Sang Penakluk Kaisar

Sang Penakluk Kaisar
Bertemu dengan selingkuhan.


__ADS_3

Dipagi harinya, dikamar milik xia mei gadis itu tampak memakan makanan miliknya dengan muka yang ditekuk.


"apa aku tidak bisa menolak?"


Dia bertanya pada yue untuk kesekian kalinya hingga membuat pelayan miliknya itu menghela nafasnya pelan.


"tidak putri, jika anda menolak itu akan dianggap perilaku tidak sopan terhadap permaisuri"


Jelas yue kembali


Mendengar itu xia mei mendecakkan bibirnya kesal


"ckck bukankah menolak ajakan seseorang itu adalah hal yang wajar? Bagaimana bisa penolakan bisa dianggap sebagai sikap tidak sopan"


Kesalnya


Yue hanya diam tampa membuka kembali suaranya, entahlah dia tidak tau bagaimana lagi dia harus menjelaskannya pada Junjungannya itu.


"sepertinya aku akan menikah dengan seorang raja dimasa depan, dimana aku akan bebas melakukan apa saja tanpa perlu memikirkan apapun"


Batin xia mei yang bertekad untuk menemukan pria dambaan yang bisa menunjang kebebasannya dimasa depan.


Setelah menyelesaikan sarapannya, tampak sang ayah yang tidak lain jendral jiang yang segera mengajaknya untuk keistana, karna tadi pagi dia mendapatkan surat dari permaisuri yang meminta xia mei untuk datang keistana.


dengan muka ditekuk xia mei mengikuti jendral jiang, selama perjalanan menuju istana dia menutup mulutnya, karna semakin jengkel ketika dirinya diharuskan menggunakan tandu.


"ohh yang benar saja, kuda lebih baik"


batin dia kesal, lalu ketika dirinya membayangkan dimana ketika disana dia akan menemukan pria sialan itu, semakin membuat moodnya memburuk


"huffttttt"


Dia menghela nafasnya kasar


"ada apa xiaer?"


Dia bertanya pada putrinya yang kini duduk disampingnya, karna ia tidak sengaja mendengar xia mei menghela nafasnya kasar


Xia mei menggelengkan kepalanya


"jika kau mengantuk tidurlah, ayah akan membangunkanmu ketika sampai"


ucap jendral jiang kembali dengan hangat.

__ADS_1


Lantas xia mei mengangguk mengiyakan, ia memilih memejamkan matanya karna jarak dari kediaman jiang menuju istana lumayan jauh. Dan masih memerlukan waktu yang lama hingga mereka tiba ditempat tujuan mereka


Ditempat lain


tampak seorang gadis tengah tersenyum sembari memilih hanfu yang akan digunakan pagi ini untuk ketempat spesial, dimana tadi pagi dia mendapat surat dari seseorang yang dia cintai yang memintanya untuk menemuinya ditempat biasa mereka bertemu.


"aku ingin menggunakan hanfu merah ini"


Ucapnya kemudian pada pelayan miliknya


Lantas pelayan itu dengan cepat menganggukkan kepalanya kemudian membantu gadis itu dengan cepat bersiap siap


Dan butuh waktu lama untuk selesai karna fangying merasa harus tampil luar biasa seperti biasanya.


tok tok tok


wei yang merupakan pelayan milik fang ying segera berlari menuju pintu untuk melihat siapa yang datang. Sedangkan fangyin sibuk memperhatikan dirinya dicermin


"aku terlalu cantik, tidak heran banyak yang tergila gila padaku termasuk putra mahkota"


gumamnya dengan penuh percaya diri


namun yang dikatakan fangying tersebut adalah fakta, dia salah satu gadis tercantik dari kekaisaran xiu, bahkan banyak para pangeran yang mengajukan lamaran untuknya, hanya saja dia menolak karna dia telah mencintai seseorang yakni putra mahkota xiu min, namun tanpa dia sadari rasa cintanya pada sebuah tahta lebih besar dari rasa yang dia miliki untuk putra mahkota Xiu ming. Ia begitu menyukai kekuasaan dan membayangkan dirinya menjadi seorang permaisuri benar benar menjadi impiannya sejak dulu.


Menteri keuangan istana yang tidak lain adalah tuan fang menuruti keinginan putrinya, bukankah dengan putrinya yang menjadi seorang permaisuri akan membawakan keberuntungan untuknya juga


Dan tak hanya sampai disitu, ia harus membeli pil pil yang membuat tingkat kultivasi putri semata wayangnya itu agar meningkat dengan pesat. Hingga tidak heran jika putri fang ying disebut sebagai genius dari kekaisaran xiu, karna diumur yang masih tujuh belas tahun dia telah mencapai tingkat jendral menengah.


Dan sepertinya buah yang mentri fang tanam kini berbuah manis, dimana putra mahkota tertarik pada putrinya. Tentu saja itu menjadi awal yang baik untuk langkah putrinya dimasa depan.


"putri, prajurit mengatakan jika tandu ada telah siap"


Ucap wei kemudian.


Fang ying menganggukkan kepalanya, lantas dia dengan cepat berdiri dari posisinya kemudian bergerak menuju tandu dengan sedikit tergesa gesa karna dia sudah tidak sabar bertemu dengan pria yang dia cintai.


Di tandu milik xia mei


Gadis itu perlahan membuka matanya


"hoamm"


Gadis itu menutup mulutnya, kemudian membuka jendela yang ada di tandu tersebut

__ADS_1


"tidak lama lagi kita akan sampai"


Ucap jendral jiang yang mengerti jika saat ini putrinya itu telah bosan.


"bukankah seharusnya kita menggunakan kuda saja, itu lebih cepat"


Ucapnya yang sedikit protes pada ayahnya itu


mendengar itu jendral jiang dengan cepat menggelengkan kepalanya


"itu tidak mungkin, menggunakan kuda bersamamu bisa menimbulkan banyak bahaya, kita tidak tau apa yang akan terjadi nanti, saat ini kau harus hati hati xiaer, ada banyak orang yang tidak menyukaimu karna sebentar lagi kau akan bertunangan dengan putra mahkota"


Jelas jendral jiang kemudian


"lalu bukankah itu bagus, aku bahkan tidak tertarik dengan pertunangan ini, jika niatnya hanya ingin membatalkan pertunanganku maka aku tidak masalah, hanya saja jika yang dia lakukan mengusikku mungkin mereka memilih tindakan yang salah besar"


batin xia mei, ia tidak mungkin mengatakan hal itu pada ayahnya bukan.


Lantas selang beberapa saat kini mereka telah tiba diistana.


Jendral jiang turun lebih dulu, kemudian xia mei yang dibantu olehnya.


Yue kemudian datang menghampiri mereka, karna tadi dia duduk ditandu yang berbeda


dan tak berselang lama, sebuah tandu datang, itu adalah tandu milik fang ying.


Xia mei mengerutkan alisnya ketika melihat gadis yang baru saja turun dari tandu tersebut yang tampak menatapnya dengan sinis.


"apakah pemilik tubuh ini pernah bertengkar dengan gadis itu"


Batinnya bertanya.


Namun ia memilih tak mempedulikannya, dan terlihat seorang pelayan menghampiri mereka


"putri, anda diminta untuk menemui yang mulia permaisuri segera"


Sahut pelayan tersebut.


Xia mei menganggukkan kepalanya pelan meminta izin pada jendral jika dia akan pergi lebih dulu, lantas dia mulai mengikuti langkah pelayan tersebut, cukup lama namun mata xia mei tak sengaja menangkap sesuatu yang membuat dia mengangkat sudut bibirnya.


"ternyata tadi aku bertemu dengan gadis yang menjadi selingkuhan calon tunanganku, bukankah itu menarik"


Batin xia mei ketika dirinya tadi melihat gadis yang menatap sinis padanya kini berjalan masuk di sebuah ruangan dimana dia pernah bertemu dengan putra mahkota dulu.

__ADS_1


Xia mei terkikik senang.


Bukankah dirinya tidak perlu mencari tau siapa pemilik dari kain pelindung gadis yang dia lihat dikamar putra mahkota, karna gadis itu telah menampakkan dirinya sendiri


__ADS_2