Sang Putri

Sang Putri
Ternyata dia putri


__ADS_3

Semuanya berjalan seperti biasa, Ming Hui yang selalu mencari celah untuk memasukan orang orangnya ke dalam istana untuk menemukan tumbuhan itu


Hari ini ia baru saja melakukan pertemuan dengan beberapa bawahan yang berhasil masuk ke istana


Rata rata di antara mereka hanya akan datang membawa kegagalan, namun tentu saja tak boleh menyerah begitu saja


Dunia ini begitu luas, istana juga begitu luas, selama mereka mencari dengan baik maka tumbuhan itu pasti akan di temukan dengan cepat


"Tuan kali ini kami kembali hanya membawa kegagalan"


"Tak terlalu terburu buru, beberapa orang kita suah tersebar di masing masing istana putri dan pangeran, yang di cari akan di temukan dalam waktu yang belum di tentukan"


"Beberapa orang kita tertangkap, pihak istana hanya berfikir jika mereka adalah mata mata dari negri musuh"


"Karena telah banyak tertangkap tentu saja hanya akan membuat ku rugi, lanjutkan saja pekerjaan kalian, di masa depan jika tak terlalu penting maka jangan menemui ku, jika belum mendapatkan kabar yang pasti dan tak dalam keadaan mendesak jangan mengirimi surat, karena beberapa orang yang tertangkap pihak istana tentu saja akan membuat mereka waspada"


"Mematuhi tuan" 


Menyelesaikan acara maka Ming Hui berjalan dengan anggun menuruni tangga, ia berniat untuk berkeliling sebentar,


Lagi pula masih ada banyak waktu untuk menikmati dunia bebas ini, di Akademi tentunya membosankan dengan guru tua yang suka marah


Ah Ming hui tenanglah Akademi tak semenakutkan itu, mari jalani dengan ceria


Ming hui berjalan menuju kudanya


"Tuan dermawan, aku tak menyangka jika kita bertemu secepat ini" Ucap seorang gadis tersenyum lebar di hadapannya, seorang gadis menggunakan pakaian sutra mahal dan di kawal beberapa prajurit istana


"Ah maafkan saya, apakah kita saling mengenal nona?" Ucap Ming hui pelan,


Ada banyak orang yang ia temui di kota ini, lalu siapakah gerangan gadis bangsawan ini, ia terlihat sangat tak asing


"Kau melupakan aku tuan?, Kau kejam sekali" Ucap gadis itu dengan wajah yang sedikit di tekuk,


Ming hui berusaha keras untuk mengingat gadis ini, ah ia benar benar tak bisa mengingatnya, sang gadis membuang nafas pelan


"Kau ini sungguh tuan, aku adalah gadis yang kau tolong beberapa hari yang lalu, kau pelupa sekali tuan" Ucap gadis itu menggembungkan pipinya

__ADS_1


"Eh, anda?"


"Ia hutan selatan, bandit hutan Lao" Ucap gadis itu


"Ah baik lah waktu itu kita tak sempat berkenalan denganmu bukan, aku akan memperkenalkan diri, namaku adalah Zhou Mian li," Ucap sang gadis dengan pipi yang memerah


"Zhao Mian li?, ah ampuni saya yang tidak mengenal putri ke 3, saya telah lancang dan tidak sopan pada putri ketiga" Ucap Ming hui dengan nada pelan membungkukkan tubuhnya beberapa derajat


"Jangan terlalu sungkan, kau adalah dermawan ku, sejak pertama bertemu aku sudah memutuskan jika kita akan menjadi teman yang baik" Ucap mian li tersenyum sambil membantu Ming hui menegakan tubuhnya


"Saya tidak berani, anda adalah tuan putri yang begitu terhormat, saya tidak berani melampaui kemampuan kami" Ucap Ming hui pelan,


Ia tentu tau putri ke tiga putri yang di rumor kan kurang memilki etika dan sangat tidak sopan dan tidak memiliki bakat apapun,


Yang bisa di banggakan yah walaupun ia memiliki wajah yang sangat cantik, namun di tutupi oleh kekurangannya yang banyak itu, putri li adalah putri bungsu dari mendiang permaisuri terdahulu,


Berbeda dengan putri ke 2 yang di kenal sebagai putri paling cantik dan anggun, rendah hati serta sangat berbakat, putri kedua adalah putri dari Kaisar bersama selir hao selir yang di angkat menjadi permaisuri setelah meninggalnya permaisuri li


"Ah kau ini, jangan sebut aku putri, status itu sangat menyebalkan, membuat ku merasa jika aku selalu memukul beban yang berat" Ucap Mian li menggembungkan pipinya dengan kesal


"Status hanya sebuah status apa bagusnya status putri, setiap hari harus terkurung di kediaman dan belajar puluhan kitab etika, sejak etika dasar etika yang aku sendiri tak tau bagai mana meyebutnya"


"Yang mulia"


"Jangan menyela ucapan ku, aku belum selesai, kau tau, menjadi seorang putri itu menyebalkan, setiap hari bersaing hanya menujukan kemapuan dan berlomba mendapatkan kasih sayang, saling memuji di depan dan malah saling menusuk di belakang, status seperti itu?, Hanya orang yang tak berambisi saja yang menginginkannya"


Ming hui menatap Mian li, ia tentu tau urusan dan kehidupan keras di dalam istana bagai mana pun ia adalah salah satu penghuni istana, ia adalah putri di kerajaan


Begitu banyak ular serta siluman rubah yang bisa melakukan apapun untuk mencapai keinginannya, dan Ming Hui bisa melihat jika putri Li adalah putri selalu menghargai manusia dan tak memandang dari status sosial nya


"Aku sudah berbicara banyak, kau belum menyebutkan nama mu?, Kau ini sangat tidak sopan"


"Menjawab yang mulia"


"Jangan gunakan panggilan itu, panggil saja nama ku"


"Yang mulia, nama hanya akan di sebut oleh orang orang yang memiliki hubungan yang dekat dengan anda, dan saya merasa tak pantas"

__ADS_1


"Sangat sungkan, dari mata mu saja aku sudah melihat jika kau tak benar benar menghormati ku, aku sudah bisa melihat kepura puraan itu, lagi pula kita sudah menjadi teman dan sudah dekat sejak sekarang, jadi ku fikir kau telah memenuhi syarat untuk memanggil ku dengan nama saja"


"Yang mu.."


"Aku memaksa"


"Ah baik lah, putri nama Ming hui, bertemu dan bersitatap muka adalah berkah yang sangat saya syukur" Ucap Ming hui pelan,


Ming hui mengerti karena ia pun tak terlalu menyukai lingkungan istana yang penuh dengan ular licik, baginya alam bebas lebih menyenangkan dari pada harus terkurung di sangkar emas


"Di masa depan jangan sanjung aku dengan kata kata menjijikan itu, aku geli"


"Baiklah"


"Karena sekarang sudah ada Ming hui maka kalian bisa kembali ke istana aku ingin menghabiskan waktu bersama tuan muda Ming di luar" Ucap Mian li pada pengawal yang sedari tdi memperhatikan keduanya, sejak awal Mian li merasa tertarik dengan tuan muda ini,


Ia sangat sopan bahkan tak seperti pria yang lain yang suka mengambil kesempatan untuk memanfaatkan mian li


"Tapi putri, bagai mana jika yang mulia kaisar tau, kami akan di hukum mati karena lalai menjaga anda" Ucap pengawal itu ragu


Putri Zhao Mian Li, meskipun sedikit kasar namun ia adalah putri kesayangan kaisar, apapun yang ia inginkan harus di dapatkan, dari beberapa putri hanya putri ketiga yang begitu beruntung mendapatkan cinta dan kasih sayang dari kaisar


"Ayahanda tidak akan tau jika kalian tak buka mulut, ayah begitu sibuk, ia tak akan bertanya perihal ku" Ucap mian li menarik tangan Ming hui menuju pasar raya yang berada tak jauh dari tempatnya berdiri


"Tapi yang mulia, bagai mana jika"


"Kalian ini cerewet sekali, kalian bisa melihat dengan jelas bukan?, Aku sedang bermain dengan teman ku, keberadaan kalian hanya akan membuat ku terganggu"


"Pergilah" Ucap Mian li, setelahnya para pengawal meninggalkan mereka di tempat keduanya bertemu,


"Apakah kau tak ingin mengajak ku duduk? " Ucap Mian li pelan, Ming Hui berdehem pelan dan mempersilahkan mian li duduk


"Semua makanan di sini begitu lezat, tapi ku lihat kau sudah selesai, bagai mana dengan menemaniku berkeliling, banyak makanan pasar yang lezat di sini, aku akan menujukan semua keindahan negri Yuan jin"


"Baiklah, mari berkeliling"


"Tentu saja"

__ADS_1


__ADS_2