Sang Putri

Sang Putri
Mabuk


__ADS_3

Mentari pagi nan indah kembali menunjukan keperkasaannya di langit nan biru, ia bahkan menujukan dirinya penuh dengan perasaan bangga menunjukan setelah di baluti musim salju selama beberapa waktu ini,


Saat ini musim salju sudah benar benar berlalu, di gantikan dengan musim semi yang cerah dan tentunya akan memberikan sebuah harapan baru bagi mereka yang sudah hampir menjadi putus asa,


Didalam sebuah kamar nan begitu megah seorang pria masih berbaring dengan nyaman di tempat tidurnya,


Seperti biasanya Lie dan Lin datang sembari membawakan baskom dan menyiapkan air mandi untuk sang tuan,


ia akan segera membangunkan sang tuan dari tidurnya dan membantunya untuk mencuci muka dan bersiap, hari yang panjang akan berjalan di kota kekaisaran ini


"Tuan, tuan bangunlah, anda harus segera membersihkan diri, air mandi anda sudah siap nona" Lie dengan nada nan begitu pelan,


Ming Hui membukakan matanya dan hanya menganggukkan kepalanya dengan malas.

__ADS_1


Seperti biasa bangun pagi dan bersiap untuk menjalani aktifitas hidup, meskipun membosankan tapi apa boleh buat


Setelah nyawa berkumpul ia segera turun dari tempat tidur untuk segera bergerak ke kamar mandi dan setelah Ming Hui menghilang di balik tirai Lie dan Lin mulai bergerak untuk segera membersihkan kamar, membenahi ranjang dan membukakan jendela,


Membiarkan udara segar masuk ke dalam kamar yang entah kenapa selalu berantakan ini, beberapa kertas jimat berserakan dan beberapa kendi arak dan kulit kacang yang begitu merusak pemandangan, ini jelas sudah sangat biasa,


Sejak dulu Ming Hui memang sangat menyukai arak dan berpesta, suasana seperti ini jelas sudah sangat biasa seperti mereka,


Terlebih sang tuan harus terlihat kasar dan konyol agar tak merugikan keluarga Ye di masa depan, ketiganya bahkan sempat merasa menyesal karena masuk dalam masalah ini, namun apalah daya,


Menjadi target para pejabat serakah itu hanya akan mempersulitnya di masa depan, ia harus berpura pura menjadi bodoh seolah tak mengetahui apapun, setidaknya dengan begitu orang orang tak menganggapnya sebagai bahaya.


Beberapa saat Sudah berlalu Ming Hui keluar dengan tubuh yang masih lemas, kepalanya terasa sakit akibat mabuk semalam, Lie dengan sigap membantu Ming Hui mengeringkan rambutnya,

__ADS_1


Berpakaian, menata rambut dan menggantung kantong wewangian di pinggang sang tuan muda, bagai manapun tuan mudanya adalah bangsawan dari kalangan kelas atas dan tentu saja ia harus selalu terlihat berkelas dan begitu memukau,


"Minumlah teh ini, setidaknya teh ini dapat mengurangi mabuk anda tuan, huh, di masa depan akan lebih baik untuk tak terlalu bersemangat dalam hal ini, dan lihatlah kau kelimpungan karenanya, jangan lupa lusa adalah hari jamuan di istana kekaisaran, kau tak ingin mengecewakan tuan Ye bukan?, Lagi pula berpesta arak secara terus menerus seperti ini akan membuat tubuh mu menjadi tak sehat, kau hanya akan merugi jika selalu saja melanjutkan segala kebiasaan buruk mu ini" Ucap Lin yang baru saja masuk dengan napan yang berisi sup kelinci dan beberapa hidangan lainnya,


Semalam ia memang sedikit berlebihan, bahkan meminum begitu banyak arak, dan lihatlah pagi ini ia pusing kan di buatnya,


Setelah membeli beberapa budak Ming Hui kembali ke ibukota dan memilih untuk menghabiskan hari di rumah bordir dengan di temani arak tentunya, ia bahkan baru kembali saat malam sudah larut,


Sejak awal tuan Ye tentu tak pernah keberatan dengan sikap dan tingkah Ming Hui, ia tak pernah mempermasalahkan hal itu, ia pun pernah muda, ia dapat mengerti semangat anak muda,


Lagi pula menjadi sedikit berandalan bukan lah hal yang salah, masa mudah adalah masa yang tak akan terulang kembali, dari itu tentu saja tuan Ye membiarkan Ming Hui menikmatinya sepuas hati,


Ming Hui hanya berguman pelan dan asap terlihat masih mengepul dalam mangkuk, dengan mata terpejam Ming Hui menggapai sumpit dan perlahan menyantap sup kelinci kesukaannya ini, sup lezat yang selalu membuatnya bersemangat

__ADS_1


"Ini benar benar membantu" Ucap Ming Hui kembali tersenyum lebar saat rasa sakitnya perlahan berkurang,


Semangatnya pun sudah kembali, matanya bahkan sudah terbuka sepenuhnya dan dengan penuh semangat ia menyantap makanannya dengan penuh nikmat, ia bahkan tak menyangka jika menjadi semabuk ini, benar benar tak di duga,


__ADS_2