Sang Penakluk Kaisar

Sang Penakluk Kaisar
Prajurit Bodoh


__ADS_3

Kini xia mei melangkahkan kakinya menuju toko pakaian yang cukup terkenal dipasar ini, bahkan beberapa putri dari kekaisaran xiu berbelanja hanfu ditempat tersebut


seperti reaksi dari pedangan tadi, seluruh pelayan yang ada ditoko tersebut juga terpesona melihat kecantikan xia mei. hingga membuat beberapa pelayan seakan berlomba lomba melayani gadis itu.


Sayang sekali xia mei tidak mempedulikan hal tersebut, kini ia mengikuti pelayan yang mengantarnya di bagian kain yang ia tanyakan. Seperti kain brokat, kapas dan sutra, dari pada membeli pakaian hanfu jadi xia mei berfikir untuk mendesainnya sendiri agar bisa menyesuaikan dengan kenyamanannya.


"ini adalah beberapa kain terbaik dari kota kami nona, silahkan"


Ucap pelayan tersebut dengan ramah ketika telah sampai disebuah rak besar dimana beberapa jenis kain tersusun rapih didalam rak tersebut.


Xia mei menganggukkan kepalanya, kemudian mulai memeriksa satu persatu kain yang ia inginkan, sedangkan yue memilih diam sembari mengikuti xia mei dari belakang.


Dan tanpa xia mei sadari, pelayan toko tadi seolah mencuri curi pandang pada xia mei, ia benar benar mengagumi kecantikan gadis itu. Dan tentu saja ia penasaran dengan asal dan nama dari gadis itu, namun memilih tak menanyakannya takut jika sikapnya dianggap tidak sopan.


sedangkan xia mei tidak peduli dengan sekelilingnya, kini ia hanya terfokus pada kain kain yang kini telah ia pilih.


Pilihannya jatuh pada kain bewarna putih, biru, merah muda,merah maron, dan hitam. Ia rasa warna itu sudah cukup untuk membuat beberapa pakaiannya kelak. Ia juga memilih kain brokat dengan warna senada.


"aku ingin ini yue, apakah uang kita bawah cukup?"


ucap xia mei ketika merasa semuanya telah selesai.


Yue menganggukkan kepalanya


"cukup putri, saya membawa banyak koin untuk hari ini, bahkan mampu membeli beberapa kain lagi"


timpal yue sambil tersenyum


Xia mei menganggukkan kepalanya mengerti


"tapi putri, kenapa membeli kain, bukan hanfu saja"


tanya yue yang merasa heran, karna ini pertama kalinya junjungannya itu membeli kain biasanya membeli hanfu yang langsung dipakai saja.


"aku ingin mencoba membuat desain, maksudku model untuk hanfuku sendiri"


Jawab xia mei yang dengan cepat meralat perkataannya.


Yue hanya menganggukkan kepalanya, meski merasa heran mendengarnya, menentukan model hanfu sendiri? rasanya itu terlalu aneh bagi seorang xia mei.


Namun xia mei tak peduli, kini ia tengah menunggu yue yang tengah membayar barang yang ia ambil, dan tak berselang lama kedua prajurit yang ditugaskan jendral jiang kini baru saja tiba dengan tergesa gesah.


"kalian baru sampai? Benar benar begitu lambat"

__ADS_1


xia mei menggelengkan kepalanya.


"maaf putri, kami benar benar kesulitan menemukan anda"


Jelas salah satu prajurit yang ada dihadapannya. ya saat mereka tiba tadi, mereka hanya melihat kuda jendral jiang yang diikat dibawah pohon, sedangkan gadis yang menungganginya tadi entah kemana, dan mau tidak mau mereka harus memeriksa satu persatu kedai yang ada dipasar tersebut. Dan entah berapa toko yang telah mereka masuki hingga akhirnya mereka bisa menemukan xia mei yang saat ini berada ditoko pakaian.


"setelah membeli beberapa perhiasan, kita akan pergi kekedai makanan"


Ucap xia mei yang merasa kasihan kepada kedua prajurit tersebut. Tentu saja prajurit itu pasti lelah apa lagi melihat pakaian yang mereka pakai kini terlihat basah karna keringat.


"baik putri"


Jawab prajurit tersebut serempak


Dan tak berselang lama yue datang menyusul mereka, kini belanjaan tersebut berpindah tangan diprajurit. Namun sebelum pergi xia mei sempat memesankan kedua prajurit tersbeut hanfu untuk mereka pakai nantinya.


Tidak peduli bagaimana kedua prajurit itu menolak, xia mei tetap kekeh membelikan mereka hanfu untuk diganti nantinya.


Dan seolah tak merasa lelah, kini xia mei membawa langkahnya menuju penjual perhiasan yang tempatnya tidak begitu besar dan yang kebetulan jaraknya tak jauh dari toko pakaian tadi.


"silahkan lihat lihat nona, ada beberapa perhiasan cantik yang mungkin cocok untuk anda"


Sahut pedangan tersebut yang merupakan wanita yang sudah berumur, dia menyambut xia mei dengan ramah, bahkan memperlihatkan beberapa perhiasan yang cukup cantik namun tidak menarik dimata xia mei.


"Bisa aku melihatnya?"


Tanya xia mei dengan menunjuk perhiasan tersebut.


"tentu saja"


nenek itu menjawab dengan ramah, yang kemudian segera mengambil aksesoris yang ditunjuk oleh xia mei.


setelah benda tersebut berada ditangannya, xia mei memperhatikannya dengan teliti, cukup indah dengan ukiran berbentuk mawar dengan batu rubi bewarna hitam, namun sedikit berkarat, tapi xia mei tak masalah dengan hal itu.


"aku ingin membelinya"


Sahut xia mei kemudian


Nenek tersebut melebarkan senyumnya, kemudian mengangguk antusias terlebih saat yue memberikan koin lebih kepadanya.


"terima kasih banyak nona"


Xia mei menganggukan kepalanya sembari tersenyum.

__ADS_1


Kini xia mei berjalan menuju kedai makan yang cukup populer ditempat ini, bahkan orang orang penting dikekaisaran terkadang datang untuk menikmati di kedai tersebut.


Namun saat xia mei hendak melangkahkan kakinya masuk, sesuatu terjadi yang jelas menarik perhatian semua orang.


Brughhh


"Awhhhhh"


Gadis dengan hanfu bewarna kuning itu terjatuh ditanah, dengan meringis sembari menahan sakit di area pantatnya.


Dan didetik kemudian, prajurit yang bersama xia mei berlutut tanpa ragu.


"putri, tolong maafkan kelalaian saya"


Prajurit itu berlutut dan memohon maaf tanpa ragu.


Meski ia yakin tidak salah, karna yang menabraknya adalah gadis itu, namun mengingat jika posisinya hanyalah seorang prajurit yang tidak berarti apa apa membuat dirinya memilih meminta maaf.


"kau, apakah kau buta, kau tidak menggunakan matamu berjalan ha, bagaimana bisa kau menabrakku"


Gadis itu berteriak dengan penuh kemarahan, ia berdiri dengan tertatih dibantu pelayan miliknya.


Tak ada yang berani bereaksi, sekalipun mereka tau betul jika gadis itu yang sebenarnya bersalah, namun yang mengetahui posisi gadis itu tentu saja memilih diam.


dia adalah yimin hua, putri dari menteri perdagangan di kekaisaran zhu.


"kurasa kalimat itu seharusnya ditujukan untukmu nona"


Itu adalah suara xia mei, yang memandang yimin hua dengan datar. Jika melihat posisi jatuh gadis itu, yang berada dibelakang prajurit miliknya tentu dia bisa menebak jika gadis itu yang bersalah.


"dan kau, kenapa kau meminta maaf? Apakah kau membuat kesalahan?"


Kini perkataannya ditujukan pada prajurit miliknya yang masih duduk dibawah tanah.


Gugup tentu saja, ia ingin mengatakan tidak tapi situasi saat ini benar benar membuatnya tidak berdaya. Dia tau betul siapa gadis itu dan bertindak gegabah tentu akan berakibat padanya.


"ohh sialan, kenapa ayah mengirim prajurit bisu dan bodoh untuk menjagaku"


Xia mei benar benar tak tahan untuk mengumpat, dan orang yang mendengarnya jelas saja terkejut.


"dan kau nona, kau tau dengan jelas jika kau yang menabrak prajurit bodoh itu, lalu kenapa berteriak dan memaki dia buta? Bukankah kau yang buta karna menabraknya?"


Xia mei berkata dengan nyalang, menatap kesal pada yimin hua yang kini melotokan matanya.

__ADS_1


__ADS_2