
Sedari awal sudah terikat dengan keluarga Ye, ia tak ingin egois, ia tak ingin menyulitkan keluarga Ye demi tujuannya, ia akan mecari cara lain, untuk hal ini, cara yang membuatnya mendapatkan akses keluar masuk istana Tampa mengorbankan apapun
"Sepupu Ming" Suara itu membuat Ming hui menghentikan langkahnya, senyuman indah itu bahkan masih terpajang indah di wajahnya,
Ming Hui tersenyum dengan ramah menyambut kedatangan nona muda keluarga Ye ini,
Meskipun tidak terlalu menyukai nona muda ini ia tentu saja harus bersikap ramah, saat ini ia sedang bergantung pada sang bangsawan Ye, dari itu ia harus menghormati keluarga Ye yang merupakan kerabat dan penolongnya,
"Ah nona muda, ada apa?" Ucap Ming hui dengan nada nan begitu formal
Dia adalah nona muda kedua dari kediaman Ye ini, namanya Ye lan gadis naif yang sangat merepotkan, gadis muda yang begitu agresif dan selalu mengejar ngejarnya,
Meskipun ia tau bahwa Ye Lan tak berniat jahat demi apapun ia benar benat tak tertarik, selama ini ia hanya berusaha untuk bersikap sopan, bagai mana mungkin ia yang merupakan gadis menyukai gadis lainya, yang benar aja,
Hanya saja sikap ramah yang ia tunjukan malah di salah artikan oleh Ye Lan yang malang ini
"Ah saat saya berjalan jalan di taman tampa sengaja melihat sepupu dari kejauhan, Ye Lan datang hanya untuk menyapa sepupu Ming"
Dengan senyum malu malu,Ye Lan adalah gadis yang di kelilingi segala rumor negatif di tengah kota, banyak yang mengatakan jika ia hanya seorang gadis yang keras kepala dan sangat Liar, namun?, Ming Hui jelas tau,
Gadis di hadapannya ini tak lebih dari gadis muda yang Naif dan begitu polos, ia selalu mendambakan dunia bebas, dan ia beruntung karena mendapatkan dukungan penuh dari sang ayahnya, hingga ia dengan bebas melakukan apapun yang ia inginkan, tak ada yang salah bukan?,
Meskipun Ye Lan gadis yang di kelilingi rumor ia tetaplah seorang nona muda yang berstatus tinggi, tak ada yang berai menyinggung apa lagi menindasnya karena mereka masih menyayangi wajah cantik mereka,
Ye Lan putri sah perdana Mentri yang semena mena, ia bahkan tak segan menghancurkan mereka jika berani berbuat perkara, ia akan memberikan sebuah penyesalan bagi siapapun yang berani bermain main dengannya
"Ah baiklah, nona, saya permisi" Ucap Ming Hui dengan nada nan begitu sopan, dan hal ini lah yang membuat Ye Ling semakin menyukainya
"Sepupu Ming akan pergi kemana?, ah maaf tak ada niat lain, Ye lan hanya ingin bertanya saja" Ucap Ye Ling dengan semangat menggebu
__ADS_1
"Saya ingin ke kota, ada beberapa hal yang harus di lakukan di kota, apakah nona ye ingin ikut serta dalam perjalanan ini?"
"Ah, tidak sepupu Ming, pria dan wanita yang belum menikah tidak boleh berada di dalam kereta yang sama, itu akan merusak reputasi ye Lan yang baik"
"Ah, jika demikian, saya mohon diri, nona Ye, semoga hari mu menyenangkan"
"Tentu saja, selama sepupu Ming mengatakannya maka hari hari Ye Lan akan menjadi menyenangkan dan indah"
Ia masih menujukan senyuman indah unyuk mempertahankan sikap sopan nya, dan setelah itu tentu saja ia segera beranjak meninggalkan gadis Ye itu,
Semua orang tau dengan jelas maksud hati nona muda yang malang itu, ia menyukai Ming Hui, hanya saja mereka tak akan memiliki takdir untuk bersama
Ia memilih untuk diam, sementara waktu ini biarkan Ye Lan melakukan hal yang ia inginkan,
Ming Hui menghela nafas pelan dan berjalan dengan anggun mendekati kereta dan ia telah di tunggu oleh kedua pelayan cantiknya
"Apa yang terjadi tuan?" Tanya Lin cepat,
Di kerajaan Yifan, seorang pria dan wanita bisa saja berdekatan, namun si kota kekaisaran ini semua begitu terpatok pada peraturan kuno yang tak masuk akal
"Gadis itu sedikit merepotkan, jangan pedulikan dia, tak memperhitungkan dia, ia hanya masih terlalu muda, jika sedikit lebih dewasa nanti aku yakin ia akan mengerti jika dunia tak seindah khayalanya" Ucap Ming hui menghela nafas pelan sembari menuangkan teh dan menyesapnya dengan lembut,
Kedatangan Ye Lan dengan pewangi tubuh yang begitu pekat membuat kepalanya pusing, ia berharap agar teh ini dapat meredakan pusingnya, ia merasa kesal,
"Akan lebih baik jika anda menerima cintanya, lihat lah, nona muda Ye itu sangat memperhatikan Anda, dia juga sangat cantik" Ucap Lie dengan nada pelan dan jangan lewatkan senyuman mengejek itu,
Mereka tentu saja sudah melihat bertapa agresifnya nona muda Ye, yang bahkan dengan tak tau malu mengejar pria yang jelas jelas sedang melakukan penyamaran,
Ia pasti akan sangat malu jika suatu saat mengetahui jika pria yang ia sukai selama ini adalah mahluk sejenis, yaitu seorang wanita, perempuan dan gadis
__ADS_1
"Kau mengolok ku Lie?, Ia adalah sepupu ku, jika aku pria aku akan menjadikan dia istri ku, di masa sekarang, sangat sulit menemukan gadis yang begitu murni" Ucap Ming Hui meletakan gelasnya dengan sedikit kasar, dasar sialan,
Bagai mana mungkin si mahluk menyebalkan ini berada di sisinya, dan bagai mana mungkin ia menjalin hubungan dengan nona muda keluarga Ye ini,
Ia adalah gadis, jangan lupakan itu, ia masih normal dan akan mencintai Seornag pria tampan yang kuat
"Saya tidak berani tuan muda, hanya mengatakan pendapat saja" Ucap Lie dan Lin sembari terkekeh bersama
Ini cukup menggelikan saat melihat satu gadis yang kelimpungan karena di kejar oleh gadis lainya, bahkan Lie dan Lin sangat menikmati hal lucu ini, mereka bahkan merasa jika pertunjukan ini cukup menyenangkan
"Dia hanya gadis naif dan konyol"
Gadis naif dan konyol, gadis yang begitu gegabah mengatakan perasaan pada seoang pria yang baru saja ia jumpai
"Karena itu?, Anda Hanya tidak ingin menyakitinya?, Jika tak di ajarkan bagai mana ia bisa dewasa" Sahut Lie dengan cepat
"Kau ini terlalu kejam Lin, bagai manapun kita berhutang Budi pada keluarga Ye ini, sebagai seorang kesatria tentu saja kita harus memperlakukan mereka dengan baik dan ramah, bukankah begitu tuan muda?" Ucap Lin dengan nada sok bijak yang bahkan hanya mendapat tatapan malas dari Lin
"Tentu saja, bagai manapun ia tetap saudari sepupu ku, sebagai senior aku berkewajiban menjaganya, kita tau jika ia bukan gadis jahat" Ucap Ming Hui dengan nada pelan,
Bagai manapun mereka adalah kerabat dekat, bagai mana mungkin ia mampu menyakiti perasaan gadis naif ini,
"Benar, meskipun ia terlihat begitu kasar, setidaknya nona Ye ini berhati bersih dan tak melakukan trik kotor untuk mendapatkan keinginannya, ia hanya gadis naif yang tak mengerti bagai mana kerasnya hidup" Ucap Lie dengan nada pelan, ia menghela nafas pelan sembari membuka jendela, untuk menghirup udara segar
"Aku tak ingin menyakitinya, namun?, aku bisa apa?, Ia adalah gadis yang penuh semangat, aku khawatir ia akan kecewa saat mengetahui identitas asliku"Ucap Ming Hui dengan wajah lemas,
"Sudahlah noa, mari lupakan hal itu sejenak, akan lebih baik jika kita memikirkan cara untuk ke istana, hal yang paling penting saat ini ialah tumbuhan itu, fokuskan pikiran pada tumbuhan incaran kita"
"Membosankan, apakah tak bisa sedikit bersantai?"
__ADS_1
"Nyawa pangeran bukan hal yang bisa kita jadikan bahan lelucon, kita harus memikirkan cara agar tak menyeret keluarga Ye dalam masalah, keluarga Ye sudah begitu baik pada kita, aku yakin anda bukan orang yang akan melupakan kebaikan orang lain dengan mudah" Ucap Lin dengan nada pelan,
Segala pembicaraan mereka sebelumnya adalah hal yang tak penting, dan hal terpenting tetaplah tumbuhan itu, namun mereka tentu saja memilih jalan aman dan tak mengusik ketenangan orang lain