Sang Putri

Sang Putri
Kau ini


__ADS_3

Seorang pria paruh baya langsung menyindir saat keduanya sampai di aula jamuan, kaisar belum datang, putra mahkota dan keluarga lain juga belum datang


Hanya ada beberapa tuan tuan dari kalangan pejabat, seperti biasa semua orang akan memamerkan ke unggulan mereka, hal ini membuat Ming Hui sedikit jengah


"Ternyata antara pesta para pria dan wanita tak ada bedanya, umumnya pesta para wanita akan memamerkan perhiasannya, dan bahkan tak berbeda jauh dari pada pria yang memamerkan betapa tinggi dan bermartabat dirinya, selalu haus akan pujian menjijikan sekali" Batin Ming Hui


"Ah tuan Wang, yang mulia kaisar telah mengirimkan undangan pada semua pejabatnya, dan memenuhi panggilan kaisar adalah kewajiban kita bersama" Tuan tua Ye menjawab dengan nada sopan, beginilah cara merek bertarung


saling mengatakan kata kata yang indah namun memiliki makna tersembunyi, menjadi orang yang berpengaruh di istana memang bukan hal yang mudah, meski telah mencapai pada titik itu akan selalu ada orang yang akan mencari cara untuk menghancurkan


"Kau benar Mentri Ye"


"Cih, mereka adalah sekelompok pria tua, malah tak sadar diri dan malah sibuk merendahkan orang lain"


"Saya Ming Hui menyapa Mentri kiri Wang, rumor mengatakan mentri Wang adalah pejabat yang baik hati dan begitu bekerja dengan begitu keras, dan serius dalam pekerjaan, lihatlah, dari sekian banyak pejabat hanya tuan Wang yang sedikit kekurangan berat badan, tuan Wang sudah memikirkan banyak hal perihal negara, Ming Hui merasa begitu kagum" Ming Hui berucap


Sebelumnya ia hanya diam dan saat ini sudah waktunya membuka suara, Mentri tak berguna ini selalu saja memamerkan kemewahan dirinya, banyak berbicara namun malas bekerja, dasar tukang makan gaji buta


"Mentri ye, kau datang dengan tuan muda yang memiliki mulut yang begitu lugas, takutnya malah akan menunggunya" Mentri Wang berucap dengan pelan


Pria yang berada di samping tuan tua Ye begitu kasar, ia bahkan dengan mudah mempertanyakan kemapuan dan caranya bekerja


"Mentri Wang tak perlu cemas, Ming Hui bisa menempatkan stuasi pada tempanya, Mentri Wang suah datang untuk menyapa kami, dan saya menyambut sapaan metri Wang adalah tugas kami" Tuan tua Ye berucap dengan senyuman lebar


Ming Hui mengatakan hal yang benar, ia memuji untuk menjatuhkan lawan sejatuh jatuhnya, siapa yang tak tau jika Mentri Wang pernah terlibat dalam sebuah kejahatan, hanya karena jasanya pada kaisar ia di bantu dan aibnya di tutup dengan begitu rapi

__ADS_1


Hanya saja kabar sudah tersebar di tengah masyarakat, jika ingin menghentikan pun sudah terlambat, semua sudah menyebar dengan cepat dan hanya saat ini ia hanya bisa berpura pura tuli dengan orang lain


Selagi orang tersebut tak membicarakan mereka di depan wajah mereka maka ia tak ingin perduli, namun pria yang di bawa tuan tua Ye ini membuatnya tak bahagia


"Kau kau..." Mentri Wang melangkah mundur


Anak muda ini begitu lancang dan bahkan mengejeknya, mengatakan berbagai kata kejam di depan mukanya


"Kita semua adalah pejabat dan tentu saja akan memberikan seluruh hidup kita pada negara" Ucap pria yang berada di belakang Mentri Wang dengan nada nan begitu anggun


seperti yang di katakan sebelumnya, ini adalah jamuan untuk para pejabat dan putranya, setiap pejabat yang di undang akan membawa seorang putra yang nantinya akan di saring untuk menjadi teman belajar putra mahkota


"Ah, tuan Ye, ini adalah putra ku Wang Qi, sejak muda sudah menjadi tuan muda yang begitu berbakat" Mentri Wang kembali tersenyum dengan begitu percaya diri, putranya adalah seorang sarjana yang menduduki peringkat dua dan sampai saat ini ia adalah orang terhebat setelah pangeran Bao Jian


"Tuan muda Wang, saya sudah mendengar reputasi anda yang tersohor" Ming Hui mulai berbasa basi


"Apa yang sedang tuan muda Ming bicarakan, sedari muda saya berada di puncak gunung Ling untuk belajar bersama guru Jin yang tersohor" Ia berucap,


Tuan muda Wang bahkan tak malu untuk menerima pujian yang keluar dari mulut Ming Hui, ini membuat Ming Hui tersenyum kecil, memang sesuai dengan reputasi,


Diluar terlihat begitu tenang namun lihatlah?, tangan yang terkepal di balik lengan baju itu, dalam sekali lihat membuat Ming Hui faham jika yang berdiri dihadapannya hanyalah pria yang angkuh yang bermain drama, menggelikan sekali


"Ah, benar tuan muda Wang, memang begitu berbakat, guru Jin yang begitu baik, namun bernasib sial, menemukan remahan roti dak berharga itu" Ming Hui menghela nafas dengan pelan


Seolah benar benar kasihan dengan guru Jin yang malang

__ADS_1


"Kau.." Wang Qi melangkah mundur beberapa  langkah, siapa pria ini, mengapa malah mengetahui hal yang telah ia simpan dengan begitu rapat


"Ah Mentri Wang dan tuan muda Wang, jangan di masukan ke dalam hati kponakan ku ini masih terlalu muda dan naif, agar tak memasukannya ke dalam hati, dia masih suka berbicara sesuai yang ada di dalam pikirannya" Tuan tua Ye berucap


Ia senang melihat Ming Hui bisa menjaga dirinya sendiri, lagi pula ayah dan anak Wang ini memang tak layak, hanya karena koneksi membuatnya menjadi begitu berharga di tengah masyarakat


"Tentu saja Mentri Ye hal ini tentu saja tak akan di masukan ke dalam hati, terlebih di masa depan kita akan menjadi keluarga, sedikit perselisihan tak terlalu baik untuk masa depan" Mentri Wang berucap dengan senyuman paksa


Biasanya tuan tua Ye hanya akan tersenyum mendengar segala lelucon yang ia katakan, namun kali ini ia membawa bocah yang memiliki mulut begitu tajam


Setiap kata sarkas yang ia katakan akan di balas dengan dua kali lipat, dan sayangnya ia tak bisa membalas dengan leluasa, hal ini tentu saja karena memandang reputasinya yang baik


"Kaisar putra mahkota memasuki aula"


Teriakan itu membuat Mentri Wang dan putranya melangkah mundur, sedangkan mentri Ye hanya menujukan senyuman kecil


Kponakan kecilnya, benar benar memiliki lidah yang tajam, Mentri Wang bukan orang yang mudah di provokasi, namun Ming Hui berhasil membuatnya begitu murka hanya dengan beberapa patah kata saja


"Menyapa yang mulia kaisar, semoga yang mulia kaisar di berkahi kebahagiaan dan umur yang panjang"


Para pejabat berucap secara serentak, dan jangan lewatkan gestur hormat yang begitu teratur


Para pejabat dan putranya ini, pasti telah melewati berbagai macam pelatihan yang baik


"Para pejabat kesayangan ku, bangkitlah"

__ADS_1


"Terimakasih yang mulia" para pejabat berucap dengan pelan


__ADS_2