Sang Penakluk Kaisar

Sang Penakluk Kaisar
Di takdir kan saling menyapa


__ADS_3

Dan dengan penuh kekesalan xia mei meninggalkan acara makan siang tadi, kini bersama yue dia memilih untuk pulang.


Dan ditengah perjalan coba tebak siapa yang dia temui, gadis selingkuhan dari calon tunangannya. Pada awalnya dia tidak berniat untuk menyapa tapi sepertinya mereka ditakdirkan untuk saling menyapa oleh dewa.


"hoho lihat siapa itu hua, ahh rupanya hanya seorang putri yang dicampakkan oleh calon tunangannya"


Sahut fang ying pada hua pelayan miliknya ketika berada tepat dihadapan xia mei, dia tampak mengejek gadis tersebut, terlebih gadis itu yang menjadi penyebab waktu berharganya bersama pria pujaannya terganggu.


Xia mengangkat ujung bibirnya ketika merasa aura permusuhan yang diberikan oleh gadis dihadapannya begitu kuat.


"kau salah memilih lawan manis, karna aku adalah Alena Liora Davison, garis kemenangan selalu ada ditanganku"


Batin xia mei yang merasa santai tanpa terprovokasi oleh perkataan fang ying


dia kemudian berbalik menatap yue yang kini dibelakangnya kemudian berkata.


"yue bisa lihat siapa gadis yang kita temui sekarang? Gadis yang begitu murahnya menginginkan tunangan gadis lain, benar benar tidak tau malu"


Sarkas xia mei yang kemudian terkekeh bersama yue.


Fang ying mengepalkan tangannya ketika mendengar apa yang dikatakan xia mei, yang tentu saja dia yakin jika kalimat itu ditujukan untuknya. Meski dirinya cukup terkejut ketika xia mei mengetahui perasaannya pada putra mahkota Xiu ming


"kau, kau tau meski permaisuri dan kaisar xiu menyukaimu, tapi sayang sekali karna putra mahkota Xiu ming tidak tertarik sedikitpun padamu"


Balas fang ying yang menatap remeh xia mei yang kini dihadapannya. Sedangkan dua pelayan milik mereka masing masing hanya memilih diam dan mengamati keadaan.


Yue menghela nafasnya pelan, jika seperti ini sudah di bisa tebak siapa pemenangnya. lagi pula siapa yang bisa mengalahkan xia mei jika adu mulut dengan seseorang, sepertinya belum ada.


"lalu apakah aku harus bersedih nona? yang benar saja, kedua orang terpenting di istana memihakku lalu apa yang perlu aku khawatirkan, bahkan jikapun putra mahkota Xiu ming tidak mencintaiku aku tetap akan menjadi permaisuri kelak, cinta? apa itu? Itu tidak begitu penting untukku"


Jelas xia mei dengan santainya, dengan memainkan kuku cantiknya.


"kau tau, aku mempunyai kabar besar untukmu"


lanjut xia mei yang kemudian mengangkat ujung bibirnya, kemudian berbisik.

__ADS_1


"aku menemukan lapisan dalamanmu dikamar putra mahkota"


Dan bayangkan bagaimana terkejutnya fang ying ketika mendengar itu. Dia melototkan matanya menatap xia mei dengan tatapan tidak percaya.


"kira kira apa yang akan dilakukan paman kaisar jika dia mengetahuinya"


Lanjut xia mei yang kemudian terkekeh.


entahlah fang yin tidak bisa menebak hukuman apa yang akan diberikan kaisar untuknya. Namun fang ying memilih memasang ekspresi wajahnya seolah tidak takut dengan ancaman yang dikatakan xia mei padanya


"lalu apakah kau tidak merasa sakit hati? karna tidak hanya cinta tapi tubuh putra mahkota Xiu ming telah menjadi milikku"


mendengar itu membuat xia mei tertawa terbahak bahak, dia fikir bagaimana mungkin seorang wanita merasa bangga berhubungan badan dengan laki laki lain tanpa ikatan yang sah.


"hahahaha kau fikir aku peduli? Bahkan jika aku mau membuat putra mahkota Xiu ming menyukaiku itu sangat mudah untukku, tapi bagaimana denganmu karna status permaisuri telah berada dalam genggamanku, dengan tubuhmu yang sudah terjamah dengan putra mahkota Xiu ming apakah kau fikir ada pria lain yang masih ingin bersamamu?"


Ucap xia mei dengan sinis.


Fang ying mengepalkan tangannya, dia fikir sejak kapan gadis dihadapannya ini begitu pandai berbicara bahkan bisa menekan lawan bicaranya, dia benar benar dibuat kehilangan kata kata oleh xia mei.


Lanjut xia mei yang mengedipkan sebelah matanya, kemudian pergi dari sana, meninggalkan fang ying dengan amarah yang dihatinya yang bisa meledak kapan saja.


Yue, gadis itu mengikuti langkah xia mei, dan seperti tebakannya jika junjungannya itu menjadi pemenangnya dan meski telah terbiasa dengan itu, dia cukup syok ketika mendengar rentetan kalimat yang dikeluarkan xia mei untuk fang ying.


Benar benar terlalu memalukan, dan jika saja ada banyak orang yang mendengarnya tadi sudah dipastikan fang ying bunga dari kekaisaran xiu itu telah kehilangan mukanya.


Sedangkan ditempat yang berbeda


disebuah kamar bernuansa mewah tersebut, terlihat seorang pria yang duduk dengan gagahnya, dia adalah putra mahkota Xiu ming.


Entah mengapa wajah xia mei kini tergiang giang diotaknya, ketika gadis itu tersenyum ataupun marah, terlalu menggemaskan dimatanya. dirinya bahkan seolah tidak peduli jika fang ying saat ini meninggalkan dirinya dalam keadaan marah.


"sepertinya jika kau menang dari taruhan kita, aku berniat untuk tetap mempertahankan dirimu xia mei"


Gumamnya dengan tangannya yang bergerak mengusap bibir bawahnya. Dengan menciptakan senyum tipis yang terlihat begitu mengerikan.

__ADS_1


Sedangkan dikediaman jiang.


setelah kembalinya xia mei dari istana, kini dia memilih mengisi perutnya, membuat yue terheran heran dibuatnya karna belakangan ini nafsu makan dari junjungannya itu sedang meningkat, gadis itu bisa makan apa saja dan kapan saja, namun daging ayam kini menjadi favorit gadis itu, seolah xia mei tidak takut jika berat badannya akan naik. Sedangkan dulu xia mei begitu menjaga berat badannya


dan kini xia mei memakan makanannya sambil menggambar beberapa perhiasan yang akan dibuatnya nanti. Dia akan menyesuaikannya dengan dunia ini, dan mungkin sedikit menggabungkannya dengan desain di dunia modern.


Yue menatap setiap goresan xia mei dengan serius


"hamba tidak tau jika putri memiliki bakat dalam menggambar"


Ucap yue tiba tiba, dia telah mengikuti xia mei sejak kecil, dan merasa jika junjungannya itu tidak memiliki bakat lain selain menyulam.


"mungkin ini bakat terpendamku"


jawab xia mei asal tanpa mengalihkan perhatiannya pada kertas miliknya.


namun tiba tiba dia teringat oleh sesuatu, dia memiliki janji malam ini dengan pria tampan dengan nama hangli itu. Pria itu berjanji akan mengajarinya berkultivasi dan teknik yang sempat membuatnya terpukau yaitu teknik teleportasi.


"yue"


"ya putri"


Jawab yue cepat


"sepertinya aku sangat lelah, setelah ini tolong siapkan air mandi untukku, aku ingin istirahat lebih awal"


Ucapnya dengan sedikit merenggangkan tubuhnya, dia menghela nafasnya berat seolah olah dirinya benar benar kelelahan saat ini.


Yue mengangguk kepalanya mengerti


"anda tidak akan menemui jendral jiang dan nyonya meilan dulu?"


Tanya yue kemudian


"sepertinya aku akan menemuinya besok pagi, aku benar benar lelah sekarang"

__ADS_1


Lantas yue tidak lagi membuka suaranya, dia kini menunggu xia mei menyelesaikan makanannya lalu menyiapkan air mandi untuk gadis tersebut.


__ADS_2