengekorinya dari belakang
Dia membuka peta miliknya, kemudian kembali memperhatikan jalan dengan benar agar dirinya tak tersesat dan memudahkannya mengingat jalan untuk kembali nanti
"xiaer aku mohon maafkan aku"
Xia mei kembali mengacuhkannya, membuat hangli frustasi dibuatnya
Dan tiba tiba pria itu menghentikan langkahnya.
"kalau begitu aku akan mengadukanmu pada bibi meilan"
dan ketika xia mei mendengarnya dia menghentikan langkah kemudian berbalik menatap pria dibelakangnya yang kini tersenyum menatapnya.
"apakah dia gila"
batin xia mei yang menatap heran pria yang sedang tersenyum kearahnya saat ini
"adukan saja, aku bisa mengatasinya"
Sahut xia mei santai
"aku benar benar tidak menyangka jika ada pria pengadu sepertimu, aku kasihan bagaimana nasib istrimu kelak, dan aku berharap semoga aku tidak memiliki pria sepertimu"
lanjut xia mei yang mencibir pria dihadapannya tanpa tanggung tanggung
Senyum hangli perlahan luntur ketika mendengar kalimat panjang xia mei yang ditujukan padanya, sebenarnya dia tidak akan mengadukannya, hanya saja ia merasa bingung bagaimana cara agar gadis itu memaafkannya, karna ini pertama kalinya dia meminta maaf pada seseorang.
dan saat dia melihat xia mei kembali melanjutkan langkahnya dia kembali gelagapan.
"aku mohon maafkan aku"
Pinta hangli kembali dengan rasa panik, namun xia mei lagi lagi mengacuhkannya.
"maafkan aku, aku akan melakukan apapun untukmu"
Mendengar itu membuat xia mei menghentikan langkah kakinya, kemudian berbalik menatap hangli yang juga menatapnya.
"kau yakin akan melakukan apapun?"
Tanya xia mei memastikan
"tentu, aku akan melakukan apapun asalkan kau mau memaafkan ku"
Jawab hangli dengan penuh keyakinan, ia sedikit lega ketika mendengar apa yang dikatakan gadis dihadapannya
__ADS_1
Xia mei melebarkan senyumnya kini dia punya ide yang begitu cemerlang di otaknya
"kalau begitu duduklah lebih dulu, aku akan menanyakan beberapa hal terlebih dahulu"
Sahut xia mei kemudian.
Hangli menurut saja, dia mengikuti xia mei menuju dibawah pohon yang cukup rindang.
"tunggu dulu"
Sahut hangli cepat ketika melihat xia mei akan duduk ditanah.
Xia mei jelas saja mematung ditempatnya, ia mengerutkan keningnya kemudian memperhatikan hangli yang sedang melepas jubah miliknya, kemudian meletakkannya di bawah tanah sebagai alas.
"duduklah"
Xia mei duduk tanpa ragu, merasa aneh dengan perubahan pria dihadapannya itu. Dia berfikir bukankah pria itu tadi seolah tak menganggap dirinya, bahkan tak ingin disentuh olehnya, lantas kenapa pria itu begitu cepat berubah, berlalu manis saat ini.
"mungkin dia merasa bersalah"
Begitu pikirnya.
"tanyakan apa yang ingin kau tanyakan"
Ucap hangli dengan senyum tipis dibibirnya, xia mei yang melihat itu terpanah beberapa waktu.
"dia sangat tampan ketika tersenyum"
Batin xia mei terpesona, namun dengan cepat dia menggelengkan kepalanya, kemudian bertanya
"apa statusmu? Maksud ku apakah kau seorang putra mahkota? Atau seorang jendral?"
"aku seorang raja, raja dari ras demon"
xia mei terkekeh mendengar jawaban dari hangli. Dia tentu saja tidak percaya dengan apa yang dikatakan pria itu
"kalau kau rajanya, berarti aku ratunya bukan?"
Sahutnya dengan tertawa hambar
"tentu saja, karna kau adalah takdirku, dan kau akan menjadi ratuku"
jawab hangli serius.
ekspresi xia mei berubah datar ketika mendengar itu. khayalan yang terlalu berlebihan menurutnya.
"aku serius"
Kesalnya
"aku juga serius xiaer"
Xia mei benar benar kesabarannya menipis menghadapi pria itu
"lalu jika kau benar benar raja dari ras demon maka buktikanlah"
Tantang xia mei kemudian, ia tentu saja tidak percaya jika hangli berasal dari ras demon
__ADS_1
"baiklah"
Xia mei menatap jengah pada hangli yang kini berdiri dari posisinya, namun didetik berikutnya matanya terbelalak lebar.
Wushhhhhh
Kini netra hitam milik hangli berubah menjadi merah darah, bahkan terdapat kedua sayap di punggungnya, dan dua tanduk yang kini muncul dikepalanya.
"wahhhhhh"
Xia mei terpukau, dia dengan cepat bangun dari posisinya, menatap setiap perubahan hangli dengan teliti.
"ini benar benar ras demon"
Gumamnya penuh takjub, tidak menyangka jika dirinya benar benar bisa melihat ras demon secara langsung, karna menurut buku yang dia baca ras demon sangat sulit untuk ditemui
"ini sangat persis dengan penjelasan yang ada dibuku itu"
Sahutnya ketika mulai memegang sayap milik hangli.
"tapi yang kau katakan jika kau rajanya apakah itu juga benar?"
Tanya gadis itu kembali
"tentu saja, aku tidak mungkin membohongimu"
"lalu apa statusmu lebih disegani dari seorang putra mahkota?"
"tentu saja"
Jawab hangli yang merasa lucu dengan segala pertanyaan yang diutarakan xia mei untuknya
"jika aku raja maka tentu statusku lebih tinggi, hanya saja kami jarang bergabung di setiap pertemuan kecuali ada pertemuan penting, kami termasuk salah satu ras yang begitu ditakuti, bahkan kaisar sekalipun"
xia mei mendengar itu dengan antusias, bukankah ini semakin mempermudah jalannya.
"kalau begitu, bantu aku untuk membatalkan pertunanganku"
tatapan hangli menjadi dingin ketika mendengar apa yang dikatakan xia mei, dia fikir bagaimana dia bisa melupakan hal sepenting itu.
gadis yang menjadi takdirnya akan melakukan pertunangan dengan pria lain? Dia jelas saja tidak akan membiarkan hal itu terjadi.
"tentu aku akan membatalkan pertunangan itu, sekalipun kau tidak meminta bantuanku"
timpal hangli dengan datar
dan entah mengapa tengkuk xia mei terasa meremang mendengarnya
"lalu apa aku harus membunuh pria itu"
Plakkk
hangli melototkan matanya tidak percaya ketika xia mei menggeplak kepalanya tanpa aba aba.
Ohh entah bagaimana reaksi orang orang jika mereka melihat apa yang dilakukan xia mei tadi. Mereka fikir bagaimana mungkin raja yang begitu mereka takuti dan segani kepalanya digeplak seorang gadis.
Namun alih alih melawan, hangli memilih diam seperti kerbau yang dicolok hidungnya.
__ADS_1
"aku ingin melakukan sesuatu kepada mereka berdua, sekali mendayung dua tiga pulau yang terlampaui"
Ucap xia mei dengan senyum mengerikan dibibirnya.