
"dan kau nona, kau tau dengan jelas jika kau yang menabrak prajurit bodoh itu, lalu kenapa berteriak dan memaki dia buta? Bukankah kau yang buta karna menabraknya?"
Xia mei berkata dengan nyalang, menatap kesal pada yimin hua yang kini melototkan matanya.
"kau, kau tidak tau siapa aku?"
yimin hua bertanya pada xia mei dengan penuh kemarahan. Dia fikir apakah gadis itu tidak tau siapa dirinya, sehingga begitu berani melawan bahkan mengatainya begitu terang terangan
sedangkan xia mei yang mendengar hal tersebut mengangkat ujung alisnya.
"apa aku harus tau siapa kau?"
Xia mei kembali bertanya,mengejutkan semua orang yang mendengarnya.
Kini semua berbisik bisik menyaksikan perdebatan tersebut.
"siapa gadis itu?"
"apa dia tidak tau jika dihadapannya adalah putri dari menteri perdagangan di kekaisaran zhu"
"sepertinya tidak, aku bahkan belum pernah melihatnya"
"mungkinkah gadis itu seorang pendatang"
"itu mungkin saja, lagi pula siapa yang tidak mengenal putri yimin hua dari kekaisaran zhu"
yimin hua yang mendengar perkataan xia mei jelas saja meras panas
"kau tau, aku adalah putri dari mentri perdagangan dari kekaisaran zhu"
Yimin hua berusaha menjelaskan statusnya, guna untuk membuat gadis dihadapannya itu takut.
Selain merasa jengkel karna gadis itu seolah tak sopan dan menyalahkan hal tadi kepadanya. Ia juga iri dengan kecantikan yang dimiliki gadis itu
Xia mei yang mendengar itu memutar bola matanya jengah
"lalu apakah dengan statusmu itu bisa membenarkanmu ketika melakukan kesalahan, bahkan mengolok orang lain yang jelas kau tau tidak bersalah"
timpal xia mei yang merasa jengkel dengan gadis dihadapannya. Kini ia bisa menebak jika gadis dihadapannya adalah anak manja yang selalu berlindung dibelakang orang tuanya, dan bertindak semena mena karna posisi keluarga.
Namun apakah gadis itu berpikir jika xia mei takut akan hal itu? Ohh yang benar saja, xia mei jelas pernah mengalami kematian sebelumnya lalu untuk apa dia takut pada gadis manja ini, benar benar merepotkan
"kuberi tahu kau, kau jelas tau jika dirimu bersalah, ohh tidak, bukan hanya kau, tapi beberapa pengunjung pun jelas tau jika kau yang menabrak dia, jadi tidak perlu berkoar koar menyalahkan orang lain, kau fikir orang lain buta"
Lanjut xia mei dengan panjang lebar.
Yue yang melihat junjungannya itu mulai hilang kendali berusaha menghentikannya dengan menarik hanfu belakang xia mei dengan pelan.
Ia tidak pernah berfikir jika xia mei akan membela prajurit itu mati matian bahkan dengan melawan putri yimin hua yang terkenal dengan kesombongannya.
Kini ia benar benar yakin jika tak hanya sekedar lupa ingatan, tapi kepribadian junjungannya itu telah berubah. Dari sabar menjadi kasar.
__ADS_1
"yue berhenti menarik pakaianku, atau kau tidak akan melihatku dihari hari kedepan"
Sarkas xia mei yang mengerti kode yang diberikan oleh pelayan miliknya itu. Namun dari pada memilih berhenti, ia fikir itu tidak mungkin, ia terlalu jengkel dengan perangai gadis dihadapannya.
"dan kau nona, kau tau pribahasa ini? Buruk di muka cermin dibela, kurasa pribahasa itu cocok untukmu"
dan mereka yang jelas tau arti dari kalimat jelas saja ingin tertawa, karna itu benar benar sesuai dengan kepribadian yimin hua.
Dimana kalimat itu berbicara tentang seseorang yang suka melempar kesalahannya kepada orang lain
"Dan satu lagi"
"jangan terlalu sombong dengan kedudukan orang tuamu, kau tau? Jika saja bukan karna dia kau bahkan tak akan dipandang oleh orang lain"
"kau ini hanya anak seorang menteri tapi bersikap seolah kau adalah putri seorang kaisar"
Sarkas xia mei tanpa tanggung tanggung.
Dan bayangkan bagaimana terkejutnya orang orang mendengar rentetan kalimat yang diucapkan gadis cantik itu untuk yimin hua. Begitu panjang, nyelekit dan bahkan mereka yakin tepat menusuk di hati dengan kesombongan itu
Setelah merasa cukup xia mei kemudian pergi dari sana membuat yue dan kedua prajurit yang mengikuti xia mei segera berlari mengikutinya.
Yimin hua yang melihat kepergian gadis yang mengolok ngoloknya itu melototkan matanya, tangan gadis itu terkepal kuat, membiarkan kuku indahnya menancap kuat pada tangannya hingga meninggalkan bekas yang cukup kontras
"mau kemana dia ha"
Yimin hua berteriak dengan penuh kemarahan.
Namun ketika melirik keadaan sekitar dimana pandangan semua orang kini tertuju padanya membuat dia terdiam. Dengan langkah kasar dia pergi dari sana membuat pelayan milik ya dengan langkah tertatih mengikutinya.
Mereka berjumlah empat orang, yang saat ini tengah menikmati makanan sembari berbincang ringan, namun tiba tiba perhatian mereka teralihkan ketika mendengar sebuah keributan.
"wahhh aku akui dia gadis yang pemberani, selama ini aku belum pernah melihat ada gadis yang berani bersikap seperti pada yimin hua"
pria berhanfu hijau yang ada dimeja itu menyahut sambil terkekeh. Dia adalah zhu jingmi, putra kedua dari kaisar kekaisaran zhu. membayangkannya kejadian tadi membuat dia terkejut
"yah kau benar jingmi, tapi apa kalian melihatnya? Selain berani dia juga begitu cantik, oh astaga aku bahkan belum pernah melihat gadis secantik dia"
Pria berhanfu merah itu menimpali perkataan temannya, dia adalah Qianfan putra dari seorang jendral dari kekaisaran Qian. dari pada memperhatikan pertengkaran wanita yang begitu memusingkan, dirinya lebih tertarik dengan kecantikan gadis itu.
"ada yang tau siapa gadis itu?"
Dan tiba tiba dia bertanya, semakin penasaran dan ingin mengenalnya lebih dalam lagi.
"aku rasa ini bagianku"
Sahut pria yang berhanfu biru yang ada disana. Membuat keempat pria yang ada disana melongo mendengarnya
Dia adalah angbei putra mahkota dari kekaisaran ang
Byurrr
__ADS_1
Hukk hukkk hukkk
jingmi tampak tersedak teh miliknya.
"tunggu, kau tertarik dengannya? oh ayolah jangan serakah kawan, kau telah memiliki putri xinxin"
Namun pria berhanfu biru itu memilih pergi tanpa menjawab pertanyaan temannya itu.
Sedangkan ditempat lain.
Prajurit yang menabrak xia mei tadi kini diam tak berkutik dihadapan xia mei. Kini mereka tengah berada bawah pohon dimana xia mei mengikat kuda milik ayahnya tadi.
Glekkkk
Prajurit itu meneguk ludahnya kasar.
"siapa namamu?"
Xia mei bertanya dengan datar sambil berjalan mengitari prajurit tersebut.
"nama saya tao putri"
Jawab prajurit tersebut.
"kau tau apa kesalahanmu?"
Tanya xia mei kembali
"maafkan saya putri"
Mendengar itu membuat xia mei berdecak kesal.
"ohh astaga kenapa kau begitu mudah mengucapkan kata maaf? aku bertanya apa kesalahanmu tapi kau malah meminta maaf"
kesalnya
"lupakan, apa tadi kau yang menabrak gadis manja itu?"
Mendengar hal tersebut, membuat tao menggelengkan kepalanya cepat
"tidak putri"
"lalu untuk apa tadi kau meminta maaf bahkan berlutut bodoh"
"apakah kau takut dengan posisinya?"
"apa ayahku hanya melatih fisikmu saja? Tidak dengan mentalmu? Benar benar memalukan"
Xia mei tak berhenti berkicau, membuat yue menghela nafasnya dalam.
Ohh sungguh, xia mei benar benar membenci pria yang bermental agar agar seperti prajurit dihadapannya.
__ADS_1
Sedangkan tanpa mereka sadari, seorang pria dengan memakai hanfu berwarna hitam serta tudung dikepalanya tampak memperhatikan mereka sejak tadi, atau lebih jelasnya, memperhatikan xia mei berkicau sejak tadi
Bibir pria itu tertarik keatas.