Sang Putri

Sang Putri
Undangan istana


__ADS_3

Setelah memakan sarapannya Ming Hui berjalan pelan ke taman untuk menemui tuan Ye yang katanya ingin bertemu, Ming Hui kini sudah berada tepat di depan pemimpin keluarga ye itu, ia di persilahkan duduk dan berbincang ringan,


"Paman"


Ming gyi menyatukan tangannya sebagai tanda hormat pada sang paman, hari entah ada angin apa ia di panggil, dan sebagai kponakan yang baik ia hanya bisa datang dan menemui sang laman


"Ming Er, duduk lah" Ucap tuan tua ye dengan nada pelan


Sudah beberapa waktu berlalu, ia selalu sibuk dengan pekerjaan, hingga bahkan tak bisa mengobrol sebentar dengan sang kponakan


"Ada apa gerangan paman memanggil saya, apakah ada hal yang mendesak dan panting?" Ucap Ming Hui dengan nada pelan,


Ini adalah hal yang sangat jarang terjadi, selama beberapa Minggu ini tuan tua Ye selalu sibuk dengan pekerjaan dan aktivitasnya, jika pun datang keduanya bahkan hanya saling menanyakan kabar


"Ming er, benar benar peka"


"Jika benar tak perlu sungkan paman, katakan saya, Ming Er akan mendengarkannya" Ming Hui berucap pelan, jika ada sesuatu maka katakan dan bicarakan barulah tau bagai mana solusi dan jalan terbaik yang bisa di ambil


"Huh, Ming Er, kaisar baru saja mengirim undangan pada keluarga Ye, apakah Ming er berkenan untuk ikut serta dalam jamuan itu?, Pertemuan ini adalah sebuah pertemuan khusus yang di lakukan yang mulia kaisar, jamuan ini akan di laksanakan dua Minggu ke depan" Ucap tuan Ye dengan nada pelan sembari menuangkan teh dan menyesapnya perlahan,


Ia mengerutkan keningnya bukankah ini sebuah keberuntungan sangat kebetulan?, Ming Hui tak perlu memikirkan berbagai cara ekstrim untuk memasuki istana,


Ia tentu saja tak akan melewatkan kesempatan ini, ia bisa memasuki istana dalam waktu sedekat ini, benar benar keberuntungan yang tak terduga  

__ADS_1


"Surat ini perintah langsung dari yang mulia kaisar, paman sendiri tak tau ingin membawa siapa, pertemuan ini para pejabat harus menujukan putra mereka, jika beruntung akan menjadi teman belajar sang putra mahkota" Ucap tuan Ye pelan sambil menarik nafas gusar


Ia tak memiliki putra yang bisa ia kirim, tuan Ye hanya memiliki 5 orang putri dan 3 istri,' satu istri sah dan dua orang selir' sepertinya kaisar sengaja ingin mempermalukannya dalam jamuan besar ini, seperti biasa kaisar pasti tak akan suka jika ada orang yang memiliki pengaruh yang sama atau bahkan berada di atasnya


Para kaisar selalu takut dengan sebuah hal yang di sebut penghianatan, setiap saat harus hidup dalam kecemasan, menakuti ini dan itu mengkhawatirkan hal ini dan hal itu, membuat diri sendiri tak bisa beristirahat dan hidup dnegan baik.


Seluruh kota tau jika kediaman Ye tidak memiliki tuan muda, kaisar dengan begitu tak berperasaan menurunkan perintah ini


Undangan kaisar adalah suatu perintah, jika tak menuruti maka bersiaplah untuk menghadapi segala rumor buruk, dan bahkan bersiap dengan segala konsekuensi yang akan segera menanti


Sepertinya untuk lari dari politik istana akan begitu sulit, Mentri Ye memiliki pengaruh yang cukup besar, dan itu tentu saja membuat kaisar menjadi cemas dan malah akan membuatnya menyusun berbagai siasat untuk menghabisi keluarga Ye


Terlebih keluarga Ye yang memiliki sikap netral selama beberapa keturunan


Sekilas ia tau maksud hati tuan tua Ye ini, ia pasti sangat gusar karena hal ini, ia di paksa untuk memilih pada hal yang bahkan tak bisa ia pilih


Ia tak memiliki putra dan semua orang tau utu, ia akan menjadi bahkan lelucon jika datang, hanya saja ia harus menanggung konsekuensi yang begitu berat jika ia memilih untuk tidak menghadiri undangan ini, mengabaikan perintah kaisar sama saja dengan menghina kaisar, dan menghina kaisar akan di jatuhkan pemusnahan seluruh keturunan


"Paman lega mendengarnya, hanya saja?, Ming er Ada beberapa hal yang ingin paman sampaikan" Ucapnya dengan anda ragu


"Tenang saja paman aku tau apa yang harus aku lakukan, paman tak perlu merasa cemas aku bisa mengatasinya"


Ia mengerti dengan hal seperti ini, keluarga Ye adalah keluarga pejabat yang tak begitu netral, begitu banyak orang yang ingin memanfaatkan kekuasaan dan keluarga mereka,

__ADS_1


Begitu banyak pejabat yang ingin menariknya ke sisi mereka, namun jelas di tolak oleh tuan tua Ye itu, sampai kapanpun ia tak akan mempermalukan leluhur mereka, sedari dulu keluarga Ye hanya akan patuh pada kaisar yang berkuasa, perihal siapapun itu ia bahkan tak perduli,


Hal itu lah yang membuat keluarga Ye begitu di waspadai oleh semua orang, bahkan kaisar sendiri, tak jarang juga  pernah berfikir jika keluarga Ye yang kuat harus segera di hancurkan


Ming Hui terdiam sejenak, awalnya ia hanya ingin mengambil kesempatan ini untuk keperluannya, namun?, ia jelas tak bisa membuat keluarga Ye kacau, jika ia menjadi teman belajar putra mahkota maka ia tentu saja akan berdampak pada keluarga Ye


Keluarga Ye akan semakin di menjadi keluarga yang akan di waspadai oleh kaisar terlebih semua orang tau jika putra mahkota memiliki sifat yang begitu mengerikan


Meskipun pura kesayangan kaisar tentu saja selalu merasa cemas jika sewaktu waktu putra mahkota memberontak dan mengambil alih Kekaisaran saat belum saatnya tiba


Ia harus memutar otak, memikirkan rencana lain, ia tak bisa mendekati putra mahkota karena telah terikat dengan keluarga Ye dan juga mungkin tak ingin memiliki hubungan dekat dengan orang yang memiliki sifat begitu cabul


"Mungkin ini tidak adil untuk Ming Er, hanya saja paman tua ini hanya ingin melewati masa tua dengan tenang Tampa ikut serta ke dalam segala persaingan perebutan kekuasaan itu" Ucap tuan tua Ye dengan pelan,


Hal ini membuatnya hanya merespon dengan anggukan, kegundahan sang paman tentu saja memiliki alasan yang sangat masuk akal,


Ia tak ingn terlibat dengan perebutan tahta, begitu banyak kabar yang berseliweran bahwa sang putra mahkota ingin segera mengambil alih tahta, hal ini ia lakukan untuk menghentikan kekejaman kaisar dinasti Yuang jin saat ini,


Hanya saja putra mahkota pun juga tak jauh lebih baik dari ayahnya, jika putra mahkota naik tahta maka sama saja dengan keluar dari mulut buaya masuk ke dalam kandang harimau


"Baiklah paman Ming Er akan mengatasinya dengan baik, jika tak memiliki hak lain maka, Ming er akan mohon diri"


Setelahnya ia membungkuk memberi hormat pada kepala keluarga Ye yang sekaligus pamannya, mengucapkan beberapa kata ia beranjak dari tempat, ia harus memikirkan rencana dengan cepat agar bisa menyelidiki tempat tumbuhan yang selama ini ia cari,

__ADS_1


__ADS_2