Sang Putri

Sang Putri
Si raja judi


__ADS_3

"Bagai mana?" Ucap Ming Hui yang di balas dengan gelengan pelan oleh keduanya, mencari informasi di tempat asing memang sedikit sulit, tapi tak masalah, mereka masih memiliki banyak waktu untuk itu, meski sulit bukan berarti jalan buntu bukan?, Ia bukan putri bodoh yang mudah putus asa, mereka sangat yakin jika kedatangan mereka ke kota kekaisaran ini akan membuahkan hasil


"Kalian terlihat dalam suasana hati yang baik" Ucap Ming hui dengan nada pelan sembari menyantap anggur yang berada di hadapannya


Kedua gadis pelayannya ini pergi beberapa saat, dan setelah kembali bahkan langsung menujukan wajah sumringah, selain bisa mendapatkan orang lain mereka akan terlihat seperti ini jika memukul orang, lalu mana yang benar?


"Seperti bisa tuan kami mengambil banyak uang mereka, Lin si raja judi yang begitu di sayang oleh sang Dewi keberuntungan sudah meraup habis uang mereka, dan kali ini kita mendapatkan untung besar, kita Menag besar di tempat ini" Ucap Lie menepuk pundak rekannya dengan bangga,


Mereka sudah bermain judi sedari muda trik trik bodoh itu tak akan terpengaruh pada mereka, berjudi adalah keahlian, saat seseorang berani menganggap rendah lawannya maka bersiaplah untuk mengalami sebuah kekalahan yang memalukan


Mereka tentu saja memerlukan uang untuk hidup di kota ini, ia tak bisa hidup jika hanya mengandalkan bangsawan Ye, mereka masih memiliki urat malu,


Mereka memang kerabat namun tidak dengan uang mereka, karena pada dasarnya uang adalah kerabat kita yang paling dekat jadi hanya bisa melakukan hal kecil untuk menghasilkan uang sendiri


"Bagus" Ucap Ming Hui sembari tersenyum dengan begitu puas, Kedua pelayannya ini memang sangat bisa di andalkan, mereka bisa mengambil keputusan akan langkah yang ingin di ambil,


Ming Hui bukan sejenis tuan yang kejam bahkan ia tak akan menghentikan pelayannya untuk melakukan sesuatu, kedua pelayan ini memiliki kebebasan berfikir secara mutlak


Kedua gadis muda itu kini beranjak duduk di dekat Ming Hui menuangkan anggur untuk sang tuan, mengambil alih pelayanan dari para wanita rumah bordir ini, mereka juga yakin jika sang tuan pasti sangat tak nyaman dengan pelayanan dari para wanita rumah bordir ini


"Kau memang dapat di andalkan, kita menjadi kaya dalam sekejap, kita akan bertahan cukup lama dengan uang uang ini" Ucap Ming Hui dengan nada pelan sembari membukakan mulutnya membiarkan Lie memasukan buah anggur ke sana


Lin hanya tersenyum kecil berjudi bukanlah hal yang sulit baginya, sepanjang sejarah gadis muda itu selalu berhasil mengalah kan raja judi di kerajaannya, Saat seoang raja datang maka para rakyat jelata hanya bisa membungkukkan kepala saja

__ADS_1


Kemampuan berjudi Seorang Lin Benar benar tak bisa di remehkan, ia berfikir ia hanya akan menjadi raja judi di kerajaannya, namun ternyata menjadi seorang raja judi juga tidak sesulit itu lihatlah ternyata ia masih cukup kompeten untuk bersaing dengan para penjudi di  Kekaisaran ini,


Beberapa pria bertubuh besar berjalan dengan angkuh kearah Ming hui, ia tentu saja spontan menaikan satu alisnya, beralih menatap Lie dan Lin dengan tatapan tanya ia merasa tidak berselisih paham dengan siapa pun di kota ini,


Tepatnya belum sempat membuat masalah, dan apa ini?, ketiga pria itu sudah berdiri dengan angkuh di hadapannya, ia baru saja datang mengapa musuh sudah menyerang?, yah menag musuh mudah datang meskipun tak di cari, bahkan saat kau tak mengusik pun ada saja yang membenci dan menatap mu dengan iri


"Dia kak" Ucap seorang tuan muda menunjuk Lin yang duduk santai di samping Ming Hui


Melihat itu Lin hannya bisa menjerngit pelan begitu pula dengan Lie yang menatap pria pria besar ini dengan tatapan meremehkan, hanya kacung dari ibu kota, apa hebatnya mereka berani menindas?


"Apakah kau mengenalnya Lin?, Apakah kau mengenal babi ini" Ucap Ming Hui meneguk anggurnya dengan ringan


Pria bodoh ini begitu bulat, seperti seekor babi saja, Dalam sekali lihat Ming Hui tau jika pria ini adalah pria brandal kota, dan hanya orang bangsawan kelas atas yang bisa menindas orang lain sesuka hati seperti ini


"Dia, dia hanya seekor babi menjijikan yang ku kalahkan saat bermain judi, apa mau mu tuan muda manja, kau sudah memberikan semua uang mu, aku hanya mengambil apa yang menjadi milik ku" Ucap Lin dengan nada ringan sembari mengupas buah pisang dan menyantapnya dengan begitu tenang


Hal itu spontan membuat Ming Hui dan kedua pelayannya tersenyum miring, dasar bodoh tuan muda yang tak tau diri dihadapannya ini sungguh konyol, Lin menghela nafas dan perlahan berdiri dari duduknya, berjalan ringan mengelilingi 3 pria bertubuh besar itu


"Aku tak mengambil uang mu? Bagai mana bisa aku mengambil uang dari babi jelek seperti mu?" Lin berucap dengan nada mengejek


Ia tak mencuri ataupun merampok, ia mendapatkan uang karena kemapuanya, ia ahli di dalam berjudi dan tentu saja akan sangat untung jika bermain judi


keahlian Lin ini sudah ia miliki setelah melakukan pelatihan selama bertahun tahun

__ADS_1


"Kau jangan mengelak, kau yang mengambil uang uang Ku"


"Aku tidak, bukanlah kau sendiri yang memberikannya dan membuatnya sebagai taruhan , salah ku dimana?" Ucap Lin menaikan alisnya menatap ke tiga pria dengan tatapan tanya


"Kau, kau, kau gadis memiliki mulut yang tajam, Seorang gadis harus lembut dan beretika" Ucap si tuan muda yang kehabisan kata kata


"Lembut beretika?, Cuba ku tanya?, gadis lembut mana yang bermain judi, gadis beretika mana yang masuk rumah bunga seperti ini, kau membicarakan hal sampah pada ku"


"Kau kau"


"Tuan muda, bagai mana bisa anda menjadi setidak tau malu ini?, Saya bahkan tak menindas anda, mengapa anda menganggu gadis kecil seperti saya" Ucap Lin dengan nada yang paling tertindas, sedangkan Ming Hui?, Bahkan ia hanya tersenyum kecil sembari menyantap anggur di hadapannya


"Kau.. kau, pengawal, pukul gadis ini, agar ia tau sedang berhadapan dengan siapa" Ucap sang tuan muda dengan kesal, sedangkan Lin?, Tentu saja hanya menujukan wajah santai Tampa terusik sedikitpun


"Tuan muda?, Apakah kau tidak malu?, Aku adalah seorang gadis kecil bagai mana bisa kau melakukan ini pada ku" Ucapnya dengan nada nan begitu mengejek,


"Kau sudah kehabisan waktu, aku tak akan menerima permohonan mu, pengawal" Ucap si pria dengan nada angkuh sedangkan Lin bahkan tak terpengaruh sama sekali,


Ia bahkan masih menunjukan senyuman miring hingga Pada akhirnya perkelahian tak dapat terhindarkan, Lin bergerak anggun dengan kungfunya yang sudah sudah mencapai tingkat atas,


Lin terlihat cukup kewalahan karena ternyata ketiga mahluk tak berguna itu memiliki ilmu yang cukup tinggi, tepatnya haya dua, yang satunya sangat lemah dan sangat mudah terpental, namun kedua pria ini?, mereka cukup kuat,


Ming Hui memberi isyarat pada Lie untuk membantu rekannya, dengan senang hati Lie membantu, Lie dan Lin tentu saja bergerak anggun Lie dengan kipas bermotif bunga lili kebanggaannya dan Lin dengan cambuk saktinya, Ming Hui terkesima menikmati pertunjukan dihadapannya

__ADS_1


"Wow, dua gadis yang kuat dan sangat hebat, keduanya milik ku" Ucap Ming Hui pada seseorang yang kini berdiri di sampingnya


Ming Hui sendiri masih sibuk melihat pertunjukan itu dengan di temani sekendi arak dan buah pisang, menonton pertunjukan seperti ini sebenarnya tak terlalu buruk.


__ADS_2