
Waktu berjalan begitu saja, dan musim dingin ke kota kekaisaran bahkan belum kunjung usai, hal ini benar benar merepotkan bagi mereka yang tak bisa dengan udara yang seperti ini
"Tuan kau terserang flu di masa depan tolong lah di kurangi bermain, negara kita dan kota kekaisaran ini memiliki cuaca yang sangat berbeda"
Lin berucap, mereka baru saja tiba beberapa waktu lalu dan sang tuan sudah jatuh sakit seperti ini, awalnya mereka berfikir gadis pandang rumput akan dengan mudah bertahan di kota ini, namun ternyata tak semudah itu
Mereka orang yang tak terbiasa dengan cuaca ini dan bahkan tiba tiba jatuh dalam kondisi ini, tubuh mereka terlalu terkejut hingga bahkan tak bisa bertahan
"Lin benar tuan, kau benar benar kewalahan dengan cuaca di sini, sebelumnya kau sudah sakit di perjalanan, saat sampai tak butuh waktu lama kau juga kembali sakit, jika hal buruk terjadi maka bagai mana kami bisa menjelaskannya dengan ibu ratu" Lie berucap pelan
tuan mereka jatuh sakit, sebagai bawahan tentu saja cemas, meskipun tabib sudah mengatakan jika tuan mereka hanya terserang flu, flu juga berbahaya
"Lie, Lin, aku baik baik saja, hanya sedikit bermain tak akan membuat kita mati, kita sudah di sini, saat ini kita hanya bisa menyesuaikan diri dengan cuaca di sini" Ming Hui menghela nafas pelan, kedua bawahanya ini terlalu cerewet
Ia hanya terkena sedikit flu, tubuhnya tak selemah itu, ia sudah bertahan di kota ini selama beberapa waktu, dan kali ini ia baru sakit dan itupun hanya sakit flu, penyakit yang sama sekali tak membahayakan
"Tuan anda terlalu memaksakan diri lagi, jangan banyak bergerak, keadaan anda masih tak baik baik saja" Lie berucap dengan nada pelan
Orang sakit selalu mengatakan jika dirinya baik baik saja, ia tau dengan jelas maksud dari ini, dan tentu saja mereka tak akan percaya jika saat ini tuan mereka sedang baik baik saja
"Beberapa saat lagi musim dingin akan selesai, dan semua akan kembali seperti semula" Ming Hui berucap, hanya dalam beberapa hari lagi musim salju sudah akan berganti, jadi tak perlu mengkhawatirkannya, ini hanya sebuah flu bukan penyakit kronis yang akan mengancam nyawa
"Semoga saja semua baik baik saja tuan"
"Ah iya, Lie dan Lin, perihal aku sakit tak perlu melaporkanya pada ibu, aku tak ingin membuatnya cemas, jadi kalian harus tutup mulut"
"Tapi tuan, ratu pasti akan mendesak kita"
__ADS_1
"Putuskan komunikasi dengan ibu ratu, semua akan menjadi sedikit merepotkan jika masih di pantau oleh ibu ratu"
"Maksud tuan?"
"Sup kelinci ini enak, aku akan segera sembuh, dan perihal ibu ratu, jangan biarkan dia memantau kita lagi"
"Baik tuan" Keduanya hanya mengguk patuh
Karena telah di katakan maka mereka hanya bisa mengikuti instruksi, mereka akan menyelesaikan orang orang ratu yang mengikuti mereka
"Bagai mana?" Ucap Ming Hui dengan nada pelan,
Meniup sup kelinci yang masih panas, kemudian menghirupnya dengan pelan,
Ia memejamkan matanya sesaat demi menikmati makanan yang saat ini masuk ke dalam Indra perasaanya, sangat enak,
Itulah kesan pertama yang Ming hui dapatkan saat menyantap sup kelinci ini, seperti biasa lin adalah gadis yang begitu hebat dalam memasak,
"Bagai mana dengan pekerjaan kalian?, Apakah sudah membuahkan hasil, atau setidaknya hanya sedikit bunga" Ming Hui berucap pelan
Ia jatuh sakit dua hari lalu, namun itu tak akan menjadi sebuah alasan untuk tidak memantau bawahannya
"Menurut penyelidikan tumbuhan itu berada di Istana kekaisaran, namun tempat itu di jaga dengan begitu ketat oleh para pengawal" Lin berucap pelan, beberapa waktu menyelidiki ternyata bunga itu berada di istana
"Benar mungkin ini akan menjadi cukup sulit, terlebih istana kekaisaran bukan tempat yang bisa kita terobos dengan mudah, mereka memiliki penjagaan yang begitu ketat" Ucap Lin pelan sembari menuangkan teh kedalam gelas sang tuan
"Apakah itu informasi yang akurat?, Istana kekaisaran begitu besar, dan bahkan kita akan kerepotan untuk mencari" Ucap Ming Hui dengan nada pelan
__ADS_1
"Benar tuan, kabar yang di dapatkan dari sumber terpercaya"
"Hanya saja ini akan menjadi sedikit sulit, pada dasarnya bunga teratai itu akan tumbuh ditempat yang menjadi genangan darah, menurut cerita yang beredar dulunya istana adalah sebuah lapangan peperangan pada saat kepemimpinan kaisar pertama, setelah kaisar Kedua mengambil alih kepemimpinan di bangunlah tempat ini untuk mengenang seorang jendral perang yang merupakan satu satunya cinta kaisar, istana di pindahkan dengan alasan yang sangat tak masuk akal"
"Tak menyangka jika kaisar di ini begitu meninggikan cinta"
"Tuan jangan meremehkan cinta, cinta adalah hal yang pasti di miliki oleh semua orang, sang kaisar bahkan bisa memindah istana hanya untuk berada berdekatan dengan sang jendral"
"Oh iya?, Apakah itu benar?, ku fikir itu hanya sebuah cerita dongeng yang penuh kebohongan, lagi pula Aku sudah mendengar banyak hal tentang kaisar kedua ini, menurut cerita ia adalah pria yang sangat berpendirian, ia memilih untuk tak akan menikah setelah kematian kekasihnya di Medan peperangan" Ucap Lie dengan nada pelan
"Tapi ada hal yang mengganjal dengan hal ini, hal hal yang membuat orang menjadi ragu dengan nyata atau tidaknya kisah cinta yang menyedihkan ini" Ucap Lin lagi
"Hm" Ming Hui bergumam pelan sembari menaikan alisnya dengan tanya, hal ganjal?, Apakah itu
Hal mengganjal, ia tak merasa jika itu aneh, pria mencintai wanita dan wanita mencintai pria, memang hal yang wajar
Hal yang tidak wajar adalah kesetiaan kaisar pada cintanya, di dunia ini pemimpin mana yang tidak memiliki istri dan selir?,
"Tuan, kau melewatkan bagian paling penting dalam sejarah ini, menurut cerita sang kaisar adalah pria yang sangat berpendirian dan begitu setia pada pasangannya, ia memilih tak menikah setelah kematian gadis yang ia cintai, gadis itu merupakan seorang jendral perang dari negara lawan, lalu?, Bagai mana kisah ia memiliki keturunan, bukankah di ceritakan jika kaisar kedua adalah kaisar yang cacat?(kaisar yang tak memiliki permaisuri, dimasa ini di sebut sebagai kaisar yang cacat)" Ucap Lin dengan nada tanya,
Ia selalu penasaran akan hal ini, ia memang sudah begitu banyak mendengat cerita mengenai kaisar generasi kedua ini, pria yang sangat mencintai kekasih hatinya hingga bahkan rela mengorbankan apapun untuk cintanya
"Dasar Lin bodoh" lie berucap dengan nada mengejek
"Aku hanya mengatakan yang ku pikirkan, karena aku tidak tau maka aku bertanya, dari pada aku bertindak sok pintar namun hasilnya malah zonk"
"Kau ini makanya jika guru mengajari hangat tertidur membuat guru Jin marah, bukankah sudah sering di katakan bawa keturunan kaisar kedua adalah keturunan langsung dari sang dewa, karena kesetiaannya kaisar kedua di berikan berkah istimewa, ia memiliki keturunan walaupun tak memiliki istri, hingga kekaisaran ini bertahan sampai sekarang" Ucap Lie dengan ringan, pada dasarnya Lin dan Lie bukan gadis biasa,
__ADS_1
Mereka adalah gadis keturunan jendral yang sangat di hormati di kerajaan Yifan hanya saja mereka memiliki keistimewaan hingga raja Yifan menganugerahkan izin latihan bela diri,
Menjadi teman belajar sang putri mahkota, berdiri di samping sang putri di saat peperangan.