
"ini"
Nyonya meilan kehilangan kata katanya ketika melihat tanda lahir yang kini berada dipundak putrinya.
"apakah aku memilikinya sejak kecil, ibu?"
Xia mei bertanya dengan penasaran karna merasa heran dengan respon ibunya itu, seolah wanita itu tidak pernah melihat tanda lahir yang ada dipundaknya
"kau memilikinya sejak lahir, hanya saja tanda itu terlihat samar samar bahkan ibu tidak bisa menebak jika itu adalah gambar Phoenix"
Jelas nyonya meilan kemudian, sungguh dia tidak menyangka jika putrinya memiliki tanda lahir yang dimana gadis yang memiliki itu merupakan gadis yang ditakdirkan menjadi ratu dari ras demon.
Lantas dia tiba tiba teringat dengan pertunangan putrinya yang akan diadakan bulan depan, tapi sekarang sebuah fakta baru yang mengejutkan mereka yakni putri mereka merupakan gadis takdir yang telah di cari cari oleh ras demon selama ini.
"bagaimana ini? Pertunangan xiaer akan diadakan bulan depan? Jika berita ini sampai tersebar akan memicu peperangan antara ras demon dan manusia"
nyonya meilan berkata pada jendral jiang dengan khawatir.
"ibu jangan khawatirkan apapun karna aku yang akan menyelesaikan ini"
Ucap xia mei yang mengerti dengan apa yang dikhawatirkan oleh ibunya tersebut.
"xiaer, ini bukan masalah kecil yang seperti kau fikirkan nak, terlebih sekarang kita tidak bisa bertindak secepat itu dimana besok kita mulai mengatur keberangkatan kita untuk mengikuti festival besar di kekaisaran Beldic"
jawab jendral jiang yang juga merasa resah dengan keadaan
Xia mei yang mendengar itu lantas tersenyum tipis yang membuat kedua orang tuanya tidak menyadarinya. Dia punya rencana tersendiri mengenai hal itu. Lantas dia kembali berkata
"aku mengerti apa yang kalian khawatirkan, tapi percaya padaku aku yang akan menanganinya ayah, aku akan menangani masalah ini secepatnya "
Sahut xia mei yang berusaha meyakinkan kedua orang tuanya, dan mau tidak mau jendral jiang dan nyonya meilan menyetujuinya karna mereka benar benar tidak menemukan solusi dari masalah ini, mereka hanya berharap jika dewa kali ini berpihak pada putrinya.
"baiklah, ayah serahkan masalah ini padamu ayah harap kau bisa menyelesaikannya"
Pasrah jendral jiang, namun tiba tiba dia bertanya dengan penasaran.
"bukankah itu adalah cincin ruang?"
Tanyanya kembali dan xia mei menganggukkan kepalanya.
"tapi kau mungkin tidak bisa menggunakannya xiaer"
Xia mei menggeleng dengan cepat kemudian berkata
"tentu aku bisa menggunakannya"
"tapi bagaimana bisa kau"
Tiba tiba jendral jiang menghentikan perkataannya ketika menyadari sesuatu lantas dia kemudian memeriksa sesuatu dan faktanya dia membulatkan matanya dengan terkejut
__ADS_1
"xiaer sejak kapan kau bisa berkultivasi?"
Jendral jiang bertanya dengan terkejut, bukankan dantian milik putrinya rusak hingga tidak memungkinkannya bisa untuk berkultivasi. Tapi yang membuatnya semakin terkejut adalah saat ini putrinya telah berada diranah jendral tingkat akhir.
"bagaimana bisa?"
Batinnya bertanya tanya
Nyonya meilan yang mendengar perkataan suaminya juga dengan cepat memeriksa kultivasi putrinya, dan dia kini bereaksi sama seperti jendral jiang.
Bagaimana tidak, kini putrinya telah mengalahkan fangyin yang merupakan genius dikekaisaran xiu, dan gadis itu perlu bertahun tahun untuk mencapai ranah itu tapi bagaimana bis putrinya bisa secepat itu.
"itu sejak kemarin, hangli yang membantuku, sayang sekali aku hanya bisa menembus hingga ranah jendral tingkat akhir, tapi tidak apa bukan ayah setidaknya ini tidak mengecewakan"
ucap xia mei dengan santai.
Sedangkan jendral jiang dan nyonya meilan tidak tau harus memberikan respon seperti pada ketika mendengar perkataan putri mereka.
mengecewakan? Bisa mencapai ranah jendral tingkat akhir dalam satu malam siapa yang berani bilang itu mengecewakan? bahkan orang orang untuk mencapai ranah itu membutuhkan waktu yang bertahun tahun lamanya, tapi putrinya hanya membutuhkan satu malam, kini mereka memandang horor pada putrinya itu.
Dan ketika mereka tengah berbincang tampak seorang pelayan bergerak mendekati mereka.
"Maafkan hamba jendral, nyonya meilan putri xia mei"
Ucap pelayan tersebut yang membungkukkan badannya
Lanjut pelayan tersebut.
Xia mei yang mendengar itu seketika mengembangkan senyum terbaiknya, itu berarti pakaiannya telah siap bukan?
dengan cepat dia bergerak dari posisinya kemudian berlari hingga membuat jendral jiang dan nyonya meilan merasa cemas takut jika putri mereka terjatuh.
"xiaer jangan berlari kau akan terjatuh"
Teriak nyonya meilan dengan panik.
Yue dengan tertatih mengikuti nonanya yang kini berlari begitu cepatnya, sepertinya mulai sekarang dia harus mempunyai tenaga lebih untuk mengikuti nona mudanya itu, karna semenjak bangun xia mei selalu bergerak begitu aktif dan kadang membuatnya kewalahan.
Nyonya huo yang menunggu xia mei tampak melebarkan senyumnya ketika melihat gadis itu yang kini berlari kearahnya.
"hormat hamba putri xia mei"
Ucap wanita paruh baya itu dengan ramah.
Xia mei menganggukkan kepalanya dan melebarkan senyumnya.
"apakah hanfuku telah selesai nyonya huo?"
Tanya gadis itu kemudian, dia lantas menggiring nyonya huo dan pelayannya masuk kedalam kamar miliknya.
__ADS_1
"tentu putri, saya telah berjanji pada anda untuk menyelesaikannya sebelum festival besar"
Jawab nyonya huo tanpa menghentikan langkahnya mengikuti xia mei yang kini berjalan masuk dikamar miliknya.
"nyonya huo adalah wanita yang selalu memegang janjinya, saya salut untuk itu"
Puji xia mei kemudian.
"terima kasih atas pujiannya putri"
Xia mei menganggukkan kepalanya. Kemudian nyonya huo tampak memberi isyarat pad pelayannya untuk memperlihatkan beberapa lembar hanfu yang telah mereka kerjakan.
Xia mei menantinya dengan begitu antusias, dan ketika hanfu merah muda kini berada ditangannya dia dibuat takjub karna ini benar benar sesuai dengan keinginannya.
"aku aka mencobanya lebih dulu"
Ucap xia mei kemudian berlalu dari sana, dan beberapa saat kemudian xia mei datang dengan hanfu baru miliknya membuat semua orang yang ada ditempat itu terpanah melihatnya.
"sangat indah"
Ucap nyonya huo tanpa sadar
Mendengar itu membuat xia mei mengembangkan senyumnya.
"terima kasih nyonya huo, ini benar benar sesuai yang aku inginkan"
xia mei berkata dengan senang, kemudian memperhatikan dirinya dicermin yang kini ada dihadapannya.
"sama sama putri"
Timpal nyonya huo, dia benar benar tidak menyangka jika hanfu yang menurutnya aneh itu kini tampak begitu memukau setelah dipakai, benar benar terlalu luar biasa, bahkan dirinya tidak menyangka jika dirinya yang membuat hanfu indah tersebut.
"kelak nyonya huo bisa membuat hanfu seperti ini untuk diperjualkan, tapi untuk meraih keuntungan yang begitu besar sebaiknya anda membuatnya hanya beberapa, dan jual dengan harga tertinggi saya yakin jika para putri akan berlomba lomba membelinya nanti meski dijual dengan harga tertinggi"
Jelas xia mei kemudian.
Nyonya huo tampak terdiam mendengar itu, cukup takjub mendengar apa yang dikatakan xia mei, karna tak hanya bisa membuat hanfu indah ternyata gadis itu juga paham mengenai bisnis.
"terima kasih atas sarannya putri, maka dengan ucapan terima kasih saya biarkan saya memberikan anda 50 persen dari hasil penjualan hanfu yang akan kami buat nantinya"
Ucap nyonya huo kemudian, dia tidak merasa rugi sedikitpun memikirkannya karna bagaimanapun gadis itu yang membuat desainnya dan tentu saja dia mempunyai hak dari penjualan hanfu mereka nantinya.
Xia mei yang mendengar perkataan nyonya huo tertawa hangat
"terima kasih nyonya huo, tentu saya tidak akan menolak niat baik anda"
Ucapnya kemudian.
Sedangkan sepasang suami istri yang kini berdiri didepan pintu kamar milik xia mei tampak mematung ditempatnya. Mereka fikir sejak kapan putri mereka pandai dalam berbisnis?
__ADS_1