
Dan setelah melalui beberapa sesi latihan termasuk latihan menggunakan ilmu teleportasi, kini xia mei kembali duduk di samping hangli, merebahkan kepalanya di pundak kokoh pria tersebut.
kryukkkk kruyukkk
xia mei mengembungkan pipinya, kemudian menggosokkan kepalanya dipundak pria itu
"aku benar benar lapar sekarang"
Lirihnya yang kemudian menatap hangli dengan mata berkaca kaca.
Hangli benar benar merasa gemas melihatnya, terlebih ketika melihat bibir merah milik xia mei yang terasa menggodanya.
"Ohh sial, ada apa dengan diriku"
Batin hangli frustasi
"tidak lama lagi mereka akan datang, bersabarlah hemm"
jelas pria tersebut, namun dalam hatinya dia mengumpat ketika merasa kedua penjaga bayangannya itu terlalu lama dan membuat gadisnya tersiksa.
namun didetik kemudian kedua pria itu kini muncul dengan membawa satu ekor ayam di tangan mereka masing masing dan telah dibersihkan lebih dulu.
Lantas hangli dengan perlahan berdiri dari posisinya kemudian dengan sigap membakar ayam tersebut untuk gadisnya. Ia melakukannya sendiri tidak ingin jika gadisnya itu memakan masakan pria lain dihadapannya.
mata xia mei berbinar terang melihat itu, dia menunggu dengan tidak sabar.
"hangli"
Tiba tiba xia mei ingin bertanya soal sesuatu
"hmmm"
Pria itu hanya berdehem, tapi berbalik menatap gadis yang kini duduk dengan tenang dibelakangnya
"lalu bagaimana dengan hewan kontrak? Apakah aku bisa memilikinya?"
tanya xia mei kemudian, memikirkan jika dirinya memiliki hewan kontrak membuat dirinya merasa keren.
Ia sungguh penasaran dengan hal itu, terlebih dia ingin melihat hewan itu secara langsung dengan mata kepalanya sendiri
"tentu saja, asal kau bisa menundukkannya, kau tau terkadang ada beberapa hewan kontrak dengan kesombongan yang tinggi dan mereka enggan melakukan kontrak dengan manusia"
Xia mei mengangguk mengerti, lantas dirinya tersenyum tipis
"jangan pernah berfikir untuk melakukan hal bahaya sendiri, tunggu aku biar aku yang menemanimu"
Sahut hangli tiba tiba ketika merasa aneh dengan senyuman xia mei.
__ADS_1
"tentu aku menunggumu, kau memiliki tenaga yang bisa diandalkan"
timpal xia mei acuh
dan selang beberapa saat, kini ayam bakar telah matang, hangli dengan penuh telaten menyuapi xia mei karna tidak ingin tangan gadis itu kotor. Xia mei hanya menurut lagi pula tidak ada salahnya disuap oleh pria dihadapannya itu lagi pula hangli baik padanya.
"apakah kau tertarik padaku? aku rasa sikapmu saat pertama kali begitu menjengkelkan, tapi kenapa sekarang begitu manis?"
Tanya xia mei kemudian setelah menelan ayam bakar yang ada di mulutnya
mendengar pertanyaan dari gadisnya membuat hangli merasa bersalah, yah dia cukup akui sikapnya pada saat itu benar benar keterlaluan sampai membuat gadis yang menjadi takdirinya itu terluka. Untung saja gadis itu mau memaafkan dirinya meski harus memenuhi setiap permintaan gadis itu, dia tidak masalah. Lagi pula bukan masalah untuk menyenangkan calon ratunya kelak
Sebelum menjawab pertanyaan xia mei, pria itu kembali menyuapi ayam bakar kemulut gadis itu
"bukankah aku sudah mengatakannya padamu, jika pada waktu itu aku tidak tau jika kau adalah gadis yang ditakdirkan untukku"
Jawab hangli, dia fikir jika saja xia mei tidak terluka pada waktu itu dia tidak akan pernah tau jika xia mei memiliki tanda lahir berbentuk Phoenix dipundaknya.
Namun tetap saja dia mengumpat kepada dewa karna mempertemukan dirinya dengan takdirinya itu dengan cara yang salah. Dimana dia harus melukai gadisnya
Sedangkan xia mei mengerutkan keningnya, memang hangli pernah mengatakan itu sebelumnya namun dia tidak percaya hal itu dia fikir laki laki itu hanya mengarang dan mambual
"jadi itu sungguhan? Aku kira kau berbohong padaku"
ucap xia mei kemudian, dan kembali membuka mulutnya menunggu hangli memasukkan ayam bakar kembali.
Tanya gadis itu kembali
"itu tidak mungkin karna yang memiliki tanda lahir Phoenix dipundaknya hanya ada satu orang dan kau memilikinya"
Jawab hangli
Xia mei rasa dia tidak tau jika dirinya memiliki tanda lahir mungkin ketika tiba dirumah dia akan segera memeriksanya.
Tapi dia tidak berfikir sejauh itu, lagi pula dia yang bisa menentukan takdirnya sendiri, terutama pria yang akan hidup bersamanya
Dan tiba tiba hangli merogoh sesuatu dibalik hanfunya, itu adalah sebuah cincin yang memiliki permata berwarna ungu, begitu indah dimata xia mei.
"ini adalah cincing ruang, ambilah"
Xia mei tanpa ragu mengambilnya, kemudian memperhatikan cincing tersebut dengan teliti lalu memakainya.
"pas"
Sontaknya ketika cincin itu terlihat indah di tangannya.
Dia pernah mendengar membaca tentang cincing ruang, sehingga dia tau betapa pentingnya benda itu didunia ini, bahkan orang orang rela mengeluarkan uang mereka bertael tael emas hanya untuk mendapatkan sebuah cincing ruang.
__ADS_1
"lalu bagaimana aku bisa masuk kedalam cincin ini?"
Gadis itu bertanya sambil memperhatikan cincin indah ditangannya
"kau hanya perlu memfokuskan pikiranmu untuk masuk kedalam cincin ruang milikmu"
xia mei mengangguk mengerti kini dia tidak sabar untuk menggunakannya.
"sepertinya kau harus segera kembali"
Ucap hangli ketika tidak sengaja melihat xia mei menguap untuk beberapa kali.
Xia mei mengangguk, ia cukup lelah kali ini, dia kekurangan waktu istirahat, dari pagi hingga siang dia berada diistana, sore dia membuat desain untuk perhiasannya, hingga xia mei melewatkan tidur siangnya.
"bisakah kau menggendongku, aku cukup lelah untuk berdiri saat ini"
Ucap xia mei kemudian, bisa dia pastikan jika dia akan tertidur nanti, dia tidak mungkin mengambil resiko, membayangkan dirinya terjatuh ketika tidak sengaja tertidur benar benar membuatnya bergidik ngeri.
sedangkan hangli yang mendengar itu tampak tersenyum, jangan salahkan dirinya jika dia mengambil sedikit kesempatan.
"baiklah"
Jawab pria itu kemudian
Lantas dia segera menggendong xia mei ala bridal style. dia mengeluarkan sayap miliknya xia mei bisa melihat itu dimana mata hangli kini berubah bewarna merah darah.
"kenapa tidak menggunakan ilmu teleportasi saja?"
dia bertanya dengan heran, bukankah hangli biasanya menggunakan ilmu teleportasi ketika mengantarnya kembali
"aku sedikit merasa lelah karna menyalurkan banyak energi padamu tadi"
Jawab pria itu asal, karna faktanya dia tidak merasa lelah sedikitpun, namun dia ingin menikmati waktunya bersama xia mei lebih lama. Apa lagi membayangkan gadis itu tertidur dipelukannya benar membuatnya melayang.
Xia mei yang mendengar jawaban hangli hanya mengangguk mengerti, seolah dia percaya dengan perkataan pria itu, karna hangli memang memberikan banyak energi padanya.
Kini dia perlahan memejamkan matanya ketika hangli mulai mengepakkan sayapnya, angin yang perlahan menerpa wajahnya seolah mengelus lembut mata indahnya hingga membuatnya tidak butuh waktu yang untuk masuk kedalam mimpinya.
Hangli menarik bibirnya membentuk lengkungan senyum yang indah dipandang mata, namun sayang sekali tidak ada yang melihatnya. Dia perlahan mendekatkan bibirnya ke kening gadis itu.
Cupp
Dia mengecup dahi gadis itu dengan lembut.
"kau benar benar membuatku tertarik hanya di pertama kali kita bertemu"
bisiknya ditelinga gadis itu, sayang sekali xia mei tidak mendengarnya.
__ADS_1