Sang Putri

Sang Putri
Pria rumah bordir


__ADS_3

Waktu berjalan begitu saja, Ming Hui hanya menguap pelan, terlalu lama dalam bertarung membuatnya menjadi ngantuk, pertarungan mereka sangat lama


Membuat semangat Ming Hui dalam menonton seketika hilang,


"Mereka bertarung sangat lama, dan kau bahkan masih berdiri saja di sana" Ming Hui berucap dengan nada ringan


Pria sebelumnya mendatanginya, ia hanya ingin beramah tamah saja, bagai manapun ia adalah seorang pria, melihat pemandangan seperti ini tentu saja membuatnya merasa kesal


"Hey, pria rumah bordir, apakah kau bisu?, apakah kau tuli?" Ia mendongak menatap si pria


Sedari tadi pria ini hanya diam, di ajak berbicara pun hanya diam, apakah pria ini bisu?, orang sehat tentu saja akan bertanya seperti itu


"Jaga bicara mu pada tuan muda kami, sangat tidak sopan" Ucap seoang pria yang berdiri di belakangnya


Ming Hui menatap pelayan kecil itu dengan tatapan malas, pelayan memang suka seperti ini, sangat tak suka melihat orang lain mengkritik kekurangan tuannya


Hal yang wajar, sekilas saja tau jika pria ini adalah seorang tuan muda yang manja, ya sudahlah, ia hanya ingin beramah tamah saja pada orang di sampingnya


"Sopan?, makanan sejenis apa itu?, apakah itu enak?" Ming Hui menjawab dengan nada nan begitu ringan


Sopan?, benda apa itu?, apakah bisa di jual?, apakah harganya mahal?, di tempat ini bukan untuk menyegani orang lain, ia adalah tuan muda biang onar, ia adalah tuan muda yang tak memiliki kemapuan apapun


Kedatanganya ke kediaman Ye tentu saja sudah di ketahui oleh orang kota ini, penggosip ada di mana mana dan rumor bisa saja berjalan dengan luas,


Ia ingin menujukan jika dirinya adalah tuan muda yang nakal dan tak berguna, dengan demikian ia tak akan membuat siapapun cemas dan waspada padanya,

__ADS_1


Cara ini hanya bisa di lakukan oleh orang yang profesional saja, jadi Ming Hui adalah orang yang tepat, selain memiliki tempramen yang bebas Ming Hui jelas tau bagai mana kelanjutannya jika ia memilih tinggal di rumah keluarga Ye


"Kau sangat pendiam tuan, jika tak ingin berbicara ya sudah kau juga tak terlalu penting" Ming Hui berucap dengan nada ringan


"Jaga bicara anda tuan"


"Dasar pelayan cerewet dan pria yang membosankan, sudah lah, Lie Lin jangan menghabiskan banyak tenaga lagi, aku sudah sedikit bosan, ku rasa sudah cukup bermain mainnya, segera selesaikan dengan cepat Lin, Lie aku sudah lelah dan bosan di sini, aku ingin melihat rumah bunga lain, yang tentunya lebih indah dan memiliki gadis yang indah pula" Ucap Ming Hui dengan nada ringan sembari menyesap araknya, Lie dan Lin hanya mengangguk patuh


Mereka hanya melakukan sedikit pertunjukan, seperti yang mereka ketahui sang tuan akan sangat menyukai pertujukan seperti ini, mereka hanya ingin menyenangkan hati sang tuan saja


Karena sejak pangeran mahkota mereka jatuh sakit, semua tanggung jawab jatuh padanya sebagai seorang putri mahkota, banyak hal yang harus ia selesaikan dan banyak masalah yang menganggu pikirannya


Saat ini mereka sudah tak di kerajaan Yifan lagi, pekerjaan dan dokumen Ming Hui tak harus menghadapinya lagi, hanya saja perihal teratai ini tentu akan membuat sang tuan menjadi kepikiran, sebagai pelayan yang baik mereka akan menjaga tuan mereka dan memastikan tuan muda mereka bisa kembali ceria dan bahagia


"Sudah cukup bermain main, tuan kami jenuh melihat kalian, sampai jumpa di lain waktu, dan ingat untuk membawa bawahan yang lebih kuat, mereka hanya seperti badut sirkus di mata kami" Ucap Lie memukul kepala si pria, dengan pukulan yang lumayan keras, dan tentu saja itu membuat si korban menjadi kesakitan


"Selesai tuan" Ucap Lie dan Lin sembari tersenyum lebar, melangkah mendekati sang tuan


Keduanya menujukan senyuman begitu lebar membiarkan para pengacau itu keluar, tuan muda manja hanya bisa di hajar agar tau jika tidak semua orang bisa ia tindas hanya karena sebuah status kecil yang bahkan sangat tak berharga itu


Ming Hui menganggukkan kepalanya pelan, pertarungan sudah berakhir, para jagoan itu sudah pontang panting dan kedua gadis kuat itu sudah kembali pada Ming Hui untuk menuangkan arak dan memberikanya makan buah apel yang lezat


"Kejadian ini di luar kemampuan kami tuan, kami hanya bermain untuk menghasilkan uang, namun siapa sangka jika orang kota kekaisaran seperti ini


Mereka yang memberikannya sendiri dan mereka juga yang keberatan dan melakukan hal seolah olah mereka senang di rampok, bukankah itu menggelikan?

__ADS_1


"Ayo pergi, aku sudah selesai di sini, kita juga sudah mendapatkan untung besar, rumah bunga ini tak jauh berbeda dari rumah bunga lainya" Ucap Ming Hui dengan ringan sembari melemparkan beberapa keping emas pada pelayan


Ming Hui bukan orang yang tak tau diri, tempat ini menyediakan tempat pertunjukan yang bagus, tentu saja ia harus membayar kompensasi,


Anggap saja sebagai bonus karena telah membuat Ming Hui merasa senang dengan langkah ringan ia segera keluar dari rumah bordir itu dan diikuti oleh kedua pelayannya itu,


Dengan senyuman lebar dan menawan Ming Hui naik ke kereta dan segera kembali ke kediaman Ye dan mengistirahatkan tubuhnya yang terasa lelah, ia sudah melakukan banyak hal hari ini,


Tentu saja karena berkeliling seharian dan menjelajahi semua makanan enak yang sangat rugi jika di lewatkan,


Kekaisaran memang memiliki berjuta pesona, makanan yang enak, gadis gadis yang cantik dan tempat bermain yang berkualitas benar benar menyenangkan


"Nona, tak ada hal yang menarik dari rumah bunga, mengapa para pria sangat suka berkunjung ke sini, mereka bahkan berdandan begitu berlebihan, bukan terlihat cantik mereka malah terlihat lucu" Lie berkomentar pelan,


Ia bahkan selalu bertanya pada diri sendiri, mengapa para pria suka menenangkan diri ke rumah bunga, padahal yang mereka hadapi adalah para wanita yang terus menerus bergelantungan seperti


"Kau ini sangat polos, ada harus di selesaikan di sini, ada hasrat yang harus di tuntaskan, pria berada di tempat ini bukan hal yang aneh, hal yang tidak wajar adalah jika Seornag wanita yang bermain ke sini dan memesan wanita lainya" Lie menjawab dengan kesal


Lin ini terlalu polos, para pria umumnya tak akan puas dengan apa yang ia miliki, mereka butuh pengakuan, mereka butuh pujian, sedangkan di rumah hanya akan ada istri yang mengomel, tentu saja harus ke luar rumah untuk mencari ketenangan


"Alasan yang sangat klasik, dan itu tak masuk akal, di rumah mereka memiliki banyak istri, ada puluhan selir dan gundik yang akan dengan senang hati menemani"


"Kau ini terlalu bodoh Lin Lin, pria tak akan pernah puas dengan apa yang ia miliki, bahkan saat ratusan istri di rumah mereka lebih suka dan tertarik dengan wanita rumah bordir, jangan heran, pria memang begitu serakah jika berurusan dengan seorang wanita" Lia terkekeh pelan, pria memang seperti itu


Hal hal seperti itu sudah berada di diri para pria secara alami

__ADS_1


"Mengerikan sekali"


__ADS_2