Sang Penakluk Kaisar

Sang Penakluk Kaisar
Takluk


__ADS_3

Mata Xia Mei berbinar mendengar apa yang dikatakan oleh Jiao. Tidak ada ketakutan yang terpancar dari sorot matanya, Menaklukkan dunia? Ohhh itu terlalu menggoda baginya, Sekalipun dia tau jika menaklukkan sosok dihadapannya tidaklah mudah, Tapi bagaimana dia bisa mengetahui jika dia tidak mencoba bukan.


Dan saat Jiao ingin mengatakan sesuatu, kini Xia Mei telah bergerak lebih dulu hingga membuatnya mendengus kasar.


"Gadis itu benar benar ceroboh"


Dengus Jiao


Xia Mei telah menghilang dibawa angin, menggunakan ilmu teleportasi pertama kali dan berhasil membuatnya tidak ragu menggunakan ilmu itu kembali.


Wushhhh


Dan kini tubuh mungil itu tepat berada dihadapan sosok yang begitu disegani di seluruh benua ini bahkan menjadi sosok yang paling diburui oleh para kultivator.


Xia Mei membuka matanya, dilihatnya kini seekor burung Phoenix yang begitu besar dihadapannya. Disayap sisi kanannya bewarna merah keemasan sedangkan di sisi kirinya berwarna biru. Mata bulat yang indah itu menatap penuh takjub pada sosok Phoenix tersebut.


Sedangkan dengan sudut pandang yang berbeda, Tampak Phoenix tersebut menatap Xia Mei dengan datar


"Apakah tidak ada lagi kultivator yang cukup kuat untuk menaklukkan ku, Kini mereka hanya mengirim seorang gadis yang berada diranah kaisar tingkat awal"


Phoenix tersebut tampak mendengus, Menatap tidak suka kearah Xia Mei yang kini juga menatapnya.


Sedangkan Xia Mei yang ditatap seperti itu jelas saja tersinggung, Dia adalah seorang gadis yang begitu menjunjung tinggi hrga dirinya, Hingga ketika melihat seekor burung yang mengatainya dia jelas saja tidak terima.


"Kau benar benar terlalu gegabah gadis bodoh"


Jiao turut mengatainya di seberang sana.


Xia Mei hanya diam tak menggubris keduanya, Namun aura dari tubuhnya terasa berbeda dan Phoenix tersebut menyadarinya.


Mata indah Xia Mei terlihat menyipit tidak senang, dan didetik berikutnya.

__ADS_1


Wushhhhh


Xia Mei melompat tepat diatas punggung Phoenix tersebut, Dia jelas saja tidak gegabah dia percaya dengan kemampuannya, Sekalipun fisik dari tubuh yang dia tempati tidaklah sekuat di dunia modern, Tapi cara berfikir seorang Alana Liora Davision yang berada di fisik lemah tersebut, Dan jelas saja dia hanya perlu tau kelemahan dan bagaimana cara untuk mendapatkannya karna jika bertarung dengan fisik dia jelas saja kalah.


Xia Mei sendiri belum tau elemen apa yang dia miliki bahkan jikapun dia tau dia tidak tau menggunakannya, Dan kini dia hanya mengandalkan ilmu beladirinya.


Takkkkk


Phoenix yang merasakan jika Xia Mei kini berdiri diatasnya segera mengaum dengan penuh kemarahan, Dia adalah binatang surgawi dan membiarkan orang rendahan berdiri di atas tubuhnya tentu saja dia tidak rela.


"Berhenti berteriak, kau tau suaramu itu sangat jelek, ku beri pilihan untuk mengikat kontrak denganku, atau kau akan menyesal"


Sarkas Xia Mei


Jiao diseberang sana jelas kehilangan kata katanya, Dia fikir dari mana gadis itu mendapatkan sifat kesombongan yang begitu tinggi hingga berani mengancam seorang binatang surgawi.


Phoenix tersebut semakin geram dibuatnya, Dia tidak pernah menghadapi kultivator yang berani mengancam dirinya, Tapi dihadapannya kini hanya seorang gadis yang berada di ranah Kaisar tingkat awal tapi berani mengancamnya, apa jadinya jika para dewa melihatnya mungkinkah mereka semua akan menertawakan dirinya


Dan tampa aba aba, Phoenix tersebut terbang dengan kecepatan tinggi, Xia Mei jelas saja tidak merasa takut, Bahkan jika matipun dia bisa menerimanya bukankah dia pernah mati sekali lalu apa yang harus dia takutkan. Xia Mei berusaha menjaga keseimbangannya karna sejujurnya dia sedikit kesusahan karna Phoenix tersebut berusaha terbang secara acak sehingga hampir beberapa kali membuat dirinya terjatuh.


Xia Mei memutar otaknya, Kini dia harus berfikir dengan cepat, Dia ingin menyerang namun tidak memiliki senjata apapun, Dia fikir yah dia cukup gegabah kali ini. Lagi pula ini salah jiao karna tidak memberitahu dirinya jika dia akan bertarung bukan, memikirkan hewan kecil itu membuat Xia Mei ingin mencabut seluruh bulunya hingga tuntas.


Tapi saat ini bukan waktu yang tepat, Dia kembali memutar otaknya hingga tangannya bergerak meraih sebuah jepit rambut dikepalanya.


"Aku harap kau berguna"


Gumam gadis tersebut


"Menyingkir dari tubuhku gadis lemah"


Phoenix itu mulai kehabisan kesabarannya, Karna sejak tadi gadis itu tak kunjung jatuh dari tempatnya.

__ADS_1


"Lalu kenapa kau tidak bisa menyingkirkan gadis lemah ini dari tubuhmu Pheonix jelek"


Sarkas Xia Mei yang membalas perkataan burung tersebut.


Dan ketika merasa waktu yang pas Xia mei melompat tepat dikepala Phoenix itu, Dan dilihatnya sebuah benda yang terlihat seperti kristal dengan ukuran yang cukup besar dan bewarna hitam.


Seketika Phoenix itu merasa ada sesuatu yang buruk akan terjadi ketika merasakan gadis itu kini berpindah tempat di kepalanya


"gadis jangan melakukan hal yang konyol"


Dia berkata dengan sedikit cemas, takut jika Xia Mei melakukan apa yang ada pikirannya.


Xia Mei menarik ujung bibirnya, Dia tentu saja mengetahui seluruh tentang Pheonix yang kini ada bersamanya, Dimana didalam buku yang pernah dia baca tertulis dengan jelas keunggulan dan kelemahan binatang surgawi itu. Dia telah mengincarnya sejak lama berharap jika suatu saat nanti dia akan bertemu dengan hewan itu, Dan keinginannya benar benar terwujud bukankah dewa begitu baik padanya.


Dan sesuatu yang dia dapatkan adalah, setiap kelemahan dari hewan ilahi maupun surgawi terletak pada inti kehidupan atau biasa disebut dengan inti kristal yang biasanya terletak di kepala.


Xia Mei melompat dengan tinggi, dan


Brakkkk


Dia menekan jepitan rambutnya tepat ditengaj inti kristal tersebut, tekanan yang cukup kuat hingga membuat sang Pheonix berteriak nyaring.


"Arghhhhhh apa yang kau lakukan?"


Namun Xia Mei seolah menulikan telinganya, dia semakin kuat menekan jepit rambut miliknya.


"Ikat kontrak denganku atau kau akan musnah"


Ucap Xia Mei dengan dingin.


Jiao yang menyaksikan jelas saja kehilangan kata katanya, Dia fikir dari mana gadis itu menemukan tenaga yang begitu besar. Sedangkan jangankan untuk menaklukkan hewan itu mendekat kearahnya butuh tenaga dalam yang begitu besar, Dan tentang kristal inti dari sang Pheonix dimana tidak sembarang orang yang bisa menyentuhkannya karna jika orang yang benar benar tidak menggunakan teknik tertentu akan membeku dan hancur ketika menyentuh inti kristal tersebut, tapi Xia Mei terlihat biasa saja.

__ADS_1


"Baik aku akan mengikat kontrak denganmu"


Dan ketika mendengar itu Jiao benar benar kehilangan kata katanya.


__ADS_2