
Dan kembalinya xia mei dari istana
Kini dia kembali ke kamar miliknya, dimana nyonya huo telah ada disana lebih dulu.
Nyonya huo adalah salah satu wanita yang kerap dipanggil oleh orang orang penting kekaisaran untuk dibuatkan pakaian atau sebuah hanfu. Dan xia mei sendiri telah meminta ibunya, nyonya meilan untuk memanggil nyonya huo untuknya
Xia mei melebarkan senyumnya, kemudian membungkukkan sedikit kepalanya memberi hormat wanita tua yang kini ada dihadapannya.
Nyonya huo sedikit tercegang melihat gadis dihadapannya, ini pertama kalinya dia bertemu gadis secantik itu. Dia pikir apakah dia salah memasuki kamar? Karna ia kerap bertemu dengan xia mei dulu untuk membuatkan hanfu tapi
"tunggu dulu"
Nyonya huo tampak melebarkan matanya, perlu tatapan yang penuh ketelitian sehingga bisa menebak jika gadis dihadapannya adalah xia mei yang kini tampil tanpa riasan apapun di wajahnya
"hormat hamba putri xia mei"
Dia membungkukkan badannya.
xia mei melihat itu terkekeh, dia melambaikan tangannya.
"mungkin agak terlambat untuk memberi salam nyonya huo"
Canda xia mei kemudian membuat nyonya huo merasa kikuk, ya dia menyadari keterlambatannya, terlambat memberi salam karna terlarut dalam keterkejutannya.
"maafkan saya putri"
wanita paruh baya itu berkata dengan penuh sesal, ia kembali membungkukkan badannya.
"ohh ayolah nyonya huo aku hanya bercanda, tidak perlu terlalu serius"
xia mei terkekeh dibuatnya.
"mari duduk"
lanjut xia mei kembali kemudian turut duduk di satu kursi lainnya.
Nyonya huo tampak diam, cukup terkejut melihat sikap xia mei saat ini, setaunya gadis ini begitu pendiam ketika mereka bertemu di beberapa bulan yang lalu. Tapi dilihat sekarang gadis ini tipe gadis yang ceria? dia merasa ini gadis yang berbeda, atau mungkinkah dia terlalu cepat menilai seseorang.
Begitu banyak perubahan selain riasan tebal yang kini tidak ada lagi, sikap pun tak lagi diam seperti dulu.
Meski perubahan ini cukup baik, namun tetap membuatnya penasaran
"begini nyonya huo, aku memanggil anda untuk membuat beberapa hanfu untukku"
ucap xia mei kemudian yang membuyarkan lamunan nyonya huo.
Wanita paruh baya tersebut kini mengalihkan tatapannya, menatap xia mei yang kini duduk disampingnya.
"apa nyonya huo memiliki waktu untuk itu"
Lanjut xia mei yang kembali bertanya pada nyonya huo
__ADS_1
"tentu putri, saya sudah mengosongkan waktu beberapa hari ketika nyonya meilan meminta saya secara langsung untuk memenuhi keinginan anda"
Senyum xia mei merekah ketika #mendengar jawaban nyonya huo disampingnya.
Kemudian dia berdiri dari posisinya berjalan mendekati meja rias kemudian mengambil sebuah kertas yang ada didalam laci meja tersebut.
"aku ingin menentukan model hanfuku sendiri, aku telah mengambarnya dalam kertas ini dengan begitu sederhana agar bisa memudahkan anda dalam membuatnya"
Jelas xia mei yang kini berjalan mendekati nyonya huo.
Ia kemudian menyodorkan kertas yang ada ditangannya, dan mungkin terdiri dari lima lembar kertas.
Nyonya huo mengambilnya dengan ragu, kemudian menatap rentetan gambar yang ada dalam kertas tersebut dengan teliti.
ia mengerutkan keningnya, karna ini pertama kali ia melihat hanfu dengan model seperti itu. selama ini para putri hanya menyiapkan kainnya dan nyonya huo yang akan menentukan modelnya sendiri,meski ada juga beberapa putri yang menentukan model hanfu mereka, namun model tersebut masih umum, hingga tidak heran jika model dari hanfu hanfu para putri hampir sama hanya dibedakan dengan corak, warna kain ataupun jenis kainnya sendiri.
tentu saja ketika mendengar perkataan xia mei dia merasa terkejut, terlebih ketika melihat gambar hanfu yang ada ditangannya saat ini.
Benar benar aneh menurutnya
Sedangkan xia mei tentu saja sebelumnya dia bisa memprediksi keterkejutan nyonya huo. karna ia yakin wanita paruh baya itu belum pernah melihat model hanfu yang ia gambar, karna model tersebut terinspirasi ketika dia mengingat beberapa model hanfu didunia modern.
"apakah anda bisa membuatnya untukku?"
Nyonya huo tersentak dari lamunannya, ia kemudian menatap xia mei beberapa waktu.
"tentu saya bisa membuatnya putri, hanya saja ini pertama kali saya melihat model hanfu seperti ini"
"tentu saja, karna ini adalah model yang aku buat sendiri tentu nyonya huo belum pernah melihatnya"
Xia mei tampak terkekeh.
"tapi aku yakin, setelah ini akan ada beberapa putri yang akan datang kepadamu untuk dibuatkan hanfu seperti milikku"
lanjut xia mei kemudian.
nyonya huo hanya diam mendengarkan, karna sejujurnya ia tidak terlalu yakin mengenai hal itu. namun karna nyonya meilan yang memintanya datang, dia menurutinya. mungkinkah dia akan menolak permintaan istri dari jendral perang yang dihormati dikekaisaran, bahkan kaisar pung begitu menghormati jendral jiang karna berkat dirinya dalam perang kekaisaran xiu kerap membawa kemenangan.
"tentu, saya akan membuatnya khusus untuk anda"
Xia mei mengangguk senang. Kemudian bertanya.
"kira kira berapa lama nyonya huo membuatnya?"
karna sejujurnya memakai hanfu hanfu milik xia mei yang dulu begitu berat, membuat gerakkan sedikit terbatas.
"mungkin sekitar dua minggu atau lebih putri, tapi saya pastikan hanfu milik anda akan selesai sebelum festival besar akan dimulai"
"festival besar?"
Batin xia mei bertanya tanya.
__ADS_1
"kalau begitu saya permisi putri, untuk mengenai hanfunya saya akan mencoba untuk menyelesaikannya dengan cepat"
xia mei menganggukkan kepalanya, dengan senyum ramah yang terus terpampang dari bibirnya
"oh ya nyonya huo"
Wanita paruh baya itu kembali membalikkan badannya
"aku tidak ingin ada orang yang mengetahui hanfu itu, buat itu menjadi rahasia dan hanya aku yang memilikinya lebih awal"
Jelas xia mei kemudian
"tentu putri, anda bisa mempercayai saya"
sahutnya kemudian.
Dan setelah tak memiliki apapun yang dibicarakan nyonya huo pergi dari sana meninggalkan xia mei dan yue yang ada didalam ruangan tersebut.
"yue kau tau apa itu festival besar?"
xia mei bertanya dengan penuh penasaran
"tentu putri, festival ini merupakan festival yang dirayakan begitu besar besaran, dan diadakan disetiap bergilir setiap tahunnya, dan tahun ini kekaisaran zhu yang menjadi tuan rumah"
Xia mei mendengar setiap kalimat yang diucapkan yue dengan serius.
"dalam festival tersebut, ada berbagai jenis pertandingan yang akan dilakukan antar kekaisaran, ada pertandingan bela diri, berburu, ataupun menari, festival ini diadakan tiga hari berturut turut"
Jelas yue yang berusaha mengatakan apa yang diketahui olehnya.
Mata xia mei berbinar mendengar hal tersebut, pertandingan? Ohh dia begitu menyukainya, hingga membuatnya tidak sabar untuk hari itu tiba.
"lalu, pertandingan apa saja yang aku ikuti? atau apa saja pertandingan yang aku menangkan?"
tanyanya dengan antusias
yue menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, entahlah dia bingung harus mengatakan yang sejujurnya atau berbohong.
"itu, anda hanya mengikuti pertandingan menari, karna tidak tau apapun mengenai ilmu beladiri ataupun berburu putri, bahkan anda tidak memiliki elemen apapun sehingga membuat anda kesulitan untuk berkultivasi"
Bayangkan bagaimana syoknya xia mei ketika mendengar hal tersebut.
Dirinya kalah dalam pertandingan? Apakah itu sungguhan? Apakah gadis ini benar benar payah?
ohh god, dia syok mendengarnya.
Bayangkan bagaimana hebatnya seorang Alana Liora Davision yang telah memegang sabuk hitam ketika masih disekolah dasar, kerap mewakili sekolah dalam pertandingan beladiri dan membuat bangga sekolahnya.
Tapi di dunia ini, dia pindah ditubuh yang bahkan hanya tau berdandan, bahkan untuk dandanannya sendiri membuat xia mei bingung harus memberikannya nilai berapa, dia rasa nilai 1 cukup besar untuk diberikan dari hasil makeup seperti itu.
Xia mei benar benar kehilangan kata katanya sementara waktu
__ADS_1