
Xia Mei menatap dengan puas terhadap sosok Pheonix yang menjadi incaran kultivator yang ada dihadapannya dan kini telah menjadi hewan kontrak miliknya.
Dia cukup puas dengan pencapaiannya kali ini, Meski tidak dapat dia pungkiri seluruh tenaganya hampir terkuras habis karna harus menghabiskan energi untuk berada didekat Pheonix tersebut.
"Siapa namamu?"
Dia bertanya dengan datar
"Setiap hewan kontrak tidak memiliki nama, dan hanya bisa diberi oleh manusia yang mengontrak dirinya"
Jawab Pheonix tersebut, Dia terlihat meringis merasakan nyeri dikepalanya karna gadis dihadapannya tadi menekan kristal inti miliknya dengan cukup kuat. Sebenarnya dia juga merasa penasaran dari mana sumber kekuatan gadis itu bahkan ilmu yang dimiliki seolah tidak terpengaruh.
Belum ada seorangpun yang berhasil menyentuh kristal inti miliknya, Namun jika mencobanya itu pernah terjadi beberapa tahun yang lalu, Dimana seorang kultivator berniat menundukkan dirinya dengan cara yang sama dengan Xia Mei tadi, Hanya saja ketika kultivator itu menyentuh inti kristal miliknya tubuhnya menjadi es lalu meleleh bagaikan air. Tapi bagaimana bisa gadis yang berada di ranah kaisar tingkat awal tidak merasakan hal itu? Namun pikirannya buyar ketika mendengar suara milik Xia Mei
"Kalau begitu namamu luke"
Xia Mei tidak tau arti nama itu, Hanya saja dia tidak ingin membuang tenaganya hanya untuk memikirkan sebuah nama, Dan nama luke dia ambil karna mengingat jika dia memiliki rekan kerja yang memiliki nama itu.
Phoenix itu hanya mengangguk, meski merasa asing dengan nama yang diberikan padanya.
"Pergilah, Aku akan memanggilmu ketika aku membutuhkanmu"
Usir Xia Mei yang terlihat tidak begitu mementingkan keberadaan luke, dia tampak biasa saja saat ini.
"Gadis bagaimana jika kau meminta dia untuk masuk di cincing ruang milikmu, kau harus tau saat inti kristalnya terluka dan butuh waktu dan tempat yang memiliki energi qi untuk memulihkan kembali kemampuannya"
Dan tiba tiba Jiao menyela dengan cepat
Xia Mei mendengar itu mengerutkan keningnya, Dia rasa dia tidak melakukan hal yang begitu buruk lantas kenapa Jiao mengatakan jika hewan itu terluka dan terdengar cukup parah.
"Dia terluka? Apakah kau yakin jika dia binatang terhebat? Bagaimana mungkin dia bisa terluka hanya dengan gadis lemah sepertiku, Aku bahkan tidak melakukan apapun"
Ucap Xia Mei yang kini tengah bermonolog dengan Jiao.
__ADS_1
Sang Pheonix terlihat memandang Xia Mei dengan masam, Dia tentu saja bisa mendengar pembicaraan gadis dihadapannya.
Dia hewan lemah? Yang benar saja, Dia tidak menyangka ada sosok manusia yang berani mengatainya lemah. Dan jika saja dia lemah tidak mungkin ada banyak para kultivator yang memburu dirinya
"Bisakah kalian berhenti membicarakan diriku"
Luke berkata dengan masam.
Xia Mei jelas saja terkejut, Tidak menyangka jika Pheonix itu bisa mendengar percakapan dirinya dengan Jiao, Namun dia tidak merasa bersalah karna mengatakan jika luke lemah.
"Lalu tunggu apa lagi, Masuklah ke cincing ruang milikku, Aku harus kembali secepatnya sebelum ayahku menyadari jika aku tidak berada didalam tenda"
Ketika diperintah seperti itu rasanya luke ingin mengamuk sekarang juga, Namun membayangkan bagaimana gadis itu menaklukkannya dia memilih diam lalu masuk kedalam cincing ruang milik Xia Mei
Xia Mei menghela nafasnya pelan, Dia benar benar harus mengistirahatkan dirinya saat ini, Lantas dia mulai menghilang setelah menggunakan ilmu teleportasi miliknya.
Beberapa saat setelah kepergian Xia Mei terlihat beberapa orang datang ketempat tersebut dengan cukup tergesa gesa.
"Kau yakin mendengarnya?"
"Tentu saja, Aku mendengarnya dengan jelas, aku tidak mungkin salah mengenali suara, Bukankah aku telah bertemu beberapa kali dengan Pheonix itu"
Pria satunya tampak berkata dengan yakin, mereka bertiga adalah seorang kultivator hebat yang saat ini tengah memburu Pheonix yang baru saja di kontrak oleh Xia Mei.
"Apakah ada kultivator lain yang telah mendapatkannya?"
"Aku rasa itu tidak mungkin, Mungkin saja Pheonix itu pergi setelah mengetahui kedatangan kita"
"Ya itu mungkin saja"
Setelah melakukan perdebatan mereka kembali melanjutkan perjalanan untuk berburu. Entah bagaimana reaksi mereka jika mengetahui jika hewan yang mereka buru telah menjadi milik seorang gadis.
Sedangkan di sisi lainnya
__ADS_1
Putra mahkota Xiu ming terlihat membuat keributan didepan tenda Xia Mei.
"Apakah kau tidak tau siapa aku? Aku adalah calon tunangan dari putri Xia Mei"
Putra mahkota Xiu Ming berkata dengan tegas, Dia cukup jengkel ketika prajurit dihadapannya melarang dirinya masuk untuk menemui Xia Mei, Entahlah dia tidak tau apa yang terjadi pada dirinya yang tiba tiba merindukan gadis yang menjadi calon tunangannya, Dia ingin melihat wajah cantik gadis itu.
"Maafkan kami yang mulia putra mahkota, Tapi putri Xia Mei tidak menyukai jika ada orang lain yang menganggu tidurnya"
Prajurit tersebut berusaha menjelaskan dengan sopan, Dia lebih memilih untuk menghentikan putra mahkota Xiu Ming, Karna untuk menghentikan kemarahan Xia Mei ketika tidurnya di ganggu itu terasa mustahil.
"Apa yang kau katakan ha, Aku bukan orang lain baginya, Semua orang jelas tau jika aku adalah calon tunangannya"
Putra mahkota Xiu Ming sedikit berteriak mengatakannya, Membuat prajurit itu takut jika putri Xia Mei terbangun.
Dan benar saja, Belum sempat dia membuka mulutnya, Tampak seorang gadis keluar dengan penampilan yang acak acakan, Dia menatap putra mahkota Xiu Ming dengan datar.
"Tidak bisakah kau tidak membuat keributan ha"
Teriak Xia Mei dengan menggelegar, Dia menatap putra mahkota Xiu Ming dengan tajam.
putra mahkota Xiu Ming tersentak kaget dibuatnya, Ini pertama kali dirinya melihat gadis itu marah, Karna selama ini jangankan untuk marah bersikap ketuspun Xia Mei tidak pernah.
"Apa maumu ha, Kau jelas tau ini waktu istirahat berhenti membuat keributan ditendaku, Pergi ke tenda kekasihmu dan bercinta disana, Dasar pria menyebalkan"
Oceh Xia Mei tanpa henti yang kemudian masuk kembali kedalam tenda miliknya dengan membawa amarah yang begitu menggebu gebu. Saat ini dirinya tidak berminat untuk bertengkar dengan siapapun dia hanya butuh istirahat untuk mengembalikan energinya tapi saat dirinya hendak memejamkan matanya suara bising dari calon tunangannya itu benar benar membuatnya terganggu.
Sedangkan mereka yang menyaksikan dan mendengar perkataan Xia Mei mematung tidak percaya.
Pria menyebalkan? Bercinta.
Ohh astaga terlalu mengerikan untuk mereka dengar.
Sedangkan bagi putra mahkota Xiu ming berfikir berbeda, Dia berfikir jika Xia Mei cemburu padanya.
__ADS_1
"Kau berkata tidak lagi menyukaiku, tapi sikapmu seolah cemburu dengan kekasih gelapku"
Batin putra mahkota Xiu Ming, Pria itu menarik ujung bibirnya, membentuk senyuman tipis yang tidak disadari oleh semua orang. Lantas dia bergegas pergi dari sana tanpa mengatakan apapun.