Sang Penakluk Kaisar

Sang Penakluk Kaisar
memenuhi rasa penasaran


__ADS_3

Setelah kepergian yue xia mei kembali memutuskan untuk membaca buku yang sempat dia ambil diperpustakaan sebelumnya.


"mungkin saja ada cara untuk meningkatkan kultivasi dengan cepat"


Gumam gadis itu kemudian


secara perlahan tangan gadis itu mulai membuka lembar demi lembar, memahami isi dari kertas tersebut. Hingga dilembaran berikutnya terdapat sebuah kalimat yang begitu menarik perhatiannya


''ras demon?''


gadis itu sedikit menggumam, saat ini dirinya tengah membaca sebuah buku yang menjelaskan tentang bagaimana gambaran didunia, baik itu kekuasaan ras ataupun yang lainnya.


xia mei rasanya perlu mengetahui itu, untuk bekal dan pengetahuannya dimasa akan datang. dan tangan gadis itu kembali membuka lembaran selanjutnya. memperlihatkan contoh sosok demon yang memiliki taring dan memiliki sayap hampir berupa kelelawar.


''bukankah ini mirip vampir'''


gadis itu kembali mengguman, dan kembali melanjutkan kegiatannya, membuka lembar demi lebar hingga tak sadar jika ia telah berada cukup lama membaca buku tersebut.


dan dilembaran itu terdapat penjelasan jika ras demon tinggal di lapisan ketujuh hutan kematian.


Kini ia semakin dilanda penasaran dengan hutan tersebut. Dan tentu saja untuk mengatasi rasa penasarannya xia mei perlu melihatnya secara langsung.


"Bagaimana jika kita menunggu di malam hari"


dia menarik senyum tipis dibibir indahnya


Sedangkan di belahan dunia yang berbeda


terlihat seorang pria duduk didalam sebuah ruangan yang mana ketegangan begitu terasa dalam ruangan tersebut.


mata pria itu terlihat memerah menatap pria paruh baya dihadapannya dengan begitu dingin.


''kau harus mengerti nak, saat ini kau membutuhkan seorang pendamping''


sahut wanita paruh baya yang ada disana, tampak frustasi dengan sifat putranya yang begitu keras kepala.


''aku sudah mengatakannya beribu kali, sekalipun kalian meminta ku melakukannya dengan cara apapun aku akan tetap menolak''


pria itu tampak menekan setiap kalimatnya, menatap wanita yang melahirkannnya itu dengan tatapan begitu dingin.


''aku hanya akan menikah dengan takdirku, bukan dengan pilihan kalian''

__ADS_1


tekannya lagi kemudian berlalu meninggalkan ruangan tersebut.


Brakkk


semua orang yang ada diruangan tersebut terlonjak kaget ketika pintu di tutup dengan begitu kerasnya.


''tapi aku hanya ingin''


''sudahlah nuwa, kau takkan bisa memaksa anakmu bagaimanapun caranya''


lien cou memotong perkataan istrinya, ia bahkan sudah menyerah untuk meminta putra sulungnya untuk segera menikah.


''ibu jangan berfikir untuk menyuruhku untuk membujuk gegeku, karna aku takkan mau melakukannya''


gadis yang mungkin berusia enamel belas tahun itu langsung berucap dengan tegasnya, ketika pandangan sang ibu kini tertuju padanya.


ia tau arti tatapan itu, dan pastinya ia akan diminta untuk membujuk kakaknya lagi dan tentu saja ia tau hasilnya akan seperti apa.


menolak? atau marah?


bahkan satu bulan yang lalu, ia masih ingat dengan jelas bagaimana kemarahan kakaknya saat ia berusaha membujuknya sesuai dengan keinginan sang ibu. dan pada akhirnya kakaknya itu mendiaminya bahkan tak pernah menegurnya hingga hari ini.


''gege telah memiliki takdirnya sendiri, bukankah terkesan begitu egois jika memaksakan kehendak kalian''


degggg


perkataan putrinya membuat lian hua membisu, seolah kalimat itu tepat mengenai hatinya.


''sakit bukan? lalu bagaimana bisa ibunda meminta gege untuk menikah dengan orang lain bukankah itu akan menyakiti takdir wanita itu''


lanjut lien huwa tanpa mempedukikan reaksi ibunya, bukankah itu lebih baik, dengan perkataannya ini ia berharap bisa menyadarkan sang ibu jika pilihan itu merupakan pilihan yang buruk


ia kemudian keluar dari ruangan tersebut, menyusul sang kakak dengan meninggalkan kedua orang tuanya yang hanya diam membisu.


Dikediaman jiang, kamar xia mei.


Yue tampak memandang nonanya itu dengan heran. yang dimana saat ini xia mei tengah menikmati makanan miliknya. sedangkan yang membuat yue heran adalah tak biasanya junjungannya itu akan makan secepat ini, karna dihari hari yang lainnya xia mei akan makan ketika hampir masuk di jam tidurnya.


"yue, setelah makanku selesai aku tidak ingin ada seseorang yang mengangguku, aku ingin istirahat lebih awal"


Ucap xia mei yang membuyarkan lamunan yue.

__ADS_1


Yue menganggukkan kepalanya mengerti, meski masih merasa aneh oleh keadaan.


dan setelah ritual makan malam xia mei yang lebih awal itu, yue benar benar meninggalkan dirinya sendiri.


Melihat itu membuat senyum di bibir xia mei merekah.


"kurasa tuhan benar benar merestui keinginanku kali ini"


gumamnya xia mei dengan riang, ia kemudian dengan cepat mengganti pakaian miliknya, dengan jenis hanfu pria berwarna hitam.


Jika kalian tanya dimana xia mei mendapatkan itu, maka jawabannya tadi waktu siang xia mei memerintahkan prajurit secara diam diam untuk membeli beberapa hanfu pria untuknya. Karna jika xia mei meminta yue, maka gadis itu akan mewawancarinya dalam waktu yang cukup lama, dan itu terlalu ribet menurutnya, hingga membuat xia mei memilih jalan pintas.


ketika selesai dengan pakaiannya, xia mei memandang dirinya dicermin.


"kurasa hanfu murah ini benar benar tidak mampu menutup kecantikanku"


gumamnya dengan penuh kenarsisan yang luar biasa.


xia mei kemudian mengambil sebuah belati miliknya, tak lupa dengan tusuk konde yang dibelinya beberapa waktu, tak hanya sebagai perhiasan xia mei bisa menggunakannya sebagai senjata kelak.


Memikirkan hal tersebut membuat xia mei menghentikan gerakan tangannya.


"bagaimana jika aku membuat sebuah perhiasan dan menjualnya, bukankah itu mempermudahku menjadi orang kaya"


Matanya berbinar terang membayangkan dimana dirinya punya banyak uang didunia ini.


karna semenjak kecil Alana Liora Davision sudah terbiasa dengan kehidupan mewah dan selalu memiliki apapun yang dia inginkan, sehingga membuatnya begitu semangat untuk membuat kehidupannya didunia baru ini sama dengan kehidupannya yang dulu.


Dan setelah memperhatikan keadaan, xia mei keluar dari kamar miliknya melalui jendela, dengan mata dan telinganya serius mendeteksi keadaan sekitar.


Sebagai gadis yang pernah masuk dalam dunia hitam, tentu mengenai kabur kaburan bukan hal sulit untuknya. Dan buktinya xia mei berhasil keluar dari istana dengan memanjat gerbang tanpa ketahuan oleh siapapun.


"kufikir kedepannya aku harus lebih giat berolahraga, tubuh ini terlalu lemah untukku"


Gerutu xia mei pelan


Dan tanpa membuang buang waktunya, ia kembali membuka peta yang dia bawa sebelumnya dimana peta tersebut memperlihatkan jalan menuju hutan kematian.


Xia mei mulai melangkah dengan hati hati, tanpa mengurangi kewaspadaannya terhadap sekitar, bagaimanapun dunia ini masih begitu alami hingga mungkin saja terdapat beberapa hewan buas yang bisa membahayakan dirinya, apa lagi rute tercepat untuk sampai dihutan kematian dirinya harus melewati dua hutan yang cukup rimbun terutama dimalam hari.


Namun ditengah perjalan xia mei menghentikan langkah kakinya.

__ADS_1


"keluarlah aku tau kau mengikutiku sejak tadi"


Sahutnya dengan datar, ketika menyadari ada sosok yang mengikutinya sejak dia keluar dari gerbang istana.


__ADS_2