
Setelah melalui banyak kegiatan hari ini xia mei tidak memilih untuk istirahat, kini dia sedang bersiap siap untuk menemui hangli dihutan kematian. dia tentu tidak bisa tenang dengan pencapaiannya saat ini, mengingat jika fangying yang tidak lain adalah selingkuhan calon tunangannya itu sudah di ranah jendral tingkat menengah, meski dirinya unggul tapi itu hanya selisih satu xia mei tidak begitu tertarik dia ingin berada jauh di atas pencapaian gadis itu.
Yue dengan telaten menyiapkan segala yang dibutuhkan nonanya, kini orang tua xia mei tidak lagi menahan putrinya karna niat xia mei tidaklah buruk, hanya saja mereka terus memesan agar gadis itu berhati hati bagaimanapun keselamatan xia mei tetap nomor satu.
Dan kini xia mei berjalan menyusuri hutan dengan seorang diri, dia tidak ingin mengajak yue karna tidak ingin melihat pelayannya itu kelelahan terlebih yue merupakan pelayan yang mengurus semua perlengkapannya.
Dia belum bisa menggunakan ilmu teleportasi saat ini, karna dia harus menghemat tenaganya untuk menembus beberapa ranah sesuai dengan yang dia inginkan.
Setelah melakukan perjalanan kini xia mei berada ditempat biasa, tapi tidak seperti biasanya dimana hangli biasanya tiba lebih dulu, namun kini dia tidak bisa melihat keberadaan pria tampan tersebut.
Lantas xia mei duduk dibawah pohon, dia menghembuskan nafasnya kasar, karna biasanya dia menggunakan jubah hangli sebagai alas, kini dia terpaksa harus membiarkan hanfunya kotor.
Dan beberapa menit kemudian hangli tak kunjung datang membuat xia mei dilanda rasa bosan hingga matanya tertuju pada cincin yang ada ditangannya, kenapa dia tidak mencobanya sekarang, dia juga begitu penasaran dengan isi dari cincing ruang yang diberikan hangli untuknya.
Kini xia mei memposisikan duduknya, sesuai dengan kata hangli sebelumnya dia harus memfokuskan pikirannya lebih dulu.
Dan kini mata indah itu perlahan tertutup. hening dan beberapa saat kemudian xia mei merasa suasana kini disekitarnya berbeda dia bisa merasa jika kini energi qi lebih padat.
Dan ketika dia membuka matanya, kini dia menyadari jika saat ini dia berada di hamparan rumput yang begitu luas. Dia segera berdiri dari posisinya lantas memperhatikan sekeliling dengan teliti, xia mei terus membawa langkahnya hingga kini matanya menangkap sebuah rumah yang tampak tidak terlalu besar namun jika dilihat dari ornamennya bisa dia katakan mewah.
Kriekkkkk
Dia mendorong pintu yang ada dihadapannya secara perlahan.
"selamat datang nona, aku tidak menyangka jika pria dingin itu menemukan anda dalam waktu yang cukup lama"
Xia mei sedikit terkejut ketika mendengar suara tersebut. Dia memperhatikan sekeliling namun tidak menemukan sumber suara. Hingga matanya tertuju pada seekor hewan kecil yang terlihat seperti tikus, ahh tidak tapi hamster atau apalah dia tidak terlalu mementingkan nya.
"kau bisa bicara tikus kecil?"
xia mei bertanya dengan penasaran, ia mendekati hewan kecil tersebut
"aku bukan tikus, tapi hamster dan aku adalah hewan suci yang menjaga cincing ruang ini"
elak hamster kecil tersebut, seolah tidak terima dengan xia mei yang memanggilnya tikus kecil.
"benarkah? Tapi dimataku kau seperti tikus"
Jawab xia mei acuh, dia kemudian duduk di kursi yang ada disana.
"siapa namamu?"
Tanya xia mei kemudian.
"jiao"
Xia mei menganggukkan kepalanya mengerti, dia kemudian mengalihkan pandangannya memperhatikan sekelilingnya dengan teliti.
__ADS_1
"ku kira gadis yang menjadi takdir pria sombong itu adalah gadis yang cukup kuat, tapi melihat pencapaianmu aku sepertinya salah"
Ucap jiao kemudian, dia terkekeh memandang xia mei dengan tatapan remeh. Dia tidak menyangka jika pencapaian gadis yang menjadi takdir dari pria sombong yang dia kenal masih berada di ranah jendral tingkat akhir
xia mei kesal mendengar ejekan hewan kecil tersebut.
"kita lihat dikedepannya, apakah kau masih bisa meremehkan ku tikus jelek"
Sahut xia mei dengan ketus.
Karna merasa tidak begitu penasaran lagi, xia mei memilih keluar dari cincing ruang tersebut.
Dan kini tampak sosok pria tampan yang dia tunggu sejak tadi kini duduk di bawah pohon rindang yang biasa mereka tempati.
namun perhatian xia mei teralihkan pada buah yang ada di hadapan pria itu, dan juga beberapa benda yang tidak tau apa.
"kau cukup lama"
Ucap gadis itu kemudian, terselip kekesalan dikalimatnya.
Hangli kemudian memberi isyarat agar xia mei duduk dihadapannya, gadis itu menurut, dia merasa ada yang berbeda dari pria itu tapi tidak mengungkapkannya.
"maafkan aku, ada sesuatu yang perlu aku selesaikan sebelumnya dan itu tidak bisa aku tunda"
Ucap hangli ketika xia mei telah duduk dihadapannya.
Xia mei merasa ada yang aneh dengan suara pria itu terdengar begitu berat, dan seperti orang yang begitu kelelahan.
Xia mei mengacuhkan perkataan hangli tadi, kini dia merasa khawatir dengan pria itu. Namun ketika dirinya ingin membalikkan tubuhnya hangli menahannya.
"jangan khawatirkan apapun, aku cukup kuat untuk dikhawatirkan"
Jawab hangli kemudian
"kau benar benar menjengkelkan"
Ketus xia mei ketika merasa hangli terlalu menyombongkan dirinya.
"Sekarang kita akan memulainya, aku tau jika kau ingin melakukan banyak terobosan, dan buah ataupun benda dihadapanmu memiliki energi qi yang padat"
Jelas hangli kemudian, dia jelas tau keinginan dari gadisnya hingga sebelum kemari dia telah mempersiapkan semuanya.
Xia mei kini mengangguk mengerti, mengulas senyum manis dibibirnya.
kini gadis itu memejamkan matanya, dengan mengikuti setiap instruksi yang diberikan oleh hangli. Dia secara perlahan mulai menyerap energi qi dari buah persik dan beberapa benda yang ada dihadapannya, dan benar saja saja seperti yang dikatakan hangli sebelumnya jika semua yang kini ada dihadapannya memiliki energi qi yang begitu padat, entah dari mana pria itu menemukannya namun dia benar benar berterima kasih untuk itu.
dan kali ini benar benar menguras banyak waktu dan tenaga bagi xia mei, bahkan xia mei berusaha menahan kesadarannya ditengah rasa sakit dan lelah yang kini menjadi satu.
Namun dia bukan sosok yang gampang berhenti untuk meraih keinginannya, dan keinginannya menjadi kuat sudah bulat, hingga apapun konsekuensinya dia akan sanggup menerimanya
__ADS_1
Hingga sebuah ledakan kembali terjadi.
Bomm
Bomm
Bommm
Tiga ledakan berturut turut, hingga menciptakan sedikit getaran ditanah meski hangli telah memasang array sebelumnya.
Secara perlahan xia mei membuka matanya, dan seperti biasa ada banyak pohon yang tumbang di sekitarnya namun hangli berkata dia tidak perlu memusingkannya karna dia yang akan menanganinya.
dengan tidak sabar xia mei memeriksa pencapaiannya, dan dia membulatkan matanya dengan berbinar terang.
Kali ini dia berada di ranah kaisar tingkat akhir.
"hangli lihat pencapaianku"
Seru xia mei kemudian, lantas dia memeluk tubuh hangli dengan erat, dia begitu bahagia saat ini.
Hangli dengan senang hati membalasnya, sebenarnya dia cukup terkejut ketika xia mei bisa melakukan terobosan tiga tingkat secara berturut turut, meski menggunakan energi qi dari buah dan benda benda berharga namun keahlian seseorang dalam mengolah energi qi bahkan untuk melakukan tiga terobosan hanya bisa dilakukan oleh orang orang tentu saja karna perlu menggunakan teknik khusus namun xia mei tidak menggunakan itu, lalu bagaimana bisa gadis itu dengan begitu cepatnya melakukan terobosan. Namun dibalik rasa terkejutnya dia merasa bahagia terlebih melihat senyum gadis itu benar benar bisa menghilangkan rasa lelahnya yang menghantam dirinya sejak tadi.
"kau hebat"
Puji pria itu dengan menepuk kepala xia mei dengan sayang.
Dan entah mengapa itu membuat pipi xia mei bersemu.
"aku akan mengantarmu kembali"
Ucap hangli dengan tiba tiba membuat xia mei mengerutkan keningnya, karna tidak biasanya pria itu akan mengantarnya kembali secepat ini, bahkan terkadang hangli menahan dirinya ketika ingin kembali.
"secepat itu?"
Dia bertanya dengan heran, ekspresinya berubah.
"ada yang perlu aku kerjakan"
Jawab pria itu pelan, lantas xia mei memilih membungkam mulutnya, merasa kesal dengan jawaban hangli, meski dia tidak tau kenapa dia harus bereaksi seperti itu.
Dia bahkan tidak mengucapkan apapun ketika hangli menggendong dirinya, dalam perjalanan hangli juga tidak mengucapkan apapun, bahkan sampai hangli tiba dikamar xia mei, dia meletakkan gadis itu dengan pelan ditempat tidur, lantas mengecup keningnya dengan sayang.
"istirahatlah, aku pergi dulu"
Ucap pria itu lantas menghilang dibawa angin.
Melihat itu xia mei bangun dari tidurnya dengan perasaan kesal.
"hanya itu? Tidak mengucapkan kata kata manis, ohh astaga benar benar memuakkan"
__ADS_1
Ketus xia mei yang kemudian merebahkan dirinya kembali ditempat tidur.