Sang Penakluk Kaisar

Sang Penakluk Kaisar
terlihat biasa saja


__ADS_3

Sedangkan ditempat yang berbeda, istana kekaisaran xiu, di ruangan khusus yang hanya diketahui oleh orang tertentu.


Tampak seorang gadis masuk dalam ruangan tersebut dengan hati hati.


Krekkkk


Ia membuka pintu yang ada dihadapannya dengan perlahan.


Hingga membuat pria yang ada didalam ruangan tersebut membalikkan badannya.


"yang mulia apakah anda begitu sibuk, hingga begitu jarang menemui hamba"


Gadis yang baru masuk dalam ruangan tersebut terlihat berkata dengan manja dengan suara yang terdengar merajuk.


"kau jelas tau yinger jika aku begitu sibuk belakang ini"


Pria tersebut berkata dengan pelan, namun menyiratkan kesedihan didalam kalimatnya.


Ia kemudian melambaikan tangannya, meminta agar gadis itu mendekat kearahnya.


Gadis yang dipanggil yinger itu seketika mengembangkan senyumnya, ia kemudian segera mendekat kearah pria tersebut.


Ketika gadis itu ingin duduk sampingnya, pria itu menghentikannya, kemudian ia menepuk pahanya meminta gadis itu agar duduk di pangkuannya.


Gadis itu menurut, kemudian duduk dipangkuan pria itu. Dan membiarkan lengan kekar pria itu membelit perutnya dengan hangat.


"aku merindukanmu yinger"


pria itu berbisik, menyembunyikan wajahnya di ceruk leher gadis tersebut.


Dia adalah putra mahkota Xiu ming, yang tidak lain adalah pria yang akan bertunangan dengan xia mei bulan depan.


Sedangkan gadis itu adalah fang ying, putri fang yin, anak kedua dari mentri keuangan istana di kekaisaran xiu.


Mereka telah menjalin hubungan tiga bulan yang lalu. Lebih tepatnya hubungan terlarang karna putra mahkota Xiu ming dan xia mei telah dijodohkan sejak mereka berumur tujuh tahun. Hingga kedua sejoli itu tidak memiliki cara lain selain menyembunyikan hubungan mereka.


"hamba juga merindukan anda yang mulia"


jawab fangying dengan tercekat, ia dengan sekuat tenaga menahan suaranya ketika putra mahkota Xiu ming menciptakan sensasi indah dilehernya.


"aku menginginkanmu yinger"


Suara putra mahkota Xiu ming terdengar berat, bahkan mata dengan netra bewarna coklat itu terlihat berkabut dipenuhi gairah


"lakukanlah yang mulia"


Dan tepat saat fangying berkata seperti itu, putra mahkota Xiu ming mulai menautkan bibir mereka hingga suara kecapan itu terdengar begitu nyaring.

__ADS_1


Lilin merah yang menjadi penerangan dalam ruangan tersebut seolah menjadi saksi kegiatan panas kedua sejoli tersebut.


prajurit yang berjaga diluar ruangan itu seolah terbiasa akan suara tersebut dan memilih menulikan telinga mereka dan melanjutkan tugas seolah tak terjadi apapun.


Entah berapa lama kegiatan panas itu berlangsung, hingga berakhir dimana fangying kini telah terkulai lemas diatas tempat tidur.


Ia terlihat kesulitan menarik selimut yang ada didekatnya untuk menutupi tubuhnya


"aku dengar jendral jiang akan melakukan penyelidikan terhadap kejadian yang menimpa xia mei di kolam pda waktu itu"


fangying tampak terdiam ketika mendengar perkataan putra mahkota Xiu ming. Ada keresahan dalam hatinya namun ia dengan cepat menepis hal itu.


"aku, aku tidak bermaksud seperti itu, dia mengataiku dan pada saat itu aku terbawa suasana hingga mendorongnya"


Fangying berusaha menjelaskannya, matanya tampak berkaca kaca membuat putra mahkota Xiu ming menghela nafasnya pelan.


"aku tau itu, kau adalah gadis terbaik yang aku temui"


Jelas putra mahkota Xiu ming, ia kemudian berjalan mendekati fangying kemudian mengelus kepalanya pelan.


"jangan memikirkan apapun, aku akan mengatasinya, kau tau bukan jika xia mei begitu mendengarkanku, aku hanya perlu memintanya untuk berbicara pada jendral jiang untuk berhenti melakukan penyelidikan"


Jelas putra mahkota Xiu ming dengan yakin, karna tak hanya fangying yang akan terkena masalah tapi juga dirinya jika sampai jendral jiang melakukan penyelidikan, karna dirinya yang meminta xia mei datang ketempat itu, sedangkan ia yakin betul jika kaisar xiu yang merupakan ayahnya pasti akan memihak pada xia mei.


Mendengar hal tersebut membuat fangyin tersenyum, ia kemudian menganggukkan kepalanya senanga


Sayang sekali, tanpa dia sadari saat ini jiwa xia mei telah digantikan dengan seorang Alana Liora Davision, seorang gadis yang dikenal dengan kepribadian ularnya, dia begitu sulit ditaklukkan.


kini malam yang larut itu perlahan berganti dari jam kejam, dan matahari mulai memperlihatkan sinarnya.


Para prajurit dan pelayan terlihat mulai sibuk dengan tugas mereka.


Dan saat matahari semakin terik saja, yue terlihat pusing ketika dia tidak berhasil membangunkan xia mei yang masih terlelap dalam tidurnya.


sedangkan sejak tadi prajurit dari istana kekaisaran membawa sebuah surat dimana isinya meminta putri xia mei untuk datang keistana.


yue menghembuskan nafasnya kasar. dimana xia mei mengunci pintunya dari dalam, hingga membuatnya hanya bisa membangunkannya dari luar dengan cara mengetuk pintu.


Dan entah sudah berapa lama dia mengetuk pintu kamar milik xia mei, namun gadis itu tak kunjung memberi tanda tanda untuk bangun.


Hingga yue memilih untuk menyerah, dan bergerak kearah bangku kayu yang ada disana guna menunggu xia mei bangun.


Dan entah berapa lama telah berlalu, dan kini pintu kamar milik xia mei perlahan terbuka.


Yue jelas bangkit dari tempat duduknya , mendekat kearah xia mei yang kini berjalan keluar, yang akan merenggangkan tubuhnya yang terasa kaku.


"aku rasa pemilik tubuh ini adalah pemalas yang sesungguhnya"

__ADS_1


Gumam xia mei yang kemudian merenggangkan tubuhnya kembali, menghiraukan para pelayan yang menatap dirinya heran.


"air anda telah siap putri"


Ucap yue kemudian


mendengar hal tersebut membuat xia mei menganggukkan kepalanya.


"itu, putra mahkota Xiu ming mengirim surat untuk anda putri, yang mulia meminta anda untuk keistana hari ini"


Mendengar hal tersebut membuat xia mei menghentikan gerakannya, ia kemudian mengangkat ujung alisnya, bukankah pria itu tidak menyukai gadis ini lalu atas dasar apa memanggil dirinya?


"Tentu saja ada niat terselubung"


Batin xia mei yang terkekeh memikirkannya.


"siapkan pakaianku, aku akan membersihkan diri lebih dulu"


perintah xia mei yang kemudian pergi dari sana.


Cukup lama dia menghabiskan waktu untuk membersihkan dirinya membuat yue kembali terdiam dalam pikirannya, bukankah biasanya putri xia mei akan terburu buru keistana ketika mendapat surat dari putra mahkota, tapi sekarang putri xia mei terlihat santai saja, bahkan tidak beraksi seperti biasa, dimana dia akan berteriak senang dan selalu menyebar senyumnya, dan tadi reaksi putri xianmei terlihat biasa saja. Seolah tidak ada yang istimewa dari hal tersebut.


apakah putri xia mei benar benar melupakan perasaannya pada putra mahkota Xiu ming?


Pertanyaan tersebut memenuhi otaknya.


Hingga ia tak menyadari jika xia mei telah berada disampingnya beberapa waktu.


"apa yang kau pikirkan?"


Tanya xia mei kemudian yang membuat yue tersentak kaget.


"itu"


Yue merasa bingung menjawabnya.


"katakanlah"


Ucap xia mei santai yang kini tengah mengeringkan rambutnya dengan sebuah kain yang ada ditangannya.


"apakah anda benar benar tidak mencintai putra mahkota Xiu ming lagi putri?"


Tanya yue pelan


Mendengar hal tersebut membuat xia mei terkekeh, dia fikir itu pertanyaan yang bodoh.


"apa aku harus mencintai orang yang bahkan tidak pernah mengharapkanku yue?"

__ADS_1


ditanya seperti itu oleh xia mei membuat yue terdiam


__ADS_2