
"Kau sudah bangun?, Bagai mana?, Apakah merasa lebih baik?" Ming Hui berucap pelan sembari meletakan sup obat di nakas
Pria ini sudah tak sadarkan diri dalam beberapa waktu, dan saat ini sudah terbangun, maka akan lebih baik
"Anda?, siapa?" Si pria, berucap dengan nada pelan
Sebelumnya ia mendapatkan pukulan yang cukup kuat membuatnya lupa dengan hal yang ia alami sebelumnya
"Jangan terlalu banyak bergerak dan bicara saat ini kau sedang terluka, beristirahatlah dengan baik, setelah meminum obat pelayan akan membantu mu membersikan diri" Ming Hui menjawab dengan nada kesal,
pria ini sudah hampir mati masih saja mengajukan banyak pertanyaan, bukankah lebih baik jika memikirkan diri sendiri
"Tidak perlu" Si pria berucap dengan nada dingin
Ia tak mengenal pria ini, ia juga tak tau apakah pria ini orang baik atau jahat, bagai mana jika pria ini memiliki niat buruk
Jika pria ini memiliki niat buruk ia akan benar benar di rugikan
__ADS_1
"Jangan menatap ku seperti itu, ini membuat ku tidak nyaman, jika aku ingin membunuh mu aku tak perlu menghabiskan banyak waktu dan uang untuk mengobati mu" Ming Hui berucap dengan nada kesal saat mendapatkan tatapan tak mengenakan dari pria yang ia selamatkan
Ia mengenal pria ini dengan jelas, mereka pernah bertemu beberapa kali, dan terakhir bertemu ia berada di istana dan tampa sengaja masuk ke kediaman pria ini
Melihat dari statusnya memang bukan orang yang sederhana
"Jangan keras kepala patuh saja, kau sudah tak di bersihkan selama empat hari, kau fikir berapa banyak kuman yang ada pada mu?" Ming Hui berucap dnegan nada kesal
Pria ini sudah pingsan selama empat hari dan saat terjaga malah mengatakan omong kosong ini
"Semua baik baik saja"
Si pria hanya diam dan berusaha untuk menggapai mangkuk obat
"Huh, sudah lah, salahkan hatiku yang terlalu lembut, bahkan tak bisa melihat orang dalam kondisi seperti ini" Ming Hui mengambil alih sup obat dan mendudukkan diri di samping sang pria
"Jangan melihat ku seperti itu, aku adalah dermawan mu, jika ingin menujukan wajah angkuh itu maka hanya perlu saat di wilayah kuasa mu, ini adalah wilayah ku dan aku yang berkuasa di sini" Ming Hui berucap
__ADS_1
ia merasa tatapan ini sangat tak layak di tunjukan, ia adalah sang penyelamat, ia tak butuh ucapan terimakasih, tapi setidaknya pria ini bisa bersikap baik dan lebih tau diri
"Terimakasih, saya akan membalas kebaikan tuan hari ini" Si pria berucap ringan
Pria ini terlihat tak memiliki niat, jika sudah tak memiliki niat buruk meskipun begitu tetap saja tak bisa menurun kewaspadaan
"Jangan banyak bicara, buka mulut mu, obat ini tak akan habis jika kau hanya berbicara tak jelas"
Dengan ragu si pria hanya membuka mulut dan membiarkan tuan muda lainya menyuapinya
Meski begitu tak pantas jika di lihat namun ia tak punya pilihan, tangan dan tubuhnya begitu kaku, jangankan untuk meminum obat, bahkan untuk bergerak saja sulit
"Obat mu sudah habis kau akan sembuh dalam waktu dekat ini, setelahnya kau bisa pergi ke asal mu"
"Aku tak memiliki tempat kembali, karena kau penyelamat saya maka saya akan membalas Budi"
"Kau membalas Budi menggunakan tubuh mu?"
__ADS_1
"Saya memiliki kemampuan dan akan melindungi anda"
"Aku tak keberatan selama kau tak merepotkan ku, beristirahatlah" Setelahnya Ming Hui segera bergerak meninggalkan kamar si pria