Sang Penakluk Kaisar

Sang Penakluk Kaisar
menembus penghalang


__ADS_3

Dan ditengah malam yang menyongsong kegelapan, dimana xia mei kini tengah berjalan ditemani dengan sebuah obor ditangannya. Dengan pakaian yang sama dibeberapa hari yang lalu, sebuah hanfu hitam melekat di tubuh gadis itu, kini dia sedang menuju jalan dimana dia membuat janji dengan hangli.


Dia pergi lebih awal sesuai dengan apa yang dikatakan pria itu sebelumnya. Akademi tidak lama lagi akan dimulai, dia tidak mungkin kesana planga plongo tanpa membawa bekal apapun, ditertawakan atau ditindas oleh murid lain karna kultivasinya berada diranah paling bawah, ohh ayolah membayangkan hal tersebut membuat bulu kuduk xia mei meremang.


Dirinya ditindas? Yang benar saja, dia tidak akan membiarkannya, dan jika itu terjadi maka kematian menjadi pembalasan yang tepat untuk orang tersebut.


"awas saja jika dia belum tiba ditempat itu, akan ku tampar pantatnya sampai memar"


Gumam xia mei, lalu kembali melanjutkan langkahnya.


dan setelah memakan waktu yang cukup lama kini dia telah sampai ditempat yang mereka janjikan, dan dilihatnya pria tampan hangli yang saat ini tengah memanggang sebuah ayam didepan sana.


Xia mei dengan cepat mendekat, di meneguk ludahnya ketika aroma ayam bakar masuk melalui hidung mungilnya.


"sepertinya kau harus mengajariku ilmu teleportasi itu secepatnya, aku benar benar lelah ketika harus berjalan sejauh ini"


Gerutu xia mei dengan mata yang tertuju pada ayam bakar ditangan hangli.


"itu tergantung seberapa cepat kau memahami setiap yang aku ajarkan"


timpal hangli yang kemudian meletakkan ayam tersebut di sebuah daun yang berukuran cukup besar yang telah dia ambil sebelumya


Lantas pria itu membuka jubahnya, seperti pertemuan mereka diawal dia membiarkan xia mei duduk dijubahnya itu.


xia mei menurut dan tanpa merasa sungkan duduk di jubah milik pria itu. Sedangkan penjaga bayangan milik hangli tampak terkejut melihatnya, bagaimana mungkin jubah kebesaran dan kebanggaan seorang raja dari ras demon di jadikan sebagai alas duduk oleh seorang gadis. Otak mereka sejenak tidak berfungsi memikirkannya


"makanlah lebih dulu, karna sebelum latihan kau harus mempunyai energi lebih untuk mengejar ketertinggalanmu"


ucap hangli yang kemudian menyerahkan ayam bakar yang telah ia suir agar memudahkan xia mei ketika memakannya


Xia mei mencebikkan bibirnya ketika mendengar apa yang dikatakan oleh hangli


"ketertinggalanku? Yang benar saja, itu bukan aku tapi itu xia mei, sedangkan Alana Liora Davision tidak pernah tertinggal sedikitpun"


Cibir xia mei dalam hati


Namun seketika senyum dibibirnya mengembang ketika melihat ayam bakar dihadapannya.


Dia dengan rakus memakan ayam bakar miliknya, membuat hangli tersenyum tipis melihat hal tersebut


"makanlah dengan perlahan, tidak ada yang akan merebut ayam bakar milikmu"


xia mei tidak peduli dengan apa yang dikatakan pria itu dia lebih memilih menikmati ayam bakar miliknya itu.


Setelah menghabiskan makanan miliknya kini xia mei diminta untuk duduk di depan hangli dulu untuk memeriksa dantian gadis itu.


Xia mei menurut, dia mengikuti setiap instruksi yang dikatakan hangli untuknya. Kini gadis itu memejamkan matanya dan terasa sesuatu hangat dibelakangnya terasa berjalan masuk ke seluruh dantiannya.


selang beberapa saat, dahi hangli terlihat mengerut namun bibirnya terlihat menyunggingkan senyum tipis, dia tidak berhenti dari kegiatannya. Menyalurkan seluruh energi yang dibutuhkan untuk memenuhi dantian xia mei.


"dantian gadis ini benar benar rakus"


Batin hangli yang merasa tenaganya banyak terkuras oleh dantian milik xia mei.


Dan beberapa waktu berlalu, kini dahi xia mi yang kini terlihat mengerut, dia merasa sesuatu aneh di dadanya seolah ada sesuatu yang terasa ingin meledak di dalamnya


Ketika dia ingin bertanya dan membuka matanya, suara hangli terdengar


"jangan lakukan apapun selain memfokuskan pikiranmu, penuhi semua yang terasa kosong"

__ADS_1


mendengar itu membuat xia mei mengurungkan niatnya, dia kembali fokus seperti yang dikatakan hangli padanya.


Dan kini semakin cepat waktu berjalan maka rasa yang ingin meledak itu semakin besar.


Hingga


Bommmmmm


Xia mei memejamkan matanya dengan erat, entahlah dia tidak tau apa yang terjadi selanjutnya namun didetik kemudian tubuhnya terasa hangat dia mengintip sedikit diujung matanya, dan kini dia bisa menebak jika dia dalam pelukan hangli.


ledakan dahsyat terjadi saat xia mei berhasil menembus dinding penghalangnya, untung saja hangli telah memasang array sebelum ledakan tersebut terjadi. dia telah memperkirakannya jika ledakan yang terjadi tidaklah biasa terlebih dia mengetahui jika gadisnya itu memiliki dantian yang langka yaitu dantian emas.


Dan ketika pelukan terasa mulai melonggar xia mei membuka matanya, kemudian melepaskan diri dari pelukan pria tersebut.


dia mengibas ngibaskan hanfunya yang sedikit berdebu


Dan ketika dirinya xia mei melirik disekitarnya gadis itu seketika tercegang tidak percaya. Melihat beberapa pohon tumbang di hadapannya


"apa yang terjadi"


gumamnya tidak percaya.


"apakah semua ini terjadi karna aku?"


Dia bertanya dengan ragu pada hangli, lantas pria itu mengangguk membenarkan pertanyaan gadis itu.


"kenapa bisa sedasyat ini?"


tanya xia mei kembali.


"kau memiliki dantian langka yang hanya dimiliki oleh orang orang tertentu, kau memiliki dantian emas"


Mendengar itu membuat xia mei mengerutkan keningnya, dia tidak mengerti mengenai apa yang dikatakan hangli sebelumnya. Tapi sepertinya dia memiliki keberuntungan yang langka.


"lalu bagaimana dengan pencapaianku?"


tanya xia mei dengan antusias, tidak peduli dengan dantian emas yang dikatakan hangli tadi.


"Ranah jendral tingkat akhir"


Mendengar itu membuat mata xia mei berbinar terang, kata terakhir membuat dia yakin jika kini dia sudah berada di puncaknya.


"apakah itu menjadi ranah terakhir untuk menjadi yang terkuat?"


Tanya xia mei dengan antusias.


"hhahahahahahaha"


Tawa hangli pecah ketika mendengar pertanyaan dari gadisnya itu, dia fikir apakah ranah tingkat kultivasi dicapai dengan begitu mudah? Sayangnya tidak, bahkan banyak orang meningkatkan kultivasi mereka menggunakan pill yang dibeli dengan harga yang cukup tinggi namun masih harus menunggu bertahun tahun. Namun gadis dihadapannya sedikit beruntung karna dengan dantian yang dimiliki membuat gadis itu bisa menembus beberapa ranah sekaligus.


"apa yang ku tertawakan?"


Xia mei bertanya dengan kesal, hingga membuat hangli segera menghentikan tawanya, dengan sabar dia kemudian menjelaskan pada xia mei setiap tingkatan yang ada didunia ini


Sedikit informasi untuk para pembaca setia ku


Didunia dimana xia mei saat ini berada terdiri dari beberapa kekaisaran


1. kekaisaran Ang

__ADS_1


2. Kekaisaran Ziu


3. Kekaisaran Qiang


4. Kekaisaran Zu


untuk pencapaian ranah kultivasi itu diantaranya


1. Ranah pemula \= tingkat awal, menengah, akhir


2. Ranah prajurit \= tingkat awal, menengah, akhir


3. Ranah petarung \= tingkat awal, menengah, akhir


4. Ranah bumi \= tingkat awal, menengah, akhir


5. Ranah jendral \= tingkat awal, menengah, akhir


6. Ranah kaisar \= tingkat awal, menengah, akhir


7. Ranah pengusaha alam bumi \= tingkat awal, menengah, akhir


8. Alam virtual \= tingkat awal, menengah, akhir


9. Alam Heaven \= tingkat awal, menengah, akhir


10. Alam immortal \= tingkat awal, menengah, akhir


dan untuk elemennya sendiri


1. elemen tanah bewarna coklat


2. elemen tumbuhan bewarna hijau.


3. elemen api berwarna merah


4. elemen es memiliki warna pelangi


5. elemen angin memiliki warna biru


6. elemen cahaya memiliki warna putih


7. elemen kegelapan memiliki warna hitam.


untuk ras yang terdapat didunia itu diantaranya


1. ras demon


2. ras dewa


3. ras iblis


4. ras manusia


Kembali ke cerita


Mendengar itu membuat xia mei melototkan matanya, tidak menyangka jika ada banyak lagi yang harus dia lewati.


"ckckc kau bilang jika dantian ini istimewa, lalu kenapa hanya membawaku sampai diranah jendral tingkat akhir, benar benar tidak berguna"

__ADS_1


Kesalnya.


Sedangkan kedua penjaga bayangan milik hangli terasa ingin muntah darah mendengarnya.


__ADS_2