
xia mei tersenyum senang ketika mengingat berbagai permintaan yang diajukannya pada hangli, terlebih saat hangli berjanji akan menuruti semuanya.
"tapi kenapa pria itu tiba tiba berubah, bukankah pertama kali bertemu dia bersikap ketus padaku"
Gumamnya pelan, namun ia kembali acuh, dan lekas mengganti pakaiannya. ia sangat mengantuk kali ini, meski tadi hangli mengantarnya pulang dengan ilmu teleportasi namun rasa lelah dan kantuk menghantamnya secara bersamaan.
Bughhhh
Xia mei merebahkan tubuhnya ditempat tidur miliknya. Dan tak butuh waktu lama hingga gadis itu masuk kedalam mimpinya
Sedangkan ditempat lain.
Di lapisan ketujuh hutan kematian, ras demon
Tampak hangli tengah tersenyum ketika otaknya kembali membayangkan bagaimana pertemuan dirinya dengan xia mei tadi.
"aku benar benar gila dibuatnya"
Desis hangli ketika wajah xia mei yang tersenyum kepadanya kini terbayang bayang di otaknya
Dia benar tidak menyangka jika sosok gadis yang sempat dia kagumi beberapa waktu dipasar itu adalah takdirnya.
Bukankah takdir benar benar tak bisa di tebak.
Namun lantas seketika dirinya terkejut ketika adiknya liang huwa mengagetkannya.
"kakak terlihat seperti orang yang sedang jatuh cinta"
tebak liang huwa yang mengejutkan sang kakak
Sebenarnya tadi dia hanya berniat untuk menemui sang kakak menanyakan terkait bagaimana jika dirinya mulai masuk ke akademi bulan depan, ia sangat menantikan hal itu.
Namun pucuk di cinta ulam pun tiba, dia menemukan kakaknya yang sedang menyendiri disebuah gazebo yang ada diistana mereka. Namun ada yang terlihat aneh, kakaknya seperti orang yang sedang jatuh cinta, terlebih pria dingin itu tersenyum sendiri, bukankah pria itu begitu pelit terhadap senyumnya. Lantas hal tersebut membuatnya semakin penasaran
"kakak terlihat seperti orang yang sedang jatuh cinta"
Hangli jelas saja terkaget dibuatnya, dia kembali memasang wajah datarnya ketika menyadari suara tersebut milik adiknya.
"jika kau datang kemari hanya karna ingin membujukku lebih baik kau pergi saja"
Sahutnya dengan datar tanpa menatap adiknya tersebut
Liang huwa menghela nafasnya kasar, kemudian ia duduk disamping kakaknya itu
"aku tidak bermaksud seperti itu, dan untuk bulan yang lalu itu karna ibu memaksaku kak, tapi sekarang aku akan melakukannya lagi"
Sahut liang huwa pelan. kejadian dibulan lalu yang menjadi awal dimana kakaknya itu mendiaminya karna ibunya memaksa dirinya untuk membujuk sang kakak agar bisa menikah secepatnya. Dan ia menyesal melakukan itu
Hangli yang mendengar itu seketika menatap adiknya yang kini duduk disampingnya.
__ADS_1
"tidak hanya kakak, akupun juga tidak mau menikah dengan orang yang tidak aku sukai, sekalipun itu pilihan ibu atau ayah"
Lanjut liang huwa yang meyakinkan sang kakak
Namun hangli tak memberikan respon apapun dia hanya diam namun itu tidak menyinggung liang huwa karna kakaknya selalu bersikap seperti itu, dingin dan tak tersentuh.
"tapi aku penasaran apa yang membuat kakak tersenyum seperti tadi, itu sangat langka bagiku"
Tanya liang huwa dengan antusias
"aku bertemu dengan gadis yang menjadi takdirku"
jawab hangli kemudian
Satu
Dua
Tiga
Hening
liang huwa tak memberi reaksi apapun, ia hanya terdiam dengan mulut yang mengagah lebar.
"ada apa denganmu?"
Tanya hangli dengan heran melihat reaksi dari adiknya itu.
"ahh, apa kakak yakin dengan gadis itu? Ahh maksudku bukan seperti itu, tapi bukankah banyak gadis yang selama ini mengaku ngaku sebagai takdir dari kakak?"
jelas liang huwa kemudian
Iya bukan dia tidak senang mendengar kabar itu, hanya saja sudah banyak gadis yang mengaku ngaku sebagai gadis yang menjadi takdir kakaknya, bukan hanya satu tapi mungkin ada lebih dari beberapa.
Lagi pula siapa yang tidak ingin menjadi pendamping dari seorang liang hangli, dimana gadis itu kelak akan menjadi ratu yang disanjungi oleh semua orang, terutama ras manusia. Tak hanya itu hangli merupakan pria tertampan dari seluruh kekaisaran bahkan dari ras demon, semua orang tak akan mampu menolak pesona pria itu. Jelas saja dengan hal tersebut terkadang beberapa gadis melakukan hal gila hanya untuk menyandang status takdir dari seorang liang hangli.
Hangli jelas saja tidak marah mendengar perkataan adiknya, ia rasa itu adalah hal wajar. Dan itu sebuah fakta yang telah terjadi beberapa tahun ini
"aku yakin dia adalah takdirku, dan kau tau bahkan ketika aku memberitahunya dia hanya menganggap omonganku sebagai omongan belakang"
liang huwa tampak mengerutkan keningnya, dia tidak mengerti dengan apa yang diucapkan oleh kakaknya itu.
Namun dengan senang hati hangli menceritakannya, seolah saat bertemu xia mei kembali berputar diotaknya.
Liang huwa mendengarnya dengan serius, namun setelah kisah kakaknya yang terjadi tadi siang, seketika dirinya tertawa kencang.
"ahhahahhahaha astaga perutku sakit sekali"
Tawa liang huwa pecah, bahkan ia kesulitan menghentikannya
__ADS_1
"tertawalah kau sampai puas"
Sarkas hangli yang merasa jengkel karna adiknya menertawakan dirinya
"lagi pula siapa yang tidak akan tertawa kakak, aku sungguh ingin melihat saat kakak xia mei menggeplak kepala seorang hangli raja dari ras demon"
timpal liang huwa setelah berhasil menghentikan tawanya
dia benar benar tak bisa mengendalikan keterkejutannya saat kakaknya mengatakan jika gadis yang menjadi takdirnya menggeplak kepalanya, tak hanya sampai disitu bahkan gadis itu secara terang terangan mengatakan dia tidak menyukai kakaknya dan hanya menerima kakaknya untuk memanfaatkannya. dan lebih bodohnya kakaknya tidak masalah akan hal itu.
Lantas ia semakin penasaran untuk bertemu dengan gadis yang menjadi takdir kakaknya tersebut. Dan seketika dirinya teringat akan sesuatu
"kakak berapa umur dari gadis itu?"
"mungkin hampir seumuran denganmu"
Mendengar hal tersebut membuat liang huwa memekik senang.
"berarti aku akan masuk ke akademi yang sama, jadi bagaimana jika kita membuat kesepakatan kakak"
Hangli mengangkat ujung alisnya
"kesepakatan?"
Hangli bertanya tidak mengerti
"ya, kesepakatan, buat ayah dan ibu mengizinkanku pergi ke akademi untuk belajar, maka nanti aku akan menjadi mata mata untuk mengawasi kakak xia mei disana"
Hangli semakin tidak mengerti dibuatnya
"apa hubungannya dengan itu?"
Namun dari pda menjawab pertanyaan sang kakak, liang huwa kembali bertanya pada hangli
"menurut kakak apakah kakak xia mei cantik?"
"tentu saja, dia bahkan sangat sangat cantik"
Jawab hangli cepat, dia bahkan tidak pernah melihat gadis secantik xia mei selama ini
"hohoho maka kakak harus waspada diakademi nanti ada banyak para pangeran yang mungkin saja tertarik pada kakak xia mei, dan tentu saja tidak akan bisa mengawasinya secara langsung"
dan seketika saat hangli mendengarnya ekspresinya seketika berubah.
tak peduli dengan wajah mengerikan sang kakak, liang huwa tampak tersenyum penuh kemenangan.
kali ini dia yakin jika sang kakak akan memenuhi keinginannya, dan jika kakaknya yang bertekad maka ibu dan ayahnya tidak akan bisa menentangnya.
"kakak xia mei, kurasa kau akan menjadi pembawa keberuntungan untukku"
__ADS_1
Batik liang huwa senang